Kaskus

Entertainment

  • Beranda
  • ...
  • The Lounge
  • Haru Biru Memanen Buah Dari Kebaikan Kecil Yang Pernah Kita Lakukan.

User telah dihapusAvatar border
TS
User telah dihapus
Haru Biru Memanen Buah Dari Kebaikan Kecil Yang Pernah Kita Lakukan.
#Kebaikan Kecil Berdampak Besar

Quote:


Dalam hidup kita selalu mengharapkan kebaikan-kebaikan. Baik yang kita lakukan maupun yang akan kita terima sebagai balasan.

Namun sayang, dalam setiap kebaikan yang kita lakukan tak jarang mendapatkan balasan yang mengecewakan. Kecewa pasti ada, tapi semua harus diikhlaskan.

Apakah agan sista pernah mengalaminya juga? Bagaimana pun, berbuat baik memang tidak harus selalu diingat-ingat. Kerjakan kemudian lupakan agar malah tak menanti-nanti balasan.

Ane ingat betul, saat ane berbuat baik pada beberapa orang dan dibalas dengan hal menyakitkan. Dari situlah akhirnya ane belajar, bahwa hidup hanya untuk memberi bukan menerima. Tak perlu mengharap balasan yang sama dari orang yang kita tolong karena hanya meninggalkan luka dan kekecewaan.

Quote:


Sejak saat itu Allah SWT seperti terus mengirimkan orang-orang yang butuh pertolongan. Mungkin Tuhan kepengen nguji batas sabar dan ikhlas ane, gansis.

Mulai dari orang gila yang setiap pagi datang ke rumah minta makan, tetangga ane yang pinjem duit atau minta sumbangan, bahkan ada juga saudara yang gak henti-henti minta bantuan.

Alhamdulilah ane bisa selalu menahan diri dan menolong dengan ikhlas. Tak mau mengingat dan mengharap apapun dari mereka. Semua ane serahin ke Tuhan aja. Udah bisa nolong aja sangat ane syukuri.

Dahsyatnya nih, gansis. Di saat ane gak ngarepin balasan dari orang-orang yang pernah ane bantu, kemudahan-kemudahan terus didatangkan oleh Allah setelahnya.

Banyak urusan ane yang jadi mudah diselesaikan, bahkan cita-cita terbesar ane untuk bisa memenuhi rukun islam ke-5 juga diijabah Allah SWT. Padahal waktu itu kerjaan ane ma suami belum begitu mapan.

Beribu nikmat Allah alirkan terus hingga keberangkatan ane ke tanah suci di tahun 2013 yang lalu. Enggak sampai di situ aja gansis, di tanah suci pun Allah masih lanjutkan semua kenikmatan-kenikmatan yang tak terduga. MashaAllah.

Bukan hanya satu kebaikan dan bonus yang ane terima saat di tanah suci, gansis. Namun banyak sekali nikmat-nikmat itu. Sebetulnya banyak yang pingin ane ceritain di sini, tapi satu aja yang mau ane bagi.

Salah satunya saat ane selesai melaksanakan ibadah wukuf di Arafah. Oleh kyai yang membimbing, ane ma jemaah lain disuruh mengaji dan berzikir setelah melaksanakan sholat sunah ba'da wukuf.

Di tengah zikir panjang itu ane mencium bau wangi banget melebihi harumnya kiswah. Ane endus-endus bau segar itu dan hirup panjang memenuhi paru-paru. Sempat membuyarkan kekhusuyukan, sih. Namun, demi mencari tahu ane pun nanya-nanya ke teman yang duduk berdekatan.

Saat ane tanya beberapa teman yang berkumpul di satu lingkaran, aneh gansis, mereka enggak ada yang mencium bau apapun. Apalagi wangi yang seperti ane ceritakan.

Hati ane pun mengganjal, terpaksa ane gangguin suami dan menceritakan apa yang udah ane alami tadi. Suami pun menceritakan ke kyai siapa tahu dapat petunjuk.

