- Beranda
- Stories from the Heart
Ikatan Polar
...
TS
akmal162
Ikatan Polar
Anggap saja cerita fiksi, selamat menikmati.






Spoiler for PENTING!!! :
Spoiler for Prolog:
Prolog
Udara malam ibu kota terasa panas malam ini. Ditemani kepulan asap rokok dan sebotol teh kemasan, aku menikmati angin sepoi-sepoi yang terasa hangat. Rutinitas sebelum tidur yang selalu kulakukan hampir setiap hari.
Aku sangat menikmatinya. Angin yang melewati wajahku seakan mengajak ku ke masa lalu. Menerbangkan hati dan fikiranku ke kota itu, kota yang penuh kenangan. Tempat mencari jati diri, dan tempat yang mengajarkanku apa itu cinta sejati.
Momen-momen bersamanya, baik saat suka maupun duka, mulai berputar lagi di kepalaku. Bagaikan alat pemutar DVD, memori otak ku seakan menayangkan kembali, kisah cinta dan momen-momen yang dulu pernah kami lalui bersama.
Yaa, aku masih cinta dia, masih merindukannya, dan mungkin akan terus seperti itu selamanya.
Kegiatan menghayalku terhenti ketika mendengar teriakan seorang wanita dari dalam rumah. Dia berjalan menghampiriku yang sedang berada di rooftop.
X: "Nathaaa..., udahan dulu rokokannya, tidur, udah malem, besok kamu kerja kan"
Aku: "iya-iya"
Aku pun melempar rokok ku yang sisa 1/4 batang ke bawah, tepatnya halaman belakang rumahku.
X: "ihhhh, nathaa, kebiasaan ah"
Aku: "hehehehe, iya, iya, maaf"
Aku terkekeh melihat wajahnya yang terlihat lucu jika sedang marah, mulut yang manyun kedepan dan kedua pipinya yang digembungkan. Aku menghampirinya, lalu kukecup dahinya.
X: "jangan cium-cium!!!!!, bau rokookk, sikat gigi sana"
Aku: "aduuhhh, mager ahh"
Aku mulai menggodanya agar dia tambah kesal.
X: "yaudah, gakada jatah buat kamu malam ini"
Aku pun terkesiap ketika dia mengatakan itu sambil menyilangkan tangan didadanya.
Aku: "hehehehehe, ampuuunnnn, iya, abis ini aku sikat gigi nih, tapi bentar ah, rebahan dulu"
X: "gak ada bentar-bentar!!!"
Aku: "iya-iya"
Akupun berjalan gontai kekamar mandi. Selain takut jika tidak mendapat jatah malam ini, aku juga takut melihat matanya yang melotot seperti ingin keluar, hehe.
Setelah selesai menggosok gigi aku hampiri dirinya yang sudah terlelap di kasur. Aku mulai mengecup hidung, kemudian menuju bibir, lalu menuju leher untuk memulai permainan malam ini.
X: "ihhhh, nathaa, geli ah"
Aku: "ayoo, aku udah sikat gigi nihh"
Setelah mengucapkan itu, tanpa peduli protesnya terhadap perbuatan ku, aku melanjutkan kecupan ku dilehernya.
X: " Ihhh nathaa.., jangann sekarang, aku lagi dapetttt"
Akupun langsung lemas mendengar perkataannya.
Aku: "curang nihhhh, tadi nyuruh aku sikat gigi katanya mau ngasih jatah malem ini"
X: "biarinnn, lagian kalo kamu gak sikat gigi bau rokok, aku gak suka, wleeeee"
Aku: "awas kaamu yaaa"
Karena gemas, ku peluk tubuhnya, lalu ku gelitiki perutnya, sebagai pembalasan karena sudah membuat ku kesal.
X: "ahahahahaha, geli nathaa.., ampuuunn"
Aku tak menghiraukan permohonannya, tetap kulanjutkan kegiatanku menggelitiki perutnya.
Beberapa saat kemudian....
Karena sudah lelah aku pun menghentikan kegiatan ku. Nafas kami terengah-engah dengan sisa-sisa tawa yang keluar dari mulut kami, akupun membaringkan tubuhku disampingnya, kepalaku menoleh kearahnya, kemudian mata kami saling bertatapan.
Aku: "besok abis aku pulang kantor temenin aku ya"
X: "kemana??"
Aku: "nengokin dia"
Ada jeda sebelum dia menjawab.
X: "boleh, jam 4 ya berarti"
Aku: "iya, kan aku pulang kantor biasanya jam segitu"
X: "okeee, sebelum jam 4 besok aku udah siap-siap"
Kami kembali terdiam, dia mengubah posisi tidurnya, sehingga kami saling berhadapan.
Dia menatap mataku dalam-dalam, lalu tersenyum dan tangannya mulai mengelus kepalaku, lalu berkata.
