- Beranda
- Stories from the Heart
Ikatan Polar
...
TS
akmal162
Ikatan Polar
Anggap saja cerita fiksi, selamat menikmati.






Spoiler for PENTING!!! :
Spoiler for Prolog:
Prolog
Udara malam ibu kota terasa panas malam ini. Ditemani kepulan asap rokok dan sebotol teh kemasan, aku menikmati angin sepoi-sepoi yang terasa hangat. Rutinitas sebelum tidur yang selalu kulakukan hampir setiap hari.
Aku sangat menikmatinya. Angin yang melewati wajahku seakan mengajak ku ke masa lalu. Menerbangkan hati dan fikiranku ke kota itu, kota yang penuh kenangan. Tempat mencari jati diri, dan tempat yang mengajarkanku apa itu cinta sejati.
Momen-momen bersamanya, baik saat suka maupun duka, mulai berputar lagi di kepalaku. Bagaikan alat pemutar DVD, memori otak ku seakan menayangkan kembali, kisah cinta dan momen-momen yang dulu pernah kami lalui bersama.
Yaa, aku masih cinta dia, masih merindukannya, dan mungkin akan terus seperti itu selamanya.
Kegiatan menghayalku terhenti ketika mendengar teriakan seorang wanita dari dalam rumah. Dia berjalan menghampiriku yang sedang berada di rooftop.
X: "Nathaaa..., udahan dulu rokokannya, tidur, udah malem, besok kamu kerja kan"
Aku: "iya-iya"
Aku pun melempar rokok ku yang sisa 1/4 batang ke bawah, tepatnya halaman belakang rumahku.
X: "ihhhh, nathaa, kebiasaan ah"
Aku: "hehehehe, iya, iya, maaf"
Aku terkekeh melihat wajahnya yang terlihat lucu jika sedang marah, mulut yang manyun kedepan dan kedua pipinya yang digembungkan. Aku menghampirinya, lalu kukecup dahinya.
X: "jangan cium-cium!!!!!, bau rokookk, sikat gigi sana"
Aku: "aduuhhh, mager ahh"
Aku mulai menggodanya agar dia tambah kesal.
X: "yaudah, gakada jatah buat kamu malam ini"
Aku pun terkesiap ketika dia mengatakan itu sambil menyilangkan tangan didadanya.
Aku: "hehehehehe, ampuuunnnn, iya, abis ini aku sikat gigi nih, tapi bentar ah, rebahan dulu"
X: "gak ada bentar-bentar!!!"
Aku: "iya-iya"
Akupun berjalan gontai kekamar mandi. Selain takut jika tidak mendapat jatah malam ini, aku juga takut melihat matanya yang melotot seperti ingin keluar, hehe.
Setelah selesai menggosok gigi aku hampiri dirinya yang sudah terlelap di kasur. Aku mulai mengecup hidung, kemudian menuju bibir, lalu menuju leher untuk memulai permainan malam ini.
X: "ihhhh, nathaa, geli ah"
Aku: "ayoo, aku udah sikat gigi nihh"
Setelah mengucapkan itu, tanpa peduli protesnya terhadap perbuatan ku, aku melanjutkan kecupan ku dilehernya.
X: " Ihhh nathaa.., jangann sekarang, aku lagi dapetttt"
Akupun langsung lemas mendengar perkataannya.
Aku: "curang nihhhh, tadi nyuruh aku sikat gigi katanya mau ngasih jatah malem ini"
X: "biarinnn, lagian kalo kamu gak sikat gigi bau rokok, aku gak suka, wleeeee"
Aku: "awas kaamu yaaa"
Karena gemas, ku peluk tubuhnya, lalu ku gelitiki perutnya, sebagai pembalasan karena sudah membuat ku kesal.
X: "ahahahahaha, geli nathaa.., ampuuunn"
Aku tak menghiraukan permohonannya, tetap kulanjutkan kegiatanku menggelitiki perutnya.
Beberapa saat kemudian....
Karena sudah lelah aku pun menghentikan kegiatan ku. Nafas kami terengah-engah dengan sisa-sisa tawa yang keluar dari mulut kami, akupun membaringkan tubuhku disampingnya, kepalaku menoleh kearahnya, kemudian mata kami saling bertatapan.
Aku: "besok abis aku pulang kantor temenin aku ya"
X: "kemana??"
Aku: "nengokin dia"
Ada jeda sebelum dia menjawab.
X: "boleh, jam 4 ya berarti"
Aku: "iya, kan aku pulang kantor biasanya jam segitu"
X: "okeee, sebelum jam 4 besok aku udah siap-siap"
Kami kembali terdiam, dia mengubah posisi tidurnya, sehingga kami saling berhadapan.
Dia menatap mataku dalam-dalam, lalu tersenyum dan tangannya mulai mengelus kepalaku, lalu berkata.
X: "Dia pasti udah bahagia kok, sekarang tugas aku disini buat bikin kamu bahagia juga, kamu jangan sedih terus ya, supaya dia seneng bisa liat kamu bahagia"
Senyumannya terlihat sangat tulus. Aku pun mencoba membalas senyumnya, meskipun terasa getir dihatiku.
