Kaskus

Story

augiesiswoyoAvatar border
TS
augiesiswoyo
CYNTYA, ku ingin pergi
(part 1)


CYNTYA, ku ingin pergi


Aduh sial, dia memandangku. iya Cyntya adalah perempuan yang membuatku jatuh hati dikelas 10 ini. aku akui ini pandangan pertama, dan aku langsung jatuh hati.namun berkaca pada muka ku yang dibawah pas-pasan, mungkin aku hanya bisa menjadi seorang pemuja dari jauh saja. tapi makin hari perasaan ini tak mungkin bisa dibohongi lagi, ingin sekali aku mengutarakan perasaan  padanya, setelah beberapa kali berdekatan di waktu kerja kelompok di kelas, tingkahnya yang sedikit centil namun membuat laki-laki seolah gemas dengan tingkahnya. apalagi ketika bercanda dengan temannya dan hendaknya dia tertawa lepas, sungguh menyejukan hati. namun apa daya, ya aku hanya menonton dari agak jauh di bangku sebelahnya. kadang dirumah sempat aku berencana untuk membuat surat kepadanya, ya supaya dia bisa tahu saja bahwa aku punya rasa kepada nya. tapi beberapa kali aku akan menulis, beberapa kali pula aku mengurungkan niat itu. bukan apa-apa, tiap kali menulis surat itu dikamarku, seolah cermin di lemari ku berbisik, 

"hey, itu muka mau kau kemanakan?" tutur hatiku di cermin. 

namun, bila begini terus, malah menjadi dilema juga jadinya. ya sudah lah aku tunggu sampai tekadku bulat dulu beberapa hari ini, sambil menunggu ujian tengah smester ini berakhir minggu ini. beberapa hari berlalu, hari senin setelah minggu ujian kemarin. bel jam istirahat sekolah baru terdengar dan, seperti biasa, siswa-siswi berhamburan disana sini untuk beristirahat. tapi aku ngantuk sekali karena minggu malam kemarin kuhabiskan waktu untuk begadang main game di PC. ku kucek mata ini sambil berdiri dari bangku usang sekolah ku. kurapihkan rambut yang agak gondrong ini supaya tidak terlalu terlihat tidak mandi hari ini. Aku keluar dari kelas sambil merogoh saku celana, yang isinya hanya goceng atau limaribu perak saja. ya aku cuma dapat 10 ribu untuk ongkos dan jajan sekolah dari orangtua. aku putuskan untuk jajan di sudut kantin dimana makanannya agak murah. tapi disudut kantin ini ada satu penjual makanan baso tahu yang murah tapi menurutku mengalahkan jajanan mahal kantin tengah yang pasti diisi anak-anak orang kaya yang sekali jajan 35 ribu. aku memesan baso tahu itu di bangku triplek usang yang sedikit lembab karena tidak terkena matahari.

"dibungkus pake sambel ga a?" kata si ibu penjual baso tahu itu
"eh disini aja bu, kagok, bentar lagi juga masuk" jawabku sambil rebahan di meja makannya.
" oh, siap a, minum nya ambil sendiri ya di teko " sahut si ibu penjual baso tahu
"wah , iya..iya bu" aku kegirangan dapat minum gratis.

suasana agak bau lembab menyebabkan tempat ini tidak begitu jadi pilihan anak-anak untuk makan langsung disana. aku ambil gelas dan menuangkan air teh hangat itu sambil menunggu makananku datang. sambil melihat jam di ponsel N-gage ku, terlihat istirahat hanya 45 menit lagi. tapi lumayan lah melihat suasana sepi disini.

