- Beranda
- Stories from the Heart
"Lebih Cantik Dari Bidadari Syurga"
...
TS
nursalim84
"Lebih Cantik Dari Bidadari Syurga"

Siang itu diriku disibukkan di airport karna menunggu teman lama ku datang dari luar pulau ketika diriku sedang asyik mengobrol dengan teman ku via chat untuk janjian ketemu,karna pesawat yang doi tumpangi sudah mendarat,saking asyik nya diriku tak menyadari seseorang di depan ku hingga terjadilah "BRUUKKK...!" badan ku menubruk seorang wanita yang ada didepan ku.
"aduh...!"desah wanita tersebut
"eh maaf...maaf Mbak"ujar ku
Wanita tersebut berbalik kearah ku,dan yang membuatku terdiam adalah pandangan pertama ku ketika melihat wanita yang didepanku ternyata dirinya bercadar hanya terlihat matanya saja,tak ada celah sedikitpun keculai matanya yang bisa aku pandangi.
"Mas kalau jalan matanya kedepan jangan ke hp terus,masa orang berhenti di tabrak"sahutnya
"maaf Mbak,bukan maksud aku sengaja menabrak aku lagi sibuk mau ketemu teman yang janjian disini"
Wanita tersebut hanya memandangi ku sebentar kemudian berlalu dari hadapan ku,aku sendiri begitu malu karna akibat kecerobohan ku membuat diriku bersentuhan dengan wanita yang bukan mahrom aku.
"Assalamu'alaikum Be"suara dari belakang ku mengejutkan ku
"eh Wa'alaikumsalam"sahut ku
"ahlan wa sahlan,gimana kabar mu?"tanya nya
" khair...khair...Kamu gimana?"
"Aku baik juga Brow"ujar ku namun pandangan ku alihkan lagi kearah wanita bercadar yang barusan ku tabrak ternyata sudah menghilang dari pandangan ku
"heh...Kamu nyari siapa Be?"tanyanya heran kepadaku
"enggak,itu loh?"
"itu siapa?"
"tadi kan Aku lagi chat Kamu,enggak sengaja nabrak akhwat bercadar"ujar ku menjelaskan
"wah wah Kamu ini kayaknya penasaran banget sama tuh Akhwat,hati hati loh bisa cinta pada pandangan pertama"canda teman ku sebut saja Abdillah
"apaan sih Dil,mana bisa lah Aku cinta orang lihat wajahnya aja enggak bisa cuman matanya doang"bela ku
"tapi rasa penasaran Mu itu yang bisa bisa membuat penyakit di hati,udah ah yuk enggak usah mikirin yang enggak enggak"ajaknya
Sebeneranya perkataan Abdillah memang benar semenjak insiden kecil barusan hati ku benar penasaran dengan wanita dibalik cadar tersebut,meskipun pertemuan kami terbilang singkat namun sukses membuat diriku bertanya tanya siapa kah gerangan dirinya?apakah bisa aku bertemu dengannya kembali?jujur aku sangat mengidam idamkan memiliki istri yang pandai menutup diri seperti berhijab panjang juga bercadar.
Aku bersama Abdillah lalu berjalan menuju Bus bandara yang akan mengantar kami keterminal dan dari terminal lalu kami melanjutkan kearah desa tempat dimana aku tinggal,desa yang sangat jauh dari hiruk pikuk Ibu kota.
Abdillah sebenernya adalah teman satu kampung dengan ku juga teman satu SMA namun semenjak lulus sekolah dan diterima di perusahaan pertambangan diseberang pulau dirinya pulang hanya 3 bulan sekali.
Diperjalanan Abdillah nyeletuk
"Be kamu kapan nikah?"