X: "Dia pasti udah bahagia kok, sekarang tugas aku disini buat bikin kamu bahagia juga, kamu jangan sedih terus ya, supaya dia seneng bisa liat kamu bahagia"
Senyumannya terlihat sangat tulus. Aku pun mencoba membalas senyumnya, meskipun terasa getir dihatiku.
Aku: "iyaa sayang, makasih ya"
Aku: "yaudah yuk tidur, udah jam 12 nih"
X: "yaudah kamu duluan merem"
Aku: "kamu duluan lah"
X: "ihhh, kok aku?"
Aku: "mau tidur aja ribet bangett"
X: "kamu yang mulai"
Aku: "hadehhh, salah melulu aku perasaan"
X: "emang"
Aku: "udah ah, ayo tidur, malah berantem"
X: "yaudah, merem"
Aku: "iyaaa, ciniii, peyuuukk"
X: "ciniii"
Hahaha, kebiasaan konyol selalu kami lakukan sebelum tidur. Setelah beberapa menit mulai terdengar suara dengkuran halus, menandakan dia sudah mulai tertidur. Memandang wajahnya yang sedang terlelap merupakan hobi lain yang ku lakukan sebelum tidur. Aku sangat bersyukur memilikinya dan menjadi pendamping hidupnya, gadis cantik dengan rambut pendek sebahu dan smiling eyes nya yang selalu menjadi favoritku.
Aku pun mengeratkan pelukanku, lalu mulai terlelap, menuju alam mimpi bersamanya.
Udara malam ibu kota terasa panas malam ini. Ditemani kepulan asap rokok dan sebotol teh kemasan, aku menikmati angin sepoi-sepoi yang terasa hangat. Rutinitas sebelum tidur yang selalu kulakukan hampir setiap hari.
Aku sangat menikmatinya. Angin yang melewati wajahku seakan mengajak ku ke masa lalu. Menerbangkan hati dan fikiranku ke kota itu, kota yang penuh kenangan. Tempat mencari jati diri, dan tempat yang mengajarkanku apa itu cinta sejati.
Momen-momen bersamanya, baik saat suka maupun duka, mulai berputar lagi di kepalaku. Bagaikan alat pemutar DVD, memori otak ku seakan menayangkan kembali, kisah cinta dan momen-momen yang dulu pernah kami lalui bersama.
Yaa, aku masih cinta dia, masih merindukannya, dan mungkin akan terus seperti itu selamanya.
Kegiatan menghayalku terhenti ketika mendengar teriakan seorang wanita dari dalam rumah. Dia berjalan menghampiriku yang sedang berada di rooftop.
X: "Nathaaa..., udahan dulu rokokannya, tidur, udah malem, besok kamu kerja kan"
Aku: "iya-iya"
Aku pun melempar rokok ku yang sisa 1/4 batang ke bawah, tepatnya halaman belakang rumahku.
X: "ihhhh, nathaa, kebiasaan ah"
Aku: "hehehehe, iya, iya, maaf"
Aku terkekeh melihat wajahnya yang terlihat lucu jika sedang marah, mulut yang manyun kedepan dan kedua pipinya yang digembungkan. Aku menghampirinya, lalu kukecup dahinya.
X: "jangan cium-cium!!!!!, bau rokookk, sikat gigi sana"
Aku: "aduuhhh, mager ahh"
Aku mulai menggodanya agar dia tambah kesal.
X: "yaudah, gakada jatah buat kamu malam ini"
Aku pun terkesiap ketika dia mengatakan itu sambil menyilangkan tangan didadanya.
Aku: "hehehehehe, ampuuunnnn, iya, abis ini aku sikat gigi nih, tapi bentar ah, rebahan dulu"
X: "gak ada bentar-bentar!!!"
Aku: "iya-iya"
Akupun berjalan gontai kekamar mandi. Selain takut jika tidak mendapat jatah malam ini, aku juga takut melihat matanya yang melotot seperti ingin keluar, hehe.
Setelah selesai menggosok gigi aku hampiri dirinya yang sudah terlelap di kasur. Aku mulai mengecup hidung, kemudian menuju bibir, lalu menuju leher untuk memulai permainan malam ini.
X: "ihhhh, nathaa, geli ah"
Aku: "ayoo, aku udah sikat gigi nihh"
Setelah mengucapkan itu, tanpa peduli protesnya terhadap perbuatan ku, aku melanjutkan kecupan ku dilehernya.
X: " Ihhh nathaa.., jangann sekarang, aku lagi dapetttt"
Akupun langsung lemas mendengar perkataannya.