"ini a baso nya" si ibu baso tahu itu , sambil menghidangkan makanannya padaku.
"makasih bu" jawabku
"tumben a makan disini, kan kasian kotor" si ibu terlihat kasihan padaku
"ah ga kok bu, bersih gini dibolang kotor" sahut ku pada si ibu.
"aa lagi dimusuhin temen ya jadi ngumpet sini? si ibu menyahut.
"eh engga lah bu, mana ada dimusuhi" kata ku.
"lah terus tumben mau makan langsung disini?" si ibu penasaran
"emmmm, uangku cuma 5ribu lagi bu, hehe jadi kemari." jawabku ga punya malu.
"ouuh, kalo emang uang jajan kamu sedikit mah kesini aja, 3ribu juga ibu kasih kok, gausah beli 5 ribu." kata si ibu.
"wih masa bu, ah engga orang lain aja 5 ribu masa saya 3 ribu," aku curiga
"ga apa a, tapi aa nanti jadi langgan ibu disini nemenin ibu aja supaya istirahat ga terlalu sepi pembeli." jawabnya ibu.
"ohh, ii..iiya bu." aku heran sekaligus iba padanya.

kasihan juga si ibu baso tahu ini, tiap hari sepi pembeli karena tempatnya yang agak kumuh. tapi sumpah ini makanan enak sekali, entah karena aku lapar habis begadang semalam, entah memang ini enak. Dan aku pun melanjutkan chit-chat ku dengan si ibu penjual baso tahu, 5 menit kemudian hal tak terduga terjadi. ketika aku sedang nikmat nikmatnya makan, dan chit-chat, datang sosok yang tak diduga, ya, cyntya datang sendirian dengan wajah nya yang begitu berseri saat dipandang, aku hanya terpaku malu melihatnya. ternyata dia juga sedang ingin membeli makanan ini. 

"bu, baso tahu 5 ribu ya" cyntya memesan.

"oh baik neng" jawab si ibu

"eh, kamu, makan disini juga?" cyntya menyapa ku.

"emm..uhh iya he..." jawab ku kaku.

"ini neng" sahut si ibu dan memberikan satu bungkus baso tahu yang dibungkus plastik.

"eh, ibu saya boleh makan disini juga?"kata cyntya 

"oh, aduh neng kotor meja sama kursinya, takutnya ga nyaman nanti" si ibu keberatan

"ah ga apa kok, ini temen saya ga apa-apa juga kan." kata cyntya

"hemm.." aku menyela

"boleh kan makan barengan?" kata cyntya

"oh..emm iya" aku yang spontan tak percaya.

seketika kami pun larut berbincang di warung si ibu baso tahu tersebut. dalam pikirku ini kejadian langka yang mungkin tak akan terjadi lagi esok lusa. lantas aku makin menikmati berbincang, basa-basi dengan nya. ternyata cyntya ingi sekali makan disini namun teman temannya enggan untuk makan langsung disini, bahkan ada temannya yang tak ingin membeli karena alasan warung yang agak kumuh.

"untung tadi aku lihat kamu disini" kata cyntya kepadaku

"emm, memngnya ada perlu apa ya?" aku bingung seketika

"udah bebrapa lama aku ingin kesini tapi ga ada yang mau diajak" kata cyntya lagi

"ohh, gitu" aku bingung menjawabnya

"eh nanti kapan kapan kita makan bareng lagi ya kalo aku lagi pengen makan disini" ajak cyntya padaku

"oh iya" aku excited.