Aku: "iyaa sayang, makasih ya"
Aku: "yaudah yuk tidur, udah jam 12 nih"
X: "yaudah kamu duluan merem"
Aku: "kamu duluan lah"
X: "ihhh, kok aku?"
Aku: "mau tidur aja ribet bangett"
X: "kamu yang mulai"
Aku: "hadehhh, salah melulu aku perasaan"
X: "emang"
Aku: "udah ah, ayo tidur, malah berantem"
X: "yaudah, merem"
Aku: "iyaaa, ciniii, peyuuukk"
X: "ciniii"
Hahaha, kebiasaan konyol selalu kami lakukan sebelum tidur. Setelah beberapa menit mulai terdengar suara dengkuran halus, menandakan dia sudah mulai tertidur. Memandang wajahnya yang sedang terlelap merupakan hobi lain yang ku lakukan sebelum tidur. Aku sangat bersyukur memilikinya dan menjadi pendamping hidupnya, gadis cantik dengan rambut pendek sebahu dan smiling eyes nya yang selalu menjadi favoritku.
Aku pun mengeratkan pelukanku, lalu mulai terlelap, menuju alam mimpi bersamanya.
Udara malam ibu kota terasa panas malam ini. Ditemani kepulan asap rokok dan sebotol teh kemasan, aku menikmati angin sepoi-sepoi yang terasa hangat. Rutinitas sebelum tidur yang selalu kulakukan hampir setiap hari.
Aku sangat menikmatinya. Angin yang melewati wajahku seakan mengajak ku ke masa lalu. Menerbangkan hati dan fikiranku ke kota itu, kota yang penuh kenangan. Tempat mencari jati diri, dan tempat yang mengajarkanku apa itu cinta sejati.
Momen-momen bersamanya, baik saat suka maupun duka, mulai berputar lagi di kepalaku. Bagaikan alat pemutar DVD, memori otak ku seakan menayangkan kembali, kisah cinta dan momen-momen yang dulu pernah kami lalui bersama.
Yaa, aku masih cinta dia, masih merindukannya, dan mungkin akan terus seperti itu selamanya.
Kegiatan menghayalku terhenti ketika mendengar teriakan seorang wanita dari dalam rumah. Dia berjalan menghampiriku yang sedang berada di rooftop.
X: "Nathaaa..., udahan dulu rokokannya, tidur, udah malem, besok kamu kerja kan"
Aku: "iya-iya"
Aku pun melempar rokok ku yang sisa 1/4 batang ke bawah, tepatnya halaman belakang rumahku.
X: "ihhhh, nathaa, kebiasaan ah"
Aku: "hehehehe, iya, iya, maaf"
Aku terkekeh melihat wajahnya yang terlihat lucu jika sedang marah, mulut yang manyun kedepan dan kedua pipinya yang digembungkan. Aku menghampirinya, lalu kukecup dahinya.
X: "jangan cium-cium!!!!!, bau rokookk, sikat gigi sana"
Aku: "aduuhhh, mager ahh"
Aku mulai menggodanya agar dia tambah kesal.
X: "yaudah, gakada jatah buat kamu malam ini"
Aku pun terkesiap ketika dia mengatakan itu sambil menyilangkan tangan didadanya.
Aku: "hehehehehe, ampuuunnnn, iya, abis ini aku sikat gigi nih, tapi bentar ah, rebahan dulu"
X: "gak ada bentar-bentar!!!"
Aku: "iya-iya"
Akupun berjalan gontai kekamar mandi. Selain takut jika tidak mendapat jatah malam ini, aku juga takut melihat matanya yang melotot seperti ingin keluar, hehe.
Setelah selesai menggosok gigi aku hampiri dirinya yang sudah terlelap di kasur. Aku mulai mengecup hidung, kemudian menuju bibir, lalu menuju leher untuk memulai permainan malam ini.
X: "ihhhh, nathaa, geli ah"
Aku: "ayoo, aku udah sikat gigi nihh"
Setelah mengucapkan itu, tanpa peduli protesnya terhadap perbuatan ku, aku melanjutkan kecupan ku dilehernya.
X: " Ihhh nathaa.., jangann sekarang, aku lagi dapetttt"
Akupun langsung lemas mendengar perkataannya.
Aku: "curang nihhhh, tadi nyuruh aku sikat gigi katanya mau ngasih jatah malem ini"
X: "biarinnn, lagian kalo kamu gak sikat gigi bau rokok, aku gak suka, wleeeee"
Aku: "awas kaamu yaaa"
Karena gemas, ku peluk tubuhnya, lalu ku gelitiki perutnya, sebagai pembalasan karena sudah membuat ku kesal.
X: "ahahahahaha, geli nathaa.., ampuuunn"
Aku tak menghiraukan permohonannya, tetap kulanjutkan kegiatanku menggelitiki perutnya.
Beberapa saat kemudian....
