Kaskus

News

Akong.JiuguiAvatar border
TS
Akong.Jiugui
Perang Irak 2003, Dosa Besar Amerika Serikat Abad Modern
Perang Irak 2003, Dosa Besar Amerika Serikat Abad Modern

[st]– Invansi Irak oleh Amerika Serikat, bukanlah sesuatu yang tak bisa diprediksikan. Bahkan ketika itu, pada 2001, George W Bush yang ketika itu menjabat sebagai presiden Amerika Serikat telah tegas mengatakan setelah 'sukses' menghantam Afghanistan, Amerika Serikat (AS) tampaknya siap membidik sasaran baru kampanye antiterorisme mereka. 

Bush telah memastikan hal ini. Menurut Bush Selasa (11/12), prioritas berikut dalam perang antiteroris adalah mencegah para teroris memiliki senjata nuklir, biologi dan kimia. Secara tak langsung, pernyataan Bush itu membidik Irak, Iran dan Korea Utara.
"Negara-negara kriminal itulah yang menjadi sumber utama senjata nuklir, biologi, kimia untuk para teroris. Tiap negara tahu kami tak bisa dan tak akan menerima negara yang melindungi, mendanai, melatih atau mempersenjatai agen teror," tegas Bush dalam sambutannya di Citadel, sebuah akademi militer di South Carolina.
Bush mengancam, "Negara-negara yang melanggar prinsip ini akan dianggap sebagai rezim musuh. Mereka telah diingatkan, mereka tengah diawasi dan akan diciduk." "Bila mereka terus mendukung teroris, nasib mereka akan berakhir seperti Taliban," ujar Bush.
Ketika itu Bush memuji pasukan militer AS yang terjun di Afghanistan. Ia juga memastikan AS tak akan lelah mengejar Usamah bin Ladin, tersangka utama serangan 11 September lalu.   
"Tak ada gua yang sanggup menyembunyikan pasien keadilan AS," cetus Bush mengingatkan pada jaringan gua dan terowongan di timur Afghanistan yang diduga menjadi tempat persembunyian Usamah dan para letnan Al-Qaidah, organisasi yang dipimpin Usamah.

Namun inti pidato Bush adalah soal senjata perusak masal serta tujuan baru perang terorisme. "Saya telah meminta para penasihat saya agar mengembangkan strategi komprehensif untuk menumpas pengembangan senjata macam itu," ujarnya.
"Ancaman terbesar bagi peradaban adalah ada segelintir orang jahat yang mampu melipatgandakan aksi pembunuhan dan memperkuat niat untuk membunuh demi membalaskan dendam," kata Bush.
"Hidup kami, cara pandang kami dan tiap titik harapan kami untuk dunia bergantung pada satu komitmen tunggal yaitu para perancang pembunuhan masal harus dikalahkan dan tak dibiarkan memakai senjata seperti itu," lanjut Bush yang dengan segala cara menumpas "teroris' termasuk membekukan aliran dana. "Tapi yang utama adalah kita harus bertindak cepat untuk mengakhiri negara-negara pendukung aksi terorisme," ujarnya.
Irak, Iran, Sudan, Suriah, Korea Utara, Libya, dan Kuba adalah tujuh negara yang dianggap pendukung terorisme menurut versi Washington. Bulan lalu, Bush mendesak Presiden Irak Saddam Hussein agar mengizinkan tim inspeksi senjata PBB datang kembali ke Irak.

Padahal sejumlah negara sekutu menilai aksi AS untuk menyingkirkan Saddam Hussein adalah kesalahan besar. Salah seorang yan g berpendapat demikian adalah Gerhard Schroeder yang ketika itu menjabat sebagai kanselir Jerman. "Kita harus sangat hati-hati berbicara soal sasaran baru di Timur Tengah," ujar Schroeder. "Banya k peristiwa mengerikan yang bakal terjadi."

https://republika.co.id/berita/qbxaw...at-abad-modern
Diubah oleh Akong.Jiugui 15-06-2020 08:34
diamondchestAvatar border
terranova345Avatar border
nona212Avatar border
nona212 dan 2 lainnya memberi reputasi
3
2.4K
21
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita Luar Negeri
Berita Luar Negeri
KASKUS Official
82KThread20.1KAnggota
Tampilkan semua post
momod.pro.oplasAvatar border
momod.pro.oplas
#8
serangan AS & sekutu ke Irak malah menambah beban AS sendiri dan makin memperburuk citra AS dan warganya di mata dunia. apalagi ternyata kondisi Irak ga lebih baik pasca invasi dan tidak ada senjata pemusnah massal disana. dan Saddam tidak ada hub dng Al Qaidah. sangat disayangkan padahal, pasca serangan WTC, hampir seluruh dunia sudah bersimpati pd AS...

di sisi lain ketika perang melawan terorisme global masih segar dicanangkan AS dan juga sosialisasi demokrasi ke penjuru dunia, aura antusiasme masyarakat AS ingin kebebasan dan lepas dr kekangan masih kuat, ketimbang keperdulian thp kebebasan kebablasan... sehingga membentuk trend menguatnya budaya liberal dan demokrasi. dan ini berdampak keluar AS.

padahal yg pemicunya penguasa partai Republik AS yg notabene lebih konservatif.
Lunatic.Killer
Lunatic.Killer memberi reputasi
1
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.