Kaskus

Story

tamazakiAvatar border
TS
tamazaki
[CERITA MISTERI] DISINI ADA HANTU - KANTOR BERHANTU (HORROR BASED ON TRUE EVENT)
Hai agan-agan, pecinta cerita misteri, horror, hal-hal berbau gaib dan mistis, ane bikin cerita ini bukan ikut-ikutan trend yang sedang marak, orang cerita soal kejadian mistis yang dialaminya disebuah gedung kantor, sebetulnya cerita ini sudah sejak lama tersimpan rapi dalam ketikan Ms. Word di harddisk laptop ane.

Ane nggak jamin cerita horror yang ane sajikan ini akan lebih serem dibandingin cerita horror manapun, tapi intinya berbagi rasa takut itu memang menyenangkan, setidaknya bukan lu seorang diri yang ngerasa takut berada digedung kantor ini. Ane bekerja dikantor ini udah kurang lebih 5 tahun dan udah pindah gedung kantor 2 kali, cerita horror yang ane share disini bukan hanya pengalaman ane doang tapi juga pengalaman temen-temen kantor ane yang lain.

Ane bukan orang yang dikaruniai kemampuan melihat hal-hal gaib dan mistis, tapi ane percaya mereka ada disekitar kita, ngawasin kita dan sewaktu-waktu ada kesempatan mereka akan muncul dan menampakkan wujudnya, dan disaat itu siap atau nggak kita kudu berhadapan dengan mereka.

Quote:


Quote:


SELAMAT MENIKMATI..
.


Diubah oleh tamazaki 20-05-2020 17:17
nona212Avatar border
a.rizzkyAvatar border
edamAvatar border
edam dan 16 lainnya memberi reputasi
17
164.1K
296
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.6KAnggota
Tampilkan semua post
tamazakiAvatar border
TS
tamazaki
#287
Gara-gara Mati Lampu (3)
Deru nafas kami terengah-engah sambil berlari melewati lorong ruangan kantor berbentuk L itu. Cahaya dari senter yang kami genggam menyorot tak beraturan ke segala arah, seiring ayunan tangan ketika kami berlari. Ruangan lobby kantor terlihat, dan ane menahan Bass dan Asep untuk berhenti sejenak, ane pikir lokasi saat ini sudah cukup aman jaraknya dari ruang jenset sialan itu.

“Stop… stop… stop…!” Sergap ane sambil mengatur nafas
“Kenapa malah stop ayo cari bantuan” Bass menyela
“Kita ke pos security dengan tenang, supaya yang lain nggak ikutan panik” jelas ane

Langkah kaki kami menuju pos security di bagian depan sudah mulai santai dan normal, walau pundak kami masih naik turun mengatur nafas tak bisa kami sembunyikan

“Pak.. Pak.. temenin yuk” Ajak Bass kepada Yanto, security senior yang berjaga malam itu bersama 2 rekannya di pos security depan
“Temenin kemana Mas?” Tanya Pak Yanto penasaran
“Ke ruang jenset”

Ketiga orang security itu langsung saling tatap, sepertinya mata mereka berbicara suatu hal yang bisa ane pahami segera. Ditengah keheningan malam itu, tiba-tiba Udin salah satu security yang berjaga malam itu menarik ane berbicara berbisik ke suatu sudut pos security itu.

“Mas Tama, ini lampu kagak nyala-nyala sih?” Udin panik
“Ya Mang Udin, kita mau nyalain jenset supaya nyala dulu listriknya sembari Asep, Bass dan mungkin beberapa teknisi PLN ngebetulin travonya” Jelas Ane, berusaha tenang.
“Oh jadi udah manggil orang PLN?”
“Udah Mang, tapi masih dijalan katanya, bentar lagi ada kargo masuk kan? Yuk temenin nyalain jenset biar nggak gelap-gelap amat gitu” Pinta Ane
“Duh jadi masih lama ini orang PLN nya dateng?”
“Emang kenapa sih?”
“Duh Mas Tama kan tau, dari pos security ini mandang lurus kesono, serem bener kalo gelap, kita bertiga dari tadi mandang kesono noh, dibawah pohon gede noh, Duh serem bener dah”
Jelas Udin sambil menunjuk ke arah jalan lurus yang letaknya lurus sejajar dengan pos security, jalan yang gelap dengan banyak pohon besar tumbuh dibalik tembok beton yang sengaja dipasang sebagai pembatas area kantor dengan danau.

