Kaskus

Story

book12345Avatar border
TS
book12345
A Failure [Based on True Story]
Quote:


Hi semua, 9 Tahun adalah waktu yang terlalu lama untuk menyelesaikan cerita 34 part ini. Saya juga sadar, sudah tidak ada yang baca cerita ini di SFTH, karena terlalu tua emoticon-Big Grin . Alasan kenapa butuh waktu yang terlalu lama untuk menyelesaikan cerita ini adalah karena cerita yang saya tulis disini, dimulai di hari yang sama setelah ending cerita ini (part 33) - untuk mengobati rasa sakit berlebih yang saya rasakan waktu itu.

Namun seiring berjalannya waktu, semakin menyakitkan untuk melanjutkan cerita ini. Itu kenapa saya berhenti menulis di tahun 2013, melanjutkan di 2014 , berhenti lagi. melanjutkan lagi di 2020, berhenti lagi. dan saya selesaikan seluruhnya hari ini di bulan Mei 2022.

Kenapa baru sekarang? Karena saya baru sadar bahwa memori saya tentang Risty mulai hilang secara perlahan.Keluarga saya punya keturunan genetik Alzheimer, dan saya mulai takut untuk kehilangan memori yang berharga ini. Saya bahkan tidak bisa ingat satu pun event yang saya tulis di tahun 2013, padahal saya yakin seluruh cerita ini adalah true story, dan ini terbukti dari foto2 lama yang saya simpan. (bahkan saya merasa tulisan saya di 2013 super cringe dari pelafalan, tata bahasa , hingga alur cerita yang ngalor ngidul emoticon-Big Grin )

Saya cuma berharap, suatu saat nanti thread ini bisa menjadi diary yang bisa saya baca ketika memori tentang Risty sudah hilang dari kalbu - Yan.


Introduction


Quote:


Index:
Quote:



Hanya sebuah diary yang saya harap bisa saya baca ketika memori tentang dia sudah hilang dari kalbu


Diubah oleh book12345 14-05-2022 02:53
anasabilaAvatar border
Arsana277Avatar border
Arsana277 dan anasabila memberi reputasi
2
17.1K
130
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
book12345Avatar border
TS
book12345
#115
Part 24
Maret 2013

Ulang Tahun Risty semakin mendekat, ditengah kegalauan gue akan hubungan kita yang tidak kunjung jelas. Sementara itu kelihatannya Alvin semakin dekat dengan Risty, dan gue memilih untuk tidak melihat hal tersebut. ditengah kegalauan tersebut, gue menelepon seorang yang paling tahu tentang Risty lebih dari semua orang di dunia ini : Riri. tapi ada satu masalah, gue gak pernah bilang ke Riri soal perasaan gue terhadap Risty. Selama ini kita bertiga dekat, tapi lebih kaya saudara sendiri. (baca; friendzoned)

Gue : "Ri... jadi gini, sebenernya gue pengen ngomong sesuatu..."
Riri: "Apaaan?"
Gue: "Ini tentang Risty."
Riri : "FINALLY, akhirnya lu mau ngomong ke gue kalau lu sebenernya suka sama Risty kan?"

*hening*

Gue: "HAH TAU DARI MANA?"
Riri: "Lu pikir kita baru temenan kemaren sore? gue tau dari dulu, dari cara lu ngeliat Risty, dari betapa care-nya lu sama dia. "
Gue: "So... menurut lu gimana?"
Riri: "Gini ya Yan. Risty itu bukan seseorang yang gampang suka sama orang lain, dia bisa tiba-tiba menghilang dari hiduplu kalau menurut dia lu nggak penting buat dia. Sekarang ini lu itu seorang yang penting buat dia. Saudara, teman bicara, rekan. Lu mau menghancurkan itu semua?

Gue: "Gue ga bisa membohongi perasaan gue Ri. Selama bertahun-tahun gue nyimpen perasaan ini, dan gue tau gue gabisa sama dia, makannya gue selalu mencari yang lain. tapi selalu kembali lagi ke dia. gue harus apa Ri?

Riri:"....... ya gue gak akan ngelarang lu, tapi jangan bilang gue ga pernah memperingati ya. Dan lu tau sendiri lawan lu banyak, dan salah satunya Alvin.

Gue:" iya. gue ga akan berusaha memenangkan Risty, biarpun gue cuma bisa lihat dia dari kejauhan, gue mau dia bahagia. Tapi gue nelepon lu bukan karena itu, gue cuma mau konsultasi, karena gue mau ngasih kado buat Risty."

Riri: " Oh ya.. ulang tahunnya bentar lagi"

Gue: "Menurut lu apa yang dia suka belakangan ini?"

Riri:" apa yang dia suka? dia suka mobil, rumah, penghasilan tetap."

Gue:" EH ANJIR MAKSUDNYA GA GITU JUGA KALI"

Riri:" Hahaha iya iya, gue pernah denger dia bilang kalo dia ga suka dikasih kado barang, menurut dia itu nggak personal banget. Coba aja lu bikin sesuatu? apa gitu yang personal buat dia tapi juga menonjolkan kelebihan lu?"


Omongan Riri membekas di kepala gue. Waktu tinggal sedikit, sudah H-7, gue melihat stand canvas dan palet yang sudah lama tidak gue sentuh. Iya, gue melukis dari dulu. tapi itu sudah lama gue tinggalkan. Mungkin ini waktunya untuk gue mengambil lagi kuas gue. Hanya satu objek yang terbayang di kepala untuk gue lukis : "Bunga Lavender" . Bunga favorit Risty.

Gue bergegas pergi ke toko peralatan lukis, mengambil sebuah kanvas berukuran kecil, sekitar 40 x 40 cm dan satu set cat poster, dan langsung pulang ke rumah untuk memulai lukisan gue. Pelan-pelan mulai gue sketsa, menuangkan cat pada kanvas. Setiap pulang sekolah gue kerjakan hingga larut malam, sampai akhirnya selesai. Lukisan seikat bunga lavender yang diletakkan didalam sebuah vas, berdiri tegak diatas sebuah meja kayu dengan latar dinding berwarna gading. gue tersenyum, dan gue bungkus lukisan tersebut dengan kertas koran yang kemudian gue balut dengan pita satin berwarna ungu diatasnya.

"I hope she'll like it. "

kata gue pada diri sendiri.

Arsana277
Arsana277 memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.