- Beranda
- Stories from the Heart
CINTA KOPI : KEHIDUPAN MAHASISWA, CINTA DAN KOPI
...
TS
raito2fang
CINTA KOPI : KEHIDUPAN MAHASISWA, CINTA DAN KOPI
Selamat dan salam sejahtera untuk para sesepuh dan reader STFH semuanya. Salam kenal dari mantan penulis STFH yang lama mangkir bertahun tahun lamanya. Disini ane mau minta ijin untuk kembali berbagi cerita kehidupan ane yang sebenernya gak terlalu asik untuk diceritakan.
DISCLAIMER
Cerita ini BASED ON TRUE STORY sekitar 30% dari kumpulan pengalaman penulis dan beberapa temen2 penulis dengan sisanya imajinasi penulis. Jadi ya bisa di bilang ini adalah cerita fiksi. Nama dan tempat telah disamarkan untuk menghindari kesalah pahaman. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.
~~SFTH Rules, Report, Inquiries and Q/A (read before posting)~~
Quote:
Buat yang penasaran sama Prequel dari cerita ini bisa dilihat di sini
Quote:
~=LATEST UPDATE=~
Quote:
Diubah oleh raito2fang 13-04-2020 13:04
tien212700 dan 32 lainnya memberi reputasi
31
9.5K
61
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33KThread•54.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
raito2fang
#50
MIMPI SEORANG PECUNDANG
[ Hei kamu yang lama tidak jumpa, apa kabar? ]
Melihat tweet baru dari Vera itu pikiran gw langsung berhenti dengan seketika. Apa maksud Vera? Kalau gw harus geer itu tweet maksunya untuk gw dan kalau gw pikir dengan baik-baik mungkin yang Vera maksud adalah orang lain. Sejuta pikiran mulai memenuhi otak gw, apakah ini? atau itu? semua macam spekulasi gw pikirankan dan segala macam kemungkinan gw simulasikan di otak gw. Gw masih saja berdiam diri memegangi handphone gw yang udah lama redup kembali. Gw gak berani membalas? Iya gw bener-bener gak berani. Gimana kalau ternyata yang Vera maksud itu bukan gw?
Lama gw pikirankan semua itu tanpa gw sadar gw terlelap tidur memeluk handphone gw. Entah ini kemungkan atau gw yang terlalu memikiran masalah ini, dalam tidur gw bermimpi tentang Vera. Gw berdiri di sebuah pantai yang gw kenali tapi juga gw gak kenal. Disana gw berjalan berdua bersampingan dengan Vera. Gw liat Vera berkata sesuatu tapi gw sendiri gak bisa dengan apa yang dia katakan. Gw coba untuk mendengar lebih jelas bahkan meminta Vera untuk mengulangi perkataannya. Gak lama Vera tiba-tiba berlari menjauh tapi saat gw mau mengejar dia, gw rasakan kaki gw terasa berat kayak tertanap di dalam pasir pantai itu.
Sekita lima meter jauhnya Vera berhenti dan menengok ke arah gw dan terlihat tersenyum. Awalnya senyum Vera begitu indah dengan latar matahari yang mulai terbit. Lama kelamaan wajahnya terlihat mulai bersedih dengan senyum yang dipaksakan. Hati gw terasa berat melihat Vera yang senyum terpaksa itu. Entah apa yang gw rasakan, apakah gw merasa bersalah? Apa gw merasa kecewa? kecewa karena Vera dulu pergi menginggalkan gw atau kecewa dengan diri gw sendiri yang gak berani berkata apa-apa?
Sedikit demi sedikit cahaya matahari terbit makin menyilaukan pandangan gw dan gw hampir gak bisa melihat sosok Vera lagi. Yang gw lihat hanya bibirnya yang masih tersenyum di balik sinar matahari yang makin terang menyilaukan. Lalu bibir Vera mulai bergerak dan berkata sesuatu. Kali ini gw dengan jelas mendengar perkataannya.
"Bangun ... Mau kesiangan lu?"
"Hah!?"
