Kaskus

Story

cicimasniAvatar border
TS
cicimasni
Bab 63 : Kejutan
Bab 63 : Kejutan

🌸🌸🌸

Varo menatap Lily yang hanya menyunggingkan senyum.

Varo sebenarnya agak kaget ketika Lily memintanya bangun dan mengajaknya keluar rumah saat jam sudah menunjukkan pukul 11 malam.

Mereka sekarang berada di tengah-tengah sungai Han. Naik kapal pesiar super mewah dan bernuansa super romantis.

Wow sekali.

"Ngomong-ngomong, aku pakai kartu kredit ku sendiri loh, hahaha."

Setelah tertawa seperti itu Lily langsung memijit kepalanya. "Jangan harap aku melakukan hal seperti ini lagi. Aku nggak kuat melihat tabunganku terkuras dalam satu malam. Hidup sebagai sosialita yang suka menghamburkan uang memang tidak cocok untuk ku."

Varo menatap ke sekeliling kapal, tak ada satupun orang di sana kecuali dirinya dan Lily.

Seolah tau arti dari tatapan Varo, Lily langsung menjelaskan. "Aku cuma sewa sampai besok pagi. Yang mengemudikan kapal adalah salah satu bodyguard nya Taek Won dan kapal ini juga miliknya."

"Dia tadinya mau meminjamkan secara gratis, tapi aku merasa tidak enak, karena kita sedang dalam proses menitipkan anak kita pada mereka dan akan terus merepotkan mereka, jadi aku menyewa kapal ini dengan harga yang benar-benar sangat fantastis."

"Anak-anak ku titipkan pada mereka dan aku juga sudah minta izin kalau akan meminjam papa mereka selama satu malam. Mereka tidak keberatan."

Lily lalu menunjuk ke arah meja. Di sana sudah terhidang beberapa cake strawberry.

"Dulu.....aku pernah berjanji padamu akan selalu membuatkan cake strawberry, ma'af baru bisa memenuhinya sekarang."

Lily menundukkan kepalanya sedikit malu menatap Varo. "Aku tidak punya hadiah, sampai sekarang....aku tidak yakin apa yang benar-benar kamu suka dan aku minta ma'af untuk itu."

"Tapi.....

"Kamu....bisa melakukan apa saja pada ku malam ini."

"...."

"...."

Varo menyunggingkan senyumnya."Aku tidak akan mati malam ini kan?!."

"Maksudnya???."

"Aku ingat kalau besok itu hari ulang tahun pernikahan kita. Aku nggak pernah berharap atau memimpikan kamu untuk...melakukan hal semacam ini." Jelas Varo

Jadi???

"Kamu yang biasanya pelit berubah jadi super royal. Kamu bahkan...menghadiahkan dirimu sendiri padaku, hohohoho. Ada apa dengan perubahan sikap mu ini??, Jangan membuat hatiku terlalu senang Lily sayang."

Minta di pukul ya?!.

Varo akhirnya mendekati Lily lalu menggenggam tangan gadis itu. "Kamu...sudah melihat foto-foto dan video di galeri ku. Apakah itu...membuat mu terharu??."

"....." Lily menatap Varo dengan tatapan heran. Bagaimana pria itu bisa tau, padahal ia dan si kembar berjanji untuk merahasiakan kunjungan mereka ke rumah Varo.

Varo mencium kening Lily. "Aku memasang CCTV di setiap sudut rumah, juga memasang alat penyadap dan ada bodyguard yang ku sewa untuk menjaga rumah. Mereka mengatakan padaku kalau kalian berkunjung ke rumah."

"...."

"CCTV nya terhubung ke ponsel milik ku dan tentu saja aku melihat dan mendengar semua percakapan kalian. Tapi kamu tenang aja, aku akan ikut andil tutup mulut dengan rahasia yang sengaja kalian sembunyikan dariku. Aku...akan pura-pura tidak tau."

"...."

"Tapi aku juga terharu kamu melakukan hal romantis seperti ini. Dulu-dulu....kamu jarang sekali melakukannya."

Varo melihat jam yang sudah hampir menunjukkan pukul 12 malam. mengajak Lily untuk duduk lalu merayakan ulang tahun pernikahan mereka.