Alhamdulilah, kata kyai yang bimbing ane selama ibadah di sana, inshaAllah itu bau malaikat yang menyaksikan zikir kami. Aamiin wallahu a'lam bishawab. Ane hanya berpikir positip terus semoga itu benar dan dicatat sebagai amal kebaikan kami kelak gansis.

Quote:


Selesai wukuf kami pun harus bersiap pindah ke musdalifah untuk mabit di Mina. Selesai cari batu kerikil yang akan kami gunakan untuk lempar jumrah esok harinya, ane buka sisa bekal dari Arafah. Tepatnya jatah makan dari pemerintah.

Lagi-lagi ane dibuat takjub dan terkejut. Saat ane dan ketiga teman yang sama-sama membuka kotak bekal, ane dibuat bingung karenanya.

Di bekal jatah yang kami terima ternyata punya ane beda isinya gansis. Awalnya ane gak ngeh, tapi malah temen yang heboh duluan karena tahu kotak bekal ane berisi daging sapi dimasak seperti bistik gitu. Dan ketiga temen ane hanya mendapatkan teri dioseng dan juga sayur wortel plus buncis.

MashaAllah. Lagi-lagi ane hanya berpikiran positip takut takabur dan sombong. Mungkin ini salah satu doa dari orang gila, tetangga atau orang yang pernah ane bantu sebelumnya agar Allah memberi kami kemudahan.

Quote:


Quote:

Quote:



Seperti bagi-bagi cendol kali ini, gansis. Jangan takut menuhin gelas temen, sebab ntar juga bakal tumpeh-tumpeh gelas kita.
emoticon-Ngakak


Spoiler for berbagi cendol gan:

Opini pribadi
Dokumen pribadi

Penulis : @irummm
Diubah oleh User telah dihapus 21-04-2020 07:09
infinitesoulAvatar border
sebelahblogAvatar border
tien212700Avatar border
tien212700 dan 41 lainnya memberi reputasi
42
1.3K
23
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
The Lounge
KASKUS Official
1.3MThread107.7KAnggota
Tampilkan semua post
User telah dihapusAvatar border
TS
User telah dihapus
#1
Haru Biru Memanen Buah Dari Kebaikan Kecil Yang Pernah Kita Lakukan.
#Kebaikan Kecil Berdampak Besar

Quote:


Dalam hidup kita selalu mengharapkan kebaikan-kebaikan. Baik yang kita lakukan maupun yang akan kita terima sebagai balasan.

Namun sayang, dalam setiap kebaikan yang kita lakukan tak jarang mendapatkan balasan yang mengecewakan. Kecewa pasti ada, tapi semua harus diikhlaskan.

Apakah agan sista pernah mengalaminya juga? Bagaimana pun, berbuat baik memang tidak harus selalu diingat-ingat. Kerjakan kemudian lupakan agar malah tak menanti-nanti balasan.

Ane ingat betul, saat ane berbuat baik pada beberapa orang dan dibalas dengan hal menyakitkan. Dari situlah akhirnya ane belajar, bahwa hidup hanya untuk memberi bukan menerima. Tak perlu mengharap balasan yang sama dari orang yang kita tolong karena hanya meninggalkan luka dan kekecewaan.

Quote:


Sejak saat itu Allah SWT seperti terus mengirimkan orang-orang yang butuh pertolongan. Mungkin Tuhan kepengen nguji batas sabar dan ikhlas ane, gansis.

Mulai dari orang gila yang setiap pagi datang ke rumah minta makan, tetangga ane yang pinjem duit atau minta sumbangan, bahkan ada juga saudara yang gak henti-henti minta bantuan.

Alhamdulilah ane bisa selalu menahan diri dan menolong dengan ikhlas. Tak mau mengingat dan mengharap apapun dari mereka. Semua ane serahin ke Tuhan aja. Udah bisa nolong aja sangat ane syukuri.