"yah kamu nanya kapan aku nikah,seharusnya aku yang nanya kapan kamu nikah?udah sukses di pulau seberang masa belum nikah juga"tanya ku balik
"aku sebentar lagi Be,ini aku pulang karna bakal di kenalin sama wanita pilihan Bapak ku,rencana kalau cocok cuti kedepan aku menikahinya"
"wih mantap kawan,moga sukses deh Kamu"sahut ku
"makanya sekarang aku tanya kamu Be,umur udah 19 tahun masa belum nikah juga"
"yah aku masih nyari kerjaan dulu Dil,kamu kan tau kerjaan ku hanya memelihara sapi dan kambing punya Ayah ku,selain itu ikut paman ku kesawah,lagian masih terlalu muda Dil bagi ku untuk nikah"
"yah terlalu sempit pikiran kamu Be,nikah itu ibadah dan Allah menjamin kepada pemuda yang ingin menikah,fitnah wanita itu besar kalau Kamu enggak segera menikah bakal kena fitnah loh kaya sewaktu dibandara barusan"candanya
Benar juga apa yang dibilang oleh Abdillah karna nikah itu enggak nunggu umur kita tapi nunggu kapan kita siap,karna dalam Agama ku menganjurkan bagi para pemuda untuk menikah karna menikah bisa menundukan pandangan juga kemaluan,namun pernikahan juga butuh dana sedangkan aku sendiri masih nganggur belum kerja,sedangkan Ayah ku melarang ku bekerja di luar kota dikarnakan takut aku bisa terkontaminasi pergaulan kota yang sudah mulai mengikuti gaya hidup di barat.
Bisa di maklumi aku sedari kecil di didik dengan keras masalah Agama karna Ayah dan Ibu ku sangat menjunjung tinggi sunnah Rasulullah dalam kehidupan sehari hari,jangan kan pacaran mengenal seorang wanita pun aku belum pernah,aku disekolahkan di sekolah Agama yang jauh dari kata berkhalwat dengan wanita karna disekolahku lelaki semua enggak ada yang wanita.
Setelah mengantarkan Abdillah kerumahnya lalu aku pulang kembali kerumah,karna waktu sudah menunjukan waktu sore hari waktu nya untuk ku mencari rumput dan daun nangka untuk makanan sapi dan kambing punya Ayah.
Setelah sampai dirumah aku melihat sepertinya ada tamu yang datang karna sandal dan sepatu yang enggak ku kenali pemiliknya,saat masuk rumah aku lalu mengucap salam
"Assalamu'alaikum"ujar ku sembari masuk
"wa'alaikumsalam"sahut 4 orang yang ada diruang tamu yang dua dari Ayah dan Ibu ku yang dua lagi sepasang suami istri yang entah siapa sepertinya teman akrab Ayah ku
Aku masuk sembari memberikan senyum ku kepada tamu tersebut dan melanjutkan berjalan kearah dapur untuk mengambil peralatan mencari rumput,saat hendak melewati mereka tiba tiba Ayah ku memanggil
" Be mau kemana?ada tamu kok di lewatin gitu aja,duduk sini"pinta Ayah
"tapi Yah waktunya mencari rumput kan?"
"udah duduk dulu sebentar,teman Ayah mau kenalan sama kamu"ujar beliau sedikit memaksa
Akhirnya aku pun menuruti kehendak Ayah dan duduk disampingnya sembari tertunduk
"oh ini Mas yang namanya Abe?"ujar teman Ayah
"iyah yang kamu lihat dulu masih bayi sekarang udah gede"
"Nak Abe sekarang umurnya berapa?"tanya teman Ayah
"19 tahun om"sahut ku
"wah cocok Buk anak kita 18 tahun"bisik teman Ayah kepada istrinya
Entah maksud dari pembicaraan" cocok" itu apa aku masih bertanya tanya dan apa hubungan ku dengan anak beliau yang berbeda dengan ku satu tahun
"Nak Abe target nikah umur berapa?"tanya teman Ayah
"wah kalau ditanya nikah masih belum kepikiran Om,kerjaan aja belum punya"jawab ku sekenanya
"terus sehari hari kamu kerjanya ngapain?"
"yah cari rumput buat pakan ternak,kesawah bantu paman"jawabku
"itu kerja namanya Nak,kalau tidur seharian enggak ngapa ngapain namanya pengangguran"
Aku hanya menganggukkan kepala tanpa berani memandang kearah teman Ayah,
"maaf Om mau tanya soal ibadah apakah Nak Abe sholatnya 5 waktu?"
