- Beranda
- Stories from the Heart
MISTERI TENUNG TANAH PERDIKAN (BASED ON TRUE STORY)
...
TS
kаskus
MISTERI TENUNG TANAH PERDIKAN (BASED ON TRUE STORY)
PROLOG
bersambung...
Bab II. Prewangan
Bab III. Sowan Ke Rumah Eyang
Bab IV. Pesan Eyang
Bab V. Pendekar
Quote:
Quote:
Saat itu waktu menunjukkan pukul 17.30 menjelang maghrib, badan terasa lelah usai pulang kantor, setelah mandi dan bercanda dengan jelita istriku, aku sempatkan santai sebentar sambil memainkan game di komputer. Kulihat jelita juga sedang santai di tempat tidur sambil senyum-senyum sendiri sambil memainkan gadget, entah sedang baca novel atau whatsapp dengan temannya.
Bab I. SERANGAN
Tiba tiba dari arah jelita terdengar suara erangan memecah keheningan di dalam kamar, suara yang sangat berat, sekilas seperti geraman harimau, yang aku yakin itu bukan suara jelita spontan aku menoleh ke arah sumber suara tersebut, ya Tuhan! Apa yang terjadi, ada apa ini sebenarnya??? Kulihat jelita tampak menolehkan wajahnya ke kiri dan ke kanan, dengan mata melotot berwarna merah sambil menggeram.
Bingung dan panik tanpa ba-bi-bu, ku panggil kedua mertuaku, karena pada saat itu kami masih ikut orang tua istri, "pah, mah...jelita kenapa ini". Sesampai di dalam kamar, kedua mertuaku juga terkejut dan panik melihat kondisi anaknya seperti itu, " Jangan jangan kesurupan mas?" Ujar ibu mertua...Tiba-tiba ibu mertua ke luar rumah, " kemana mah?" tanyaku, " Pak modin" Ujar beliau.
Selang beberapa lama pak modin datang, mendatangi istriku, sambil membacakan doa-doa, tidak mempan, tidak ada reaksi apapun, masih sama seperti saat kulihat jelita pertama tadi. Sambil menyeka keringat beberapa kali, beliau tampak menyerah, "kenapa pak?" tanyaku, "kesurupan penunggu lapangan sebelah" ujar beliau. "Whatt???, apa apaan ini?" ujarku dalam hati, tidak mungkin menurutku, karena jelita tidak pernah keluyuran ke lapangan sebelah.
"Ada yang tidak beres" Ujarku dalam hati, bingung tidak tahu harus berbuat apa. Tiba tiba teringat kakak beradik teman lamaku, ya teman lama yang pernah menolong saat, usaha kuliner ku mengalami gangguan dan hal hal ganjil di luar nalar.
Danu dan dani, mereka adalah orang orang yang punya bakat melihat dan berkomunikasi dengan hal hal yang tidak tampak.
Kucoba ku telpon danu, dan bisa... "halo panji, ada yang bisa aku bantu?" Ujarnya dari telepon, " Eh iya, bisa minta tolong turun ke bawah gag?, jelita kesurupan" ujarku, "Oke, aku segera kesana, ditunggu dulu" Balas danu.
Sambil menunggu kedatangan danu dan dani, kucoba sebisa mungkin membacakan doa-doa agar mengalirkan energi positif ke jelita, yang tampaknya sia-sia, hanya bisa ku pandangi istriku dengan penuh kepanikan.
Jam dinding menunjukan pukul 7 malam lebih sedikit, terdengar suara sepeda motor berhenti di depan rumah, tidak lupa mengucapkan salam, mereka berdua ku persilahkan masuk untuk melihat kondisi jelita. Belum sampai danu dan dani masuk ke kamar, tiba tiba " Kamu lagi, kamu tidak akan bisa melawanku, dasar jelek, pendek seperti kodok" ujar teriak juwita dengan bahasa jawa dari dalam kamar ditujukan kepada dani sang adik.
Aku semakin bingung, mahluk halus apa yang ada ditubuh istriku, kok bisa kenal dengan dani, apa hubungannya dengan dani????