"waduh udah bel masuk kelas lagi, aku duluan ya"sahut cyntya

"oh iya" setelah itu aku terdiam lalu bergegas masuk kelas lagi

tak terasa istirahat selesai dan kami pun kembali melanjutkan belajar. seperti diberi angin surga, aku merasa harapanku besar saat itu pada cyntya. namun kenyataan berkata lain. beberapa minggu berlalu, nampaknya cyntya tak pernah lagi ingin makan di tempat si ibu baso tahu itu. dan aku setiap hari menunggunya setiap istirahat memakan makanan yang sama, berharap kejadian waktu lalu terulang. dan akhirnya hrapanku sirna. mungkin bukan saatnya, ini sudah hampir ke ujan akhir smester, tapi tidak ada pergerakan cyntya lagi sama sekali. dan aku pun kembali hanya jadi pemuja jarak jauh untuk cyntya. Dan aku kembali pada kehidupanku, beraktivitas sesibuk mungkin supaya tak terlalu memikirkan perasaan itu.setiap sabtu dan minggu ku isi dengan kegiatan eskul sekolah, yaitu bermain musik dan futsal di hari minggu nya. berharap aku bisa meredam perasaan kepada cyntya, eh malah kejadiannya terbalik. cyntya selalu hadir di eskul futsal, tapi bukan untuk ikutan melainkan menonton latihan atau pertandingan futsalnya. ada bebrapa senior kelas 11 dan 12 yang dekat dengannya, mungkin itu teman seperaulannya, atau bahkan ada diantara mereka yang cyntya suka, jadi pasti menarik perhatian cyntya setiap minggu untuk melihat eskul futsal. dan hari minggu ini dia ada di bangku penonton lapangan futsal. dengan beberapa teman wanita nya, dan laki-laki senior kelas yang nampaknya sedang bercanda juga dengan mereka. hari ini putusan seleksi line-up pertandingan futsal antar SMA untuk tim ku. aku selesai latihan-latihan kecil dengan teman-temanku, dan hendak istirahat minum. aku melewati cyntya dan teman-temannya yang sedang asik mengobrol. pada saat lewat aku tak sengaja mendengan mereka mengobrol.

"wah kalo aku suka sama yang jago main futsal, kelihatan lebih maskulin aja" pernyataan cyntya pada teman senior nya

"wah kode berat donk buat si aa yah" kata teman wanita nya sambil melirik senior kelas 12

aku pun melewati mereka dan tak lagi mendengar jelas perbincangan mereka. dan aku pun sedikit down, medengar hal itu.habis sudah kesempatan ku.

"anak-anak, tolong berkumpul, dan yang dipanggil bapak baris di samping bapak" pelatih menyuruh semua siswa eskul futsal.

kami pun berkumpul di samping lapangan dekat dengan cyntya di bangku luar lapangan.

"edi, dadang, sandi, gatot, firman, agus, hendra, bagus, iwan" dan namaku tak terdengar dipanggil

"oh satu lagi, Krisna" tambah pelatih, akupun ikut barisan

akhirnya namaku dipanggil, nama nama senior yang tadi menggoda cyntya tidak dipanggil satupun. aku pun kegirangan.

"nah yang berbaris ini kalian latihan lebih ibtes lagi, dan perbaiki cara bermain kalian ya, dan yang tidak dipanggi, kalian masuk line-up untuk kejuaraan futsal antar Sekolah nanti." sahut pelatih.

serketika tatapanku kosong, tak percaya mendengan pernyataan pelatih. dan aku pun menghela nafas sambil melirik ke arah cyntya. namun dia sedang asik beranda dengan senior senior itu. kesal rasanya melihat itu terjadi didepan mataku sendiri. dengan langkah berat aku pun meninggalkan lapangan untuk pulang. saat aku sedang membereskan sepatu dan tasku, aku sedikit melamun, dan berfikir daripada aku terus melihat cyntya dengan senior-senior itu di eskul futsal, lebih baik aku keluar saja dari eskul ini. tapi aturan sekolah melarang siswanya keluar eskul tanpa ada eskul penggantinya.sungguh jadi dilema, dan aku pun lekas pulang, tak ingin lamunanku terlalu terbawa jauh. aku pun pulang, dijalan pun aku malah melamunkan hal yang sama seperti tadi, tapi aku bingun memlilh eskul apa untuk pengganti futsal, sementara aku hanya tertari main bola dan main game. aku pulang seperti biasa, naik angkot di sore hari di hari minggu, melewati pasar kaget yang setiap hari minggu sore hingga malam begitu ramainya. dan pada saat sore itu macet sekali, dan sialnya macet didekat penjual vcd vcd musik dangdut koplo pinggir jalan di pasar kaget itu. aku agak stres sedang galau begini didengarkan koplo yang tak karuan.taksabar hatiku ingin segera pulang, padahal dengan jalan kaki pun hanya tinggal 15 menit jalan kaki lagi. aku pun turun dari angkot yang dari tadi tidak kunjung melaju. sambil jalan kaki, aku lihat di samping jalan banyak sekali penjual vcd bajakan disini. setelah berjalan beberapa menit, aku mendengan lagu yang lain dari tukang vcd bajakan lain, ternyata penjual ini menjual hanya lagu-lagu rock dari luar dan kebanyakan lagu-lagu lama. dari situ aku melihat aja vcd gitaris gitaris dunia, dan aku pun dapat ide dadakan, untuk eskul pengganti nya.

