- Beranda
- Stories from the Heart
L.I.M.I.T.S
...
TS
frostgee
L.I.M.I.T.S
kali ini gw akan bercerita tentang kehidupan gw selanjutnya setelah limiter itu terpasang di badan gw, kenapa gw bilang limiter ? Mungkin gansis bisa langsung baca di thread ane sebelumnya L.I.M.I.T.S.

(Image from, ig : art_dailydose)
Perkenalkan, nama gw Reza Putra Dinata. Anak tepian Jakarta. Kali ini gw akan bercerita tentang kehidupan gw yang penuh kesederhanaan ini menghadapi hal yang diluar nalar setelah apa yang gw bisa menjadi dibatasi. Gw sudah bercerita sedikit tentang keseharian gw saat kecil di cerita sebelumnya, silahkan lihat dulu jika tertarik.
Cerita ini akan menyesuaikan sudut pandang gw sebagai anak di usia yang sama saat gw mengalaminya, tapi untuk beberapa hal seperti deskripsi sesuatu mungkin menggunakan kosakata yang gw tau saat ini.
Spoiler for disclaimer:
Bersambung . . .
Spoiler for Child with Limiter:
Spoiler for Another part of me:
Diubah oleh frostgee 10-06-2020 10:13
nona212 dan 2 lainnya memberi reputasi
3
1.2K
15
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33.1KThread•55.3KAnggota
Tampilkan semua post
TS
frostgee
#8
#6. Explore (Part. 3)
Temen-temen yang lain masih ada di depan kelas itu, nggak ada rasa takut mereka, atau mendengar suara yang gw denger saat itu. Gw masih penasaran sama suara tadi, tapi kalau dipikir si penjaga sekolah sebelah itu juga emang sering tidur di ruang guru itu, tapi penjaga sekolah kan laki-laki, yang gw denger suara cewe. Gw mikir begini biar nggak takut aja, masa iya setan siang-siang gini.
10 menit kemudian temen-temen yang lain balik ke arah kami dengan muka kecewa.
"Ah orang nggak ada apa-apa juga, nggak ada yang aneh" kata naya
"Masa sih nay ? emang kalo ada, lo berani ?" Kata riyan
"Ya enggak lah, gw kabur. Hahaha" kata naya
"Eh, ke sekolah atas yuk!" Ajak dewi
"Widi, lo kan berani. Ayo ke atas!" Ajak naya ke widi
"Boleh, ayo! Siapa takut!" Kata widi sedikit sombong
Gw, riyan dan toni yang masih nggak percaya sama kejadian tadi juga ikut ke atas. Tangga menuju ke atas itu ada persis di sebelah kelas gw, jadi kalo lari ya gampang lah buat masuk ke dalam kelas.
Ada 5 kelas di bangunan kelas ini, setelah selesai anak tangga, ada ruang guru yang biasanya ada penjaga sekolah yang ngejagain di dalam.
"Duluan wid, Lo kan cowo berani" tantang dewi ke widi
"Iya iya, gw sekalian nyari pulpen sama tipe-x" kata widi
Kita masuk di kelas pertama, widi masuk dan diikuti naya, dewi terus beberapa temen lain sekitar lima orang, ditambah gw riyan dan toni.
"Kita nggak kebagian ini, kelas sebelah aja yuk!" Ajak riyan
Gw dan toni ngikutin riyan ke kalas sebelah, pas mau masuk ke kelas itu, ekor mata gw ngeliat ada anak cewe pakai seragam masuk ke kelas paling ujung.
"Siapa tuh ? Dewi ? Berani banget dia masuk sana sendirian" kata gw dalam hati
Kita bertiga ngeliatin satu satu kolong mejanya, berharap ada pulpen atau tipe-x yang ketinggalan. Lumayan lah pikir kita, dapet gratisan gini hehe (tapi bukan untuk ditiru ya).