Karena sudah lelah aku pun menghentikan kegiatan ku. Nafas kami terengah-engah dengan sisa-sisa tawa yang keluar dari mulut kami, akupun membaringkan tubuhku disampingnya, kepalaku menoleh kearahnya, kemudian mata kami saling bertatapan.
Aku: "besok abis aku pulang kantor temenin aku ya"
X: "kemana??"
Aku: "nengokin dia"
Ada jeda sebelum dia menjawab.
X: "boleh, jam 4 ya berarti"
Aku: "iya, kan aku pulang kantor biasanya jam segitu"
X: "okeee, sebelum jam 4 besok aku udah siap-siap"
Kami kembali terdiam, dia mengubah posisi tidurnya, sehingga kami saling berhadapan.
Dia menatap mataku dalam-dalam, lalu tersenyum dan tangannya mulai mengelus kepalaku, lalu berkata.
X: "Dia pasti udah bahagia kok, sekarang tugas aku disini buat bikin kamu bahagia juga, kamu jangan sedih terus ya, supaya dia seneng bisa liat kamu bahagia"
Senyumannya terlihat sangat tulus. Aku pun mencoba membalas senyumnya, meskipun terasa getir dihatiku.
Aku: "iyaa sayang, makasih ya"
Aku: "yaudah yuk tidur, udah jam 12 nih"
X: "yaudah kamu duluan merem"
Aku: "kamu duluan lah"
X: "ihhh, kok aku?"
Aku: "mau tidur aja ribet bangett"
X: "kamu yang mulai"
Aku: "hadehhh, salah melulu aku perasaan"
X: "emang"
Aku: "udah ah, ayo tidur, malah berantem"
X: "yaudah, merem"
Aku: "iyaaa, ciniii, peyuuukk"
X: "ciniii"
Hahaha, kebiasaan konyol selalu kami lakukan sebelum tidur. Setelah beberapa menit mulai terdengar suara dengkuran halus, menandakan dia sudah mulai tertidur. Memandang wajahnya yang sedang terlelap merupakan hobi lain yang ku lakukan sebelum tidur. Aku sangat bersyukur memilikinya dan menjadi pendamping hidupnya, gadis cantik dengan rambut pendek sebahu dan smiling eyes nya yang selalu menjadi favoritku.
Aku pun mengeratkan pelukanku, lalu mulai terlelap, menuju alam mimpi bersamanya.
Spoiler for Index:
Index:
