- Beranda
- Stories from the Heart
Bab 39 : Ngidam
...
TS
cicimasni
Bab 39 : Ngidam
Bab 39 : Ngidam
🌸🌸🌸
Kalau yang ngidam itu istri, pasti sudah biasa. Nah, kalau yang ngidam suami??. Itulah yang terjadi sekarang. Seorang Azri Alvaro ngidam jadi suami super sehat dan juga ngidam makan makanan yang harus ada buah strawberry nya.
Lily biasanya hanya suka makan makanan pedas, puding pun mesti ada saus cabe diatasnya. Varo lah yang terus memaksa gadis itu untuk mengkonsumsi buah dan sayur. Dan gadis itu juga benci minum susu, bahkan mencium baunya pun ia tak suka.
Varo lain lagi. Pria pemakan segala itu sekarang suka sekali mengkonsumsi buah dan sayur, ia malah mual jika memakan daging.
Menu favorit yang harus ada di sarapan paginya yaitu salad sayur dengan saus strawberry, makan siangnya salad buah strawberry dan makan malamnya jus strawberry.
Pria itu juga tergila-gila pergi nge-gym.
Alhasil semakin hari, badan pria itu semakin membentuk dan kulitnya semakin mulus. Menyebalkan sekali.
"Wow, ngidam kamu keren yah."Sindir wanita itu melihat Varo yang baru menghabiskan 2 mangkuk besar salad sayur.
"Kamu juga." Varo menunjuk pudding mangga dengan saus sambal di depan Lily.
"......."
Varo mengelus perut istrinya yang sudah terlihat kian membesar. Sekarang usia kehamilan Lily sudah menginjak 7 bulan dan Varo makin giat mengajaknya USG, makan makanan sehat dan juga shopping.
"Kita baru USG 2 hari yang lalu." Lily menolak ajakan Varo. "Takutnya bahaya kalau terlalu sering, kamu kok ngajak USG 2 hari sekali. Dan biaya USG juga nggak murah. kamu buat apa sih ngoleksi foto USG gitu??."
"Buat kenang-kenangan lah!. Kapan lagi punya foto beginian, foto seperti ini nggak bisa di ulang. Yah, setidaknya aku harus nunggu 3-4 tahun lagi, baru bisa koleksi lagi."
"....."Yang ini bahkan belum lahir pak!!!. Kamu bahkan udah mikirin sampai kesitu.
"Oke, kalau gitu...ayo kita shopping!."
"......" Lagi???
Varo menjelaskan. "Anak kita kan 2 laki-laki 1 perempuan, berarti...
"Kita baru aja belanja kemarin. Kamu bahkan udah beli baju sampai mereka usia 5 tahun. Sekarang kamu mau belanja apa lagi??, Toko mana lagi yang mau kamu borong?."
Varo tersenyum. "Bajunya Rion aku beli sampai usianya 10 tahun dan kamu nggak protes."
Itu karena aku nggak tau kamu membelinya.
Lily menolak. "Nggak deh, aku capek, kakiku masih pegel, aku juga malu sering banget ke toilet."
Varo cemberut. "Tapi kamu mesti banyak gerak kan!!, Kata dokter kalau kamu malas, nanti susah ngelahirinnya."
"Pak...aku kan bakal sesar, nggak ngelahirin lewat bawah."
Varo masih cemberut. "Oke kalau gitu kamu temenin aku ke pasar aja. Stok sayuran ku di kulkas udah abis."
"Nggak mungkin!!. Pagi tadi kan kita baru aja ke pasar. Stok sayur dan strawberry kamu bahkan menuhin lemari sayuran kita. Dan pasar itu ramai, pengap. Aku nggak tahan lama-lama di sana."
Varo meraih tangan Lily. Masih mencoba membujuknya. "Aku pengen jalan, bosan di rumah, bosan juga nggak kerja. Kita pergi jalan keliling taman, terus jemput Arion dan si kembar terus...ke tempat aku biasa nge-gym, terus....baru pulang, gimana??."
"......" Sepertinya suaminya itu lupa kalau Arion baru aja berangkat ke TK 15 menit yang lalu.