Bergegas memasuki kamar, dani mengacuhkan umpatan yang diucapkan oleh mahluk halus di dalam tubuh jelita. Tampak jelita gelisah, dan mengeluarkan geraman pertanda perang, percaya diri over dosis tidak sebanding dengan realita, melihat dani, mahluk dalam tubuh jelita semakin berontak bersamaan dengan doa doa yang diucapkan oleh dani, ketegangan kedua belah kubu memancarkan hawa yang sangat panas di dalam kamar. Keringat dani tampak bercucuran, sementara jelita bergerak tak terkendali yang mengharuskan aku dan danu mengunci tangan jelita. Ya pertarungan sudah dimulai, kami yang ada di dalam kamar hanya bisa membantu dengan doa-doa yang kami bisa sambil memegang jelita yang bergerak semakin tidak terkendali, disertai geraman-geraman yang semakin kuat.....
Bab I. SERANGAN
Tiba tiba dari arah jelita terdengar suara erangan memecah keheningan di dalam kamar, suara yang sangat berat, sekilas seperti geraman harimau, yang aku yakin itu bukan suara jelita spontan aku menoleh ke arah sumber suara tersebut, ya Tuhan! Apa yang terjadi, ada apa ini sebenarnya??? Kulihat jelita tampak menolehkan wajahnya ke kiri dan ke kanan, dengan mata melotot berwarna merah sambil menggeram.
Bingung dan panik tanpa ba-bi-bu, ku panggil kedua mertuaku, karena pada saat itu kami masih ikut orang tua istri, "pah, mah...jelita kenapa ini". Sesampai di dalam kamar, kedua mertuaku juga terkejut dan panik melihat kondisi anaknya seperti itu, " Jangan jangan kesurupan mas?" Ujar ibu mertua...Tiba-tiba ibu mertua ke luar rumah, " kemana mah?" tanyaku, " Pak modin" Ujar beliau.
Selang beberapa lama pak modin datang, mendatangi istriku, sambil membacakan doa-doa, tidak mempan, tidak ada reaksi apapun, masih sama seperti saat kulihat jelita pertama tadi. Sambil menyeka keringat beberapa kali, beliau tampak menyerah, "kenapa pak?" tanyaku, "kesurupan penunggu lapangan sebelah" ujar beliau. "Whatt???, apa apaan ini?" ujarku dalam hati, tidak mungkin menurutku, karena jelita tidak pernah keluyuran ke lapangan sebelah.
"Ada yang tidak beres" Ujarku dalam hati, bingung tidak tahu harus berbuat apa. Tiba tiba teringat kakak beradik teman lamaku, ya teman lama yang pernah menolong saat, usaha kuliner ku mengalami gangguan dan hal hal ganjil di luar nalar.
Danu dan dani, mereka adalah orang orang yang punya bakat melihat dan berkomunikasi dengan hal hal yang tidak tampak.
Kucoba ku telpon danu, dan bisa... "halo panji, ada yang bisa aku bantu?" Ujarnya dari telepon, " Eh iya, bisa minta tolong turun ke bawah gag?, jelita kesurupan" ujarku, "Oke, aku segera kesana, ditunggu dulu" Balas danu.
Sambil menunggu kedatangan danu dan dani, kucoba sebisa mungkin membacakan doa-doa agar mengalirkan energi positif ke jelita, yang tampaknya sia-sia, hanya bisa ku pandangi istriku dengan penuh kepanikan.
Jam dinding menunjukan pukul 7 malam lebih sedikit, terdengar suara sepeda motor berhenti di depan rumah, tidak lupa mengucapkan salam, mereka berdua ku persilahkan masuk untuk melihat kondisi jelita. Belum sampai danu dan dani masuk ke kamar, tiba tiba " Kamu lagi, kamu tidak akan bisa melawanku, dasar jelek, pendek seperti kodok" ujar teriak juwita dengan bahasa jawa dari dalam kamar ditujukan kepada dani sang adik.
Aku semakin bingung, mahluk halus apa yang ada ditubuh istriku, kok bisa kenal dengan dani, apa hubungannya dengan dani????