1. Prolog
2. Part 1 (Tawaran Dari Pak Danar)
3. Part 2 (Yang Ditunggu-tunggu?? Akhirnya Datang)
4. Part 3 (Perkenalan)
5. Part 4 (Malu-malu)
6. Part 5 (kerlingan Matanya)
7. Part 6 (Bertemu Viny)
8. Part 7 (Macan Betina)
9. Part 8 (Dia Marah? 1)
10. Part 9 (Dia Marah? 2)
11. Part 10 (Malam Mingguan?)
12. Part 11 (Malam Minggu yang Sempurna)
13. Part 12 (Ada Yang Salah?)
14. Part 13 (Frustasi)
15. Part 14 (Dia Kembali?)
16. Part 15 (Definisi Cinta?)
17. Part 16 (Kunjungan Teman Lama)
18. Part 17 (Tangisan Beby)
19. Part 18 (Ternyata Rasanya Sesakit Ini)
20. Part 19 (Dukungan)
21. Part 20 (Saran)
22. Part 21 (Berburu Hadiah)
23. Part 22 (The Power Of Kepepet)
24. Part 23 (Tentang Sakti)
25. Part 24 (Pricetag)
26. Part 25 (Heavy Rotation)
27. Part 25 [Bonus] (Beby...You Should Paint My Love)
28. Part 26 (Bolu Buatan Beby)
29. Part 27 (Aku Kira Hubungan Kita Istimewa)
30. Part 28 (Curhat)
31. Part 29 (Maaf)
32. Part 30 (Diskusi Bersama Viny)
33. Part 31 (Janji)
34. Part 32 (Main di Kos)
35. Part 33 (Main Beneran!!!)
36. Part 34 (Terimakasih Setan!!!)
37. Part 35 (Terimakasih Setan!!! 2)
38. Part 36 (latihan presentasi)
39. Part 37 (Munafik?)
40. Part 38 (Penjelasan?)
41. Part 39 (Berfilosofi Ala Pak Edi)
42. Part 40 (Bidadari itu bernama...)
43. Part 41 (Tumpah)
44. Part 42 (Konser)
45. Part 43 (Ketahuan)
46. Part 44 (Kejedot)
47. Part 45 (Bertemu Shani, Tapi........)
48. Part 46 (Hujan panas)
49. Part 47 (Rasa Bersalah)
50. Part 48 (Tentang Viny)
51. Part 49 (Berulah Lagi)
52. Part 50 (Calon Mertua?)
53. Part 51 (Baru tau)
54. Part 52 (Ketakutan)
55. Part 53 (BINGO!)
56. Part 54 (Jam Tangan)
57. Part 55 (Jujur)
58. Part 56 (Ngetawain Tai)
59. Part 57 (Pencinta Kopi Abal-Abal!!!)
60. Part 58 (Bocah Labil?)
61. Part 59 (Cari Tau!!!)
62. Part 60 (Candu dan Yakin)
63. Part 61 (Kelainan)
64. Part 62 (Kelain Hati?)
65. Part 63 (Kunjungan Shani)
66. Part 64 (Shani)
67. Part 65 (Dia Mau Pulang?)
68. Part 66 (Cinta Tidak Pernah Salah?)
69. Part 67 (Menanti)
70. Part 68 (Warmness On The Soul)
71. Part 69 (Ditinggal Pulang?)
72. Part 70 (Pengakuan)
73. Part 71 (Bukit Bintang)
74. Part 72 (Daftar S2)
75. Part 73 (Foto KTP)
76. Part 74 (Penolakan)
77. Part 75 (Flashdisk)
78. Part 76 (Revisi Laporan)
79. Part 77 (kakak?)
80. Part 78 (Anak Kecil)
81. Part 79 (Just Let It Flow)
82. Part 80 (Saling Percaya?)
83. Part 81 (Love You)
84. Part 82 (Tunggu Aku)
85. Part 83 (VideoCall)
86. Part 84 (Masih Ragu?)
87. Part 85 (Curhatan Viny)
88. Part 86 (Pak Rio)
89. Part 87 (Godaan?)
90. Part 88 (Bertemu)
91. Part 89 (Saling Percaya!)
92. Part 90 (Calon Mertua? 2)
93. Part 91 (Acara Wisuda yang Berakhir Galau)
94. Part 92 (Dibujuk)
95. Part 93 (Diyakinkan)
96. Part 94 (Teringat Kembali)
97. Part 95 (Hambatan)
1. Prolog
2. Part 1 (Tawaran Dari Pak Danar)
3. Part 2 (Yang Ditunggu-tunggu?? Akhirnya Datang)
4. Part 3 (Perkenalan)
5. Part 4 (Malu-malu)
6. Part 5 (kerlingan Matanya)
7. Part 6 (Bertemu Viny)
8. Part 7 (Macan Betina)
9. Part 8 (Dia Marah? 1)
10. Part 9 (Dia Marah? 2)
11. Part 10 (Malam Mingguan?)
12. Part 11 (Malam Minggu yang Sempurna)
13. Part 12 (Ada Yang Salah?)
14. Part 13 (Frustasi)
15. Part 14 (Dia Kembali?)
16. Part 15 (Definisi Cinta?)
17. Part 16 (Kunjungan Teman Lama)
18. Part 17 (Tangisan Beby)
19. Part 18 (Ternyata Rasanya Sesakit Ini)
20. Part 19 (Dukungan)
21. Part 20 (Saran)
22. Part 21 (Berburu Hadiah)
23. Part 22 (The Power Of Kepepet)
24. Part 23 (Tentang Sakti)
25. Part 24 (Pricetag)
26. Part 25 (Heavy Rotation)
27. Part 25 [Bonus] (Beby...You Should Paint My Love)
28. Part 26 (Bolu Buatan Beby)
29. Part 27 (Aku Kira Hubungan Kita Istimewa)
30. Part 28 (Curhat)
31. Part 29 (Maaf)
32. Part 30 (Diskusi Bersama Viny)
33. Part 31 (Janji)
34. Part 32 (Main di Kos)
35. Part 33 (Main Beneran!!!)
36. Part 34 (Terimakasih Setan!!!)
37. Part 35 (Terimakasih Setan!!! 2)
38. Part 36 (latihan presentasi)
39. Part 37 (Munafik?)
40. Part 38 (Penjelasan?)
41. Part 39 (Berfilosofi Ala Pak Edi)
42. Part 40 (Bidadari itu bernama...)
43. Part 41 (Tumpah)
44. Part 42 (Konser)
45. Part 43 (Ketahuan)
46. Part 44 (Kejedot)
47. Part 45 (Bertemu Shani, Tapi........)
48. Part 46 (Hujan panas)
49. Part 47 (Rasa Bersalah)
50. Part 48 (Tentang Viny)
51. Part 49 (Berulah Lagi)
52. Part 50 (Calon Mertua?)
53. Part 51 (Baru tau)
54. Part 52 (Ketakutan)
55. Part 53 (BINGO!)
56. Part 54 (Jam Tangan)
57. Part 55 (Jujur)
58. Part 56 (Ngetawain Tai)
59. Part 57 (Pencinta Kopi Abal-Abal!!!)
60. Part 58 (Bocah Labil?)