“Ahh ngelantur aja lu pada” Ane ga percaya
“Woy Udin, buruan itu ditemenin Mas-masnya ke ruang jenset” Teriak Pak Yanto, komandan security malam itu membuyarkan obrolan kami berdua.
“Siap ndan” Teriak Udin sok berani, padahal nyalinya udah ciut, sebab sejak selepas Maghrib terus ditampaki makhluk tak kasat mata di pohon besar yang nampak jelas dari pos security.

Akhirnya Ane, Bass, Asep dan Udin sang security masuk ke dalam menuju ruang jenset. Mau tidak mau kami melewati pohon besar yang dimaksud Udin sebelum masuk ke area lobby kantor. Terlihat Udin berjalan menunduk seperti tak mau melihat ke pohon itu.
Ane iseng mencuri pandang dari ujung mata, memandang dahan agak ke atas bagian pohon besar itu.
Alangkah kagetnya ane dengan apa yang ane lihat.

Jrrreeennnnggggg…..

kaskus-image

Dua makhluk menyerupai wanita dengan pakaian putih, rambut panjang menjuntai tak beraturan berada di dahan pohon itu, satu duduk dan satu seperti melayang tak jauh disebelahnya. Ane tak tahan memandang itu sesegera mungkin ane alihkan pandangan ane dan mempercepat langkah kaki ane, sampai ane nggak sadar kalau ane setengah berlari melewati pohon itu.

Melihat ane berjalan agak cepat, Udin refleks mengikuti langkah kaki ane hingga berjalan disamping ane

“Lihat kan?” Bisik Udin lirih
“Asem!”


Malem ini kenapa sih? Batin ane.

Senter menyorot ke pintu ruang jenset yang kini tertutup. Entah siapa yang menutupnya?

“Mang Udin buka pintunya dong” Ledek Ane
“Duh ilah, gelap bener sih, senterin gw napa” pinta Udin segera, walau ane tahu dia juga penakut.
“Lama deh Mas Udin nih” segera Bass berjalan mendahului membuka pintu ruang jenset, memberanikan diri sambil mulutnya komat-kamit membaca doa, entah doa apa.

“Bismillah”

Jadi posisinya Bass tepat didepan pintu ruang jenset berusaha membuka pintu dan selang 2 meter dari pintu, Ane, Udin dan Asep berdiri bertiga berjajar. Bersiap dengan segala kemungkinan terburuk akan apa yang akan kami lihat.

“Alhamdulillah” Bass membuka pintu dan tersenyum ke arah ane, berusaha berkomunikasi lewat mata seolah-olah ingin berkata “dia udah nggak ada”

Dengan senyuman puas, Bass berusaha mencari tools dari ambalan kayu dan berusaha menyalakan mesin jenset yang masih sulit menyala itu. Sedangkan Ane, Udin dan Asep masih berdiri diluar bertiga berjajar di tempat semula dengan lemasnya kaki kami tanpa sepatah katapun keluar dari mulut kami.

Semua terdiam.

Ane menutup mulut agar ane tidak berteriak dan panik, sedangkan Udin dan Asep terus menunduk berusaha tenang, walau kami tidak berkata-kata kami paham benar dengan apa yang kami lihat.

“Woy, ngapa malah pada diem diluar, sini bantuin. Makannya baca doa dulu tapi harusnya” Tiba-tiba kepala Bass menyembul dari balik pintu terheran-heran melihat kami bertiga masih di luar ruangan.

Kami masih terdiam menahan lemas dan takut, ingin sekali ane berteriak ke arah Bass

“dia ada tepat diatas lu Bass”

kaskus-image

to be continued
Reagle
sulkhan1981
johny251976
johny251976 dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.