Kaskus

Story

frostgeeAvatar border
TS
frostgee
[Horror Story] Curious Gone Dangerous
Hi! Nama gw Reza Putra Dinata, perantau asal tepian Jakarta yang sangat senang melihat pantai di sore hari. Beberapa cerita gw sudah sedikit memperkenalkan dan menceritakan timeline kehidupan gw.

Seperti di setiap cerita gw selalu bilang, ini adalah fiksi, jadi kalau ada nama, tempat dan kejadian serupa yang terjadi dan mengenal karakter Reza, mungkin hanya kebetulan, agar tidak dipermasalahkan siapa TS atau siapa karakter utama ini.

Kalau kalian ingin tau cerita sebelumnya, kalian bisa baca di sinisebagai cerita awal gw, atau lanjutannya di sini agar sedikit relate dengan karakter Reza.


[Horror Story] Curious Gone Dangerous

"Demikian asistensi hari ini, apabila ada info lebih lanjut akan saya share di grup, kurang lebihnya mohon maaf, wassalamu'alaikum" ucap asisten praktikum lapangan

"Wa'alaikumsalam" jawab gw dan mahasiswa lainnya

Kemudian gw beres-beres buku dan laptop dan memasukkannya ke dalam tas.

"Za, kita nyiapin barang bawaan bareng ya ? Sekalian saling pinjem aja biar nggak ribet nantinya" kata andi, temen deket gw dari semester awal yang berhasil ngebujuk gw ngambil matkul pilihan ini dengan alasan refreshing

"Lo mau beli dimana ?" Tanya gw

"Toko kampus aja tuh atau minimarket, pokonya sampe dapet semua lah barang yang harus dibawanya" kata andi

Gw dan andi ngobrol sambil jalan ke arah parkiran.

"Lo mau jam berapa ?" Tanya gw

"Gw masih harus ngasistenin sih, abis maghrib gimana ?" Kata andi

"Boleh, gw kebetulan free sih. Cuma jam 9 gw mesti ke sekret, ada rapat internal gw" kata gw

"Hemm, besok aja deh za. Lo selesai kelas jam berapa ?" Tanya andi

"Besok selesai ngasistenin jam 11 sih gw, gimana ?" Kata gw

"Oke sip, besok di kantin gw tunggu jam 11" kata andi

"Sip" kata gw

Kemudian gw ngambil motor dan andi lanjut ke arah kantin.

Barang yang harus disiapkan itu sebenernya nggak ribet dan nggak mahal, tapi kalo nggak dicari bareng dan nggak saling ingetin, mahasiswa sok sibuk kaya gw ini tuh suka kelewatan memori ingatannya. Jadi harusnya beli sabun mandi karena kelewatan jadi lewat aja gitu belinya malah odol. Gw pernah malem-malem saking lapernya dan nggak mau makan berat, pergilah gw ke minimarket, sampai di pintu masuk, gw buka dan gw melewati tempat minuman, akhirnya gw malah beli soda ditambah permen yang ada di deket kasir, alhasil ketika gw sampe di kosan, gw mesti balik lagi ke minimarket buat beli roti.

*****


"Kurang apa lagi ya ndi ?" Kata gw sambil melihat list barang yang harus dibawa

"Kita belum nemu suncream atau sunblock gitu entah lah apa ini" kata andi

"Tadi gw udah nanya si sekar sih, katanya dia beli di toko deket kampus tapi cuma ya begitulah adanya" kata gw

"Yaudah lah, ntar kita kesana aja" kata andi

Kita berdua kemudian ke kasir untuk bayar masing-masing, beberapa belanjaan dia bikin gw kaget sih, kita lagi di supermarket yang lumayan lengkap, dia juga sekalian beli barang buat kebutuhan bulanannya. Pas gw tengok angka di kasir dia, gw geleng-geleng sih, gw ngabisin sekitar 200ribu untuk perlengkapan, harusnya sama dengan belanjaan dia, tapi yang gw liat 700ribu, jadi dia belanjain segitu, oke itu wajar untuk bulanan, menurut gw. Kemudian gw yang udah selesai nunggu dia, dan saat dia selesai gw memastikan sesuatu