"Insya Allah Om"sambil menganggukkan kepala
"dimasjid?"tanya Beliau lagi
"Insya Allah Om"lagi lagi kata itu yang terlontar dari mulutku
"wAh cocok Mas jadi mantu kita"bisik istri Beliau
Meskipun dengan pelan istri teman Ayah berbisik kesuaminya namun tetap aja aku mendengarnya dan kata kata "Mantu" tersebut membuatku sedikit shock antara penasaran dan heran aku bergumam
"kenapa harus aku?siapa juga wanita yang mau menikah dengan pria desa seperti ku?dan kenapa teman ayah begitu ngotot menanyakan soal pribadi ku?"
Begitu banyak pertanyaan yang mengganjal dalam benak ku,ayah ku yang biasanya kedatangan teman karibnya biasa aja ketika aku lewat di hadapan beliau dan kali ini diriku malah di suruh memperkenalkan diri di hadapan teman Beliau,ketika aku sedang berpikir tiba tiba teman Ayah berbicara sesuatu yang membuat aku terkejut dan tidak percaya,beliau berkataQuote:"Nak Abe apakah Kamu siapa menikah dengan Anak Om?"
"terdiam tanpa bisa berkata apa apa"
"kalau Nak Abe siap,besok kerumah Om yah,nanti Om pertemukan dengan Anak Om"
"Menikah?dengan Anak beliau?GILA barusan tadi siang aku membicarakan tentang pernikahan dengan Abdillah dan sekarang tanpa diduga aku akan dijodohkab dengan anak teman Ayah?mimpi apa aku semalam?"bathin ku
Spoiler for index:
Diubah oleh nursalim84 26-05-2020 18:27
manik.01 dan 23 lainnya memberi reputasi
22
17.7K
166
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
nursalim84
#23
Part 14
silahkan duduk Mas Ren" pinta ku
Lalu kami pun duduk di kursi teras rumah, ku perhatikan dirinya hanya diam dan tertunduk seperti ada yang sedang dipikirkannya.
karna terlalu lama kami terdiam akhirnya aku menegurnya "Mas Rendy ada keperluan apa datang kesini?"
"Gua mau silahturahmi" jawabnya singkat
"oh begitu syukur deh" ucapku
"tapi bukan sama Lu, melainkan Aisyah" ucapnya
Aku terkejut dengan ucapannya barusan, dirinya berucap seakan akan tak menghargai aku di sebelahnya yang sudah menjadi suami sah dari Aisyah.
aku sebenernya sudah mulai emosi namun ku coba untuk bersabar menghadapi manusia macam Rendy.
"Mas Ren, maaf kalau Mas Rendy ada pesan biar aku sampaikan nanti ke Aisyah tapi untuk ketemu aku enggak bisa mengizinkan" ucapku dengan tutur kata halus kepadanya
"punya Hak apa Lu?, ngelarang Gua ketemu Aisyah?, denger yah Gua lebih dulu kenal Aisyah dari pada Lu!"
"tapi aku suaminya Mas"
"aaahhh...persetan Lu mau suaminya kek atau apalah, asal Lu tau yah Gua sedari kecil sudah mengenal Aisyah dan masih segar dalam ingatan ku ketika diwaktu SMP orang tua kami sepakat akan menikahkan ku dengan Aisyah ketika besar nanti dan Lu lah sebagai pengacau hubungan Gua dan Aisyah" sembari menunjuk kearah muka ku
Akhirnya terjawab sudah rasa penasaran ku tentang kenapa Rendy bisa segini nekatnya mengganggu hubungan rumah tangga ku dengan Aisyah ternyata dirinya mempunyai harapan ingin meminang Aisyah juga.
