- Beranda
- Stories from the Heart
"Kisahnya yang hanya sekilas" (Horor romance)
...
TS
greengrows
"Kisahnya yang hanya sekilas" (Horor romance)
Kurebahkan tubuhku lalu ku nikmati sensasi regangan otot yang sedari dati tegang setelah seharian kuhaiskan waktu di kampus untuk mengerjakan laporan yang tiada habisnya. Oiya perkenalkan namaku Dona untuk yang petama kali dengar pastilah menganggap aku ini cewe namun kalian akan keliru setelah melihat wujudku yang yang asli, wkwk. Ya nama itu yang diberikan oleh ibuku saat aku lahir, aku juga tidak paham kenapa namaku seperti itu, mungkin dulu mereka ingin mempunyai anak perempuan tapi malah yg keluar cowo, maklum gan dulu belum pake usg-usg an, boro2 usg, lahiran aja masih di bantu dukun bukan bidan apalagi dokter, maklum namanya juga di kampung hehe.
Aku berasal dari salah satu kota di pulau jawa yang kini sedang duduk di bangku kuliah di salah satu kampus negri yang ada di kota ku ini. Aku anak pertama dari 3 bersaudara kedua adik ku ini cewek dan masih duduk di bangku SMA dan SD. Walaupun masih satu kota aku memilih kost di dekat kampus, selain karena waktu tempuh dari rumah ke kampus yang cukup jauh juga karena aku ingin belajar lebih mandiri. Kali ini aku akan bercerita mengenai kisahku dengan seorang eh dua orang, eh satu orng satu bukan ah...ya semacam itu lah, satu adalah gadis yang ku kenal dengan tidak sengaja dari dunia maya, dan satu lagi “gadis” yang aku kenal juga di dunia “maya”, aku tidak mau menyebut diriku indigo atau semacamnya karna aku tidak sehebat mereka, tapi ada hal lain didiriku, aku bisa melihat dan merasakan kehadiran “mereka” sejak bertemu dengan “teman” ku, bukan teman yang seperti kalian ketahui, tapi ini “teman spesial” ku.
Oke langsung saja, silahkan di nikmati mohon maaf jika tulisannya belepotan, maklum masih nubie dalam tulis menulis..cheers!
Quote:
PART 1 - GENDIS
Diubah oleh greengrows 13-04-2020 16:18
meqiba dan axxis2sixx memberi reputasi
2
1.3K
8
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
greengrows
#1
PART 1 - GENDIS
Pagi itu aku terbangun tepat saat adzan subuh berkumandang, kost ku memang dekan dengan mushola warga, jadi aku pasti terbangun saat adzan subuh berkumandang. Kulangkahkan kakiku dengan gontai ke kamar mandi untuk cuci muka dan bersiap ke mushola. Kulihat beberapa kamar lain masih padam lampunya menandakan mereka masih asik berkutat dengan mimpi malam nya, oiya kost ku ini adalah sebuah rumah yang sengaja di kontrakan karena penghunnya tidak lagi bekerja di kota ini, aku dengan kepala keluarga tsb adalah seorang tentara yang di tugaskan ke daerah sumatra, jadi daripada kosong makanya rumah ini dikontrakan supaya ada yang merawat dan lokasinya yang memang tidak jauh dari area kampus jadi sangat cocok untuk disewakan kepada mahasiswa seperti kami ini.
Ada 6 kamar di rumah ini, sebenarnya tidak panjang hanya bentuknya melorong ke belakang dan tepat di ujung rumah ini ada terdapat halaman belakang yang ada 2 kamar mandi, sumur dan pohon alpukat. Setelah cuci muka aku menuju mushola untuk menunaikan 2 rakaat pertamaku hari ini, hujan turun pagi ini membuat hawa dingin semakin menusuk ke tulang, aku bergegas kembali ke kamar setelah selesai sholat untuk melanjutakan tidurku kemabli. Perlahan mata ini mulai terpejam saat tiba-tiba suara itu muncul... “Banguuun....”, suara yang sangat ku kenali, suara yang lembut dan terkesan sedikit dingin, tapi mungkin jika org lain yang mendengar malah akan bergidik ngeri mendengarnya, ya... dia adalah Gendis, “teman spesial” ku. Nama aslinya bukan Gendis namun Nyi R*********** aku tidak mau menyebut nama aslinya, selain susah di hapal juga terkesan sangat oldskul jadi ku panggil dia Gendis yang dalam bahasa jawa artinya gula, ya gula..sepadan dengan parasnya yang manis dan anggun.
Sedikit gambaran tentang Gendis, dia berpenampilan seperti gadis berusia 25 tahun dengan tinggi kira-kira 165 cm, kulitnya putih, matanya sedikit sipit dengan hdung mancung dan bibir bewarna merah, rambutnya panjang sepunggung tergerai lurus dengan 2 kepang kecil diatas telinga kanan kiri yang menyatu di belakang kepalanya. Pakaian nya seperti gadis jaman kerajaan dengan kemben atasan warna merah maroon dan dipadu selendang coklat menutupi pundak nya dan menggunakan kain jarik coklat sebagai penutup bagian bawah tubuhnya. Gendis ini tidak selalu mendampingiku setiap saat, dia hanya muncul ketika ada perlu yang penting atau ketika aku memanggilnya, ya sekedar untuk curhat. hehe
Kubuka kembali mataku dan kudapati Gendis sedang jongkok di depan aquarium kecil di sudut kamarku memandangi ikan gupi yang berenang kesana kemari. Kupandangi dia beberapa saat kulihat kepalanya bergerak kesana kemari mengikuti gerakan ikan dan sesekali tangan nya bergerak seolah-olah akan menangkap ikan itu pdahal sudah pasti tangannya akan menembus, aku hanya senyum senyum melihat tingkahnya.