🌺🌺
Lily akhirnya menuruti keinginan Varo. Tapi mereka baru berangkat dari rumah pukul 11 pagi. Mereka keliling di taman bermain dekat TK dan Varo banyak menceritakan pengalamannya menjaga kakaknya dulu waktu kakaknya sedang hamil.
"Kakak ku dulu ngidamnya juga aneh. Dia ngidam segala sesuatu yang ada hubungannya sama strawberry, pokoknya makanan dan minumannya harus ada buah strawberry nya. Kamarnya juga di penuhi pernak pernik strawberry, sampai-sampai aku membenci buah itu. Aku hampir berpikir kalau anak kakakku itu perempuan, lantaran kakak ku tidak mau memberitahukan jenis kelamin anaknya.
Aku bahkan sudah menyiapkan hadiah kejutan, aku membeli kebun strawberry di Korea. Tapi akhirnya malah terbengkalai. Tapi akhir-akhir ini aku malah sangat menyukai strawberry. Aku jadi mengerti perasaan kakak ku itu. Strawberry emang buah paling enak."
Lily melirik penampilan Varo dan juga penampilannya sendiri. "Yah...Kita juga mirip strawberry."
Varo tersenyum senang, sambil menggenggam tangan istrinya, ia sesekali mencium tangan Lily, membuat wanita itu agak malu. Mereka memakai baju dan topi couple bermotif strawberry, bahkan sandal yang mereka pakai pun ada gambar strawberry nya.
Banyak mata yang menatap mereka dengan pandangan aneh, iri, bahkan mungkin jengkel. Dan sepertinya hanya Lily yang menyadari tatapan mereka itu.
Pamer kemesraan kayak gini di depan umum kena denda nggak ya?
"Mama....papa..." Arion memanggil kedua orang tuanya. Di belakang si kecil itu ada si kembar Ciel, Azriel dan Luciel yang mengikutinya.
Varo tentu saja langsung memeluk anak imutnya itu dan menanyakan tentang sekolahnya. Sementara si kembar mendekati Lily dan mengelus perut besarnya.
Mereka pergi makan di cafetaria milik Lily. Seseorang dengan sengaja memesan menu yang tidak disediakan di sana, apa lagi kalau bukan salad strawberry.
Sementara si kembar setelah makan, memutuskan menjaga adik mereka yang sudah bisa merangkak, di lantai 4 cafetaria. Varo, Lily dan Arion pergi ke tempat Varo biasa nge-gym.
Pemandangan iri kembali terlihat tak kala Arion dengan Riang duduk di atas Varo yang sedang push up. Si kecil itu mendapat tugas berhitung sampai 50. Lily duduk di samping mereka ikut menyemangati.
"Rion mau olahraga juga. Biar nanti badan Rion kayak Papa. Nanti Rion bisa jagain adek." Si kecil itu dengan semangat mengikuti Varo berlari-lari kecil setelah push up.
Lily baru saja kembali dari kamar kecil ketika melihat Varo menjadi sasaran tatapan para wanita yang berada di sana.
Wow....pemandangan macam apa ini??. Apa dia pikir dia sedang syuting film?
Varo entah sejak kapan sudah melepas bajunya dan menunjukkan body-nya yang jelas sangat menarik perhatian banyak wanita dan mungkin juga pria.
Ada yang diam-diam mengambil foto, ada yang dengan sengaja lewat di depan pria itu. Bahkan ada yang sengaja mendekati suami dan anaknya.
Seorang gadis berpakaian agak terbuka, mendekati Arion dan mengajaknya bicara, tapi si kecil itu tidak peduli sama sekali.
Sedangkan Varo, tentu saja suaminya patut diacungi jempol. Dia mengabaikan semua orang.
"Mama~"Arion memanggil Lily ketika melihatnya, Varo juga ikut menoleh. Wajah yang tadinya dingin itu sekarang tersenyum cerah.
"Aku lapar lagi. Ayo makan setelah ini. Aku udah searching, ada cafetaria yang baru buka tidak jauh dari tempat ini dan temanya strawberry, ayo kita ke sana." Setelah mencium pipinya dengan sengaja, pria itu dan anaknya segera berlari menuju kamar mandi yang ada di gym itu.
"......."
Lily ditinggalkan bersama tatapan cemburu dari setiap sudut ruangan.