Aku: "curang nihhhh, tadi nyuruh aku sikat gigi katanya mau ngasih jatah malem ini"
X: "biarinnn, lagian kalo kamu gak sikat gigi bau rokok, aku gak suka, wleeeee"
Aku: "awas kaamu yaaa"
Karena gemas, ku peluk tubuhnya, lalu ku gelitiki perutnya, sebagai pembalasan karena sudah membuat ku kesal.
X: "ahahahahaha, geli nathaa.., ampuuunn"
Aku tak menghiraukan permohonannya, tetap kulanjutkan kegiatanku menggelitiki perutnya.
Beberapa saat kemudian....
Karena sudah lelah aku pun menghentikan kegiatan ku. Nafas kami terengah-engah dengan sisa-sisa tawa yang keluar dari mulut kami, akupun membaringkan tubuhku disampingnya, kepalaku menoleh kearahnya, kemudian mata kami saling bertatapan.
Aku: "besok abis aku pulang kantor temenin aku ya"
X: "kemana??"
Aku: "nengokin dia"
Ada jeda sebelum dia menjawab.
X: "boleh, jam 4 ya berarti"
Aku: "iya, kan aku pulang kantor biasanya jam segitu"
X: "okeee, sebelum jam 4 besok aku udah siap-siap"
Kami kembali terdiam, dia mengubah posisi tidurnya, sehingga kami saling berhadapan.
Dia menatap mataku dalam-dalam, lalu tersenyum dan tangannya mulai mengelus kepalaku, lalu berkata.
X: "Dia pasti udah bahagia kok, sekarang tugas aku disini buat bikin kamu bahagia juga, kamu jangan sedih terus ya, supaya dia seneng bisa liat kamu bahagia"
Senyumannya terlihat sangat tulus. Aku pun mencoba membalas senyumnya, meskipun terasa getir dihatiku.
Aku: "iyaa sayang, makasih ya"
Aku: "yaudah yuk tidur, udah jam 12 nih"
X: "yaudah kamu duluan merem"
Aku: "kamu duluan lah"
X: "ihhh, kok aku?"
Aku: "mau tidur aja ribet bangett"
X: "kamu yang mulai"
Aku: "hadehhh, salah melulu aku perasaan"
X: "emang"
Aku: "udah ah, ayo tidur, malah berantem"
X: "yaudah, merem"
Aku: "iyaaa, ciniii, peyuuukk"
X: "ciniii"
Hahaha, kebiasaan konyol selalu kami lakukan sebelum tidur. Setelah beberapa menit mulai terdengar suara dengkuran halus, menandakan dia sudah mulai tertidur. Memandang wajahnya yang sedang terlelap merupakan hobi lain yang ku lakukan sebelum tidur. Aku sangat bersyukur memilikinya dan menjadi pendamping hidupnya, gadis cantik dengan rambut pendek sebahu dan smiling eyes nya yang selalu menjadi favoritku.
Aku pun mengeratkan pelukanku, lalu mulai terlelap, menuju alam mimpi bersamanya.
Spoiler for Index:
Index:
1. Prolog
2. Part 1 (Tawaran Dari Pak Danar)
3. Part 2 (Yang Ditunggu-tunggu?? Akhirnya Datang)
4. Part 3 (Perkenalan)
5. Part 4 (Malu-malu)
6. Part 5 (kerlingan Matanya)
7. Part 6 (Bertemu Viny)
8. Part 7 (Macan Betina)
9. Part 8 (Dia Marah? 1)
10. Part 9 (Dia Marah? 2)
11. Part 10 (Malam Mingguan?)
12. Part 11 (Malam Minggu yang Sempurna)
13. Part 12 (Ada Yang Salah?)
14. Part 13 (Frustasi)
15. Part 14 (Dia Kembali?)
16. Part 15 (Definisi Cinta?)
17. Part 16 (Kunjungan Teman Lama)
18. Part 17 (Tangisan Beby)
19. Part 18 (Ternyata Rasanya Sesakit Ini)
20. Part 19 (Dukungan)
21. Part 20 (Saran)
22. Part 21 (Berburu Hadiah)
23. Part 22 (The Power Of Kepepet)
24. Part 23 (Tentang Sakti)
25. Part 24 (Pricetag)
26. Part 25 (Heavy Rotation)
27. Part 25 [Bonus] (Beby...You Should Paint My Love)
28. Part 26 (Bolu Buatan Beby)
29. Part 27 (Aku Kira Hubungan Kita Istimewa)
30. Part 28 (Curhat)
31. Part 29 (Maaf)
32. Part 30 (Diskusi Bersama Viny)
33. Part 31 (Janji)
34. Part 32 (Main di Kos)
35. Part 33 (Main Beneran!!!)
36. Part 34 (Terimakasih Setan!!!)
37. Part 35 (Terimakasih Setan!!! 2)
38. Part 36 (latihan presentasi)
39. Part 37 (Munafik?)
40. Part 38 (Penjelasan?)
41. Part 39 (Berfilosofi Ala Pak Edi)
42. Part 40 (Bidadari itu bernama...)
43. Part 41 (Tumpah)
44. Part 42 (Konser)
45. Part 43 (Ketahuan)
46. Part 44 (Kejedot)
47. Part 45 (Bertemu Shani, Tapi........)
48. Part 46 (Hujan panas)
49. Part 47 (Rasa Bersalah)
50. Part 48 (Tentang Viny)
51. Part 49 (Berulah Lagi)
52. Part 50 (Calon Mertua?)
53. Part 51 (Baru tau)
54. Part 52 (Ketakutan)
55. Part 53 (BINGO!)
56. Part 54 (Jam Tangan)
57. Part 55 (Jujur)
58. Part 56 (Ngetawain Tai)
59. Part 57 (Pencinta Kopi Abal-Abal!!!)
60. Part 58 (Bocah Labil?)
61. Part 59 (Cari Tau!!!)
62. Part 60 (Candu dan Yakin)
63. Part 61 (Kelainan)
64. Part 62 (Kelain Hati?)
65. Part 63 (Kunjungan Shani)
66. Part 64 (Shani)
67. Part 65 (Dia Mau Pulang?)
68. Part 66 (Cinta Tidak Pernah Salah?)
69. Part 67 (Menanti)
70. Part 68 (Warmness On The Soul)
71. Part 69 (Ditinggal Pulang?)
72. Part 70 (Pengakuan)
73. Part 71 (Bukit Bintang)
74. Part 72 (Daftar S2)
75. Part 73 (Foto KTP)
76. Part 74 (Penolakan)
77. Part 75 (Flashdisk)
78. Part 76 (Revisi Laporan)
79. Part 77 (kakak?)
80. Part 78 (Anak Kecil)
81. Part 79 (Just Let It Flow)
82. Part 80 (Saling Percaya?)
83. Part 81 (Love You)
84. Part 82 (Tunggu Aku)
85. Part 83 (VideoCall)
86. Part 84 (Masih Ragu?)
87. Part 85 (Curhatan Viny)
88. Part 86 (Pak Rio)
89. Part 87 (Godaan?)
90. Part 88 (Bertemu)
91. Part 89 (Saling Percaya!)
92. Part 90 (Calon Mertua? 2)
93. Part 91 (Acara Wisuda yang Berakhir Galau)
94. Part 92 (Dibujuk)
95. Part 93 (Diyakinkan)
96. Part 94 (Teringat Kembali)
97. Part 95 (Hambatan)
1. Prolog
2. Part 1 (Tawaran Dari Pak Danar)
3. Part 2 (Yang Ditunggu-tunggu?? Akhirnya Datang)
4. Part 3 (Perkenalan)
5. Part 4 (Malu-malu)
6. Part 5 (kerlingan Matanya)
7. Part 6 (Bertemu Viny)
8. Part 7 (Macan Betina)
9. Part 8 (Dia Marah? 1)
10. Part 9 (Dia Marah? 2)
11. Part 10 (Malam Mingguan?)
12. Part 11 (Malam Minggu yang Sempurna)
13. Part 12 (Ada Yang Salah?)
14. Part 13 (Frustasi)
15. Part 14 (Dia Kembali?)
16. Part 15 (Definisi Cinta?)
17. Part 16 (Kunjungan Teman Lama)
18. Part 17 (Tangisan Beby)
19. Part 18 (Ternyata Rasanya Sesakit Ini)
20. Part 19 (Dukungan)
21. Part 20 (Saran)
22. Part 21 (Berburu Hadiah)
23. Part 22 (The Power Of Kepepet)
24. Part 23 (Tentang Sakti)
25. Part 24 (Pricetag)
26. Part 25 (Heavy Rotation)
27. Part 25 [Bonus] (Beby...You Should Paint My Love)
28. Part 26 (Bolu Buatan Beby)
29. Part 27 (Aku Kira Hubungan Kita Istimewa)
30. Part 28 (Curhat)
31. Part 29 (Maaf)
32. Part 30 (Diskusi Bersama Viny)
33. Part 31 (Janji)
34. Part 32 (Main di Kos)