dan hari berlalu, minggu ini tidak ada latihan karena persiapan pertandingan hari selasa nanti. seperti biasa, cyntya masih saja ada, dan aku tak terlalu terpaku padanya, hari ini aku akan laporan pada pelatih bahwa aku ingin pindah eskul.

"oh, kenapa kamu ingin keluar dari futsal krisna? apa karena kamu tidak masuk line-up?" sahut pelatih setelah aku mengucapkan tujuanku

"saya pengen belajar main gitar pak di eskul musik" sahut ku

"ya sudah, kamu bawa form pindah eskul di meja bapak, bawa kesini" jawab pelatih

"baik pak " kata ku

akupun mengambil form itu di meja pelatih, dan tadi cyntya melihatku pada saat berbincang dengan pelatih, tatapan nya agak terlihat kecewa entah karena apa. setelah ku ambil aku bergegas kembali kepada pelatih.

"ini pak form nya" kata ku

"baik, nanti di kelas musik, kamu berikan form ini kepada pembina eskulnya supaya ditandatangan, nanti kasihkan lagi pada bapak disini." perintahnya padaku.

"baik pak" aku bergegas ke kelas musik.

dan akhirnya aku bisa terbebas dari beban perasaan ku, dengan keluar dari eskul itu, aku jalani juga eskul musik dengan belajar gitar dengan pembina dan sesama siswa eskul musik. nampaknya makin lama aku makin bisa untuk main gitar ini, rasanya mudah bila fokus dengan sesuatu yang kita nikmati, malah kepala sekolah memintaku untuk berperan dalam acara pensi setiap setelah ujian akhir sekolah semester genap. dan aku pun tidak menolaknya, karena kapan lagi aku jadi artis, hehe.. pikirku. aku sekarang sedang di ruangan kepala sekolah karena dipanggil untuk keperluan persiapan pensi.

"krisna, menurut laporan pembina eskul musik kamu mahir main gitar padahal baru beberapa bulan berlatih" tutur ibu kepala sekolah

"ah ga terlalu bu, asalkan musiknya familiar pasti saya bisa." jawabku

"ya sudah, jadi ibu mau kamu isi dua atau tiga lagu di pensi nanti, untuk jelasnya kamu bisa tanya ke pengurus pensi di osis dan pembinna eskul musik kamu" tutur kepala sekolah

"oh baik bu" jawabku 

beberapa hari berlalu, dan hari ini hari sabtu, kegiatanku disekolah hari ini hanya eskul musik nanti jam 10 pagi, dan ini masih pukul 8.30 pagi.aku teringat untuk menanyakan perihal acara pensi yang harus aku tanyakan ke osis.jadi aku bergegas ke ruangan osis untuk menemui pengurus pensi. aku sudah di ruangan osis, aku masih menunggu pengurus pensi yang sedangmembuat proposal diruangannya.

"oh, kris kamu udah dateng" sahut pengurus pensi

"iya kak" jawabku

"nanti di pensi kamu main dua lagu akustik ya, untuk judul bebas, terserah kamu dan penyanyi" kata pengurus osis

"oh yang nyanyi bukan saya kak?" tanya ku

"bukan lah, yang nyanyi nanti ada cewe, dari osis juga, mulai minggu depan kamu dijadwalin untuk fokus latihan bareng penyanyi kamu sampai pensi nanti, jadi jadwal eskul kamu ditunda, saya sudah uruskan semua" tutur pengurus pensi.