🌸🌸🌸
Bab selanjutnya :
https://www.kaskus.co.id/show_post/5...7f935cd96b112c
🌸🌸🌸
Kalau yang ngidam itu istri, pasti sudah biasa. Nah, kalau yang ngidam suami??. Itulah yang terjadi sekarang. Seorang Azri Alvaro ngidam jadi suami super sehat dan juga ngidam makan makanan yang harus ada buah strawberry nya.
Lily biasanya hanya suka makan makanan pedas, puding pun mesti ada saus cabe diatasnya. Varo lah yang terus memaksa gadis itu untuk mengkonsumsi buah dan sayur. Dan gadis itu juga benci minum susu, bahkan mencium baunya pun ia tak suka.
Varo lain lagi. Pria pemakan segala itu sekarang suka sekali mengkonsumsi buah dan sayur, ia malah mual jika memakan daging.
Menu favorit yang harus ada di sarapan paginya yaitu salad sayur dengan saus strawberry, makan siangnya salad buah strawberry dan makan malamnya jus strawberry.
Pria itu juga tergila-gila pergi nge-gym.
Alhasil semakin hari, badan pria itu semakin membentuk dan kulitnya semakin mulus. Menyebalkan sekali.
"Wow, ngidam kamu keren yah."Sindir wanita itu melihat Varo yang baru menghabiskan 2 mangkuk besar salad sayur.
"Kamu juga." Varo menunjuk pudding mangga dengan saus sambal di depan Lily.
"......."
Varo mengelus perut istrinya yang sudah terlihat kian membesar. Sekarang usia kehamilan Lily sudah menginjak 7 bulan dan Varo makin giat mengajaknya USG, makan makanan sehat dan juga shopping.
"Kita baru USG 2 hari yang lalu." Lily menolak ajakan Varo. "Takutnya bahaya kalau terlalu sering, kamu kok ngajak USG 2 hari sekali. Dan biaya USG juga nggak murah. kamu buat apa sih ngoleksi foto USG gitu??."
"Buat kenang-kenangan lah!. Kapan lagi punya foto beginian, foto seperti ini nggak bisa di ulang. Yah, setidaknya aku harus nunggu 3-4 tahun lagi, baru bisa koleksi lagi."
"....."Yang ini bahkan belum lahir pak!!!. Kamu bahkan udah mikirin sampai kesitu.
"Oke, kalau gitu...ayo kita shopping!."
"......" Lagi???
Varo menjelaskan. "Anak kita kan 2 laki-laki 1 perempuan, berarti...
"Kita baru aja belanja kemarin. Kamu bahkan udah beli baju sampai mereka usia 5 tahun. Sekarang kamu mau belanja apa lagi??, Toko mana lagi yang mau kamu borong?."
Varo tersenyum. "Bajunya Rion aku beli sampai usianya 10 tahun dan kamu nggak protes."
Itu karena aku nggak tau kamu membelinya.
Lily menolak. "Nggak deh, aku capek, kakiku masih pegel, aku juga malu sering banget ke toilet."
Varo cemberut. "Tapi kamu mesti banyak gerak kan!!, Kata dokter kalau kamu malas, nanti susah ngelahirinnya."
"Pak...aku kan bakal sesar, nggak ngelahirin lewat bawah."
Varo masih cemberut. "Oke kalau gitu kamu temenin aku ke pasar aja. Stok sayuran ku di kulkas udah abis."
"Nggak mungkin!!. Pagi tadi kan kita baru aja ke pasar. Stok sayur dan strawberry kamu bahkan menuhin lemari sayuran kita. Dan pasar itu ramai, pengap. Aku nggak tahan lama-lama di sana."
Varo meraih tangan Lily. Masih mencoba membujuknya. "Aku pengen jalan, bosan di rumah, bosan juga nggak kerja. Kita pergi jalan keliling taman, terus jemput Arion dan si kembar terus...ke tempat aku biasa nge-gym, terus....baru pulang, gimana??."
"......" Sepertinya suaminya itu lupa kalau Arion baru aja berangkat ke TK 15 menit yang lalu.
🌺🌺
Lily akhirnya menuruti keinginan Varo. Tapi mereka baru berangkat dari rumah pukul 11 pagi. Mereka keliling di taman bermain dekat TK dan Varo banyak menceritakan pengalamannya menjaga kakaknya dulu waktu kakaknya sedang hamil.