35. Part 33 (Main Beneran!!!)
36. Part 34 (Terimakasih Setan!!!)
37. Part 35 (Terimakasih Setan!!! 2)
38. Part 36 (latihan presentasi)
39. Part 37 (Munafik?)
40. Part 38 (Penjelasan?)
41. Part 39 (Berfilosofi Ala Pak Edi)
42. Part 40 (Bidadari itu bernama...)
43. Part 41 (Tumpah)
44. Part 42 (Konser)
45. Part 43 (Ketahuan)
46. Part 44 (Kejedot)
47. Part 45 (Bertemu Shani, Tapi........)
48. Part 46 (Hujan panas)
49. Part 47 (Rasa Bersalah)
50. Part 48 (Tentang Viny)
51. Part 49 (Berulah Lagi)
52. Part 50 (Calon Mertua?)
53. Part 51 (Baru tau)
54. Part 52 (Ketakutan)
55. Part 53 (BINGO!)
56. Part 54 (Jam Tangan)
57. Part 55 (Jujur)
58. Part 56 (Ngetawain Tai)
59. Part 57 (Pencinta Kopi Abal-Abal!!!)
60. Part 58 (Bocah Labil?)
61. Part 59 (Cari Tau!!!)
62. Part 60 (Candu dan Yakin)
63. Part 61 (Kelainan)
64. Part 62 (Kelain Hati?)
65. Part 63 (Kunjungan Shani)
66. Part 64 (Shani)
67. Part 65 (Dia Mau Pulang?)
68. Part 66 (Cinta Tidak Pernah Salah?)
69. Part 67 (Menanti)
70. Part 68 (Warmness On The Soul)
71. Part 69 (Ditinggal Pulang?)
72. Part 70 (Pengakuan)
73. Part 71 (Bukit Bintang)
74. Part 72 (Daftar S2)
75. Part 73 (Foto KTP)
76. Part 74 (Penolakan)
77. Part 75 (Flashdisk)
78. Part 76 (Revisi Laporan)
79. Part 77 (kakak?)
80. Part 78 (Anak Kecil)
81. Part 79 (Just Let It Flow)
82. Part 80 (Saling Percaya?)
83. Part 81 (Love You)
84. Part 82 (Tunggu Aku)
85. Part 83 (VideoCall)
86. Part 84 (Masih Ragu?)
87. Part 85 (Curhatan Viny)
88. Part 86 (Pak Rio)
89. Part 87 (Godaan?)
90. Part 88 (Bertemu)
91. Part 89 (Saling Percaya!)
92. Part 90 (Calon Mertua? 2)
93. Part 91 (Acara Wisuda yang Berakhir Galau)
94. Part 92 (Dibujuk)
95. Part 93 (Diyakinkan)
96. Part 94 (Teringat Kembali)
97. Part 95 (Hambatan)
Diubah oleh akmal162 22-07-2020 04:29
kkaze22 dan 70 lainnya memberi reputasi
67
33.3K
Kutip
452
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
akmal162
#86
Spoiler for Part 33:
Part 33
.
.
.
"haahh, maksudnya??"
Dahi beby agak sedikit dibuat mengkerut setelah mendengar jawaban dariku.
"itu dibawah meja mbak kalo mau ngecharge, deket kaki mbak"
Setelah mendengar penjelasanku beby langsung mengarahkan pandangannya kebawah mengikuti arah jari telunjukku.
"Oooohhh"
Bebypun mengeluarkan charger laptop dari tasnya, lalu menancapkannya ke stop kontak yang ada dibawah meja belajar.
Setelah itu beby kembali melanjutkan kegiatannya didepan laptop, sedangkan aku memilih untuk mengganti celana jeans yang sedari tadi kupakai dengan celana training dikamar mandi dan setelah itu aku kembali menuju tempat tidur untuk merebahkan tubuhku kembali.
.
.
.
Sudah hampir 30 menit beby mengerjakan skripsinya didepan laptop.
Selama itu pula tidak ada interaksi yang terjadi antaraku dan beby,
Aku: "mbak mau kesini cuma mau ngerjain skripsi sama bersih-bersih doang?"
Beby: "mmmmm"
Aku: "ish, gak asyik ah"
Sambil berkata seperti itu aku membalikkan posisi rebahanku menghadap tembok, lalu menyumpal telingaku dengan headset.
Saat sedang asyik mendengarkan musik dan bermain handphone tiba-tiba ada yang mengguncang tubuhku dari belakang.
Akupun reflek melepaskan headset dan membalikkan tubuhku.
Beby: "kamu mah gitu aja ngambek"
Aku: "kenapa sih mbak, aku gak ngambek"
Beby: "aku panggil-panggil dari tadi kamu diem aja"
Aku: "kan aku pake headset siih, lagian kan mbak tadi masih ngerjain skripsi"
Beby: "iya sih, sorry nat, hehe"
Bebypun kembali duduk dikursi dekat meja belajarku.
Aku: "udah kelar mbak?"
Beby: "udah kok nat"
Aku: "udah siap berarti buat semhas"
Beby: "ya belom lah nat, besok dimajuin lagi, paling masih revisi"
Aku: "ooohhh"
Tiba-tiba beby melepas cardigan yang dikenakannya sehingga menyisakan kaos lengan pendek yang ada dibaliknya.
Beby: "hareudang euy"
Aku: "haahhh???"