"bertaqwalah kepada Allah Mas, haram hukumnya menyukai wanita yang sudah menjadi istri dari saudaranya yang beriman"
"eh jangan sok suci yah pake ceramahin Gua segala, sekarang Gua minta datangin Aisyah kemari!" ujarnya yang mulai berdiri
"Ceklek..." terdengar pintu rumah terbuka enggak lama muncul lah Aisyah dari balik pintu dengan menggunakan cadar dan pakaian tertutup lalu berkata "mau apa lagi kesini Ren?" tanya Aisyah
"Syah dengerin Gua mau ngomong ama Lu" ujar Rendy memohon
"mau ngomong apa?. sekarang udah jelas kan status ku sudah menjadi istri orang lain, kalau kamu enggak mau pergi dari rumah ku, bakal aku telpon polisi" ancam Aisyah
"Syah apa Lu enggak inget tentang perjodohan kita sewaktu SMP?"
"aku inget Ren, tapi aku juga berhak menolak perjodohan dari orang tua ku"
"apa alasan Lu menolak Gua?. Lu bakal hidup enak Syah kalau bersama ku. mau rumah, mobil atau apa yang Lu minta bakal Gua kasih dari pada Lu hidup bersama lelaki miskin ini" sembari menunjuk ku
Emosi ku mulai memuncak ketika Rendy berkata kasar dan melecehkan ku, ingin sekali rasanya membungkam mulutnya namun aku enggak mau Aisyah khawatir akhirnya aku berdiri dan mencoba menenangkan Aisyah agar masuk kedalam rumah.
"sebentar Yank, aku mau jelasin ke lelaki enggak tau diri ini" pinta Aisyah
"eh denger yah Ren, suami ku memang bukan dari keluarga yang berada namun aku merasa bahagia dengan kehidupan seperti ini karna aku telah menemukan sosok imam yang pantas buat ku, yang mampu membimbing ku kejalan yang Allah ridhoi, percuma aku bersuami orang kaya tapi perintah Allah aja dia enggak bisa melaksanakan, kebahagiaan macam apa yang bakal kamu berikan?"
"tapi Syah aku bakal mencoba untuk menjadi imam yang baik, aku akan sholat, aku akan mematuhi semua perintah Allah aku janji itu"
"sebaiknya kamu pergi Ren dari sini kalau enggak aku enggak bakal segan segan untuk laporin kamu ke polisi" ancam Aisyah yang mengeluarkan hpnya
"oke fine Gua bakal pergi namun ingat Gua enggak bakal berhenti sampai disini" ancam nya sembari berjalan menjauhi ku dan Aisyah
Rendy lalu menaiki motornya sembari menatap tajam kearahku kemudian dirinya pergi begitu saja dari rumah ku, sedangkan Aisyah menangis memeluk ku, tubuhnya bergetar seperti ketakutan, aku lalu mengusap punggungnya untuk menenangkan dirinya.
"Syah kok kamu nangis?" ujar ku sembari berkata lembut kepadanya
"aku takut Mas 😢"
"takut kenapa?, kan ada aku disini"
"Mas, kamu enggak tau sih Rendy itu kalau menginginkan sesuatu pasti bakal dia lakuin bahkan nekat orangnya Mas. aku takut kamu di apa apain dia 😢"
"doain aja semoga Allah melapangkan hatinya supaya sadar bahwa apa yang di lakukannya adalah salah"
Aku lalu membawa Aisyah masuk kerumah. aku sendiri sebenernya sedikit kecewa kenapa Aisyah enggak pernah cerita tentang sosok Rendy sebenernya namun ya sudah lah namanya juga masa lalu dan Allah sendiri telah menutup aib hambaNya masa aku mesti maksa Aisyah buat cerita masa lalunya.