"oh baiklah kak, tapi ngomong-ngomong siapa yang nyanyi nya kak?" aku pun penasaran

"haha kamu pasti seneng deh, coba kamu ke studio mini di ruang eskul musik, disana ada penyanyi kamu nanti.sekalian kamu pilih lagu apa aja" katanya

"yah si kakak, bikin penasaran aja, ya udah saya ke ruangan musik sekarang, makasih kak" sahutku sambil pergi

"ok kris, good luck" sahut pengurus pensi.

aku pun pergi ke studio mini segera, dan sungguh tak disangka....tak ada siapa-siapa disini. mungkin teman duetku sedang keluar atau jajan dahulu, lima, sampai limabelas menit aku menunggu sambil memainkan gitar di studio mini, datang sesorang ke dalam studio.

"eh kris, kirain belum kesini" suara wanita ini familiar sekali

bagai kena gledek siang hari, tercengang aku melihat cyntya memegang not balok beberapa lagu . aku pun menjawab dengan tak karuan. tapi mungkin saja dia pengurus pensi juga, jadi dia pegang banyak not balok itu.

"kris coba pilih mana yang kamu bisa" tanya cyntya

"emm..mmm..." aku melihat beberapa kertas not balok tersebut

"susah susah ya lagu nya?kamuu ada yang bisa?" tanya cyntya

"aku semua bisa sih, tinggal diasah lagi aja" kataku karena familiar dengan beberapa lagu tersebut

"ihh, asik donk berarti tinggal aku aja donk yang pilih, tapi yang pertama aku pengen nyanyi banget lagu cinta jangan kau pergi dari sheila majid ya,pliiis" pinta nya.

aku menghela nafas, seraya tertunduk menandakan move on ku gagal lagi. untuk sebulan ini nampaknya perasaan ini pasti tarik ulur, entah sampai kapan aku sanggup menahan perasaan ini. harus berbuat apa lagi agar aku bisa lari darinya. karna makin hari aku makin sadar bahwa aku mencintai dia. seolah aku ingin berhenti sekolah saja, namun apadaya itu impossible. tapi ya sudahlah ku nikmati saja dilema perasaan ini beberapa waktu, toh aku dan cyntya memang seharusnya dekat karena kami sekelas. pasti setiap sekolah aku melihatnya. namun yang pling berat di hari sabtu karena itu waktunya aku berduaan dengannya. di hari sabtu setiap kami latihan tidak ada yang berani menggangu kami latihan sampai kami beres. dia memilih dua buah lagu yang unik, Sheila majid-cinta jangan kau pergi dan close to you dari carpenters. mungkin dia sedang kasmaran dengan salah satu senior kelas, jadi memilh lagu itu untuk ditampilkan nanti. kadang menjadikan aku malas untuk latihan bila mengingat ini. membantu cyntya untuk membuat sesorang jadi suka padanya. 

hari ini adalah sabtu terakhir sebelum pentas nanti hari kamis depan. cyntya sudah begitu mantap menyanyikan dua lagu itu, sampai-sampai aku terbawa suasana lagu itu tiap kali ia nyanyikan. di tengah latihan, datang pengurus pensi kek studio dan nampak membawa berita pada kami.

"kris kayaknya kamu bisa agak santai latihan lebih panjang lagi bareng tya" sahut pengurus pensi

"oh hari ini jam eskul di perpanjang ya kak?" sahut cyntya

"buka, tapi pensi di tunda bulan depan karena budget kita masih kurang banyak" kata pengurus

"wih asik donk aku bisa latihan lebih bagus lagi kan kris, yakan? cyntya kegirangan

"iya donk tya, semoga nanti kamu bisa maksimal yah pentas nya tya" kata pengurus

"pastinya donk kak" sahut cyntya

Aku pun hanya mengangguk dan tertunduk sambil tersenyum berat. membayangkan wajah berseri itu makin intens dengan ku setiap minggunya dan makin menyiksa batinku yang tak mampu mengutarakan perasaan ku padanya. makin hari cyntya makin akrab dengan ku, entahlah......