"Kakak ku dulu ngidamnya juga aneh. Dia ngidam segala sesuatu yang ada hubungannya sama strawberry, pokoknya makanan dan minumannya harus ada buah strawberry nya. Kamarnya juga di penuhi pernak pernik strawberry, sampai-sampai aku membenci buah itu. Aku hampir berpikir kalau anak kakakku itu perempuan, lantaran kakak ku tidak mau memberitahukan jenis kelamin anaknya.
Aku bahkan sudah menyiapkan hadiah kejutan, aku membeli kebun strawberry di Korea. Tapi akhirnya malah terbengkalai. Tapi akhir-akhir ini aku malah sangat menyukai strawberry. Aku jadi mengerti perasaan kakak ku itu. Strawberry emang buah paling enak."
Lily melirik penampilan Varo dan juga penampilannya sendiri. "Yah...Kita juga mirip strawberry."
Varo tersenyum senang, sambil menggenggam tangan istrinya, ia sesekali mencium tangan Lily, membuat wanita itu agak malu. Mereka memakai baju dan topi couple bermotif strawberry, bahkan sandal yang mereka pakai pun ada gambar strawberry nya.
Banyak mata yang menatap mereka dengan pandangan aneh, iri, bahkan mungkin jengkel. Dan sepertinya hanya Lily yang menyadari tatapan mereka itu.
Pamer kemesraan kayak gini di depan umum kena denda nggak ya?
"Mama....papa..." Arion memanggil kedua orang tuanya. Di belakang si kecil itu ada si kembar Ciel, Azriel dan Luciel yang mengikutinya.
Varo tentu saja langsung memeluk anak imutnya itu dan menanyakan tentang sekolahnya. Sementara si kembar mendekati Lily dan mengelus perut besarnya.
Mereka pergi makan di cafetaria milik Lily. Seseorang dengan sengaja memesan menu yang tidak disediakan di sana, apa lagi kalau bukan salad strawberry.
Sementara si kembar setelah makan, memutuskan menjaga adik mereka yang sudah bisa merangkak, di lantai 4 cafetaria. Varo, Lily dan Arion pergi ke tempat Varo biasa nge-gym.
Pemandangan iri kembali terlihat tak kala Arion dengan Riang duduk di atas Varo yang sedang push up. Si kecil itu mendapat tugas berhitung sampai 50. Lily duduk di samping mereka ikut menyemangati.
"Rion mau olahraga juga. Biar nanti badan Rion kayak Papa. Nanti Rion bisa jagain adek." Si kecil itu dengan semangat mengikuti Varo berlari-lari kecil setelah push up.
Lily baru saja kembali dari kamar kecil ketika melihat Varo menjadi sasaran tatapan para wanita yang berada di sana.
Wow....pemandangan macam apa ini??. Apa dia pikir dia sedang syuting film?
Varo entah sejak kapan sudah melepas bajunya dan menunjukkan body-nya yang jelas sangat menarik perhatian banyak wanita dan mungkin juga pria.
Ada yang diam-diam mengambil foto, ada yang dengan sengaja lewat di depan pria itu. Bahkan ada yang sengaja mendekati suami dan anaknya.
Seorang gadis berpakaian agak terbuka, mendekati Arion dan mengajaknya bicara, tapi si kecil itu tidak peduli sama sekali.
Sedangkan Varo, tentu saja suaminya patut diacungi jempol. Dia mengabaikan semua orang.
"Mama~"Arion memanggil Lily ketika melihatnya, Varo juga ikut menoleh. Wajah yang tadinya dingin itu sekarang tersenyum cerah.
"Aku lapar lagi. Ayo makan setelah ini. Aku udah searching, ada cafetaria yang baru buka tidak jauh dari tempat ini dan temanya strawberry, ayo kita ke sana." Setelah mencium pipinya dengan sengaja, pria itu dan anaknya segera berlari menuju kamar mandi yang ada di gym itu.
"......."
Lily ditinggalkan bersama tatapan cemburu dari setiap sudut ruangan.