"mas Abe kok dari tadi diem terus sih?" dengan wajah sedih
"eh enggak kok Syah perasaan kamu aja kali
"
"muka Mas Abe itu loh enggak kayak biasanya, aku tau mungkin Mas Abe kecewa yah sama aku, tapi percaya lah Mas walau SMP aku pernah berteman dengan Rendy Wallahi demi Allah sedikitpun aku enggak pernah Mas bersentuham dengan nya"
"aku percaya kok kalau istriku bisa menjaga dirinya, yang aku heran kenapa si Rendy begitu ngototnya ngejar ngejar kamu Syah, padahal dia tau kalau kita sudah menikah"
"aku enggak tau juga mas, semenjak lulus SMP sikap Rendy yang dulu baik kini berubah Mas semenjak kenal dengan teman se genk nya yang enggak jauh dari miras, semenjak itu lah Ayah ku memutuskan untuk membatalkan perjodohan ku dengan Rendy, saat SMA Rendy mulai menggila Mas kadang teriak teriak di muka rumah manggil aku pokoknya orangnya itu seperti psikopat lah serem Mas kalau di gangguin dia terus"
Aku menganggukan kepala sembari mendengarkan curhatan Aisyah tentang sosok Rendy, memang cinta kadang bikin orang enggak bisa berpikir jernih sehingga membuat nya seperti orang yang kelihatan enggak waras. Diri ini hanya bisa berdoa kepada Allah supaya selalu menjaga keluarga kecil ku ini agar terhindar dari orang orang yang dzolim.
"Mas..." panggil Aisyah
"iya sayang" sahut ku
"apa aku berhenti kuliah aja yah" ucap Aisyah
"wah jangan lah sayang toh baru semester satu kamunya udah mau berhenti" ujarku
"daripada aku harus bertemu dengan Rendy terus Mas lebih baik aku dirumah dan lebih banyak nemenin kamu aja"
"tapi Syah?"
"Maaf Mas kali ini keputusan ku sudah bulat dan kalau bisa sih setelah aku berhenti dari kuliah kita tinggal tempat kamu aja Mas gimana?, kan Rendy enggak tau"
"Syah tempat ku didesa loh jauh dari perkotaan"
"enggak apa apa Mas dari pada tinggal di kota tapi enggak aman mending di desa kan lebih aman dan tentram disana, Mas mau yah ngabulin permohonan aku untuk yang satu ini" pintanya
"hmmm...yah aku sih enggak mempermasalahkan Syah kalau memang kamu mau tinggal dirumah ku, tapi apa Ayah sama Ibu ngizinin?"
"soal Ayah dan Ibu pasti ngizinin lagian aku kan sekarang istri kamu Mas, kemanapun kamu pergi meskipun kepulau seberang tetap wajib aku ikuti"
"yasudah setelah kamu berhenti kuliah baru kita pindah kerumah ku yah, awas jangan bilang enggak betah, kalau bilang enggak betah aku tarik tuh hidung biar kaya perosotan anak TK
" canda ku
"iiihhh Mas Abe 😡 , ngatain hidung ku kaya prosotan anak TK, mata Mas Abe tuh sipit kalau ketawa ilang dah matanya 😜 😂" ujar doi balas meledek ku
Akhirnya suasana yang kaku kini mulai hangat kembali, yah walaupun sempat kaget sih mendengar Aisyah berhenti kuliah namun aku bangga karna di balik keinginan nya berhenti kuliah dirinya sebenernya ingin mempertahan kan rumah tangga kami berdua supaya enggak ada yang mengganggu, aku bangga karna kepentingan suaminya lebih dia utamakan ketimbang kepentingan duniawi.
Lalu kami pun duduk di kursi teras rumah, ku perhatikan dirinya hanya diam dan tertunduk seperti ada yang sedang dipikirkannya.
karna terlalu lama kami terdiam akhirnya aku menegurnya "Mas Rendy ada keperluan apa datang kesini?"
"Gua mau silahturahmi" jawabnya singkat
"oh begitu syukur deh" ucapku
"tapi bukan sama Lu, melainkan Aisyah" ucapnya
Aku terkejut dengan ucapannya barusan, dirinya berucap seakan akan tak menghargai aku di sebelahnya yang sudah menjadi suami sah dari Aisyah.
aku sebenernya sudah mulai emosi namun ku coba untuk bersabar menghadapi manusia macam Rendy.
"Mas Ren, maaf kalau Mas Rendy ada pesan biar aku sampaikan nanti ke Aisyah tapi untuk ketemu aku enggak bisa mengizinkan" ucapku dengan tutur kata halus kepadanya
"punya Hak apa Lu?, ngelarang Gua ketemu Aisyah?, denger yah Gua lebih dulu kenal Aisyah dari pada Lu!"