"Aku udah ngundang bunda dan adik-adik kamu buat tinggal sementara di rumah. Karena kita akan berada di Korea selama seminggu, jadi pesta kecil-kecilannya ditunda sampai kita pulang. Kita ngerayain di sini aja dulu sama Arion."

"Aaa...." Varo meminta Lily memakan cake sementara pria itu menyuapinya.

"....."Lily bersyukur karena tak ada yang melihat kelakuan Varo, atau kalau tidak ia akan malu setengah mati.

Mengingat Arion yang akan tinggal jauh dari mereka Lily kembali merasa sedih. "Tentang Rion....aku ingin kita setidaknya dalam sebulan harus mengunjunginya minimal 4 kali."

Varo menolak ide itu. "Kita akan mengunjunginya setiap hari sabtu dan minggu. Anak-anak mungkin tidak bisa ikut dengan alasan kesehatan mereka. Tapi Rion sendiri yang meminta seperti itu. Dia mau aku dan kamu mengunjunginya setidaknya dua kali dalam seminggu."

"Benarkah??."

Varo mengangguk. "Dia bilang, kita mungkin nggak akan tahan dan akhirnya memutuskan tinggal bersamanya di Korea, jadi dia sudah membuat perjanjian awal seperti itu. Anak itu...aku tidak tau dia dapat memikirkan hal seperti itu lebih dulu dari kita. Itu seperti dia mengatakan kalau kita tidak boleh terlalu menempel padanya. Aku bahkan tidak bisa menolak idenya itu. Dia...tersenyum sambil memohon padaku dan membuat ku mengangguk setuju."

"Dia berbisik padaku, kalau ada Yong Ji yang menjaganya selama kita tidak ada. Kita hanya harus fokus menjaga adik-adiknya karena mereka jauh lebih nakal dari Arion. Dan lagi...dia tidak mau melihat ku terus-terusan beradu mulut dengan calon mertua laki-laki nya. Cih!!!."

"...."

Mau tidak mau, Lily mengakui pendapat Arion yang satu itu. Kalian memang terlalu sering ribut.

Selesai makan malam dengan cake yang hanya di makan 2 potong oleh Lily dan sisanya dihabiskan oleh Varo. Lily sengaja tidak menyinggung persoal diet ketat pria itu agar Varo tidak menurunkan semangat makannya.

Mereka duduk di beranda kapal sambil menikmati keindahan malam sungai Han.

Aku...punya permintaan." Ucap Lily memecah kesunyian malam.

Varo yang duduk sambil memeluknya dari belakang bertanya dan mengatakan kalau ia pasti akan mengabulkan apapun keinginan Lily.

"Aku tau umur ku sudah tidak muda lagi. Dan...mungkin kita harus rajin cek kesehatan ke Rumah Sakit. Tapi....aku tetap menginginkan hal itu sekarang."

"Aku....ingin kita punya anak lagi, dan kali ini aku berharap bisa benar-benar merawat anak kita berdua dari bayi seperti kita merawat Arion."

Lily tersenyum. "Aku merindukan masa-masa ketika tangan mungil menggapai tangan ku, juga dengkuran pelan dan kehangatan bayi di pelukan ku. Juga...aku ingin melihat mu, bukan dari rekaman video, tapi melihat dengan mata ku sendiri seorang Varo yang begitu telaten mengganti popok anak kita."

Varo terdiam, ia menggenggam jemari Lily dengan erat.

"Aku tau kamu sangat hati-hati beberapa bulan ini, aku tau kamu takut kalau aku sampai hamil lagi. Aku juga tau ketakutan mu akan aku yang kembali koma. Tapi....aku benar-benar....

"Aku juga selalu berharap bisa melakukan hal itu berdua dengan mu." Varo tiba-tiba menyela perkataan Lily.

"Setiap saat ketika aku berubah jadi babysitter dan merawat si kembar, aku selalu berharap ada kamu di samping ku, dan membantuku merawat mereka. Aku selalu membayangkan hal itu dulu."

"Tapi begitu kamu sadar dari koma, harapan ku berubah. Aku tidak mau kamu berada di Rumah Sakit lagi, aku berjanji akan membuatmu tetap sehat dan tidak akan melepas pandangan ku dari mu. Aku tidak mau kehilangan mu, tidak lagi."