61. Part 59 (Cari Tau!!!)
62. Part 60 (Candu dan Yakin)
63. Part 61 (Kelainan)
64. Part 62 (Kelain Hati?)
65. Part 63 (Kunjungan Shani)
66. Part 64 (Shani)
67. Part 65 (Dia Mau Pulang?)
68. Part 66 (Cinta Tidak Pernah Salah?)
69. Part 67 (Menanti)
70. Part 68 (Warmness On The Soul)
71. Part 69 (Ditinggal Pulang?)
72. Part 70 (Pengakuan)
73. Part 71 (Bukit Bintang)
74. Part 72 (Daftar S2)
75. Part 73 (Foto KTP)
76. Part 74 (Penolakan)
77. Part 75 (Flashdisk)
78. Part 76 (Revisi Laporan)
79. Part 77 (kakak?)
80. Part 78 (Anak Kecil)
81. Part 79 (Just Let It Flow)
82. Part 80 (Saling Percaya?)
83. Part 81 (Love You)
84. Part 82 (Tunggu Aku)
85. Part 83 (VideoCall)
86. Part 84 (Masih Ragu?)
87. Part 85 (Curhatan Viny)
88. Part 86 (Pak Rio)
89. Part 87 (Godaan?)
90. Part 88 (Bertemu)
91. Part 89 (Saling Percaya!)
92. Part 90 (Calon Mertua? 2)
93. Part 91 (Acara Wisuda yang Berakhir Galau)
94. Part 92 (Dibujuk)
95. Part 93 (Diyakinkan)
96. Part 94 (Teringat Kembali)
97. Part 95 (Hambatan)
Diubah oleh akmal162 22-07-2020 04:29
kkaze22 dan 70 lainnya memberi reputasi
67
33.3K
Kutip
452
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
akmal162
#244
Spoiler for Part 84:
Part 84
.
.
.
Sebuah kekehan kembali lolos dari mulutku setelah mengingat wajah malunya, mengingat bagaimana lucunya dia saat salah tingkah karena gombalan-gombalan recehku, ingin sekali rasanya aku memeluknya, mencubit pipi tirusnya, menyentuh lesung pipinya, bertemu dengannya!.
Tapi....., jarak yang terbentang di antara kami memaksaku menyimpan semua keinginan itu dalam satu kata, ya..., rindu.
Ya...., aku paham kenapa dia bisa begitu senang saat mendengarku mengucapkan berbagai macam kata-kata manis hari ini.
Siapa sih orang yang tidak suka ketika ada orang lain yang mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata manis, mulai dari laki-laki, perempuan, anak kecil, orang dewasa pasti akan merasa sangat senang jika mendengar ungkapan tersebut dari orang lain, apalagi jika mendengar kata-kata itu dari orang yang disayangi, sudah pasti kita akan merasa sangat senang bukan?.
Tapi, suatu hari pak edi pernah memarahiku, ya..., saat aku dan teman-temanku menyebut satu kata yang kami sendiri tidak tahu apa arti dari kata tersebut.
Yap, saat itu kata "ikatan polar" keluar dengan mudahnya dari mulut kami, saat beliau bertanya apa arti kata tersebut kepada kami, kami hanya bisa diam, dan itulah akhir riwayat kami hari itu.
Hehehehe.
Setelah kami mendapatkan ceramah dadakan yang disampaikan oleh pak edi hari itu, aku mendapatkan sebuah pelajaran berharga, pelajaran tentang bahaya setiap kata dan kalimat yang keluar dari mulut kita.
Apalagi jika kita tidak benar-benar memahami apa arti dari kata yang kita ucapkan, bisa jadi kata yang hari ini keluar dari mulut kita akan menjadi bumerang suatu saat nanti.
Hal ini tidak hanya berlaku dalam lingkup akademik saja, lebih dari itu, hal ini selalu berlaku dalam kehidupan kita sehari-hari, salah satunya dalam lingkup cinta dan perasaan.
Cinta.
Ada berjuta-juta definisi dari kata cinta yang sering kita dengar, ada yang bilang cinta itu tidak mengharapkan balasan, ada yang bilang cinta itu sesuatu hal yang tidak dapat dikalkulasi, dan masih banyak lagi definisi-definisi lainnya.
Memang, aku dan beby sudah sama-sama berkomitmen untuk menjalin hubungan yang lebih serius, kami juga sudah saling mengungkapkan semua perasaan yang kami rasakan terhadap satu sama lain.
Tapi.... untuk yang satu ini, aku sendiri masih belum tau jawabannya, aku juga masih mencari, entahlah, semua jawaban dari orang-orang terdengar indah di telingaku, tapi kejadian demi kejadian yang pernah kualami membuatku selalu skeptis dengan jawaban-jawaban yang selama ini aku dapat.
Huuuuuuh......
Jika kalian bertanya-tanya kenapa aku berani menjalin hubungan dengan beby di saat pertanyaan terbesarku itu belum terjawab, jawabannya cuma ada 1, karena rasa takutku untuk kehilangan beby sangat besar!.
Apakah rasa takut itu tidak cukup untuk mendefinisikan kata cinta?.
Jelas tidak!, rasa takut itu bisa hilang kapan saja, mungkin besok, bulan depan, tahun depan, aku saja yang tidak tahu.
Yang aku tahu, saat ini aku masih merasakan itu, sudah, itu saja.
Tidak ada kepastian bukan?.
Iya!, oleh karena itu pencarian ini akan terus berlanjut.
Kalian boleh menganggapku egois, bagaimana tidak?, dari semua pernyataanku di atas, rasa takutku untuk kehilangan beby lebih besar daripada rasa takutku untuk menyakitinya, benar kan?.