🌸🌸🌸
Bab selanjutnya :
https://www.kaskus.co.id/show_post/5...7f935cd96b112c
Diubah oleh cicimasni 23-04-2020 20:45
jiyanq dan 7 lainnya memberi reputasi
8
881
0
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
cicimasni
#1
Bab 39 : Ngidam
Bab 39 : Ngidam
🌸🌸🌸
Kalau yang ngidam itu istri, pasti sudah biasa. Nah, kalau yang ngidam suami??. Itulah yang terjadi sekarang. Seorang Azri Alvaro ngidam jadi suami super sehat dan juga ngidam makan makanan yang harus ada buah strawberry nya.
Lily biasanya hanya suka makan makanan pedas, puding pun mesti ada saus cabe diatasnya. Varo lah yang terus memaksa gadis itu untuk mengkonsumsi buah dan sayur. Dan gadis itu juga benci minum susu, bahkan mencium baunya pun ia tak suka.
Varo lain lagi. Pria pemakan segala itu sekarang suka sekali mengkonsumsi buah dan sayur, ia malah mual jika memakan daging.
Menu favorit yang harus ada di sarapan paginya yaitu salad sayur dengan saus strawberry, makan siangnya salad buah strawberry dan makan malamnya jus strawberry.
Pria itu juga tergila-gila pergi nge-gym.
Alhasil semakin hari, badan pria itu semakin membentuk dan kulitnya semakin mulus. Menyebalkan sekali.
"Wow, ngidam kamu keren yah."Sindir wanita itu melihat Varo yang baru menghabiskan 2 mangkuk besar salad sayur.
"Kamu juga." Varo menunjuk pudding mangga dengan saus sambal di depan Lily.
"......."
Varo mengelus perut istrinya yang sudah terlihat kian membesar. Sekarang usia kehamilan Lily sudah menginjak 7 bulan dan Varo makin giat mengajaknya USG, makan makanan sehat dan juga shopping.
"Kita baru USG 2 hari yang lalu." Lily menolak ajakan Varo. "Takutnya bahaya kalau terlalu sering, kamu kok ngajak USG 2 hari sekali. Dan biaya USG juga nggak murah. kamu buat apa sih ngoleksi foto USG gitu??."
"Buat kenang-kenangan lah!. Kapan lagi punya foto beginian, foto seperti ini nggak bisa di ulang. Yah, setidaknya aku harus nunggu 3-4 tahun lagi, baru bisa koleksi lagi."
"....."Yang ini bahkan belum lahir pak!!!. Kamu bahkan udah mikirin sampai kesitu.
"Oke, kalau gitu...ayo kita shopping!."
"......" Lagi???
Varo menjelaskan. "Anak kita kan 2 laki-laki 1 perempuan, berarti...
"Kita baru aja belanja kemarin. Kamu bahkan udah beli baju sampai mereka usia 5 tahun. Sekarang kamu mau belanja apa lagi??, Toko mana lagi yang mau kamu borong?."
Varo tersenyum. "Bajunya Rion aku beli sampai usianya 10 tahun dan kamu nggak protes."
Itu karena aku nggak tau kamu membelinya.
Lily menolak. "Nggak deh, aku capek, kakiku masih pegel, aku juga malu sering banget ke toilet."
Varo cemberut. "Tapi kamu mesti banyak gerak kan!!, Kata dokter kalau kamu malas, nanti susah ngelahirinnya."
"Pak...aku kan bakal sesar, nggak ngelahirin lewat bawah."
Varo masih cemberut. "Oke kalau gitu kamu temenin aku ke pasar aja. Stok sayuran ku di kulkas udah abis."
"Nggak mungkin!!. Pagi tadi kan kita baru aja ke pasar. Stok sayur dan strawberry kamu bahkan menuhin lemari sayuran kita. Dan pasar itu ramai, pengap. Aku nggak tahan lama-lama di sana."
Varo meraih tangan Lily. Masih mencoba membujuknya. "Aku pengen jalan, bosan di rumah, bosan juga nggak kerja. Kita pergi jalan keliling taman, terus jemput Arion dan si kembar terus...ke tempat aku biasa nge-gym, terus....baru pulang, gimana??."
"......" Sepertinya suaminya itu lupa kalau Arion baru aja berangkat ke TK 15 menit yang lalu.