Lily menghela nafas dalam. Ia memang sudah pesimis kalau permohonannya kali ini tidak akan di kabulkan Varo.

Varo mencium jemari Lily. "Tapi....aku tidak keberatan mengabulkan keinginanmu itu. Asal kamu janji kamu tidak akan tertidur panjang lagi, janji akan menjaga dirimu dan anak kita baik-baik, janji akan menuruti apapun yang aku....

"Aku janji." Lily mencuri ciuman di pipi kanan Varo. Lalu tersenyum malu. "Aku janji akan menjaga diri ku dan calon adik Arion dan si kembar."

Varo memeluk Lily erat. Menarik nafas dalam dan kembali menikmati aroma tubuh istrinya itu. "Jangan mengeluh ketika aku melakukannya, karena mungkin aku tidak akan berhenti sampai pagi."

"......"

Varo tersenyum lalu mencium pipi Lily. Setau ku kamar di kapal ini kedap suara. Jadi.....Ayo kita bahas di kamar saja, hahahaha."

"......" Entah kenapa begitu Varo membawa Lily ke kamar, langkahnya terhenti. Apa...aku harus berpikir ulang tentang hal ini??.

"Aku mandi dulu ya, siapkan dirimu."

Karena Varo sudah lebih dulu masuk kamar mandi, Lily menarik nafas dalam dan pergi menuju toilet. Setidaknya ia juga harus menyiapkan diri. Untungnya Lily sudah mandi. Tapi....

"Kamu.....kenapa??." Tanya Varo heran, ketika melihat Lily duduk di atas tempat tidur.

"Ma'af aku....lupa kalau aku sedang datang bulan."

"....."

Varo mengumpat dalam hati. Sial!!!!. Kenapa harus sekarang?!.

🌸🌸🌸

Bab selanjutnya :

https://www.kaskus.co.id/show_post/5...972e7a822437aa
Diubah oleh cicimasni 08-05-2020 04:56
jiyanqAvatar border
pearllyAvatar border
ZieYoAvatar border
ZieYo dan 3 lainnya memberi reputasi
4
657
0
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.2KAnggota
Tampilkan semua post
cicimasniAvatar border
TS
cicimasni
#1
Bab 63 : Kejutan
Bab 63 : Kejutan

🌸🌸🌸

Varo menatap Lily yang hanya menyunggingkan senyum.

Varo sebenarnya agak kaget ketika Lily memintanya bangun dan mengajaknya keluar rumah saat jam sudah menunjukkan pukul 11 malam.

Mereka sekarang berada di tengah-tengah sungai Han. Naik kapal pesiar super mewah dan bernuansa super romantis.

Wow sekali.

"Ngomong-ngomong, aku pakai kartu kredit ku sendiri loh, hahaha."

Setelah tertawa seperti itu Lily langsung memijit kepalanya. "Jangan harap aku melakukan hal seperti ini lagi. Aku nggak kuat melihat tabunganku terkuras dalam satu malam. Hidup sebagai sosialita yang suka menghamburkan uang memang tidak cocok untuk ku."

Varo menatap ke sekeliling kapal, tak ada satupun orang di sana kecuali dirinya dan Lily.

Seolah tau arti dari tatapan Varo, Lily langsung menjelaskan. "Aku cuma sewa sampai besok pagi. Yang mengemudikan kapal adalah salah satu bodyguard nya Taek Won dan kapal ini juga miliknya."

"Dia tadinya mau meminjamkan secara gratis, tapi aku merasa tidak enak, karena kita sedang dalam proses menitipkan anak kita pada mereka dan akan terus merepotkan mereka, jadi aku menyewa kapal ini dengan harga yang benar-benar sangat fantastis."

"Anak-anak ku titipkan pada mereka dan aku juga sudah minta izin kalau akan meminjam papa mereka selama satu malam. Mereka tidak keberatan."

Lily lalu menunjuk ke arah meja. Di sana sudah terhidang beberapa cake strawberry.

"Dulu.....aku pernah berjanji padamu akan selalu membuatkan cake strawberry, ma'af baru bisa memenuhinya sekarang."