"Lo dapet berapa yan ?" Tanya toni
"3 nih, satu satu kalo mau" kata riyan
Kemudian riyan ngasih pulpen ke toni dan gw. Kita ngeliatin seluruh kelas itu kosong, nggak ada apa-apa diatas meja. Kelasnya rapih.
Untuk penggambaran gedungnya, si widi ada di kelas A deket tangga, gw masuk di kelas B , nah cewe yang gw liat ada di kelas E.
"Kelas sebelah yuk!" Ajak toni
Gw bertiga langsung keluar dari kelas itu, pas kita keluar, temen lain yang ada di kelas A ini juga mau ke kelas C. Karena kita ngerasa udah dapet pulpen jadi yaudah lah bareng aja.
Gw mikir kok ada yang aneh, "ini si dewi dari sebelah, di ujung tadi siapa" kata gw dalam hati
"Dew, lo udah ke kelas ujung ?" Tanya gw memastikan
"Enggak, gw dari tadi ada di kelas A sama yang lain" kata dewi
Bersambung . . .
10 menit kemudian temen-temen yang lain balik ke arah kami dengan muka kecewa.
"Ah orang nggak ada apa-apa juga, nggak ada yang aneh" kata naya
"Masa sih nay ? emang kalo ada, lo berani ?" Kata riyan
"Ya enggak lah, gw kabur. Hahaha" kata naya
"Eh, ke sekolah atas yuk!" Ajak dewi
"Widi, lo kan berani. Ayo ke atas!" Ajak naya ke widi
"Boleh, ayo! Siapa takut!" Kata widi sedikit sombong
Gw, riyan dan toni yang masih nggak percaya sama kejadian tadi juga ikut ke atas. Tangga menuju ke atas itu ada persis di sebelah kelas gw, jadi kalo lari ya gampang lah buat masuk ke dalam kelas.
Ada 5 kelas di bangunan kelas ini, setelah selesai anak tangga, ada ruang guru yang biasanya ada penjaga sekolah yang ngejagain di dalam.
"Duluan wid, Lo kan cowo berani" tantang dewi ke widi
"Iya iya, gw sekalian nyari pulpen sama tipe-x" kata widi
Kita masuk di kelas pertama, widi masuk dan diikuti naya, dewi terus beberapa temen lain sekitar lima orang, ditambah gw riyan dan toni.
"Kita nggak kebagian ini, kelas sebelah aja yuk!" Ajak riyan
Gw dan toni ngikutin riyan ke kalas sebelah, pas mau masuk ke kelas itu, ekor mata gw ngeliat ada anak cewe pakai seragam masuk ke kelas paling ujung.
"Siapa tuh ? Dewi ? Berani banget dia masuk sana sendirian" kata gw dalam hati
Kita bertiga ngeliatin satu satu kolong mejanya, berharap ada pulpen atau tipe-x yang ketinggalan. Lumayan lah pikir kita, dapet gratisan gini hehe (tapi bukan untuk ditiru ya).
"Lo dapet berapa yan ?" Tanya toni
"3 nih, satu satu kalo mau" kata riyan
Kemudian riyan ngasih pulpen ke toni dan gw. Kita ngeliatin seluruh kelas itu kosong, nggak ada apa-apa diatas meja. Kelasnya rapih.
Untuk penggambaran gedungnya, si widi ada di kelas A deket tangga, gw masuk di kelas B , nah cewe yang gw liat ada di kelas E.
"Kelas sebelah yuk!" Ajak toni
Gw bertiga langsung keluar dari kelas itu, pas kita keluar, temen lain yang ada di kelas A ini juga mau ke kelas C. Karena kita ngerasa udah dapet pulpen jadi yaudah lah bareng aja.
Gw mikir kok ada yang aneh, "ini si dewi dari sebelah, di ujung tadi siapa" kata gw dalam hati
"Dew, lo udah ke kelas ujung ?" Tanya gw memastikan
"Enggak, gw dari tadi ada di kelas A sama yang lain" kata dewi
Bersambung . . .
tantinial26 memberi reputasi
1