- Beranda
- Stories from the Heart
[Horror Story] Curious Gone Dangerous
...
TS
frostgee
[Horror Story] Curious Gone Dangerous
Hi! Nama gw Reza Putra Dinata, perantau asal tepian Jakarta yang sangat senang melihat pantai di sore hari. Beberapa cerita gw sudah sedikit memperkenalkan dan menceritakan timeline kehidupan gw.
Seperti di setiap cerita gw selalu bilang, ini adalah fiksi, jadi kalau ada nama, tempat dan kejadian serupa yang terjadi dan mengenal karakter Reza, mungkin hanya kebetulan, agar tidak dipermasalahkan siapa TS atau siapa karakter utama ini.
Kalau kalian ingin tau cerita sebelumnya, kalian bisa baca di sinisebagai cerita awal gw, atau lanjutannya di sini agar sedikit relate dengan karakter Reza.
Seperti di setiap cerita gw selalu bilang, ini adalah fiksi, jadi kalau ada nama, tempat dan kejadian serupa yang terjadi dan mengenal karakter Reza, mungkin hanya kebetulan, agar tidak dipermasalahkan siapa TS atau siapa karakter utama ini.
Kalau kalian ingin tau cerita sebelumnya, kalian bisa baca di sinisebagai cerita awal gw, atau lanjutannya di sini agar sedikit relate dengan karakter Reza.
![[Horror Story] Curious Gone Dangerous](https://s.kaskus.id/images/2020/06/05/10743693_202006050304490103.jpg)
"Demikian asistensi hari ini, apabila ada info lebih lanjut akan saya share di grup, kurang lebihnya mohon maaf, wassalamu'alaikum" ucap asisten praktikum lapangan
"Wa'alaikumsalam" jawab gw dan mahasiswa lainnya
Kemudian gw beres-beres buku dan laptop dan memasukkannya ke dalam tas.
"Za, kita nyiapin barang bawaan bareng ya ? Sekalian saling pinjem aja biar nggak ribet nantinya" kata andi, temen deket gw dari semester awal yang berhasil ngebujuk gw ngambil matkul pilihan ini dengan alasan refreshing
"Lo mau beli dimana ?" Tanya gw
"Toko kampus aja tuh atau minimarket, pokonya sampe dapet semua lah barang yang harus dibawanya" kata andi
Gw dan andi ngobrol sambil jalan ke arah parkiran.
"Lo mau jam berapa ?" Tanya gw
"Gw masih harus ngasistenin sih, abis maghrib gimana ?" Kata andi
"Boleh, gw kebetulan free sih. Cuma jam 9 gw mesti ke sekret, ada rapat internal gw" kata gw
"Hemm, besok aja deh za. Lo selesai kelas jam berapa ?" Tanya andi
"Besok selesai ngasistenin jam 11 sih gw, gimana ?" Kata gw
"Oke sip, besok di kantin gw tunggu jam 11" kata andi
"Sip" kata gw
Kemudian gw ngambil motor dan andi lanjut ke arah kantin.
Barang yang harus disiapkan itu sebenernya nggak ribet dan nggak mahal, tapi kalo nggak dicari bareng dan nggak saling ingetin, mahasiswa sok sibuk kaya gw ini tuh suka kelewatan memori ingatannya. Jadi harusnya beli sabun mandi karena kelewatan jadi lewat aja gitu belinya malah odol. Gw pernah malem-malem saking lapernya dan nggak mau makan berat, pergilah gw ke minimarket, sampai di pintu masuk, gw buka dan gw melewati tempat minuman, akhirnya gw malah beli soda ditambah permen yang ada di deket kasir, alhasil ketika gw sampe di kosan, gw mesti balik lagi ke minimarket buat beli roti.