Lalu gw merasakan sinar matahari yang tearang itu mulai susah untuk di tahan dan menutupkan mata gw. Ketika membuka mata gw lagi, gw tersadar gw berada di kamar gw dan melihat sinar matahari yang masuk lewat jendela yang gw lupa tutup gorden nya malam tadi.
"Woy Det! udah siang bangun lu! kesiangan baru tau rasa lu!" Teriak Langit sambil mengetok pintu kamar kost gw. Gw yang masih belum sepenuhnya terbangun memutuskan untuk berhenti memikirkan masalah Vera, baik itu tentang tweet nya maupun tentang mimpi gw tadi. Dengan malas gw pergi membuka pintu kamar kost gw dan melihat sosok Langit yang nyengir kuda di depan pintu.
"Nah bangun juga lu hehehe " ujar nya sambil tertawa ringan.
"Minggir gw mau mandi!" balas gw ketus. Gw masih kesel karena mimpi gw yang lumayan indah harus berhenti gara-gara temen gw yang satu ini. Apalagi melihat wajahnya yang nyengir gak jelas itu. Dengan perasaan masih dongkol gw ambil handuk gw dari jemuran dan masuk ke kamar mandi umum kost.
"Jangan kelamaan mandinya, jangan coli lu, keburu siang"
"Iye! bawel lu, kayak emak-emak aja!"
---------
Gak terasa hari Jumat udah datang dan kehidupan mahasiswa gw masih berjalan dengan santai. Selain gw dan temen-temen gw lainnya pergi ke acara Open RecruitmentUKM dan gabung ke UKM Musik, sisa minggu ini gw jalanin dengan normal. Pergi ngampus, pulang nongkrong di pujasera sampai malam dan balik ke kost.
Gw masih belum berani untuk mulai menghubungi Vera. Gw emang pengecut dan pecundang, gw pahami itu. Tapi setelah kepergian Vera beberapa tahun lalu, banyak hal yang membuat gw menjadi sosok yang seperti ini. Terutama tiga kejadian penting yang benar-benar mengubah gw.
Pertama kepergian Mala. Mala adalah teman masa kecil gw yang gak gw sangka-sangka berakhir menjadi kekasih gw. Bukan hanya hubungan kita yang menuju ke arah percintaan, kedua keluarga gw dan Mala malah memutuskan gw dan Mala untuk menjalin hubungan lebi lanjut sebagai tunangan. Mungkin kalian pikir ini hal gila, sepasang pemuda dan pemudi SMA sudah menjalin hubungan pertunangan. Tapi itulah yang terjadi di kehidupan gw. Namun takdir berkata lain, dan Tuhan punya rencana yang berbeda dengan apa yang gw pikirkan. Tuhan memutuskan untuk memmanggil Mala, tunangan gw untuk pergi ke samping-Nya duluan. Bersama kedua orang tuanya, Mala terlibat kecelakaan maut di sebuah jalan Tol.
Kedua, gak lama setelah Mala pergi, Tuhan memutuskan untuk memanggil Bokap gw juga. Pukulan bertubi-tubi ini membuat gw kehilangan arah untuk beberapa waktu lamanya. Sampai akhirnya 'Dia' datang dan mengobati luka di hati gw. Sedikit demi sedikit kehadirannya membuat gw bisa menerima kehilangan dua orang kesayangan gw. Sedikit demi sedikit sosoknya mulai menggantikan posisi Mala di hati gw. Sampai akhirnya gw mesarakan kehadirannya dalam kehidupan gw adalah obat yang Tuhan berikan untuk semua luka yang gw alami saat itu.
Betapa bodohnya gw saat itu. Benar kata orang, bahkan sebuah kesalahan kecil bisa berakibat fatal.Saat itu gw rasakan banyak sekali kekurangan dalam dirinya. Terkadang gw rasakan sifatnya yang pencemburu dan posesif terlalu melelahkan dan memutuskan untuk menghentikan hubungan kita. Orang bilang penyesalan selalu datang terlambat dan kita baru merasakan betapa berharganya sesuatu ketika kita kehilangan hal itu.