Bergegas memasuki kamar, dani mengacuhkan umpatan yang diucapkan oleh mahluk halus di dalam tubuh jelita. Tampak jelita gelisah, dan mengeluarkan geraman pertanda perang, percaya diri over dosis tidak sebanding dengan realita, melihat dani, mahluk dalam tubuh jelita semakin berontak bersamaan dengan doa doa yang diucapkan oleh dani, ketegangan kedua belah kubu memancarkan hawa yang sangat panas di dalam kamar. Keringat dani tampak bercucuran, sementara jelita bergerak tak terkendali yang mengharuskan aku dan danu mengunci tangan jelita. Ya pertarungan sudah dimulai, kami yang ada di dalam kamar hanya bisa membantu dengan doa-doa yang kami bisa sambil memegang jelita yang bergerak semakin tidak terkendali, disertai geraman-geraman yang semakin kuat.....
bersambung...
Bab II. Prewangan
Bab III. Sowan Ke Rumah Eyang
Bab IV. Pesan Eyang
Bab V. Pendekar
Diubah oleh kаskus 24-02-2023 19:42
kyaikanjeng77 dan 32 lainnya memberi reputasi
33
8.3K
56
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
kаskus
#32
SOWAN KE RUMAH EYANG
bersambung...
" halo dani, posisi dimana" tanyaku pada dani lewat hp, "sudah siap, mau meluncur ke rumah Eyang" balasnya, "oke aku meluncur sekarang sama Jelita, ketemu disana ya" balasku mengakhiri percakapan ini.
"Sudah siap ma?" tanya ku pada Jelita, "sudah pa, yuk keburu malam" balas Jelita. Kuambil sepeda motor, bersama Jelita menuju ke rumah Eyang. Sepanjang perjalanan kami selingi dengan candaan-candaan kecil ala suami istri, ciee
Tak berapa lama kami sudah sampai dirumah Eyang, tampak motor Dani ada diluar, "Assalamualaikum" salamku, "Waalaikum salam, masuk mas Panji, mbak Jelita" balas Eyang dari dalam. Setelah dipersilahkan duduk, Eyang menanyakan kepada kami perihal kejadian yang telah dialami oleh Jelita, setelah ku jelaskan panjang lebar sambil manguut-manggut beliau berkata "Hmmm, kemaren itu prewangan mas Panji, mahluk halus yang dikirim oleh dukun", "tenang saja, sebagai jaga-jaga jelita akan eyang beri pagar agar tidak dapat gangguan lagi, sekalian akan kubersihkan sisa sisa energi negatif yang masih ada dalam tubuh jelita" sambung beliau lagi, "Terimakasih Eyang" balasku.
Tak berapa lama eyang mengambil tasbih, tampak beliau merapalkan doa-doa, untuk membuang energi negatif dan mengisi energi positif ke dalam tubuh Jelita. Kami terdiam tak mengucap sepatah kata pun, ku lirik Jelita, dia diam sambil matanya tertuju kepada tasbih yang di pegang oleh eyang.
Tak berapa lama eyang selesai membacakan doa yang ditujukan kepada Jelita. "Barusan saya membersihkan energi negatif yang masih menempel di tubuh mbak Jelita" ujar Eyang, "Sekalian tubuh mbak Jelita saya pagari, untuk menghindari serangan gaib" tambah beliau, "Terimakasih eyang" balasku dan Jelita, "tampaknya serangan2 gaib ini akan terus berlanjut, jadi kuharap kalian berdua selalu waspada, kalo ada apa-apa langsung hubungi eyang ya" kata eyang. Aku dan Jelita saling bertatap mata lalu kupandang dani, tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya, bisa reda dan bisa juga semakin tambah parah teror ini.
Memecah keheningan, "Semalam sampai rumah langsung tidur, kecapaian sekali habis bantu Jelita" cerita Dani, "Tengah malam tiba tiba didalam lemari kamar, ada suara berisik seperti benda yang beradu dengan kayu, pertama saya cuekin mungkin tikus, tapi lama kelaman tambah kenceng sekali" lanjutnya, "Karena penasaran lalu aku buka lemari, badanku langsung lemas, didepan mataku kulihat ada kepala wanita melotot sambil tersenyum mengejek, ku banting pintu lemari kubaca doa-doa untuk mengusir mahluk tersebut" imbuh dani lagi, "Tak berapa lama mahluk tersebut menghilang disertai suara, "itu akibatnya mencampuri urusanku", tampaknya memang benar seperti apa yang diucapkan eyang, teror ini akan berlangsung lagi" pungkas Dani.
