News
Batal
KATEGORI
link has been copied
110
Lapor Hansip
15-06-2020 05:14

Pria di Aceh Bunuh Ibu Kandung, Ucapan Terakhir Korban: Biar Saya Dapat Surga

TRIBUNJAKARTA.COM, ACEH - Nasib malang menimpa seorang nenek berusia 63 tahun di Aceh Utara.

Pria di Aceh Bunuh Ibu Kandung, Ucapan Terakhir Korban: Biar Saya Dapat Surga
Nasrul (35) pelaku pembunuhan ibu kandung Nenek Fatimah 63 tahun

Perempuan yang akrab disapa Nek Fatimah itu dibunuh di gubuk miliknya di Dusun Satu Teuku Mak Amin, Gampong Meunsah Panton Labu, Kecamatan Tanah Jambo Aye. 

Korban ditemukan tewas bersimbah darah pada Senin (8/6/2020) pukul 07.00 WIB.

Nek Fatimah yang diketahui tinggal seorang diri ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan.

Korban ditemukan bersimbah darah dengan luka menganga di lehernya.

Kondisi Nek Fatimah ditemukan telungkup di tanah, sehingga sekujur tubuhnya tampak berwarna merah terlumuri darah.

Ditemukan Anak

Jasad Nek Fatimah ditemukan pertama kali oleh anaknya, Nasrul (35).

Saat itu Nasrul mengaku datang untuk menjenguk ibu kandungnya tersebut.

“Nasrul mengaku sempat mengetuk pintu, tapi tidak ada jawaban dari dalam rumah tersebut,” ujar
Kapolres Aceh Utara AKBP Tri Hadiyanto melalui Kapolsek Tanah Jambo Aye AKP Zulfitri, Senin (8/6/2020).

Karena tak kunjung ada jawaban, Nasrul akhirnya masuk ke dalam rumah.

"Nasrul berusaha masuk ke dalam rumah,” kata Kapolsek

Kata AKP Zulfitri ketika sampai di dalam rumah, anak korban melihat ibunya dengan posisi terlungkup ke bawah tanah.

Sang anak menemukan ibunya dalan kondisi mengenaskan, sekujur tubuh korban berlumuran darah.

Lalu, anak korban meminta tolong kepada saudaranya yang disamping rumah.

Kemudian warga pun datang ke rumah korban untuk melihat guna memastikan kejadian tersebut.

“Kasus itu dilaporkan ke keuchik yang kemudian diteruskan kepada polisi,” pungkas Kapolsek Tanah Jambo Aye.

Pelakunya Ternyata Nasrul

Setelah melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi, Satuan Reserse Polres Aceh Utara akhirnya berhasil mengungkap pelaku pembunuhan Nek Fatimah.

Dalam penyelidikan, terungkap bahwa pelaku adalah anak kandung korban sendiri.

Awalnya Nasrul bertindak sebagai saksi lantaran ia yang pertama kali menemukan jasad korban.

Namun selama penyelidikan, polisi menemukan sejumlah bukti yang mengarah kepada Nasrul.

Tim penyidik Polres Aceh Utara akhirnya menetapkan Nasrul anak kandung dari nenek Fatimah sebagai tersangka.

Nasrul kini sudah ditahan polisi untuk proses hukum lebih lanjut.

Motif Pelaku Bunuh Ibu Kandung

Kasat Reskrim Polres Aceh Utara, AKP Rustam Nawawi menyebutkan motif pembunuhan sadis yang dilakukan Nasrul terhadap Nek Fatimah.

Menurut dia, pembunuhan dilakukan Nasrul karena sang ibu tidak memberikan uang pada putranya.

“Pagi itu pelaku datang meminta uang sebesar Rp.300 ribu pada ibunya, namun korban menjawab tidak punya uang,” ungkap Kasat Reskrim AKP Rustam Nawawi, Selasa (9/6/2020).