Iya!!!, benar!!!.
Huuuuuh....
Lalu, bagaimana dengan kata-kata manis lainnya, seperti sayang?, rindu?, kangen?.
Jika kita berbicara tentang diagram venn, apakah kata-kata tersebut berada di dalam lingkaran yang berada di dalam lingkaran yang bertuliskan kata cinta?, atau mungkin hanya sebagian sehingga membentuk sebuah irisan, atau mungkin mereka ada di dalam 2 lingkaran yang terpisah karena tidak saling berhubungan antara satu sama lain?, bahkan, mungkin juga salah satunya merupakan bilangan semesta yang bukan merupakan salah satu dari golongan yang ada.
Wkwkwkwkwkwk.
Rumit memang, bagaimana tidak rumit?, aku saja tidak mengetahui apa arti dari kata yang bernama cinta, bagaimana aku bisa mengklasifikasikannya dengan baik?.
Hal itu lah yang membuatku selalu menahan diri untuk melontarkan kata-kata manis itu kepada beby, yap, pacarku sendiri.
Bukan trauma kepada seseorang yang menjadikanku seperti ini, aku hanya takut tidak bisa mengendalikan diriku sendiri, aku takut tidak bisa mengimplementasikan setiap kata dan kalimat yang keluar dari mulutku.
Yaa....., begitulah sedikit tentang idealismeku yang terdengar sangat tidak masuk akal dan sangat berlebihan, tapi aku tidak pernah menyesal dengan semua itu, dosenku dulu pernah berkata "anak muda itu harus idealis, realistisnya nanti saja, kalau sudah tua seperti saya".
Tapi, sama seperti anak muda lainnya, karena perasaan takut yang begitu besar, aku juga sering menabrak idealisme yang sudah kuciptakan sendiri, salah satu contohnya ya seperti hari ini, dan masih banyak contoh lain yang bisa kalian lihat pada cerita-ceritaku sebelum ini.
Ya...., perasaan rindu yang sudah sangat tidak terbendung berhasil memaksaku untuk mengungkapkan semua kata-kata itu kepada beby.
Sudah 1 bulan lebih kami saling berjauhan, sudah 1 bulan lebih aku tidak menyentuhnya, sudah 1 bulan lebih aku tidak menghirup aroma tubuhnya, dan sudah 1 bulan lebih juga aku hanya bisa menikmati senyumannya, wajah kesalnya, wajah malunya, suara tawanya dari layar laptop.
Dan...., entah kenapa aku selalu merasa nyaman, senang, gembira, ketika melihat wajah senangnya, wajah malunya, salah tingkahnya setelah menerima berbagai gombalan receh dan kata-kata manis yang keluar dari mulutku, ingin sekali rasanya aku melihat wajahnya yang seperti itu setiap hari.
Tapi....., semua itu terhalang oleh sebuah pencarian konyol yang masih belum tutuntas sampai detik ini.
Oh iya, ada 1 hal lagi yang menguatkan fakta bahwa aku ini adalah orang yang egois, kebimbangan yang sampai saat ini masih kurasakan, juga membuat beby tidak bisa sering-sering merasakan bagaimana rasanya diberindong dengan berbagai macam kata-kata manis oleh pacarnya sendiri, benar kan?.
Iya!!!, benar sekali!!!, dia sangat berhak mendapatkan itu!!!.
Huuuuuh......
Yang aku bisa lakukan sekarang hanyalah menjaga perasaan ini, menjaga rasa takut terbesarku, menemukan jawaban dari kata cinta yang sempat beberapa kali kuucapkan kepadanya, agar hubungan ini bisa tetap berlanjut, walaupun sampai saat ini keraguanku belum benar-benar hilang sepenuhnya.
Agar tidak akan ada salah satu di antara kita yang merasa tersakiti suatu hari nanti.
Huuuuuh.....
Tanganku mulai meraba-raba tempat tidurku untuk mencari keberadaan guling yang akhir-akhir ini selalu menjadi sarana penyaluran rasa kangenku kepada beby.
Setelah mendapatkannya, aku langsung memeluknya dengan sangat erat sambil senyum-senyum sendiri, bahkan, kadang-kadang aku juga menciumnya.
Sebenarnya aku juga merasa sangat jijik dengan kelakuanku saat ini, tapi mau bagaimana lagi, namanya juga kangen.
Hehehehe.
Mbak....., kamu tenang aja, kalau suatu saat nanti aku berhasil menemukan apa yang selama ini aku cari, aku berani jamin, aku akan memastikan wajahmu yang seperti itu akan selalu terjaga setiap saat dengan berjuta-juta kata manis yang akan selalu kuucapkan.
Semoga aku bisa mendapat jawaban itu saat masih bersamamu.
Semoga kamu menjadi satu-satunya orang yang akan menjawab pertanyaan itu.
Triiiiiingggg..... Triiiiiingggg......
Suara dering handphoneku berhasil membuyarkan semua lamunanku malam ini, aku memutuskan untuk langsung beranjak dari tempat tidur, lalu mengambil handphoneku yang saat ini tergeletak di atas meja belajar.