🌺🌺
Lily akhirnya menuruti keinginan Varo. Tapi mereka baru berangkat dari rumah pukul 11 pagi. Mereka keliling di taman bermain dekat TK dan Varo banyak menceritakan pengalamannya menjaga kakaknya dulu waktu kakaknya sedang hamil.
"Kakak ku dulu ngidamnya juga aneh. Dia ngidam segala sesuatu yang ada hubungannya sama strawberry, pokoknya makanan dan minumannya harus ada buah strawberry nya. Kamarnya juga di penuhi pernak pernik strawberry, sampai-sampai aku membenci buah itu. Aku hampir berpikir kalau anak kakakku itu perempuan, lantaran kakak ku tidak mau memberitahukan jenis kelamin anaknya.
Aku bahkan sudah menyiapkan hadiah kejutan, aku membeli kebun strawberry di Korea. Tapi akhirnya malah terbengkalai. Tapi akhir-akhir ini aku malah sangat menyukai strawberry. Aku jadi mengerti perasaan kakak ku itu. Strawberry emang buah paling enak."
Lily melirik penampilan Varo dan juga penampilannya sendiri. "Yah...Kita juga mirip strawberry."
Varo tersenyum senang, sambil menggenggam tangan istrinya, ia sesekali mencium tangan Lily, membuat wanita itu agak malu. Mereka memakai baju dan topi couple bermotif strawberry, bahkan sandal yang mereka pakai pun ada gambar strawberry nya.
Banyak mata yang menatap mereka dengan pandangan aneh, iri, bahkan mungkin jengkel. Dan sepertinya hanya Lily yang menyadari tatapan mereka itu.
Pamer kemesraan kayak gini di depan umum kena denda nggak ya?
"Mama....papa..." Arion memanggil kedua orang tuanya. Di belakang si kecil itu ada si kembar Ciel, Azriel dan Luciel yang mengikutinya.
Varo tentu saja langsung memeluk anak imutnya itu dan menanyakan tentang sekolahnya. Sementara si kembar mendekati Lily dan mengelus perut besarnya.
Mereka pergi makan di cafetaria milik Lily. Seseorang dengan sengaja memesan menu yang tidak disediakan di sana, apa lagi kalau bukan salad strawberry.
Sementara si kembar setelah makan, memutuskan menjaga adik mereka yang sudah bisa merangkak, di lantai 4 cafetaria. Varo, Lily dan Arion pergi ke tempat Varo biasa nge-gym.
Pemandangan iri kembali terlihat tak kala Arion dengan Riang duduk di atas Varo yang sedang push up. Si kecil itu mendapat tugas berhitung sampai 50. Lily duduk di samping mereka ikut menyemangati.
"Rion mau olahraga juga. Biar nanti badan Rion kayak Papa. Nanti Rion bisa jagain adek." Si kecil itu dengan semangat mengikuti Varo berlari-lari kecil setelah push up.
Lily baru saja kembali dari kamar kecil ketika melihat Varo menjadi sasaran tatapan para wanita yang berada di sana.
Wow....pemandangan macam apa ini??. Apa dia pikir dia sedang syuting film?
Varo entah sejak kapan sudah melepas bajunya dan menunjukkan body-nya yang jelas sangat menarik perhatian banyak wanita dan mungkin juga pria.
Ada yang diam-diam mengambil foto, ada yang dengan sengaja lewat di depan pria itu. Bahkan ada yang sengaja mendekati suami dan anaknya.
Seorang gadis berpakaian agak terbuka, mendekati Arion dan mengajaknya bicara, tapi si kecil itu tidak peduli sama sekali.
Sedangkan Varo, tentu saja suaminya patut diacungi jempol. Dia mengabaikan semua orang.
"Mama~"Arion memanggil Lily ketika melihatnya, Varo juga ikut menoleh. Wajah yang tadinya dingin itu sekarang tersenyum cerah.
"Aku lapar lagi. Ayo makan setelah ini. Aku udah searching, ada cafetaria yang baru buka tidak jauh dari tempat ini dan temanya strawberry, ayo kita ke sana." Setelah mencium pipinya dengan sengaja, pria itu dan anaknya segera berlari menuju kamar mandi yang ada di gym itu.
"......."
Lily ditinggalkan bersama tatapan cemburu dari setiap sudut ruangan.
