Nampaknya otak ente dah keram gan bro.........jangan dipaksa......
Nanti ane jelasin............
"Karantina Wilayah adalah pembatasan penduduk dalam suatu wilayah termasuk wilayah Pintu Masuk beserta isinya yang diduga terinfeksi penyakit dan/atau terkontaminasi sedemikian rupa untuk mencegah kemungkinan penyebaran penyakit atau kontaminasi."
Daerah Endemik Anthrax di Sumba Barat Diisolasi 30 Hari
KUPANG - Tim penanggulangan darurat anthrax yang diterjunkan ke Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT),
merekomendasikan pemerintah daerah setempat untuk mengisolasi dua desa endemik anthrax selama 30 hari, terhitung 14 April-14 Mei.
Masa isolasi ini akan dipakai untuk melakukan pengobatan dan vaksinasi secara total terhadap 50.000 ekor sapi, kerbau, kambing dan kuda, dengan melibatkan sedikitnya 60 orang vaksinator.
Koordinator tim penanggulangan darurat anthrax Maria Geong, yang dihubungi okezone di Waikabubak, Sumba Barat, Senin (16/4/2007) mengatakan, setelah melakukan observasi dan monitoring selama tiga hari, pihaknya memberikan rekomendasi agar 11 desa yang ada di Kecamatan Kodi, dilakukan pengamatan secara cermat, dan dilakukan vaksinasi secara massal.
Dari 11 desa yang diamati, dua desa diantaranya, yakni Desa Kapaka Madeta dan Desa Kawangohari harus di isolasi secara total. Ternak dan produk ternak dari daerah tersebut tidak boleh diantarpulaukan. Begitu pun warga yang menetap di daerah itu untuk sementara tidak diperkenankan untuk melakukan aktivitas di luar desa, kata Maria.
Menurutnya, wabah anthrax mulai menyerang dua desa yang telah diisolasi sejak akhir Maret lalu, menyebabkan lima warga tewas seketika setelah mengonsumsi daging sapi, kerbau dan kuda yang mati mendadak akibat diserang bakteri antrax.
Selain itu 12 warga sempat menjalani perawatan medis dan 90 kepala keluarga yang ikut mengonsumsi daging yang mengandung bakteri anthrax dalam pengawasan serius dari tim terpadu yang dibentuk pemerintah daerah setempat, bebernya.
Untuk mencegah meluasnya bakteri anthrax, untuk sementara masyarakat di 11 desa yang ada di Kecamatan Kodi dilarang menjual ternaknya untuk diantarapulaukan, atau untuk diekspor ke daerah lain.
Setelah masa isolasi berakhir maka pemerintah akan melakukan evaluasi, apakah larangan tersebut dicabut atau di perpanjang, katanya.
Pekan lalu, Dinas Peternakan NTT mengirim 50.000 dos vaksin anthrax dan 3.000 mililiter obat antibiotika, serta sejumlah perlengkapan vaksinasi ke Kabupaten Sumba Barat.
Itu dilakukan untuk membantu petugas peternakan setempat melakukan vaksinasi dan pengobatan terhadap ribuan ekor ternak di Desa Kapaka Madeta dan Desa Kawangohari yang merupakan daerah endemik anthrax.
Pemerintah NTT juga juga telah mengirim tim penanggulangan darurat yang terdiri dari seorang dokter hewan dan tiga tenaga teknis dari bagian kesehatan hewan. Penyakit antrax digolongkan sebagai penyakit zoonosa atau zoonosis karena penularannya melalui hewan ke manusia.
Hasil uji laboratorium Direktorat Jenderal Balai Besar Veteriner Maros, Sulawesi Selatan terhadap sampel daging sapi, kuda dan kerbau yang diperiksa pecan lalu dinyatakan positif mengandung bakteri bacillus antracis (bakteri penyebab anthrax).Sampel daging tersebut diperiksa menyusul tewasnya lima warga Desa Kapaka Madeta dan Desa Kawangohari usai mengkonsumsi daging sapi yang sudah mati.
Daging ternak berdarah panas yang telah terkontaminasi bakteri anthrax tergolong paling berbahaya, karena apabila dikonsumsi manusia maka maka tingkat harapan hidupnya menjadi sangat kecil.
Kasus anthrax pada ternak terakhir kali terjadi di Pulau Sumba pada tahun 1939. Spora yang berfungsi melindungi bakteri antrax mampu bertahan hidup sampai usia 60 tahun.
Penyakit anthrax pada hewan pertama kali ditemukan di Indonesia pada tahun 1884. Daerah endemis anthrax di Indonesia yakni NTT, NTB, Jawa Barat (Bogor dan Purwakarta), Jawa Tengah (Boyolali), DI Yogyakarta (Sleman) dan Sulawesi Selatan.
Wabah anthrax pernah terjadi di NTT pada tahun 1906 1957, yakni di Pulau Sumba, Flores Timor dan Rote. Hewan yang diserang adalah sapi, kerbau, kuda, kambing dan babi.
Kemudian pada tahun 1954, wabah anthrax kembali terjadi di Kabupaten Ngada, Kecamatan Aesesa, menyebabkan kematian ratusan ekor kuda, kambing dan domba. Kasus terakhir terjadi pada tahun 1987 Pulau Sabu, Kabupaten Kupang, mengakibatkan kematian puluhan ternak sapi, kerbau, kambing, domba dan babi, serta seorang warga meninggal dunia dan puluuhan lainnya menderita malignat pustule (karbunkel).
Dalam kurun waktu 20 tahun terakhir, jumlah warga yang tewas akibat anthrax di NTT telah mencapai 40 orang. Secara klinis, penularan pada manusia hanya terjadi apabila ada kontak fisik antara manusia dengan hewan yang mengandung spora anthrax atau menghirup udara yang mengandung spora antrax atau mengkonsumsi daging dari ternak mati yang terserang bakteri bacillus antracis.
sumur
Oke sekarang ente tau gan bro............
.........