*****
"Kurang apa lagi ya ndi ?" Kata gw sambil melihat list barang yang harus dibawa
"Kita belum nemu suncream atau sunblock gitu entah lah apa ini" kata andi
"Tadi gw udah nanya si sekar sih, katanya dia beli di toko deket kampus tapi cuma ya begitulah adanya" kata gw
"Yaudah lah, ntar kita kesana aja" kata andi
Kita berdua kemudian ke kasir untuk bayar masing-masing, beberapa belanjaan dia bikin gw kaget sih, kita lagi di supermarket yang lumayan lengkap, dia juga sekalian beli barang buat kebutuhan bulanannya. Pas gw tengok angka di kasir dia, gw geleng-geleng sih, gw ngabisin sekitar 200ribu untuk perlengkapan, harusnya sama dengan belanjaan dia, tapi yang gw liat 700ribu, jadi dia belanjain segitu, oke itu wajar untuk bulanan, menurut gw. Kemudian gw yang udah selesai nunggu dia, dan saat dia selesai gw memastikan sesuatu
"Lo beli segitu banyak buat sebulan ?" Tanya gw
"Nggak lah, gila kali lu gw belanja sebulan cuma segini" kata andi
"Lah terus ?" Kata gw
"Ini mah stock seminggu coy" katanya dengan santai
"bodoh! Hahaha" kemudian gw ketawa tapi dia malah heran
"Lu kenapa ketawa njir ?" Kata andi
"Heh! Ini tuh kota yang dari duit lo barusan bisa buat makan sebulan peleh" kata gw yang masih ketawa
"Yee, kan otak gw juga butuh nutrisi" kata andi
"Sejak kapan otak bisa nyerap micin ?" Gw makin ketawa
"Yaudah sih elah, ribet amat lo. Ntar juga lo minta" andi lalu ketawa
"Nah kalo itu baru nggak apa-apa, biar ada pahalanya dikit lo buang buang duit begitu" kata gw, lalu kita berdua ketawa
*****
Hari ini adalah hari pemberangkatan kita menuju pulau untuk praktik lapangan, jarak dari kampus menuju dermaga sekitar 10 jam perjalanan darat. Gw duduk bareng andi di bis karena kalo duduk bareng dia, logistik pernutrisian terpenuhi dengan sangat baik. Selama perjalanan, gw sibuk tidur karena gw mabuk kendaraan dan obat yang gw minum ini efeknya luar biasa seperti obat bius, jadi intinya kalo nggak mau mabuk yaudah tidur aja, begitulah pesan yang tersirat dari peneliti obat ini dalam kandungan obatnya.
Jam 5 pagi gw sampai di dermaga dan dipersilahkan untuk sholat dan sarapan terlebih dahulu oleh asisten, kapal baru akan boardingsekitar jam 7 nanti, jadi jeda waktu ini lumayan untuk kita bisa foto-foto.
satu setengah jam berlalu . . .
"Semua praktikan diharap kumpul dan tertib! Kita sekarang menuju ke kapal" kata seorang asisten dengan pengeras suara
Kita semua berjalan dengan tertib masuk ke dalam kapal
bersambung . . .
Spoiler for indeks:
Spoiler for Another Story:
Diubah oleh frostgee 06-11-2020 19:26
tantinial26 dan 5 lainnya memberi reputasi
6
1.4K
15
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
frostgee
#4
Siapa ?
Hari ini beda dengan hari kemarin, mungkin karena kemarin sangat melelahkan dan juga agenda ditumpuk. Hari ini kita hanya disibukkan untuk membuat laporan dokumentasi, masing-masing kelompok punya caranya sendiri untuk menghabiskan waktu ini. Gw yang sudah selesai dengan kelompok, memisahkan diri untuk sedikit bersantai di bawah pohon dan memandangi lautan lepas. Suasana yang gw rasain, beda dengan yang gw rasain kemarin dimana gw ngucapin hal tersebut.
Saat ini kita sedang ada di pulau kecil, gw pikir disini akan terisolir gitu, tapi ternyata enggak, ada warga dari pulau besar tempat kita menginap juga berjualan disini, seperti mie instan atau sekedar mie seduh. Gw yang emang nggak cocok dengan makanan yang disediakan sama asisten kemudian beli mie seduh dan makan di pinggir pantai, dibawah pohon dan beralaskan pasir putih. Gw mandangin laut lepas sambil ngebayangin betapa beruntungnya gw bisa nikmatin ciptaan Tuhan. Nggak ada sedikit pun gw rasain ada yang aneh hari ini, semuanya kelihatan baik-baik aja dan gw yang kurang suka dengan keramaian memilih buat menyendiri.