index sambungan :
  1. CYNTYA, ku ingin pergi (part 2)
  2. CYNTYA, ku ingin pergi (part 3)
  3. CYNTYA, ku ingin pergi (part 4)
  4. CYNTYA, ku ingin pergi (part 5,END)
Diubah oleh augiesiswoyo 24-05-2020 02:52
mufid119arzaqiAvatar border
arifbws208eAvatar border
nona212Avatar border
nona212 dan 35 lainnya memberi reputasi
36
2K
14
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.5KAnggota
Tampilkan semua post
augiesiswoyoAvatar border
TS
augiesiswoyo
#8
CYNTYA, ku ingin pergi (part 3)
kaskus-image

Penasaran sekali dengan pesan singkat yang dia kirim kemarin,kira kira apa yang membuatnya ingin bertemu dan mengobrol serius denganku. Ah entahlah, ku tak ingin terlalu memikirkannya toh selama ii tak ada yang sesuai dengan harapan yang aku pikirkan.

-------------------------------------------

Pagi hari di hari kamis, aku bergegas untuk sekolah seperti biasa, tidak lupa bahwa hari ini cyntya mengajakku untuk bicara, entah dimana, yang jelas itu semua dia yang tentukan. angkot bergerak agak lambat pagi ini, agak macet juga terlihat di jalanan. ku rogoh saku untuk melihat jam di ponsel, terlihat jam 6.31 pagi, masih ada harapan untuk tidak kesiangan pagi ini. sampai di sekolah pada pukul 7.04 pagi, rasanya segar sekali udara pagi ini. sekolah masih sepi, karena masuk sekolah pukul 8.00 pagi.kulihat hanya beberapa guru dan murid teladan yang sudah ada duluan di sini. Aku bergegas ke kelas, namun kosong sekali kelas ini. Dan harapanku, cyntya muncul sekarang sekedar menemani, namun apa daya tak ada sampai bel masuk berbunyi. cyntya kesiangan saat itu, dia baru datang pukul 8.30 pagi, entah apa yang membuatnya kesiangan, namun ya sudah lah, bukan ursanku pula. sesekali dia menatap padaku yang berada di belakang bangku nya. namun dia tak bicara. pikirku mungkin dia ingin berkata sesuatu namun kagok karena masih dalam suasana belajar.

-------------------------------------------

Bel istirahat berbunyi, ya seperti biasa saja, aku makan di tempat yang sama dan dengan suasana yang sama. tapi, bukannya cyntya ingin buat janji denganku hari ini, namun tak satu katapun dia utarakan tempat atau waktu hari ini. malah, aku tak melihatnya di kantin hari ini. mungkin dia sibuk, atau entahlah.aku tak tahu. ku akhiri istirahat dengan kebingungan, mungkin tak jadi hari ini, mungkin nanti dia sms lagi. aku pun melupkan janji itu. sudah hampir waktunya pulang. nampaknya hari ini pulang agak awal karena ada rapat organisasi dan guru. pikirku, hari ini akan ku habiskan dengan main game sepuasnya sampai malam, karena jumat hanya belajar ringan.bel pulang berbunyi. ku bereskan buku dan alat tulis di bangku dan meja sekolah. oh tak lupa aku melirik ke depan, untuk melihat keadaan cyntya. namun apa daya dia keburu pulang mungkin. ya sudah, ku lanjutkan untuk bergegas pulang. baru sampai di gerbang depan, aku agak kelaparan, untung ada uang sisa istirahat tadi pagi, aku pun jajan di depan gerbang sekolah. sungguh menggoda ini cakue, sedang lapar begini, ku ganjal dengan cakue hangat dengan saos encer yang sudah dicampur air, tak mengurangi rasa nikmat nya. baru saja ku rogoh kertas bungkusan cakue untuk mengambil gigitan kedua, cyntya mengagetkanku.