🌸🌸🌸
Bab selanjutnya :
https://www.kaskus.co.id/show_post/5...7f935cd96b112c
🌸🌸🌸
Kalau yang ngidam itu istri, pasti sudah biasa. Nah, kalau yang ngidam suami??. Itulah yang terjadi sekarang. Seorang Azri Alvaro ngidam jadi suami super sehat dan juga ngidam makan makanan yang harus ada buah strawberry nya.
Lily biasanya hanya suka makan makanan pedas, puding pun mesti ada saus cabe diatasnya. Varo lah yang terus memaksa gadis itu untuk mengkonsumsi buah dan sayur. Dan gadis itu juga benci minum susu, bahkan mencium baunya pun ia tak suka.
Varo lain lagi. Pria pemakan segala itu sekarang suka sekali mengkonsumsi buah dan sayur, ia malah mual jika memakan daging.
Menu favorit yang harus ada di sarapan paginya yaitu salad sayur dengan saus strawberry, makan siangnya salad buah strawberry dan makan malamnya jus strawberry.
Pria itu juga tergila-gila pergi nge-gym.
Alhasil semakin hari, badan pria itu semakin membentuk dan kulitnya semakin mulus. Menyebalkan sekali.
"Wow, ngidam kamu keren yah."Sindir wanita itu melihat Varo yang baru menghabiskan 2 mangkuk besar salad sayur.
"Kamu juga." Varo menunjuk pudding mangga dengan saus sambal di depan Lily.
"......."
Varo mengelus perut istrinya yang sudah terlihat kian membesar. Sekarang usia kehamilan Lily sudah menginjak 7 bulan dan Varo makin giat mengajaknya USG, makan makanan sehat dan juga shopping.
"Kita baru USG 2 hari yang lalu." Lily menolak ajakan Varo. "Takutnya bahaya kalau terlalu sering, kamu kok ngajak USG 2 hari sekali. Dan biaya USG juga nggak murah. kamu buat apa sih ngoleksi foto USG gitu??."
"Buat kenang-kenangan lah!. Kapan lagi punya foto beginian, foto seperti ini nggak bisa di ulang. Yah, setidaknya aku harus nunggu 3-4 tahun lagi, baru bisa koleksi lagi."
"....."Yang ini bahkan belum lahir pak!!!. Kamu bahkan udah mikirin sampai kesitu.
"Oke, kalau gitu...ayo kita shopping!."
"......" Lagi???
Varo menjelaskan. "Anak kita kan 2 laki-laki 1 perempuan, berarti...
"Kita baru aja belanja kemarin. Kamu bahkan udah beli baju sampai mereka usia 5 tahun. Sekarang kamu mau belanja apa lagi??, Toko mana lagi yang mau kamu borong?."
Varo tersenyum. "Bajunya Rion aku beli sampai usianya 10 tahun dan kamu nggak protes."
Itu karena aku nggak tau kamu membelinya.
Lily menolak. "Nggak deh, aku capek, kakiku masih pegel, aku juga malu sering banget ke toilet."
Varo cemberut. "Tapi kamu mesti banyak gerak kan!!, Kata dokter kalau kamu malas, nanti susah ngelahirinnya."
"Pak...aku kan bakal sesar, nggak ngelahirin lewat bawah."
Varo masih cemberut. "Oke kalau gitu kamu temenin aku ke pasar aja. Stok sayuran ku di kulkas udah abis."
"Nggak mungkin!!. Pagi tadi kan kita baru aja ke pasar. Stok sayur dan strawberry kamu bahkan menuhin lemari sayuran kita. Dan pasar itu ramai, pengap. Aku nggak tahan lama-lama di sana."
Varo meraih tangan Lily. Masih mencoba membujuknya. "Aku pengen jalan, bosan di rumah, bosan juga nggak kerja. Kita pergi jalan keliling taman, terus jemput Arion dan si kembar terus...ke tempat aku biasa nge-gym, terus....baru pulang, gimana??."
"......" Sepertinya suaminya itu lupa kalau Arion baru aja berangkat ke TK 15 menit yang lalu.
🌺🌺
Lily akhirnya menuruti keinginan Varo. Tapi mereka baru berangkat dari rumah pukul 11 pagi. Mereka keliling di taman bermain dekat TK dan Varo banyak menceritakan pengalamannya menjaga kakaknya dulu waktu kakaknya sedang hamil.