Malam harinya gw dan yang lain menghabiskan waktu buat nyobain makanan laut khas dari daerah sini, karena fresh from the oven jadi ya pasti enak banget sih hidangannya, beda dengan di Jakarta yang sudah berapa kali mati. Gw dan yang lainnya juga nggak sungkan untuk berbagi makanan untuk sekedar ingin tau rasanya. Malam ini kita habiskan untuk isi tenaga sebelum balik ke kampus dan bertemu banyak hal yang menyibukkan seperti tugas dan kegiatan non-akademik.
Keesokan harinya,
kami harus menyeberang pagi-pagi sekali karena hanya ada kapal itu saja yang berangkat. Sekitar 4 jam penyeberangan. Dilanjutkan dengan menggunakan bis menuju kampus, perjalanan yang cukup melelahkan, gw yang mabuk kendaraan lebih memilih untuk tidur karena obat anti mabuk yang efek ngantuknya dahsyat banget, jadi selama perjalanan, gw benar-benar tidur, pas di rest area pun gw cuma ke toilet dan tidur lagi.
Kita sampai di kampus sekitar jam 9 malam, gw dijemput cewe gw karena dia menyanggupinya. Karena setelah itu kita makan malem bareng. Suasana hati gw seneng banget sih, ditambah lagi cewe gw yang perhatian banget. Di tempat makan seperti biasa kita ngobrol untuk lepas kangen
Sara : gimana praktikumnya ?
Gw : gitu lah, banyak mainnya.
Sara : enak ya jalan-jalan gitu, aku mau deh
Gw : nanti kamu ambil aja, kan pilihan
Sara : nggak tau sih, itu juga kalau masih ada
Gw : iya juga sih
Obrolan ringan seperti itulah yang terjadi, nggak ada yang beda dan aneh selain moodgw yang tiba-tiba swing. Dalam kondisi lelah ngantuk dan efek dari obatnya masih ada, jadi sepulang dari makan bareng gw langsung tidur nyenyak banget.
Kebetulan gw nggak ada kuliah hari ini, terus juga cewe gw mau main ke kosan gw buat bantuin gw ngerjain tugas, wajar lah gw ini terlalu banyak kesibukan jadi lupa kalau ada tugas, jadi dia mau bantuin sedikit.
Siangnya sara dateng dan sampai hampir maghrib dia baru pulang.
Gw kemudian mandi bersih-bersih badan dan sholat maghrib. Gw punya kebiasaan kalau habis sholat maghrib biar nggak wudhu lagi jadi duduk di atas sajadah, entah ngaji atau dzikir atau bahkan baca materi kuliah. Kali ini gw lagi punya keinginan buat dzikir dan do'a. Selang beberapa menit, gw mencium bau kabel terbakar, gw refleks lalu mendekati sumber listrik seperti colokan atau ngeliatin laptop atau kipas, hasilnya nggak ada bau dari sana. Gw denger di depan ada yang lagi nonton tv, ge putusin buat keluar terus nanya mereka
Gw : ada yang bakar bakaran ya ?
Anak kosan : nggak ada
Gw juga sambil nyium di luar kamar gw ternyata emang nggak bau.
"Ah brengsek!" Gumam gw pelan
Gw kemudian masuk ke kamar lagi dan coba mencari sumbernya, bau itu perlahan menghilang. Gw duduk dzikir lagi dan baca beberapa hafalan surat. Nggak lama, bau itu muncul lagi
"Siapa nih?" Gw bicara pelan agar tidak didengar orang di luar
bersambung . . .