"Lo beli segitu banyak buat sebulan ?" Tanya gw

"Nggak lah, gila kali lu gw belanja sebulan cuma segini" kata andi

"Lah terus ?" Kata gw

"Ini mah stock seminggu coy" katanya dengan santai

"bodoh! Hahaha" kemudian gw ketawa tapi dia malah heran

"Lu kenapa ketawa njir ?" Kata andi

"Heh! Ini tuh kota yang dari duit lo barusan bisa buat makan sebulan peleh" kata gw yang masih ketawa

"Yee, kan otak gw juga butuh nutrisi" kata andi

"Sejak kapan otak bisa nyerap micin ?" Gw makin ketawa

"Yaudah sih elah, ribet amat lo. Ntar juga lo minta" andi lalu ketawa

"Nah kalo itu baru nggak apa-apa, biar ada pahalanya dikit lo buang buang duit begitu" kata gw, lalu kita berdua ketawa


*****



Hari ini adalah hari pemberangkatan kita menuju pulau untuk praktik lapangan, jarak dari kampus menuju dermaga sekitar 10 jam perjalanan darat. Gw duduk bareng andi di bis karena kalo duduk bareng dia, logistik pernutrisian terpenuhi dengan sangat baik. Selama perjalanan, gw sibuk tidur karena gw mabuk kendaraan dan obat yang gw minum ini efeknya luar biasa seperti obat bius, jadi intinya kalo nggak mau mabuk yaudah tidur aja, begitulah pesan yang tersirat dari peneliti obat ini dalam kandungan obatnya.

Jam 5 pagi gw sampai di dermaga dan dipersilahkan untuk sholat dan sarapan terlebih dahulu oleh asisten, kapal baru akan boardingsekitar jam 7 nanti, jadi jeda waktu ini lumayan untuk kita bisa foto-foto.

satu setengah jam berlalu . . .

"Semua praktikan diharap kumpul dan tertib! Kita sekarang menuju ke kapal" kata seorang asisten dengan pengeras suara

Kita semua berjalan dengan tertib masuk ke dalam kapal





bersambung . . .



Spoiler for indeks:





Spoiler for Another Story:
Diubah oleh frostgee 06-11-2020 19:26
mmuji1575Avatar border
bukhoriganAvatar border
tantinial26Avatar border
tantinial26 dan 5 lainnya memberi reputasi
6
1.4K
15
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
frostgeeAvatar border
TS
frostgee
#11
Sebuah Pesan
Ketika gw lagi nulis part 7 kemarin, gw mendapati sesuatu dimana ada pemikiran atau bahkan pertanyaan dari dalam diri gw seperti,

Adakah yang membaca cerita gw ?

Adakah yang peduli dengan hidup gw ?

Atau,

Apakah mereka percaya dengan sebuah cerita tanpa latar belakang yang jelas ?


Beberapa dari pembaca ada yang mencoba melihat dan menerka dimana cerita gw ini terjadi. Jawabannya, pulau ini merupakan destinasi wisata di utara pulau Jawa.

Oh iya ada sedikit hal yang harus diketahui, tapi mungkin ini sudah jadi rahasia umum. Penulis yang berusaha menceritakan kembali biasanya kalau dia hanyalah manusia normal, itu hanya akan jadi cerita. Tapi buat manusia yang punya kekurangan seperti gw ini, ketika menulis dan mengingat akan menjadi hal yang berbeda. Beberapa hari lalu gw mendapati teror yang lumaya karena 'tidak sengaja' mengundang mereka yang ada di perairan tersebut, beberapa kali pula gw hampir dibawa masuk lagi kesana, tapi baru kemarin gw ngerasain hal berbeda dimana ada satu mahkluk entah darimana berusaha membuat gw lepas dari badan gw, hal itu sering terjadi bagi orang-orang yang bermimpi tidak biasa. Lalu beruntungnya gw masih banyak yang peduli dan menjaga gw, gw tau kalau Allah lah yang maha melindungi.

Kondisi sekarang yang sangat memprihatinkan juga yang membuat para leluhur di realitas lain melakukan bagiannya agar negeri ini tidak tenggelam dalam ketamakan manusia. Mereka yang bukan manusia biasa pada zamannya juga pasti mendatangi beberapa orang yang punya kelebihan, namun karena gw jauh dari kata lebih, maka gw cuma terpilih untuk menyampaikan sesuatu. Mereka berpesan agar tidak lupa akan asal-usul, dan mengingatkan kalau dunia tidak kekal.

Spoiler for Pesan:


*Part selanjutnya akan berlanjut setelah sesuatu yang akan terjadi nanti


Salam, Nata
0
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.