"tapi aku suaminya Mas"
"aaahhh...persetan Lu mau suaminya kek atau apalah, asal Lu tau yah Gua sedari kecil sudah mengenal Aisyah dan masih segar dalam ingatan ku ketika diwaktu SMP orang tua kami sepakat akan menikahkan ku dengan Aisyah ketika besar nanti dan Lu lah sebagai pengacau hubungan Gua dan Aisyah" sembari menunjuk kearah muka ku
Akhirnya terjawab sudah rasa penasaran ku tentang kenapa Rendy bisa segini nekatnya mengganggu hubungan rumah tangga ku dengan Aisyah ternyata dirinya mempunyai harapan ingin meminang Aisyah juga.
"bertaqwalah kepada Allah Mas, haram hukumnya menyukai wanita yang sudah menjadi istri dari saudaranya yang beriman"
"eh jangan sok suci yah pake ceramahin Gua segala, sekarang Gua minta datangin Aisyah kemari!" ujarnya yang mulai berdiri
"Ceklek..." terdengar pintu rumah terbuka enggak lama muncul lah Aisyah dari balik pintu dengan menggunakan cadar dan pakaian tertutup lalu berkata "mau apa lagi kesini Ren?" tanya Aisyah
"Syah dengerin Gua mau ngomong ama Lu" ujar Rendy memohon
"mau ngomong apa?. sekarang udah jelas kan status ku sudah menjadi istri orang lain, kalau kamu enggak mau pergi dari rumah ku, bakal aku telpon polisi" ancam Aisyah
"Syah apa Lu enggak inget tentang perjodohan kita sewaktu SMP?"
"aku inget Ren, tapi aku juga berhak menolak perjodohan dari orang tua ku"
"apa alasan Lu menolak Gua?. Lu bakal hidup enak Syah kalau bersama ku. mau rumah, mobil atau apa yang Lu minta bakal Gua kasih dari pada Lu hidup bersama lelaki miskin ini" sembari menunjuk ku
Emosi ku mulai memuncak ketika Rendy berkata kasar dan melecehkan ku, ingin sekali rasanya membungkam mulutnya namun aku enggak mau Aisyah khawatir akhirnya aku berdiri dan mencoba menenangkan Aisyah agar masuk kedalam rumah.
"sebentar Yank, aku mau jelasin ke lelaki enggak tau diri ini" pinta Aisyah
"eh denger yah Ren, suami ku memang bukan dari keluarga yang berada namun aku merasa bahagia dengan kehidupan seperti ini karna aku telah menemukan sosok imam yang pantas buat ku, yang mampu membimbing ku kejalan yang Allah ridhoi, percuma aku bersuami orang kaya tapi perintah Allah aja dia enggak bisa melaksanakan, kebahagiaan macam apa yang bakal kamu berikan?"
"tapi Syah aku bakal mencoba untuk menjadi imam yang baik, aku akan sholat, aku akan mematuhi semua perintah Allah aku janji itu"
"sebaiknya kamu pergi Ren dari sini kalau enggak aku enggak bakal segan segan untuk laporin kamu ke polisi" ancam Aisyah yang mengeluarkan hpnya
"oke fine Gua bakal pergi namun ingat Gua enggak bakal berhenti sampai disini" ancam nya sembari berjalan menjauhi ku dan Aisyah
Rendy lalu menaiki motornya sembari menatap tajam kearahku kemudian dirinya pergi begitu saja dari rumah ku, sedangkan Aisyah menangis memeluk ku, tubuhnya bergetar seperti ketakutan, aku lalu mengusap punggungnya untuk menenangkan dirinya.
"Syah kok kamu nangis?" ujar ku sembari berkata lembut kepadanya
"aku takut Mas 😢"
"takut kenapa?, kan ada aku disini"
"Mas, kamu enggak tau sih Rendy itu kalau menginginkan sesuatu pasti bakal dia lakuin bahkan nekat orangnya Mas. aku takut kamu di apa apain dia 😢"
"doain aja semoga Allah melapangkan hatinya supaya sadar bahwa apa yang di lakukannya adalah salah"
Aku lalu membawa Aisyah masuk kerumah. aku sendiri sebenernya sedikit kecewa kenapa Aisyah enggak pernah cerita tentang sosok Rendy sebenernya namun ya sudah lah namanya juga masa lalu dan Allah sendiri telah menutup aib hambaNya masa aku mesti maksa Aisyah buat cerita masa lalunya.