Beby: "gerah nat, maksudnya"
Aku: "iyalah mbak, maaf mbak, gakada AC disini, cuma ada kipas"
Akupun mengarahkan kipas angin yang ada dikamarku kearah beby agar dia tidak merasa kepanasan lagi.
Beby: "nat, bosen gak?"
Aku: "yaialah, nungguin orang ngerjain skripsi"
Beby: "mmmm, main yuk nat?"
Sambil berkata seperti itu beby mendekat kearahku.
Matanya menatap mataku dengan tatapan yang tidak bisa kuartikan.
Sekarang entah kenapa suhu dikamar kosku terasa semakin panas.
Panas.... Panas.... Panas....
Aku: "m m main apa mbak?"
.
.
.
"Iihhh natha, dari tadi kamu masukin terus"
"Aku kapan masukinnya?"
"Gantian dongg"
"Ngalah sih nat sama cewek"
"Ishh, gak seru ah main sama kamu"
Beberapa keluhan keluar dari mulut beby selama kami berdua melangsungkan permainan.
Aku: "makanya, udah tau cupu malah nantangin ngajak main, aku kan udah bilang kalo aku jago, apalagi lawannya cuma mbak"
Beby: "yailah, kamu pasti seringkan main beginian"
Aku: "lumayan mbak sering sih mbak"
Kamipun melanjutkan permainan kami.
Beby: "tuh kan, kamu masukin lagi, udahan ah"
Aku: "hehehe, udah dibilangin juga"
Bebypun meletakkan stick yang ada ditangannya keatas meja.
Sedari tadi aku dan beby bermain game sepak bola yang sering kumainkan dengan teman-temanku dilab.
Kami bermain game tersebut dilaptop beby, sedangkan stick yang kami gunakan adalah stick PS yang memang aku simpan dikos.
Beby: "jam berapa sekarang nat?"
Aku: "jam setengah 11 mbak, kenapa?, mau balik?"
Beby: "mmmm, entaran aja deh"
Tidak ada lagi kata yang keluar dari kami setelah kalimat terakhir yang keluar dari mulut beby.
Karena merasa canggug, akupun memutuskan untuk kembali membuka bahasan.
Aku: "mbak, nanti kalo udah lulus rencananya mau ngapain?"
Beby: "mmmm, belum tau pastinya sih nat, tapi yang jelas aku pulang dulu ke bandung"
Aku: "oooohhh"
Beby: "kalo kerja atau S2 juga kalo bisa nyarinya disekitaran jakarta sama bandung"
Aku: "kenapa gak disini aja mbak?"
Beby: "kalo kamu takut aku tinggal bilang aja nat"
Beby mengucapkannya sambil memasang wajah menggoda kearahku.
Aku: "enggak gitu mbaaak, maksudku, emang gak nyaman gitu dijogja?"
Beby: "gakusah bohong, ngaku nggak!!"
Aku: "enggak!!"
Beby: "issh, yaudah, kalo gitu aku gakmau jawab!!"
Aku: "yaudah!!"
Duukkk.....
Beby: "gak asyik kamu nat"
Keadaanpun kembali hening.
Beby: "kalo kamu nat?"
Aku: "gak mau ngasih tau ah, mbak juga gak mau ngasih tau aku"
Kali ini tangan beby mencubit pipiku dengan kencang.
Beby: "nathaaaa!!, ngeselin ah"
Aku: "aduh mbak, sakit sakit"
Beby belum melepaskan cubitannya.
Beby: "kasih tau nggak!!"
Aku: "enggak!!, mbak dulu kasih tau"
Beby: "gak aku lepasin nih!!"
Aku: "yaudah, orang gak sakit-sakit banget"
Bebypun melepaskan cubitannya.
Beby: "iya iya!!, aku kasih tau"
Beby memasang wajah yang dibuat seolah-olah sedang kesal dengan mulutnya yang dimanyunkan dan kedua pipinya yang digembungkan.
Beby: "ya bukan gak nyaman nat, tapi keluargaku kan dibandung, kakaku kan sekarang dinasnya dimadiun, jadi mamah aku pengen aku pulang, kasian mamahku sendirian"
Aku: "ooohhh"
Beby: "kalau kamu habis lulus rencananya ngapain nat?, harus jawab!!"
Aku: "hehe, iya iya"
Beby: "cepet!!"
Aku: "ya kalo aku mau kerja mbak"
Beby: "dimana?"
Aku: "diman aja aku keterima mbak"
Beby: "maksudku ada kayak keinginan gitu gak sih?, maunya kerja dikota apa gitu"
Aku: "kalo pengennya sih ya dijawa jawa sini aja mbak, tapi kalo gak ada, yang jauh-jauh sekalian aku juga mau-mau aja, asal ada duitnya, hehe"
Beby: "gakpengen pulang ke samarinda nat?, bukannya dikalimantan setauku banyak perusahaan tambang ya?"