Lily menundukkan kepalanya sedikit malu menatap Varo. "Aku tidak punya hadiah, sampai sekarang....aku tidak yakin apa yang benar-benar kamu suka dan aku minta ma'af untuk itu."

"Tapi.....

"Kamu....bisa melakukan apa saja pada ku malam ini."

"...."

"...."

Varo menyunggingkan senyumnya."Aku tidak akan mati malam ini kan?!."

"Maksudnya???."

"Aku ingat kalau besok itu hari ulang tahun pernikahan kita. Aku nggak pernah berharap atau memimpikan kamu untuk...melakukan hal semacam ini." Jelas Varo

Jadi???

"Kamu yang biasanya pelit berubah jadi super royal. Kamu bahkan...menghadiahkan dirimu sendiri padaku, hohohoho. Ada apa dengan perubahan sikap mu ini??, Jangan membuat hatiku terlalu senang Lily sayang."

Minta di pukul ya?!.

Varo akhirnya mendekati Lily lalu menggenggam tangan gadis itu. "Kamu...sudah melihat foto-foto dan video di galeri ku. Apakah itu...membuat mu terharu??."

"....." Lily menatap Varo dengan tatapan heran. Bagaimana pria itu bisa tau, padahal ia dan si kembar berjanji untuk merahasiakan kunjungan mereka ke rumah Varo.

Varo mencium kening Lily. "Aku memasang CCTV di setiap sudut rumah, juga memasang alat penyadap dan ada bodyguard yang ku sewa untuk menjaga rumah. Mereka mengatakan padaku kalau kalian berkunjung ke rumah."

"...."

"CCTV nya terhubung ke ponsel milik ku dan tentu saja aku melihat dan mendengar semua percakapan kalian. Tapi kamu tenang aja, aku akan ikut andil tutup mulut dengan rahasia yang sengaja kalian sembunyikan dariku. Aku...akan pura-pura tidak tau."

"...."

"Tapi aku juga terharu kamu melakukan hal romantis seperti ini. Dulu-dulu....kamu jarang sekali melakukannya."

Varo melihat jam yang sudah hampir menunjukkan pukul 12 malam. mengajak Lily untuk duduk lalu merayakan ulang tahun pernikahan mereka.

"Aku udah ngundang bunda dan adik-adik kamu buat tinggal sementara di rumah. Karena kita akan berada di Korea selama seminggu, jadi pesta kecil-kecilannya ditunda sampai kita pulang. Kita ngerayain di sini aja dulu sama Arion."

"Aaa...." Varo meminta Lily memakan cake sementara pria itu menyuapinya.

"....."Lily bersyukur karena tak ada yang melihat kelakuan Varo, atau kalau tidak ia akan malu setengah mati.

Mengingat Arion yang akan tinggal jauh dari mereka Lily kembali merasa sedih. "Tentang Rion....aku ingin kita setidaknya dalam sebulan harus mengunjunginya minimal 4 kali."

Varo menolak ide itu. "Kita akan mengunjunginya setiap hari sabtu dan minggu. Anak-anak mungkin tidak bisa ikut dengan alasan kesehatan mereka. Tapi Rion sendiri yang meminta seperti itu. Dia mau aku dan kamu mengunjunginya setidaknya dua kali dalam seminggu."

"Benarkah??."

Varo mengangguk. "Dia bilang, kita mungkin nggak akan tahan dan akhirnya memutuskan tinggal bersamanya di Korea, jadi dia sudah membuat perjanjian awal seperti itu. Anak itu...aku tidak tau dia dapat memikirkan hal seperti itu lebih dulu dari kita. Itu seperti dia mengatakan kalau kita tidak boleh terlalu menempel padanya. Aku bahkan tidak bisa menolak idenya itu. Dia...tersenyum sambil memohon padaku dan membuat ku mengangguk setuju."

"Dia berbisik padaku, kalau ada Yong Ji yang menjaganya selama kita tidak ada. Kita hanya harus fokus menjaga adik-adiknya karena mereka jauh lebih nakal dari Arion. Dan lagi...dia tidak mau melihat ku terus-terusan beradu mulut dengan calon mertua laki-laki nya. Cih!!!."

"...."

Mau tidak mau, Lily mengakui pendapat Arion yang satu itu. Kalian memang terlalu sering ribut.