Spoiler for dialog:



cyntya mengaak aku masuk ke mobilnya, didalammya ada mang sukri, sopir pribadi ayahnya. cyntya menyuruh mang sukri untuk membawa kami ke bukit belakang sekolah. bukit ini berjarak sekitar 15 menit dari sekolah, tak terlalu jauh, tapi pemandangannya lumayan memanjakan mata. dan akhirnya kami pun sampai.

Spoiler for dialo:

nampak wajah cyntya begitu gugup dan seakan ingin mengatakan sesuatu padaku, tapi melihat raut wajahnya, itu buka memnandakan sesuatu hal yang positif. kaim pun mulai berbincang, diawali dengan basa basi dan makin kesini suasana obrolan kami makin serius.

Spoiler for dialog:

cyntya nampak menyeka matanya, sepertinya dia menangisi sesuatu yang aku kurang mengerti, dia terdiam beberapa saat, begitu pula aku yang ikut diam, aku bingung tentang keadaannya. apa aku melewatkan sesuatu darinya, atau aku yang kurang peka, atau bagaimana, eentahlah, aku tak tahu.


Spoiler for dialog:

akhirnya kami pun pulang dengan aku yang menyisakan perasaan campur aduk. sekilas sedih sekali melihatnya bertemu dengan yang di sukainya. tapi sekilas aku sekang sekali melihatnya bahagia dengan pilihannya. mungkin ini yang di namai cinta, akhir dari hari itu adalah terakhir pula aku mengenal nya. karena beberapa minggu setelahnya. aku  bahkan tak melihatnya sama sekali.

------------------------------------------- 

satu bulan kemudian, cyntya lulus dari ujian akselerasi kelas 11 dan 12, otomatis dia lulus dari sekolah menengah atas terlebih dahulu dari se angkatannya. Dia satu satunya siswi yang bisa melakukan hal itu di kota kami. bahkan menjadi bahan headline di beberapa surat kabar regional. dan dari sini, aku tak lagi mendengar kabar darinya. seolah hilang sudah bumbu bumbu manis romansa di masa SMA ku. aku pun mulai membiasakan diri lagi kembali menjadi pribadi yang utuh kembali. memang kurasa sedih sekali, namun life must goong ya kaaaan. kehidupanku disekolah lama lama kembali normal, dengan beberapa siswi yang dulu sering aku gombali di eskul musik kini kembali. mereka juga lumayan berarti bagiku. mereka seskali membawaku untuk melupakan kisah kisah sendu di sekolah ini. Lambat laun aku pun menjadi pribadi baru, kondisi baru membawa hal-hal unik lain dalam kisah ini. tapi setelah beberapa kejadian itu pun, aku masih tetap payah pada perempuan. tak ada yang mau jadi pacarku. beberapa kali ditolak membuatku malas untuk cari pacar di sekolah ini. bahkan sampai aku luluspun belum juga ada yang mau..hiks.,...hiks....

------------------------------------------- 

akhirnya aku lulus SMA, meninggalkan semua cerita-cerita remaja manis dan sendu didalamnya. aku lulus dengan nilai pas-pasan, dan orangtua ku padahal ingin menyekolahkanku di PTN di kotaku nampaknya agak sulit melihat nilaiku yang sedikit jeblok. tapi ibu ku memaksaku untuk ikut ujian PTN itu, dan karena itu pinta orangtuaku, maka ku turuti saja. selang beberapa waktu, aku ikuti semua ujian PTN itu. sampai dimana hasil tes akan diumumkan beberapa hari lagi, aku pesimis bisa masuk, karena saat ujian pun aku akui itu susah sekali. aku tak begitu excited pada hasilnya. bahkan pada saat hari H pengumuman di PTN tesebut, aku malah rebahan di kamarku.