Usai melanjutkan obrolan dengan Dani dan Eyang, kami bertiga segera bergegas pulang karena waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam, disertai rasa was was dan rasa gelisah selama perjalanan, semoga saja tidak ada hal gaib yang mengganggu. Akhirnya kami sampai juga dirumah dengan selamat, setelah membersihkan badan segera kami berdua beristirahat, benar-benar hari yang berat.
"Sudah siap ma?" tanya ku pada Jelita, "sudah pa, yuk keburu malam" balas Jelita. Kuambil sepeda motor, bersama Jelita menuju ke rumah Eyang. Sepanjang perjalanan kami selingi dengan candaan-candaan kecil ala suami istri, ciee

Tak berapa lama kami sudah sampai dirumah Eyang, tampak motor Dani ada diluar, "Assalamualaikum" salamku, "Waalaikum salam, masuk mas Panji, mbak Jelita" balas Eyang dari dalam. Setelah dipersilahkan duduk, Eyang menanyakan kepada kami perihal kejadian yang telah dialami oleh Jelita, setelah ku jelaskan panjang lebar sambil manguut-manggut beliau berkata "Hmmm, kemaren itu prewangan mas Panji, mahluk halus yang dikirim oleh dukun", "tenang saja, sebagai jaga-jaga jelita akan eyang beri pagar agar tidak dapat gangguan lagi, sekalian akan kubersihkan sisa sisa energi negatif yang masih ada dalam tubuh jelita" sambung beliau lagi, "Terimakasih Eyang" balasku.
Tak berapa lama eyang mengambil tasbih, tampak beliau merapalkan doa-doa, untuk membuang energi negatif dan mengisi energi positif ke dalam tubuh Jelita. Kami terdiam tak mengucap sepatah kata pun, ku lirik Jelita, dia diam sambil matanya tertuju kepada tasbih yang di pegang oleh eyang.
Tak berapa lama eyang selesai membacakan doa yang ditujukan kepada Jelita. "Barusan saya membersihkan energi negatif yang masih menempel di tubuh mbak Jelita" ujar Eyang, "Sekalian tubuh mbak Jelita saya pagari, untuk menghindari serangan gaib" tambah beliau, "Terimakasih eyang" balasku dan Jelita, "tampaknya serangan2 gaib ini akan terus berlanjut, jadi kuharap kalian berdua selalu waspada, kalo ada apa-apa langsung hubungi eyang ya" kata eyang. Aku dan Jelita saling bertatap mata lalu kupandang dani, tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya, bisa reda dan bisa juga semakin tambah parah teror ini.
Memecah keheningan, "Semalam sampai rumah langsung tidur, kecapaian sekali habis bantu Jelita" cerita Dani, "Tengah malam tiba tiba didalam lemari kamar, ada suara berisik seperti benda yang beradu dengan kayu, pertama saya cuekin mungkin tikus, tapi lama kelaman tambah kenceng sekali" lanjutnya, "Karena penasaran lalu aku buka lemari, badanku langsung lemas, didepan mataku kulihat ada kepala wanita melotot sambil tersenyum mengejek, ku banting pintu lemari kubaca doa-doa untuk mengusir mahluk tersebut" imbuh dani lagi, "Tak berapa lama mahluk tersebut menghilang disertai suara, "itu akibatnya mencampuri urusanku", tampaknya memang benar seperti apa yang diucapkan eyang, teror ini akan berlangsung lagi" pungkas Dani.
Usai melanjutkan obrolan dengan Dani dan Eyang, kami bertiga segera bergegas pulang karena waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam, disertai rasa was was dan rasa gelisah selama perjalanan, semoga saja tidak ada hal gaib yang mengganggu. Akhirnya kami sampai juga dirumah dengan selamat, setelah membersihkan badan segera kami berdua beristirahat, benar-benar hari yang berat.
bersambung...
Diubah oleh kаskus 24-02-2023 19:45
doelviev dan 12 lainnya memberi reputasi
13
Tutup