Aku: "kan itu tambang batu bara mbak, aku kan perminyakan"
Beby: "oooohhhh, tapi masa gakada gitu tambang minyak"
Aku: "ya mana ku tau mbak, hehe"
Beby: "kamu nih taunya apa sih nat"
Aku: "aku taunya kalo mbak itu cantik"
Maksud hati ingin menggoda beby agar dia tersipu malu, tapi ternyata...
Beby: "iiihhh, makacii nathaaa, aku juga tau koookk"
Aku: "e e eh"
Beby: "akhirnya kamu ngaku jugaa"
Aku: "issh, jangan sok imut gitu deh mbak, udah tua"
Beby: "gakpapa, yang penting cantik, wleeee
"
Aku: "hadeeeeh, salah ngerjain orang aku"
Beby: "pake alesan ngerjain lagi, udah lah nat, akui aja"
Aku: "dih"
Iya beb, kamu emang cantik kok, dan akan lebih cantik lagi kalo kamu jadi punyaku, wkwkwkwkwk
.
.
.
.
.
.
"haahh, maksudnya??"
Dahi beby agak sedikit dibuat mengkerut setelah mendengar jawaban dariku.
"itu dibawah meja mbak kalo mau ngecharge, deket kaki mbak"
Setelah mendengar penjelasanku beby langsung mengarahkan pandangannya kebawah mengikuti arah jari telunjukku.
"Oooohhh"
Bebypun mengeluarkan charger laptop dari tasnya, lalu menancapkannya ke stop kontak yang ada dibawah meja belajar.
Setelah itu beby kembali melanjutkan kegiatannya didepan laptop, sedangkan aku memilih untuk mengganti celana jeans yang sedari tadi kupakai dengan celana training dikamar mandi dan setelah itu aku kembali menuju tempat tidur untuk merebahkan tubuhku kembali.
.
.
.
Sudah hampir 30 menit beby mengerjakan skripsinya didepan laptop.
Selama itu pula tidak ada interaksi yang terjadi antaraku dan beby,
Aku: "mbak mau kesini cuma mau ngerjain skripsi sama bersih-bersih doang?"
Beby: "mmmmm"
Aku: "ish, gak asyik ah"
Sambil berkata seperti itu aku membalikkan posisi rebahanku menghadap tembok, lalu menyumpal telingaku dengan headset.
Saat sedang asyik mendengarkan musik dan bermain handphone tiba-tiba ada yang mengguncang tubuhku dari belakang.
Akupun reflek melepaskan headset dan membalikkan tubuhku.
Beby: "kamu mah gitu aja ngambek"
Aku: "kenapa sih mbak, aku gak ngambek"
Beby: "aku panggil-panggil dari tadi kamu diem aja"
Aku: "kan aku pake headset siih, lagian kan mbak tadi masih ngerjain skripsi"
Beby: "iya sih, sorry nat, hehe"
Bebypun kembali duduk dikursi dekat meja belajarku.
Aku: "udah kelar mbak?"
Beby: "udah kok nat"
Aku: "udah siap berarti buat semhas"
Beby: "ya belom lah nat, besok dimajuin lagi, paling masih revisi"
Aku: "ooohhh"
Spoiler for Theme song:
Tiba-tiba beby melepas cardigan yang dikenakannya sehingga menyisakan kaos lengan pendek yang ada dibaliknya.
Beby: "hareudang euy"
Aku: "haahhh???"
Beby: "gerah nat, maksudnya"
Aku: "iyalah mbak, maaf mbak, gakada AC disini, cuma ada kipas"
Akupun mengarahkan kipas angin yang ada dikamarku kearah beby agar dia tidak merasa kepanasan lagi.
Beby: "nat, bosen gak?"
Aku: "yaialah, nungguin orang ngerjain skripsi"
Beby: "mmmm, main yuk nat?"
Sambil berkata seperti itu beby mendekat kearahku.
Matanya menatap mataku dengan tatapan yang tidak bisa kuartikan.
Sekarang entah kenapa suhu dikamar kosku terasa semakin panas.
Panas.... Panas.... Panas....
Aku: "m m main apa mbak?"
.
.
.
"Iihhh natha, dari tadi kamu masukin terus"
"Aku kapan masukinnya?"
"Gantian dongg"
"Ngalah sih nat sama cewek"
"Ishh, gak seru ah main sama kamu"
Beberapa keluhan keluar dari mulut beby selama kami berdua melangsungkan permainan.
Aku: "makanya, udah tau cupu malah nantangin ngajak main, aku kan udah bilang kalo aku jago, apalagi lawannya cuma mbak"
Beby: "yailah, kamu pasti seringkan main beginian"
Aku: "lumayan mbak sering sih mbak"
Kamipun melanjutkan permainan kami.