"Kakak ku dulu ngidamnya juga aneh. Dia ngidam segala sesuatu yang ada hubungannya sama strawberry, pokoknya makanan dan minumannya harus ada buah strawberry nya. Kamarnya juga di penuhi pernak pernik strawberry, sampai-sampai aku membenci buah itu. Aku hampir berpikir kalau anak kakakku itu perempuan, lantaran kakak ku tidak mau memberitahukan jenis kelamin anaknya.
Aku bahkan sudah menyiapkan hadiah kejutan, aku membeli kebun strawberry di Korea. Tapi akhirnya malah terbengkalai. Tapi akhir-akhir ini aku malah sangat menyukai strawberry. Aku jadi mengerti perasaan kakak ku itu. Strawberry emang buah paling enak."
Lily melirik penampilan Varo dan juga penampilannya sendiri. "Yah...Kita juga mirip strawberry."
Varo tersenyum senang, sambil menggenggam tangan istrinya, ia sesekali mencium tangan Lily, membuat wanita itu agak malu. Mereka memakai baju dan topi couple bermotif strawberry, bahkan sandal yang mereka pakai pun ada gambar strawberry nya.
Banyak mata yang menatap mereka dengan pandangan aneh, iri, bahkan mungkin jengkel. Dan sepertinya hanya Lily yang menyadari tatapan mereka itu.
Pamer kemesraan kayak gini di depan umum kena denda nggak ya?
"Mama....papa..." Arion memanggil kedua orang tuanya. Di belakang si kecil itu ada si kembar Ciel, Azriel dan Luciel yang mengikutinya.
Varo tentu saja langsung memeluk anak imutnya itu dan menanyakan tentang sekolahnya. Sementara si kembar mendekati Lily dan mengelus perut besarnya.
Mereka pergi makan di cafetaria milik Lily. Seseorang dengan sengaja memesan menu yang tidak disediakan di sana, apa lagi kalau bukan salad strawberry.
Sementara si kembar setelah makan, memutuskan menjaga adik mereka yang sudah bisa merangkak, di lantai 4 cafetaria. Varo, Lily dan Arion pergi ke tempat Varo biasa nge-gym.
Pemandangan iri kembali terlihat tak kala Arion dengan Riang duduk di atas Varo yang sedang push up. Si kecil itu mendapat tugas berhitung sampai 50. Lily duduk di samping mereka ikut menyemangati.
"Rion mau olahraga juga. Biar nanti badan Rion kayak Papa. Nanti Rion bisa jagain adek." Si kecil itu dengan semangat mengikuti Varo berlari-lari kecil setelah push up.
Lily baru saja kembali dari kamar kecil ketika melihat Varo menjadi sasaran tatapan para wanita yang berada di sana.
Wow....pemandangan macam apa ini??. Apa dia pikir dia sedang syuting film?
Varo entah sejak kapan sudah melepas bajunya dan menunjukkan body-nya yang jelas sangat menarik perhatian banyak wanita dan mungkin juga pria.
Ada yang diam-diam mengambil foto, ada yang dengan sengaja lewat di depan pria itu. Bahkan ada yang sengaja mendekati suami dan anaknya.
Seorang gadis berpakaian agak terbuka, mendekati Arion dan mengajaknya bicara, tapi si kecil itu tidak peduli sama sekali.
Sedangkan Varo, tentu saja suaminya patut diacungi jempol. Dia mengabaikan semua orang.
"Mama~"Arion memanggil Lily ketika melihatnya, Varo juga ikut menoleh. Wajah yang tadinya dingin itu sekarang tersenyum cerah.
"Aku lapar lagi. Ayo makan setelah ini. Aku udah searching, ada cafetaria yang baru buka tidak jauh dari tempat ini dan temanya strawberry, ayo kita ke sana." Setelah mencium pipinya dengan sengaja, pria itu dan anaknya segera berlari menuju kamar mandi yang ada di gym itu.
"......."
Lily ditinggalkan bersama tatapan cemburu dari setiap sudut ruangan.
🌸🌸🌸
Bab selanjutnya :
https://www.kaskus.co.id/show_post/5...7f935cd96b112c
Diubah oleh cicimasni 23-04-2020 20:45
0