Dahsyatnya nih, gansis. Di saat ane gak ngarepin balasan dari orang-orang yang pernah ane bantu, kemudahan-kemudahan terus didatangkan oleh Allah setelahnya.

Banyak urusan ane yang jadi mudah diselesaikan, bahkan cita-cita terbesar ane untuk bisa memenuhi rukun islam ke-5 juga diijabah Allah SWT. Padahal waktu itu kerjaan ane ma suami belum begitu mapan.

Beribu nikmat Allah alirkan terus hingga keberangkatan ane ke tanah suci di tahun 2013 yang lalu. Enggak sampai di situ aja gansis, di tanah suci pun Allah masih lanjutkan semua kenikmatan-kenikmatan yang tak terduga. MashaAllah.

Bukan hanya satu kebaikan dan bonus yang ane terima saat di tanah suci, gansis. Namun banyak sekali nikmat-nikmat itu. Sebetulnya banyak yang pingin ane ceritain di sini, tapi satu aja yang mau ane bagi.

Salah satunya saat ane selesai melaksanakan ibadah wukuf di Arafah. Oleh kyai yang membimbing, ane ma jemaah lain disuruh mengaji dan berzikir setelah melaksanakan sholat sunah ba'da wukuf.

Di tengah zikir panjang itu ane mencium bau wangi banget melebihi harumnya kiswah. Ane endus-endus bau segar itu dan hirup panjang memenuhi paru-paru. Sempat membuyarkan kekhusuyukan, sih. Namun, demi mencari tahu ane pun nanya-nanya ke teman yang duduk berdekatan.

Saat ane tanya beberapa teman yang berkumpul di satu lingkaran, aneh gansis, mereka enggak ada yang mencium bau apapun. Apalagi wangi yang seperti ane ceritakan.

Hati ane pun mengganjal, terpaksa ane gangguin suami dan menceritakan apa yang udah ane alami tadi. Suami pun menceritakan ke kyai siapa tahu dapat petunjuk.

Alhamdulilah, kata kyai yang bimbing ane selama ibadah di sana, inshaAllah itu bau malaikat yang menyaksikan zikir kami. Aamiin wallahu a'lam bishawab. Ane hanya berpikir positip terus semoga itu benar dan dicatat sebagai amal kebaikan kami kelak gansis.

Quote:


Selesai wukuf kami pun harus bersiap pindah ke musdalifah untuk mabit di Mina. Selesai cari batu kerikil yang akan kami gunakan untuk lempar jumrah esok harinya, ane buka sisa bekal dari Arafah. Tepatnya jatah makan dari pemerintah.

Lagi-lagi ane dibuat takjub dan terkejut. Saat ane dan ketiga teman yang sama-sama membuka kotak bekal, ane dibuat bingung karenanya.

Di bekal jatah yang kami terima ternyata punya ane beda isinya gansis. Awalnya ane gak ngeh, tapi malah temen yang heboh duluan karena tahu kotak bekal ane berisi daging sapi dimasak seperti bistik gitu. Dan ketiga temen ane hanya mendapatkan teri dioseng dan juga sayur wortel plus buncis.

MashaAllah. Lagi-lagi ane hanya berpikiran positip takut takabur dan sombong. Mungkin ini salah satu doa dari orang gila, tetangga atau orang yang pernah ane bantu sebelumnya agar Allah memberi kami kemudahan.

Quote:


Quote:

Quote:



Seperti bagi-bagi cendol kali ini, gansis. Jangan takut menuhin gelas temen, sebab ntar juga bakal tumpeh-tumpeh gelas kita.
emoticon-Ngakak


Spoiler for berbagi cendol gan:

Opini pribadi
Dokumen pribadi

Penulis : @irummm
Diubah oleh User telah dihapus 21-04-2020 07:09
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.