"Woy ngapain ngelamun aja lu?" Tanya Langit yang duduk disamping gw. Gw terbangun dari lamunan gw dan membalas pertanyaan Langit. Gw, Langit dan beberapa teman dekat kita sedang duduk bersila di rumput taman samping gedung Jurusan kami. Disini kita sedang menunggu kedatangan para kakak tingkat yang mau mengumumkan soal ospek jurusan. Gak lama setelah gw dan temen gw mengobrol, datanglah sekelompok Mahasiswa dengan jaket biru seragam.
"Selamat Sore teman-teman semua"
"Sore Kang!" Jawab teman satu angkatan gw serentak.
"Terima kasih untuk kehadiran kalian disini sore hari ini" Lanjut seorang kakak tingkat yang berdiri di depan barisan para mahasiswa baru teman-teman angkatan gw. "Disini saya ingin menyampaikan sesuatu. Mulai minggu depan kita mengajak kalian para mahasiswa jurusan teknik komputer angakatan 2011 untuk berpartisipasi dalam rangkaian acara initiasi anggota baru Himpunan Teknik Komputer. Dalam beberapa minggu kedepan kalian diminta untuk mengikuti pelatihan dan beberapa kegiatan pra-acara sebelum kita memasuki acara utama pada pertengahan bulan depan. Kegiatan pertama yang harus kalian jalani adalah wawancara dengan kakak tingkat kalian
"Disini saya punya satu buku untuk contoh" Ujar kakak tingkat tersebut sambil menunjukan sebuah buku biru "Buku ini kita namakan sebagai Buku Biru. Kalian nanti harus memiliki buku ini masing-masing. Kalian isi buku ini dengan informasi tentang kakak tingkat kalian yang nanti kalian akan wawancarai
"Tugas selanjutnya adalah kalian harus mencari kakak angkat kalian. Fungsi kakak angkat ini adalah orang yang akan membantu kalian lebih banyak, baik itu mengenai Himpunan, masalah perkuliahan atau bahkan masalah pribadi kalian."
Perkumpulan tersebut berlajut hingga mencapai 1 jam lebih sebelum akhirnya para kakak tingkat membubarkan angkatan gw. Gak sedikit dari temen-temen angkatan gw yang protes da berpendapat bahwa tugas yang kakak tingkat berikan itu adalah hal yang gak berguna dan cuman ngerjain kita aja. Tapi walaupun kita protes kegiatan dan tugas itu tetep kita jalanin. Gw, Langit dan Agus juga langsung mencari keperluan-keperluan yang diminta oleh kakak tingkat tadi.
Gw juga berpikir bahwa gw harus lebih aktif dalam segala hal. Kegiatan himpunan adalah salah satu caranya. Gw pikir di tempat ini lah gw bisa belajar banyak hal, termasuk sosialisasi. Gw yang cenderung seorang IIntrovert', apalagi setelah kejadian-kejadian yang gw alami sebelumnya, butuh "Rehabilitasi" diri.
Gw juga harus memulai move on dari kenangan masa lalu. Gak mungkin gw selamanya tetep memikirkan sosok 'Dia' dan berakhir sebagai jomblo seumur hidup. Mungkin gw harus lebih proaktif dengan para teman cewek gw dan mulai mendekati seseorang. Atau yang lebih mudah adalah memulai lagi hubungan gw dengan Vera.
-----
"Siap? Yuk cabut" Ujar Langit
Hari ini adalah hari Sabtu. Temen-temen gw udah merencanakan untuk pergi futsal hari ini. Makanya jarang-jarang hari libur gini gw sempetin keluar kost. Setelah pergi membonceng Langit ke tempat lapangan futsal gw menunggu temen-temn lainnya untuk datang dan memulai pertandingan futsal. Gak lama setelah batang rokok kedua gw satu persatu temen-temen gw datang. Yang gak gw sangka adalah selain temen-temen cowok gw yang datang ada beberapa cewek yang juga ikut datang, dan...
"Elu?!"
JabLai cOY dan 9 lainnya memberi reputasi
10