Spoiler for dialog:


aku pun pergi ke kampus itu sekedar melihat nila nilaiku. setelah mandi dan memakai pakaian rapi, aku pun bergegas, pada saat disana, aku mencari papan pengumuman hasil tes. agak sesak disana, tapi akhirnya aku melihat namaku juga. aku hanya melihat nilai nialinya saja, tak ada keputusan lulus atau tidaknya. katanya sih hasil lulus dan tidaknya itu di kirim via POS ke rumah masing masing besok. tapi aku pesimis bisa lulus, karena nilai eksakta ku jeblok,ehehe. tak apa lah ke swasta pun sama saja. aku pun fotokan nilai-nilai tes ku pada ibu ku. lantas aku pulang. sesampainya di rumah , aku perlihatkan hasilnya pada ibu.

Spoiler for dialo:


esoknya aku tak berharap ada tukang pos datang, pasti hasilnya pun sudah ku tebak. ibu begitu giat melihat ke jendela siapa tahu tukang pos datang. 
masih pagi di hari sabtu, aku putuskan untuk olahraga dahulu di sekitaran pusat kota. sampai jam 11 pagi aku berolahraga, dan aku pun pulang ke rumah. dirumah tidak ada siapa siapa hanya ada adik ku yang SMP. katanya ibu sedang pergi ke bibi di gang sebelah. ku rebahkan diri di ruang tamu. melihat secarik kertas pos di meja tamu. itu hasil tes PTN ku dan seketika ku baca. heran kepalang heran, disana tercetak jelas kata LULUS, diakhiri dengan biodata ku. tapi alasan kelulusan nya agak aneh, disitu di beritakan, lulus dengan jalur prestasi ekstrakulikuler. aku pun bingung, tak lama kemudian ibu datang, dan beliau sudah mengetahui hal itu. dia menceritakan bahwa, ujian yang kemrin aku ikuti itu merangkap dengan ujian jalur prestasi. pantas saja ada tes wawancara tentang kegiatan eskul dan hasil eskul ku. jadi aku diterima masuk ke PTN tersebut karena aku punya prestasi regional di pentas musik dan pernah juara ajang musik se SMA se kota ku. itu kenapa aku bisa lulus, padahal aku hanya ikut main gitar di band cyntya dulu. tapi aku patut berterimakasih padanya akan hal itu. 
aku pun masuk di perguruan tinggi negri itu.

[font=Comic Sans MS]-------------------------------------------
  

aku masuk jurusan akuntansi, karena aku pikir, agak mudah menghitung uang daripada masuk jalur teknik. kali ini baru akam masuk ke orientasi sudi dan pengenalan kampus atau OSPEK. aku mengikutinya sekitar dua minggu. OSPEK sekarang tak begitu mencekam seperti waktu lalu, beberapa hari ini aku malah menikmati waktu OSPEK ini. sampai dimana kejadian mengesalkan terjadi, saat kami menyelesaikan OSPEK, dan siswa dipanggil untuk bisa pulang ke rumah. kata senior kampus, yang tidak dipanggil, akan diberi tugas tambahan karena berperan kurang aktif di minggu ospek kemarin.dan harus di asrama lagi 2 hari kedepan. di setiap barisan ada senior yang menyebutkan nama2 mahasiswa baru yang berhak pulang. dan tebak, aku tak beruntung karena harus menjalani 2 malam ekstra di asrama. tapi di tiap barisan umumnya yang dipanggil ada beberapa nama tapi kenapa di barisanku hanya aku saja. masa aku tidur sendiri di asrama itu, kan agak serem juga. aku pun memberanikan diri setelah acara selesai bertanya kepada senior mahasiswa.

Spoiler for dialog:




saat sedang merajuk senior-senior itu, keadaan jadi agak ribut karna beberapa yang menertawakan ku. seolah semua senang melihatku jadi satu satunya yang tak dapat teman sekamar di asrama nanti. aku pikir aku sedang dikerjai sekarang, makanya aku agak ribut minta ditemani yang lain. aku mengajak beberapa mahasiswa baru yang lain, namun tidak ada yang mau. tapi ada satu laki laki yang ketika aku ajak dia mau,
Spoiler for monolog:


{bersambung}



SAMBUNGAN PART 4
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.