- Beranda
- Berita Luar Negeri
Trump Vs Twitter: Dulu Diklaim Tak Berdasar, Kini Dilabeli Perilaku Kasar
...
TS
god.romusha
Trump Vs Twitter: Dulu Diklaim Tak Berdasar, Kini Dilabeli Perilaku Kasar
Cuitan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali ditegur oleh Twitter. Setelah sempat ditegur karena cuitan tak berdasar, kini cuitan Trump dilabeli sebagai 'perilaku kasar'.
Sebagaimana diketahui, pada bulan Mei lalu, Twitter mengatakan bahwa cuitan Trump tentang pemungutan suara melalui surat "berisi informasi yang berpotensi menyesatkan tentang proses pemungutan suara dan telah diberi label serta ada konteks tambahan seputar surat suara yang dikirim lewat pos."
Baca juga:
Serangan Balik Trump ke Perusahaan Medsos Gegara Label Tweet Palsu
Trump sebelumnya tidak pernah mendapatkan sanksi dari Twitter terkait akunnya.
"Dia secara keliru mengklaim bahwa surat suara yang dikirim lewat pos akan menyebabkan 'pemilihan yang curang'," kata pemberitahuan Twitter. "Namun, pemeriksaan fakta mengatakan bahwa tidak ada bukti surat suara yang masuk lewat pos terkait dengan kecurangan pemilih."
Pencoblosan "melalui surat" diusulkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di AS (CDC). Metode ini dinilai membuka peluang bagi warga AS untuk berpartisipasi secara aman, dan ikut menaati aturan pembatasan jarak sosial.
Twitter mengonfirmasi ini adalah pertama kalinya mereka menandai salah satu tweet Trump di bawah kebijakan baru yang dirancang untuk membidik informasi berbahaya dan menyesatkan. Kebijakan baru ini diperkenalkan pada awal bulan Mei, mulanya ditujukan untuk menanggapi cuitan-cuitan yang tidak dapat diandalkan kebenarannya terkait penyebaran virus corona SARS-CoV-2.
Baca juga:
Saat Trump Berang Cuitannya Disebut Twitter Palsu
Trump tidak terima cuitannya diberi label sebagai 'Tidak Berdasar' oleh tim pengecek fakta di jejaring sosial Twitter. Trump pada Selasa (26/05) menuduh Twitter telah melakukan sensor, dan "mencampuri pemilihan presiden tahun 2020."
"Twitter benar-benar membatasi KEBEBASAN BERBICARA, dan saya, sebagai Presiden, tidak akan membiarkan hal itu terjadi!" tulis Presiden Trump.
Kemudian, Trump pada hari Rabu (27/05) mengancam akan meregulasi secara ketat dan bahkan menutup perusahaan-perusahaan penyedia platform media sosial.
Namun, lagi-lagi Trump berulah dalam cuitannya. Twitter pun tak bosan-bosan untuk menegur mantan pebisnis itu.
https://news.detik.com/internasional...perilaku-kasar
Sebagaimana diketahui, pada bulan Mei lalu, Twitter mengatakan bahwa cuitan Trump tentang pemungutan suara melalui surat "berisi informasi yang berpotensi menyesatkan tentang proses pemungutan suara dan telah diberi label serta ada konteks tambahan seputar surat suara yang dikirim lewat pos."
Baca juga:
Serangan Balik Trump ke Perusahaan Medsos Gegara Label Tweet Palsu
Trump sebelumnya tidak pernah mendapatkan sanksi dari Twitter terkait akunnya.
"Dia secara keliru mengklaim bahwa surat suara yang dikirim lewat pos akan menyebabkan 'pemilihan yang curang'," kata pemberitahuan Twitter. "Namun, pemeriksaan fakta mengatakan bahwa tidak ada bukti surat suara yang masuk lewat pos terkait dengan kecurangan pemilih."
Pencoblosan "melalui surat" diusulkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di AS (CDC). Metode ini dinilai membuka peluang bagi warga AS untuk berpartisipasi secara aman, dan ikut menaati aturan pembatasan jarak sosial.
Twitter mengonfirmasi ini adalah pertama kalinya mereka menandai salah satu tweet Trump di bawah kebijakan baru yang dirancang untuk membidik informasi berbahaya dan menyesatkan. Kebijakan baru ini diperkenalkan pada awal bulan Mei, mulanya ditujukan untuk menanggapi cuitan-cuitan yang tidak dapat diandalkan kebenarannya terkait penyebaran virus corona SARS-CoV-2.
Baca juga:
Saat Trump Berang Cuitannya Disebut Twitter Palsu
Trump tidak terima cuitannya diberi label sebagai 'Tidak Berdasar' oleh tim pengecek fakta di jejaring sosial Twitter. Trump pada Selasa (26/05) menuduh Twitter telah melakukan sensor, dan "mencampuri pemilihan presiden tahun 2020."
"Twitter benar-benar membatasi KEBEBASAN BERBICARA, dan saya, sebagai Presiden, tidak akan membiarkan hal itu terjadi!" tulis Presiden Trump.
Kemudian, Trump pada hari Rabu (27/05) mengancam akan meregulasi secara ketat dan bahkan menutup perusahaan-perusahaan penyedia platform media sosial.
Namun, lagi-lagi Trump berulah dalam cuitannya. Twitter pun tak bosan-bosan untuk menegur mantan pebisnis itu.
https://news.detik.com/internasional...perilaku-kasar
0
301
2
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita Luar Negeri
81.9KThread•20.1KAnggota
Tampilkan semua post
ex.pasienRSJ
#1
trump si bule rasis paok itu tak berkaca ...
skrg bulan juni
tinggal 5 bulan lagi trump sudah ditendang keluar dari gedung pemerintahan ..
skrg bulan juni
tinggal 5 bulan lagi trump sudah ditendang keluar dari gedung pemerintahan ..
0
Tutup