Beby: "tuh kan, kamu masukin lagi, udahan ah"
Aku: "hehehe, udah dibilangin juga"
Bebypun meletakkan stick yang ada ditangannya keatas meja.
Sedari tadi aku dan beby bermain game sepak bola yang sering kumainkan dengan teman-temanku dilab.
Kami bermain game tersebut dilaptop beby, sedangkan stick yang kami gunakan adalah stick PS yang memang aku simpan dikos.
Spoiler for :
wahai agan agan yang beriman, janganlah agan berpikiran mesum, WKWKWKWKWK


Beby: "jam berapa sekarang nat?"
Aku: "jam setengah 11 mbak, kenapa?, mau balik?"
Beby: "mmmm, entaran aja deh"
Tidak ada lagi kata yang keluar dari kami setelah kalimat terakhir yang keluar dari mulut beby.
Karena merasa canggug, akupun memutuskan untuk kembali membuka bahasan.
Aku: "mbak, nanti kalo udah lulus rencananya mau ngapain?"
Beby: "mmmm, belum tau pastinya sih nat, tapi yang jelas aku pulang dulu ke bandung"
Aku: "oooohhh"
Beby: "kalo kerja atau S2 juga kalo bisa nyarinya disekitaran jakarta sama bandung"
Aku: "kenapa gak disini aja mbak?"
Beby: "kalo kamu takut aku tinggal bilang aja nat"
Beby mengucapkannya sambil memasang wajah menggoda kearahku.
Aku: "enggak gitu mbaaak, maksudku, emang gak nyaman gitu dijogja?"
Beby: "gakusah bohong, ngaku nggak!!"
Aku: "enggak!!"
Beby: "issh, yaudah, kalo gitu aku gakmau jawab!!"
Aku: "yaudah!!"
Duukkk.....
Beby: "gak asyik kamu nat"
Keadaanpun kembali hening.
Beby: "kalo kamu nat?"
Aku: "gak mau ngasih tau ah, mbak juga gak mau ngasih tau aku"
Kali ini tangan beby mencubit pipiku dengan kencang.
Beby: "nathaaaa!!, ngeselin ah"
Aku: "aduh mbak, sakit sakit"
Beby belum melepaskan cubitannya.
Beby: "kasih tau nggak!!"
Aku: "enggak!!, mbak dulu kasih tau"
Beby: "gak aku lepasin nih!!"
Aku: "yaudah, orang gak sakit-sakit banget"
Bebypun melepaskan cubitannya.
Beby: "iya iya!!, aku kasih tau"
Beby memasang wajah yang dibuat seolah-olah sedang kesal dengan mulutnya yang dimanyunkan dan kedua pipinya yang digembungkan.
Beby: "ya bukan gak nyaman nat, tapi keluargaku kan dibandung, kakaku kan sekarang dinasnya dimadiun, jadi mamah aku pengen aku pulang, kasian mamahku sendirian"
Aku: "ooohhh"
Beby: "kalau kamu habis lulus rencananya ngapain nat?, harus jawab!!"
Aku: "hehe, iya iya"
Beby: "cepet!!"
Aku: "ya kalo aku mau kerja mbak"
Beby: "dimana?"
Aku: "diman aja aku keterima mbak"
Beby: "maksudku ada kayak keinginan gitu gak sih?, maunya kerja dikota apa gitu"
Aku: "kalo pengennya sih ya dijawa jawa sini aja mbak, tapi kalo gak ada, yang jauh-jauh sekalian aku juga mau-mau aja, asal ada duitnya, hehe"
Beby: "gakpengen pulang ke samarinda nat?, bukannya dikalimantan setauku banyak perusahaan tambang ya?"
Aku: "kan itu tambang batu bara mbak, aku kan perminyakan"
Beby: "oooohhhh, tapi masa gakada gitu tambang minyak"
Aku: "ya mana ku tau mbak, hehe"
Beby: "kamu nih taunya apa sih nat"
Aku: "aku taunya kalo mbak itu cantik"
Maksud hati ingin menggoda beby agar dia tersipu malu, tapi ternyata...
Beby: "iiihhh, makacii nathaaa, aku juga tau koookk"
Aku: "e e eh"
Beby: "akhirnya kamu ngaku jugaa"
Aku: "issh, jangan sok imut gitu deh mbak, udah tua"
Beby: "gakpapa, yang penting cantik, wleeee
"Aku: "hadeeeeh, salah ngerjain orang aku"
Beby: "pake alesan ngerjain lagi, udah lah nat, akui aja"
Aku: "dih"
Iya beb, kamu emang cantik kok, dan akan lebih cantik lagi kalo kamu jadi punyaku, wkwkwkwkwk
.
.
.
Indjay dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Kutip
Balas