"mas Abe kok dari tadi diem terus sih?" dengan wajah sedih
"eh enggak kok Syah perasaan kamu aja kali
""muka Mas Abe itu loh enggak kayak biasanya, aku tau mungkin Mas Abe kecewa yah sama aku, tapi percaya lah Mas walau SMP aku pernah berteman dengan Rendy Wallahi demi Allah sedikitpun aku enggak pernah Mas bersentuham dengan nya"
"aku percaya kok kalau istriku bisa menjaga dirinya, yang aku heran kenapa si Rendy begitu ngototnya ngejar ngejar kamu Syah, padahal dia tau kalau kita sudah menikah"
"aku enggak tau juga mas, semenjak lulus SMP sikap Rendy yang dulu baik kini berubah Mas semenjak kenal dengan teman se genk nya yang enggak jauh dari miras, semenjak itu lah Ayah ku memutuskan untuk membatalkan perjodohan ku dengan Rendy, saat SMA Rendy mulai menggila Mas kadang teriak teriak di muka rumah manggil aku pokoknya orangnya itu seperti psikopat lah serem Mas kalau di gangguin dia terus"
Aku menganggukan kepala sembari mendengarkan curhatan Aisyah tentang sosok Rendy, memang cinta kadang bikin orang enggak bisa berpikir jernih sehingga membuat nya seperti orang yang kelihatan enggak waras. Diri ini hanya bisa berdoa kepada Allah supaya selalu menjaga keluarga kecil ku ini agar terhindar dari orang orang yang dzolim.
"Mas..." panggil Aisyah
"iya sayang" sahut ku
"apa aku berhenti kuliah aja yah" ucap Aisyah
"wah jangan lah sayang toh baru semester satu kamunya udah mau berhenti" ujarku
"daripada aku harus bertemu dengan Rendy terus Mas lebih baik aku dirumah dan lebih banyak nemenin kamu aja"
"tapi Syah?"
"Maaf Mas kali ini keputusan ku sudah bulat dan kalau bisa sih setelah aku berhenti dari kuliah kita tinggal tempat kamu aja Mas gimana?, kan Rendy enggak tau"
"Syah tempat ku didesa loh jauh dari perkotaan"
"enggak apa apa Mas dari pada tinggal di kota tapi enggak aman mending di desa kan lebih aman dan tentram disana, Mas mau yah ngabulin permohonan aku untuk yang satu ini" pintanya
"hmmm...yah aku sih enggak mempermasalahkan Syah kalau memang kamu mau tinggal dirumah ku, tapi apa Ayah sama Ibu ngizinin?"
"soal Ayah dan Ibu pasti ngizinin lagian aku kan sekarang istri kamu Mas, kemanapun kamu pergi meskipun kepulau seberang tetap wajib aku ikuti"
"yasudah setelah kamu berhenti kuliah baru kita pindah kerumah ku yah, awas jangan bilang enggak betah, kalau bilang enggak betah aku tarik tuh hidung biar kaya perosotan anak TK
" canda ku"iiihhh Mas Abe 😡 , ngatain hidung ku kaya prosotan anak TK, mata Mas Abe tuh sipit kalau ketawa ilang dah matanya 😜 😂" ujar doi balas meledek ku
Akhirnya suasana yang kaku kini mulai hangat kembali, yah walaupun sempat kaget sih mendengar Aisyah berhenti kuliah namun aku bangga karna di balik keinginan nya berhenti kuliah dirinya sebenernya ingin mempertahan kan rumah tangga kami berdua supaya enggak ada yang mengganggu, aku bangga karna kepentingan suaminya lebih dia utamakan ketimbang kepentingan duniawi.
emangon dan 8 lainnya memberi reputasi
9