Aku hanya bisa menghembuskan nafas kasar setelah melihat siapa yang menelponku malam ini, tanpa berpikir panjang, aku langsung menekan tombol hijau pada layar handphoneku untuk menjawab panggilan yang baru saja masuk.
"Nat, jemput aku ya besok"
Suara perempuan langsung terdengar dari unung sana sesaat setelah aku mengangkat telponnya.
"Harus bisa!!!, jamnya 2 sore ya nat, daaah...."
Spoiler for Theme Song:
.
.
.
Sebuah kekehan kembali lolos dari mulutku setelah mengingat wajah malunya, mengingat bagaimana lucunya dia saat salah tingkah karena gombalan-gombalan recehku, ingin sekali rasanya aku memeluknya, mencubit pipi tirusnya, menyentuh lesung pipinya, bertemu dengannya!.
Tapi....., jarak yang terbentang di antara kami memaksaku menyimpan semua keinginan itu dalam satu kata, ya..., rindu.
Ya...., aku paham kenapa dia bisa begitu senang saat mendengarku mengucapkan berbagai macam kata-kata manis hari ini.
Siapa sih orang yang tidak suka ketika ada orang lain yang mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata manis, mulai dari laki-laki, perempuan, anak kecil, orang dewasa pasti akan merasa sangat senang jika mendengar ungkapan tersebut dari orang lain, apalagi jika mendengar kata-kata itu dari orang yang disayangi, sudah pasti kita akan merasa sangat senang bukan?.
Tapi, suatu hari pak edi pernah memarahiku, ya..., saat aku dan teman-temanku menyebut satu kata yang kami sendiri tidak tahu apa arti dari kata tersebut.
Yap, saat itu kata "ikatan polar" keluar dengan mudahnya dari mulut kami, saat beliau bertanya apa arti kata tersebut kepada kami, kami hanya bisa diam, dan itulah akhir riwayat kami hari itu.
Hehehehe.
Setelah kami mendapatkan ceramah dadakan yang disampaikan oleh pak edi hari itu, aku mendapatkan sebuah pelajaran berharga, pelajaran tentang bahaya setiap kata dan kalimat yang keluar dari mulut kita.
Apalagi jika kita tidak benar-benar memahami apa arti dari kata yang kita ucapkan, bisa jadi kata yang hari ini keluar dari mulut kita akan menjadi bumerang suatu saat nanti.
Hal ini tidak hanya berlaku dalam lingkup akademik saja, lebih dari itu, hal ini selalu berlaku dalam kehidupan kita sehari-hari, salah satunya dalam lingkup cinta dan perasaan.
Cinta.
Ada berjuta-juta definisi dari kata cinta yang sering kita dengar, ada yang bilang cinta itu tidak mengharapkan balasan, ada yang bilang cinta itu sesuatu hal yang tidak dapat dikalkulasi, dan masih banyak lagi definisi-definisi lainnya.
Memang, aku dan beby sudah sama-sama berkomitmen untuk menjalin hubungan yang lebih serius, kami juga sudah saling mengungkapkan semua perasaan yang kami rasakan terhadap satu sama lain.
Tapi.... untuk yang satu ini, aku sendiri masih belum tau jawabannya, aku juga masih mencari, entahlah, semua jawaban dari orang-orang terdengar indah di telingaku, tapi kejadian demi kejadian yang pernah kualami membuatku selalu skeptis dengan jawaban-jawaban yang selama ini aku dapat.
Huuuuuuh......
Jika kalian bertanya-tanya kenapa aku berani menjalin hubungan dengan beby di saat pertanyaan terbesarku itu belum terjawab, jawabannya cuma ada 1, karena rasa takutku untuk kehilangan beby sangat besar!.
Apakah rasa takut itu tidak cukup untuk mendefinisikan kata cinta?.
Jelas tidak!, rasa takut itu bisa hilang kapan saja, mungkin besok, bulan depan, tahun depan, aku saja yang tidak tahu.
Yang aku tahu, saat ini aku masih merasakan itu, sudah, itu saja.
Tidak ada kepastian bukan?.
Iya!, oleh karena itu pencarian ini akan terus berlanjut.
Kalian boleh menganggapku egois, bagaimana tidak?, dari semua pernyataanku di atas, rasa takutku untuk kehilangan beby lebih besar daripada rasa takutku untuk menyakitinya, benar kan?.
Iya!!!, benar!!!.
Huuuuuh....
Lalu, bagaimana dengan kata-kata manis lainnya, seperti sayang?, rindu?, kangen?.
Jika kita berbicara tentang diagram venn, apakah kata-kata tersebut berada di dalam lingkaran yang berada di dalam lingkaran yang bertuliskan kata cinta?, atau mungkin hanya sebagian sehingga membentuk sebuah irisan, atau mungkin mereka ada di dalam 2 lingkaran yang terpisah karena tidak saling berhubungan antara satu sama lain?, bahkan, mungkin juga salah satunya merupakan bilangan semesta yang bukan merupakan salah satu dari golongan yang ada.