Kemudian pelaku meminta uang lagi Rp 20 ribu untuk membeli rokok, namun dijawab lagi oleh korban jika dirinya tidak punya uang.

“Merasa kesal, pelaku lantas mengambil sebilah pisau menarik rambut korban dan menggorok lehernya,” ungkap AKP Rustam berdasarkan pengakuan pelaku.

Detik-detik Pembunuhan

Sebelum menghabisi nyawa ibunya, Nasrul sempat mengancam korban dengan pisau dapur.

Kesal karena tak diberi uang itu, maka sang anak kandung itu nekat menarik rambut nek Fatimah dan menggorok ibu kandungnya sendiri.

Terungkap detik-detik sebelum Nek Fatimah dihabisi secara sadis oleh anaknya sendiri.

Nek Fatimah sempat merintih dan berucap pasrah sebelum digorok anak kandungnya.

Ketika itu, pelaku Nasrul merangkul leher ibunya yang tak berdaya di bawah ancaman sebilah pisau.

Sebelum pelaku menghabisi sang ibu yang sudah tua renta, Korban sempat mengucapkan kalimat terakhir pada anak durhaka tersebut.

Sang ibu tidak takut dan malah menantang pelaku.

"Gorok saja leher saya, biar saya dapat surga!", itulah ucapan terakhir korban dihadapan Nasrul sebelum ajal menjemput.

"Mendengar ucapan ibunya, pelaku geram lalu menggorok leher ibunya,” ucap AKP Rustam.

Minum Kopi Usai Membunuh dan Pura-pura Sedih

Nasrul sempat merekayasa pembunuhan ibunya Nek Fatimah.

AKP Rustam menerangkan jika pelaku sempat membuat alibi seolah-olah bukan dia yang
melakukan pembunuhan.

Mirisnya lagi, pelaku sempat minum kopi di sebuah warung setelah menggorok leher korban.

Setelah itu, pelaku pulang ke rumah dan menyampaikan pada tetangga bahwa ibunya ditemukan dalam kondisi tewas.

Pelaku juga berpura-pura sedih dan menangis saat mengetahui ibunya nek Fatimah sudah tak bernyawa.

(tribunjakarta/serambinews)

Sumber lain:

https://www.google.com/amp/s/amp.kom...tuk-beli-rokok


Komentar TS:

Disaat pria lain bahkan rela membunuh org yg berani mengganggu Ibu kandungnya, demi mempertahankan harga diri Ibunya, ini malah sebaliknya, di Aceh pula, di serambi mekkah dimana seorang Ibu jauh lbh dimuliakan ketimbang ulama sekalipun
Diubah oleh Demachio
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 15 lainnya memberi reputasi
16
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Pria di Aceh Bunuh Ibu Kandung, Ucapan Terakhir Korban: Biar Saya Dapat Surga
15-06-2020 05:30
Ini mah levelnya bukan durhaka lg, tapi durhana=durhaka dan durjana, kasian banget Ibunya punya anak seperti itu. Setan pun pasti minder sama kelakuan yg diatas level setan ini
profile-picture
rizaradri memberi reputasi
1 0
1
profile picture
kaskus addict
15-06-2020 15:34
Setan dan Iblis pun langsung sembah sujud minta diangkat jadi muridnya.
1
profile picture
kaskus addict
16-06-2020 11:14
Setan dan jiwa manusia bukanlah dua mahluk yg berbeda dan terpisah gan.
Setan itu menggambarkan jiwa manusia yg dipenuhi nafsu amarah dan nafsu lain yg tak terkendali laksana api yang berkobar-kobar.
Men creating satan in their soul when they out of control.
Paradigma setan itu mahluk halus yg menghasut jiwa manusia adalah salah satu yg harus dihapuskan dalam pemahaman agama, kalo gak ya itu, agamanya jadi dgn mitologi.
1
Memuat data ...
1 - 2 dari 2 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia