Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

lembugantengAvatar border
TS
lembuganteng
Kamu Ekstrimis Introvert? Cek Lifehack Ini !

Gambar 1: Sholihun dan twitnya tentang introvert.

"Tidaaaak!!! "
"Gue introvert!"
"Gue ga bisa meng-handle tamu itu?!"
"Gue ga bisa jadi MC!"
"Gue ga bisa presentasi"
"GUE GA BISA ..."

Pernah ngalamin hal itu? Merasa kamu introvert sehingga kamu merasa kamu harus menghindari sosialisasi. Menghindari bertemu seseorang atau sekelompok orang. Memilih hanya diam meskipun kamu tahu bahwa seharusnya kamu berbicara.

Well, mungkin kamu termasuk seorang introvert yang ekstrim. Introvert ekstrim membuat kamu seakan-akan lemah di hadapan orang kecuali orang yang benar kamu percaya. Masalahnya adalah hidup menuntutmu untuk berhadapan dengan orang-orang baru. Jika kamu mengalah pada rasa introvert ekstrimmu pasti ini akan menjadi masalah.


Tapi tenang aja, gue punya lifehack agar hidup kamu (yang sebagai ekstrimis introvert) agar lebih sosialis :

1. Tatap Matanya atau Atas Matanya

Gambar 1 : Siapa dia?
Ada orang yang mengatakan bahwa "eye-contact" merupakan hal yang paling intim dari suatu komunikasi. Menatap mata lawan bicara juga dapat menambah kepecercayaan diri dan skil sosial. Namun, kalau kamu seorang ekstrimis introvert tentu sangat susah untukmu menuju ke "eye-contact". Jangankan, "eye-contact" menatap dadanya aja enggak berani. Namun demikian, kalau kamu tidak melawan rasa "malu"-mu kamu tidak bisa move-on.

Namun gue ada tips nih, kalau kamu tetap merasa malu untuk menatap matanya, coba kamu tatap dahinya. Dengan menatap mata/dahi seseorang tubuh kamu akan tegap dan bagi lawan bicaramu kamu akan dianggap konfiden atau percaya diri.

2. Buatlah Tantangan Sosial (Mulai Dari Bawah)!

Gambar 3 : Social Ladder. Create your own!

Hal yang paling menyebalkan menjadi ekstrimis introvert adalah merasa iri dengan teman-temanmu yang "ko gampang banget berbaur dengan banyak orang". Bagaimana dia bisa melakukan itu, padahal aku saja enggak bisa.

Eits, itulah kenapa Anda tetap stuck di mana Anda berada. Karena Anda iri...

Coba Anda bergerak ...

Mulai dari sekarang, cobalah untuk,


speak up ..
curhat ..
diskusi ..
belajar bersama ..
ngerjain tugas bareng ..

Mulailah lingkaran sosial Anda dari yang mulai kecil dulu ..
kenalan sama tetangga kos misalnya.
Udah kenal belum ? Gimana mau OK-OCE kalau kenalan sama tetanggamu aja enggak mau ...
Kalau sudah ke sosial kost, perbesar lingkaran sosialmu. Ikutlah organisasi atau kepanitian. Forum-forum ...

Terus ..., kalau sudah join jangan diem. It's OK untuk diam agar kamu bisa mengamati dinamika sosial yang ada dan agar bisa masuk di dalamnya. But, kamu harus speak up pada waktu tertentu ga boleh diam. Namun demikian, kamu harus tau kontrol diri. Meskipun kamu sudah mendapatkan posisi (sudah bisa speak-up misalnya) pastikan kamu jangan over-confident. Pastikan teman yang lain memiliki waktu berbicara ...

Kalau sudah sukses di lingkaran sosial level organisasi, forum-forum, komunitas-komunitas sekarang waktunya terjun ke lingkaran masyarakat sosial.

Kamu engga bisa hidup sendiri tanpa memperhatikan adat-istiadat/kebiasaan tetangga-tetanggamu. Try, untuk membaur dengan mereka. Gimana-gimana merekalah yang akan membantumu jika ada masalah. Apa lagi di musim pandemi gini.

Kalau ada kerja bakti, usahakan ikut. Bukan sok apa, tapi paling enggak mereka tahu kamu ada (they recognize you) dan kamu tahu dan merasa mereka itu juga ada (you recognize them).


Dengan begitu, sifat ekstrimis introvertmu akan mengalah pada jiwa sosialismu yang kamu latih sedemikian rupa. Good luck!

3. Bawa Sesuatu Ketika Kamu Bicara.

Gambar 4 : Just bring it!

Ini pribadi aku sih, ga tau kenapa aku kalau ngomong itu lebih suka bawa sesuatu gitu. Entah itu gelas, kunci motor, handphone dlsb.

Karena kalau enggak gitu, tangan aku mesti ke saku. Dan, berbicara pada saat seperti itu pasti dikira sombong.

Kan enggak enak, kalau kita mencoba untuk membuka lingkaran sosial tapi udah divonis "sombong".

Hmm, kira-kira ini aja tips dari aku. Semangat pagi yaaa!!!

Source : ASLI PIKIRAN SENDIRI.
Diubah oleh lembuganteng 21-05-2020 03:43
apollion
grinti.anget
nona212
nona212 dan 2 lainnya memberi reputasi
3
1.2K
10
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
The LoungeKASKUS Official
923.1KThread83.5KAnggota
Tampilkan semua post
grinti.angetAvatar border
grinti.anget
#3
gw udah coba tes berapa kali di website ,
ya gw emang ga mampu pergi ke psikiater jadi cuma bisa bgituan jawab pilihan beberapa soal dan hasilnya mayoritas introvert

cuman ada yg mnarik ada hasil dimana gw kalau di publik itu introvert tapi kalau skala kecil itu ekstrovert bisa keluarga atau teman dekat
pernah kan punya tmn yg males bersosialisasi atau introvert?tapi kalau udah sama sobatnya ga tau malu. nah mungkin gw seperti itu

tapi gw pun ingin belajar jadi ekstrovert di publik, ngobrol sama orang dgn mudahnya, untunglah beberapa pekerjaan terakhir gw berada di pelayanan publik yg berhubungan dengan langsung customer, positifnya gw jadi semakin banyak ide untuk skedar berinteraksi dengan orang yg baru di kenal maupun orang asing tentunya ga jadi freak juga sok sok kenal, hanya beberapa yg menurut gw cukup menarik perhatian aja dan itu pun berdampak positif bagi kehidupan dan cara berkomunikasi

ane stuju nomor 1 memandang matanya and its work , kita lebih dihargai
dan selama bekerja banyak customer menanyakan hal2 dan kadang ga tau malu tapi disitu gw malah belajar satu hal, dampak bertanya ke orang ga di kenal itu ga buruk2 amat kok, karena biasanya introvert ga mau bertanya karena takut lawan bicaranya tidak setuju dan menjatuhkan dirinya,


saran ane sih cobalah beberapa pekerjaan yg mengharuskan berinteraksi dengan orang lain
awalnya kaku , bingung , ga tau mau ngomong apa dan cenderung merasa cape , tapi coba dulu dan liat hasilnya
lembuganteng
lembuganteng memberi reputasi
1
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.