Selesai makan malam dengan cake yang hanya di makan 2 potong oleh Lily dan sisanya dihabiskan oleh Varo. Lily sengaja tidak menyinggung persoal diet ketat pria itu agar Varo tidak menurunkan semangat makannya.

Mereka duduk di beranda kapal sambil menikmati keindahan malam sungai Han.

Aku...punya permintaan." Ucap Lily memecah kesunyian malam.

Varo yang duduk sambil memeluknya dari belakang bertanya dan mengatakan kalau ia pasti akan mengabulkan apapun keinginan Lily.

"Aku tau umur ku sudah tidak muda lagi. Dan...mungkin kita harus rajin cek kesehatan ke Rumah Sakit. Tapi....aku tetap menginginkan hal itu sekarang."

"Aku....ingin kita punya anak lagi, dan kali ini aku berharap bisa benar-benar merawat anak kita berdua dari bayi seperti kita merawat Arion."

Lily tersenyum. "Aku merindukan masa-masa ketika tangan mungil menggapai tangan ku, juga dengkuran pelan dan kehangatan bayi di pelukan ku. Juga...aku ingin melihat mu, bukan dari rekaman video, tapi melihat dengan mata ku sendiri seorang Varo yang begitu telaten mengganti popok anak kita."

Varo terdiam, ia menggenggam jemari Lily dengan erat.

"Aku tau kamu sangat hati-hati beberapa bulan ini, aku tau kamu takut kalau aku sampai hamil lagi. Aku juga tau ketakutan mu akan aku yang kembali koma. Tapi....aku benar-benar....

"Aku juga selalu berharap bisa melakukan hal itu berdua dengan mu." Varo tiba-tiba menyela perkataan Lily.

"Setiap saat ketika aku berubah jadi babysitter dan merawat si kembar, aku selalu berharap ada kamu di samping ku, dan membantuku merawat mereka. Aku selalu membayangkan hal itu dulu."

"Tapi begitu kamu sadar dari koma, harapan ku berubah. Aku tidak mau kamu berada di Rumah Sakit lagi, aku berjanji akan membuatmu tetap sehat dan tidak akan melepas pandangan ku dari mu. Aku tidak mau kehilangan mu, tidak lagi."

Lily menghela nafas dalam. Ia memang sudah pesimis kalau permohonannya kali ini tidak akan di kabulkan Varo.

Varo mencium jemari Lily. "Tapi....aku tidak keberatan mengabulkan keinginanmu itu. Asal kamu janji kamu tidak akan tertidur panjang lagi, janji akan menjaga dirimu dan anak kita baik-baik, janji akan menuruti apapun yang aku....

"Aku janji." Lily mencuri ciuman di pipi kanan Varo. Lalu tersenyum malu. "Aku janji akan menjaga diri ku dan calon adik Arion dan si kembar."

Varo memeluk Lily erat. Menarik nafas dalam dan kembali menikmati aroma tubuh istrinya itu. "Jangan mengeluh ketika aku melakukannya, karena mungkin aku tidak akan berhenti sampai pagi."

"......"

Varo tersenyum lalu mencium pipi Lily. Setau ku kamar di kapal ini kedap suara. Jadi.....Ayo kita bahas di kamar saja, hahahaha."

"......" Entah kenapa begitu Varo membawa Lily ke kamar, langkahnya terhenti. Apa...aku harus berpikir ulang tentang hal ini??.

"Aku mandi dulu ya, siapkan dirimu."

Karena Varo sudah lebih dulu masuk kamar mandi, Lily menarik nafas dalam dan pergi menuju toilet. Setidaknya ia juga harus menyiapkan diri. Untungnya Lily sudah mandi. Tapi....

"Kamu.....kenapa??." Tanya Varo heran, ketika melihat Lily duduk di atas tempat tidur.

"Ma'af aku....lupa kalau aku sedang datang bulan."

"....."

Varo mengumpat dalam hati. Sial!!!!. Kenapa harus sekarang?!.

🌸🌸🌸

Bab selanjutnya :

https://www.kaskus.co.id/show_post/5...972e7a822437aa
Diubah oleh cicimasni 08-05-2020 04:56
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.