Wkwkwkwkwkwk.
Rumit memang, bagaimana tidak rumit?, aku saja tidak mengetahui apa arti dari kata yang bernama cinta, bagaimana aku bisa mengklasifikasikannya dengan baik?.
Hal itu lah yang membuatku selalu menahan diri untuk melontarkan kata-kata manis itu kepada beby, yap, pacarku sendiri.
Bukan trauma kepada seseorang yang menjadikanku seperti ini, aku hanya takut tidak bisa mengendalikan diriku sendiri, aku takut tidak bisa mengimplementasikan setiap kata dan kalimat yang keluar dari mulutku.
Yaa....., begitulah sedikit tentang idealismeku yang terdengar sangat tidak masuk akal dan sangat berlebihan, tapi aku tidak pernah menyesal dengan semua itu, dosenku dulu pernah berkata "anak muda itu harus idealis, realistisnya nanti saja, kalau sudah tua seperti saya".
Tapi, sama seperti anak muda lainnya, karena perasaan takut yang begitu besar, aku juga sering menabrak idealisme yang sudah kuciptakan sendiri, salah satu contohnya ya seperti hari ini, dan masih banyak contoh lain yang bisa kalian lihat pada cerita-ceritaku sebelum ini.
Ya...., perasaan rindu yang sudah sangat tidak terbendung berhasil memaksaku untuk mengungkapkan semua kata-kata itu kepada beby.
Sudah 1 bulan lebih kami saling berjauhan, sudah 1 bulan lebih aku tidak menyentuhnya, sudah 1 bulan lebih aku tidak menghirup aroma tubuhnya, dan sudah 1 bulan lebih juga aku hanya bisa menikmati senyumannya, wajah kesalnya, wajah malunya, suara tawanya dari layar laptop.
Dan...., entah kenapa aku selalu merasa nyaman, senang, gembira, ketika melihat wajah senangnya, wajah malunya, salah tingkahnya setelah menerima berbagai gombalan receh dan kata-kata manis yang keluar dari mulutku, ingin sekali rasanya aku melihat wajahnya yang seperti itu setiap hari.
Tapi....., semua itu terhalang oleh sebuah pencarian konyol yang masih belum tutuntas sampai detik ini.
Oh iya, ada 1 hal lagi yang menguatkan fakta bahwa aku ini adalah orang yang egois, kebimbangan yang sampai saat ini masih kurasakan, juga membuat beby tidak bisa sering-sering merasakan bagaimana rasanya diberindong dengan berbagai macam kata-kata manis oleh pacarnya sendiri, benar kan?.
Iya!!!, benar sekali!!!, dia sangat berhak mendapatkan itu!!!.
Huuuuuh......
Yang aku bisa lakukan sekarang hanyalah menjaga perasaan ini, menjaga rasa takut terbesarku, menemukan jawaban dari kata cinta yang sempat beberapa kali kuucapkan kepadanya, agar hubungan ini bisa tetap berlanjut, walaupun sampai saat ini keraguanku belum benar-benar hilang sepenuhnya.
Agar tidak akan ada salah satu di antara kita yang merasa tersakiti suatu hari nanti.
Huuuuuh.....
Tanganku mulai meraba-raba tempat tidurku untuk mencari keberadaan guling yang akhir-akhir ini selalu menjadi sarana penyaluran rasa kangenku kepada beby.
Setelah mendapatkannya, aku langsung memeluknya dengan sangat erat sambil senyum-senyum sendiri, bahkan, kadang-kadang aku juga menciumnya.
Sebenarnya aku juga merasa sangat jijik dengan kelakuanku saat ini, tapi mau bagaimana lagi, namanya juga kangen.
Hehehehe.
Mbak....., kamu tenang aja, kalau suatu saat nanti aku berhasil menemukan apa yang selama ini aku cari, aku berani jamin, aku akan memastikan wajahmu yang seperti itu akan selalu terjaga setiap saat dengan berjuta-juta kata manis yang akan selalu kuucapkan.
Semoga aku bisa mendapat jawaban itu saat masih bersamamu.
Semoga kamu menjadi satu-satunya orang yang akan menjawab pertanyaan itu.
Triiiiiingggg..... Triiiiiingggg......
Suara dering handphoneku berhasil membuyarkan semua lamunanku malam ini, aku memutuskan untuk langsung beranjak dari tempat tidur, lalu mengambil handphoneku yang saat ini tergeletak di atas meja belajar.
Aku hanya bisa menghembuskan nafas kasar setelah melihat siapa yang menelponku malam ini, tanpa berpikir panjang, aku langsung menekan tombol hijau pada layar handphoneku untuk menjawab panggilan yang baru saja masuk.
"Nat, jemput aku ya besok"
Suara perempuan langsung terdengar dari unung sana sesaat setelah aku mengangkat telponnya.
"Harus bisa!!!, jamnya 2 sore ya nat, daaah...."
Diubah oleh akmal162 20-06-2020 11:05
Daffa.O.F dan 9 lainnya memberi reputasi
10
Kutip
Balas