“Ndis...” panggilku, tak ada jawaban, “Gendiss...” kupanggil lagi untuk kedua kalinya dia masih tidak bergeming dan terus melanjutkan aktivitasnya. Karena mataku sudah mulai berat dan hawa dingin yang datang bersamaan dengan hujan yang semakin deras maka kuputuskan untuk menarik selimut dan melanjutkan tidurku hingga tiba-tiba gendis berbicara. “Ada yang suka sama kamu tuh Den..” (Gendis selalu memanggilku dengan sebutan “Den”) kubuka kembali slimutku dan kulihat gendis sudah berdiri menghadapku. “Siapa ?” tanyaku, “Liat aja nanti..”katanya sembari melempar senyum yang manis lalu perlahan menghilang.
Hmmm..siapa yg dimaksud Gendis, pertanyaan itu yang memenuhi otakku pagi itu, kulihat jam menunjukan pukul 05:30 jadi daripada pusing kuputuskan untuk kembali tidur karna hari ini kuliah dimulai pukul 9, lumayan masih ada waktu untuk kembali merajut mimpi. Hehehe
Ada 6 kamar di rumah ini, sebenarnya tidak panjang hanya bentuknya melorong ke belakang dan tepat di ujung rumah ini ada terdapat halaman belakang yang ada 2 kamar mandi, sumur dan pohon alpukat. Setelah cuci muka aku menuju mushola untuk menunaikan 2 rakaat pertamaku hari ini, hujan turun pagi ini membuat hawa dingin semakin menusuk ke tulang, aku bergegas kembali ke kamar setelah selesai sholat untuk melanjutakan tidurku kemabli. Perlahan mata ini mulai terpejam saat tiba-tiba suara itu muncul... “Banguuun....”, suara yang sangat ku kenali, suara yang lembut dan terkesan sedikit dingin, tapi mungkin jika org lain yang mendengar malah akan bergidik ngeri mendengarnya, ya... dia adalah Gendis, “teman spesial” ku. Nama aslinya bukan Gendis namun Nyi R*********** aku tidak mau menyebut nama aslinya, selain susah di hapal juga terkesan sangat oldskul jadi ku panggil dia Gendis yang dalam bahasa jawa artinya gula, ya gula..sepadan dengan parasnya yang manis dan anggun.
Sedikit gambaran tentang Gendis, dia berpenampilan seperti gadis berusia 25 tahun dengan tinggi kira-kira 165 cm, kulitnya putih, matanya sedikit sipit dengan hdung mancung dan bibir bewarna merah, rambutnya panjang sepunggung tergerai lurus dengan 2 kepang kecil diatas telinga kanan kiri yang menyatu di belakang kepalanya. Pakaian nya seperti gadis jaman kerajaan dengan kemben atasan warna merah maroon dan dipadu selendang coklat menutupi pundak nya dan menggunakan kain jarik coklat sebagai penutup bagian bawah tubuhnya. Gendis ini tidak selalu mendampingiku setiap saat, dia hanya muncul ketika ada perlu yang penting atau ketika aku memanggilnya, ya sekedar untuk curhat. hehe
Kubuka kembali mataku dan kudapati Gendis sedang jongkok di depan aquarium kecil di sudut kamarku memandangi ikan gupi yang berenang kesana kemari. Kupandangi dia beberapa saat kulihat kepalanya bergerak kesana kemari mengikuti gerakan ikan dan sesekali tangan nya bergerak seolah-olah akan menangkap ikan itu pdahal sudah pasti tangannya akan menembus, aku hanya senyum senyum melihat tingkahnya.
“Ndis...” panggilku, tak ada jawaban, “Gendiss...” kupanggil lagi untuk kedua kalinya dia masih tidak bergeming dan terus melanjutkan aktivitasnya. Karena mataku sudah mulai berat dan hawa dingin yang datang bersamaan dengan hujan yang semakin deras maka kuputuskan untuk menarik selimut dan melanjutkan tidurku hingga tiba-tiba gendis berbicara. “Ada yang suka sama kamu tuh Den..” (Gendis selalu memanggilku dengan sebutan “Den”) kubuka kembali slimutku dan kulihat gendis sudah berdiri menghadapku. “Siapa ?” tanyaku, “Liat aja nanti..”katanya sembari melempar senyum yang manis lalu perlahan menghilang.
Hmmm..siapa yg dimaksud Gendis, pertanyaan itu yang memenuhi otakku pagi itu, kulihat jam menunjukan pukul 05:30 jadi daripada pusing kuputuskan untuk kembali tidur karna hari ini kuliah dimulai pukul 9, lumayan masih ada waktu untuk kembali merajut mimpi. Hehehe
Diubah oleh greengrows 13-04-2020 16:15
bejo.gathel dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Tutup