Saat ini kita sedang ada di pulau kecil, gw pikir disini akan terisolir gitu, tapi ternyata enggak, ada warga dari pulau besar tempat kita menginap juga berjualan disini, seperti mie instan atau sekedar mie seduh. Gw yang emang nggak cocok dengan makanan yang disediakan sama asisten kemudian beli mie seduh dan makan di pinggir pantai, dibawah pohon dan beralaskan pasir putih. Gw mandangin laut lepas sambil ngebayangin betapa beruntungnya gw bisa nikmatin ciptaan Tuhan. Nggak ada sedikit pun gw rasain ada yang aneh hari ini, semuanya kelihatan baik-baik aja dan gw yang kurang suka dengan keramaian memilih buat menyendiri.
Malam harinya gw dan yang lain menghabiskan waktu buat nyobain makanan laut khas dari daerah sini, karena fresh from the oven jadi ya pasti enak banget sih hidangannya, beda dengan di Jakarta yang sudah berapa kali mati. Gw dan yang lainnya juga nggak sungkan untuk berbagi makanan untuk sekedar ingin tau rasanya. Malam ini kita habiskan untuk isi tenaga sebelum balik ke kampus dan bertemu banyak hal yang menyibukkan seperti tugas dan kegiatan non-akademik.
*****
Keesokan harinya,
kami harus menyeberang pagi-pagi sekali karena hanya ada kapal itu saja yang berangkat. Sekitar 4 jam penyeberangan. Dilanjutkan dengan menggunakan bis menuju kampus, perjalanan yang cukup melelahkan, gw yang mabuk kendaraan lebih memilih untuk tidur karena obat anti mabuk yang efek ngantuknya dahsyat banget, jadi selama perjalanan, gw benar-benar tidur, pas di rest area pun gw cuma ke toilet dan tidur lagi.
Kita sampai di kampus sekitar jam 9 malam, gw dijemput cewe gw karena dia menyanggupinya. Karena setelah itu kita makan malem bareng. Suasana hati gw seneng banget sih, ditambah lagi cewe gw yang perhatian banget. Di tempat makan seperti biasa kita ngobrol untuk lepas kangen
Sara : gimana praktikumnya ?
Gw : gitu lah, banyak mainnya.
Sara : enak ya jalan-jalan gitu, aku mau deh
Gw : nanti kamu ambil aja, kan pilihan
Sara : nggak tau sih, itu juga kalau masih ada
Gw : iya juga sih
Obrolan ringan seperti itulah yang terjadi, nggak ada yang beda dan aneh selain moodgw yang tiba-tiba swing. Dalam kondisi lelah ngantuk dan efek dari obatnya masih ada, jadi sepulang dari makan bareng gw langsung tidur nyenyak banget.
*****
Kebetulan gw nggak ada kuliah hari ini, terus juga cewe gw mau main ke kosan gw buat bantuin gw ngerjain tugas, wajar lah gw ini terlalu banyak kesibukan jadi lupa kalau ada tugas, jadi dia mau bantuin sedikit.
Siangnya sara dateng dan sampai hampir maghrib dia baru pulang.
Gw kemudian mandi bersih-bersih badan dan sholat maghrib. Gw punya kebiasaan kalau habis sholat maghrib biar nggak wudhu lagi jadi duduk di atas sajadah, entah ngaji atau dzikir atau bahkan baca materi kuliah. Kali ini gw lagi punya keinginan buat dzikir dan do'a. Selang beberapa menit, gw mencium bau kabel terbakar, gw refleks lalu mendekati sumber listrik seperti colokan atau ngeliatin laptop atau kipas, hasilnya nggak ada bau dari sana. Gw denger di depan ada yang lagi nonton tv, ge putusin buat keluar terus nanya mereka
Gw : ada yang bakar bakaran ya ?
Anak kosan : nggak ada
Gw juga sambil nyium di luar kamar gw ternyata emang nggak bau.
"Ah brengsek!" Gumam gw pelan
Gw kemudian masuk ke kamar lagi dan coba mencari sumbernya, bau itu perlahan menghilang. Gw duduk dzikir lagi dan baca beberapa hafalan surat. Nggak lama, bau itu muncul lagi
"Siapa nih?" Gw bicara pelan agar tidak didengar orang di luar
bersambung . . .
tantinial26 dan 3 lainnya memberi reputasi
4