- Beranda
- Stories from the Heart
Cinta Orang Asing
...
TS
peggimiru
Cinta Orang Asing
ALASAN
(1)

Butuh keberanian besar untuk mengirimkan kalimat-kalimat yang kutulis itu. Rentetan kalimat yang kurancang sedemikian rupa dengan kesadaran penuh. Tentang indahnya karya yang diramu menjadi tulisan yang menyentuh banyak hati. Mengundang berbagai macam kalimat pujian dari ratusan penggemar karyanya.
Kuberitahu, kalau ini adalah salah satu aksi paling nekat yang aku lakukan karena tuntutan rasa penasaran. Mengirimkan kalimat-kalimat pujian atas karya-karyanya dan tak lupa memperkenalkan siapa diriku terlebih dahulu. Mengingat di masa silam dirinya pernah mengajarkan aku membaca ayat suci Alquran.
Ya, orang-orang mungkin mempertanyakan tindakanku ini. Apa harus menyanjung setinggi itu? Apa harus menuliskan kalimat-kalimat panjang hanya untuk menyampaikan betapa kagumnya aku kepada dirinya dan karyanya. Apalagi posisiku hanya sebagai asing yang mencoba untuk menjadi yang paling. Ehhh, uppss.
Aku sebenarnya ingin tahu bagaimana rasanya berdiskusi dengan orang yang sama dengan hobiku. Menulis. Ya, walau ada beberapa teman juga yang sering kuajak berdiskusi dalam hal menulis. Hanya saja aku menemukan sesuatu yang menurutku sama dengan apa yang selama ini aku tulis. Hanya saja, dia bukan sebatas menulis untuk menuangkan rasa. Melainkan berkarya dan itu membuahkan hasil dengan dia menerbitkan sebuah buku.
Sebenarnya, sudah lama aku ingin membagi perasaan ini dengan seseorang. Perasaan tentang betapa bahagianya saat kita bisa meramu kata yang mewakili isi hati. Dan aku harap dia adalah orang yang tepat. Apalagi setelah membaca dan mendengar karya-karyanya. Ekspektasiku padanya menjadi semakin besar.
Rasanya aku sudah tidak sabar ingin mendapat balasan atas pesan-pesanku itu. Tapi, sudah tiga hari sejak pesan itu terkirim, belum juga mendapat notifikasi apapun sebagai tanda balasan. Apa dia sesibuk itu? Ataukah dia tidak membalas pesan-pesan dari orang asing sepertiku? Entahlah, aku terlalu pusing memikirkan semua kemungkinan-kemungkinan tersebut.
Bersambung...
Sumber gambar: Pinterest
Edit: Canva dan PhotoGrid
(1)

Butuh keberanian besar untuk mengirimkan kalimat-kalimat yang kutulis itu. Rentetan kalimat yang kurancang sedemikian rupa dengan kesadaran penuh. Tentang indahnya karya yang diramu menjadi tulisan yang menyentuh banyak hati. Mengundang berbagai macam kalimat pujian dari ratusan penggemar karyanya.
Kuberitahu, kalau ini adalah salah satu aksi paling nekat yang aku lakukan karena tuntutan rasa penasaran. Mengirimkan kalimat-kalimat pujian atas karya-karyanya dan tak lupa memperkenalkan siapa diriku terlebih dahulu. Mengingat di masa silam dirinya pernah mengajarkan aku membaca ayat suci Alquran.
Ya, orang-orang mungkin mempertanyakan tindakanku ini. Apa harus menyanjung setinggi itu? Apa harus menuliskan kalimat-kalimat panjang hanya untuk menyampaikan betapa kagumnya aku kepada dirinya dan karyanya. Apalagi posisiku hanya sebagai asing yang mencoba untuk menjadi yang paling. Ehhh, uppss.
Aku sebenarnya ingin tahu bagaimana rasanya berdiskusi dengan orang yang sama dengan hobiku. Menulis. Ya, walau ada beberapa teman juga yang sering kuajak berdiskusi dalam hal menulis. Hanya saja aku menemukan sesuatu yang menurutku sama dengan apa yang selama ini aku tulis. Hanya saja, dia bukan sebatas menulis untuk menuangkan rasa. Melainkan berkarya dan itu membuahkan hasil dengan dia menerbitkan sebuah buku.
Sebenarnya, sudah lama aku ingin membagi perasaan ini dengan seseorang. Perasaan tentang betapa bahagianya saat kita bisa meramu kata yang mewakili isi hati. Dan aku harap dia adalah orang yang tepat. Apalagi setelah membaca dan mendengar karya-karyanya. Ekspektasiku padanya menjadi semakin besar.
Rasanya aku sudah tidak sabar ingin mendapat balasan atas pesan-pesanku itu. Tapi, sudah tiga hari sejak pesan itu terkirim, belum juga mendapat notifikasi apapun sebagai tanda balasan. Apa dia sesibuk itu? Ataukah dia tidak membalas pesan-pesan dari orang asing sepertiku? Entahlah, aku terlalu pusing memikirkan semua kemungkinan-kemungkinan tersebut.
Bersambung...
Quote:
Sumber gambar: Pinterest
Edit: Canva dan PhotoGrid
Spoiler for Part berikutnya:
Diubah oleh peggimiru 13-04-2020 07:45
nona212 dan 23 lainnya memberi reputasi
24
1.8K
52
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
peggimiru
#30
PEMIKIRAN
(4)

Sebelum membuka grup chat itu, harusnya aku berpikir ribuan kali dulu. Pasalnya, ada sejoli yang sedang merajut kasih, dan yang lebih parahnya lagi salah satu di antara dua manusia itu adalah orang yang kucinta.
Sialnya lagi, manusia-manusia yang ada di grup chat malah memperlihatkan kebaperan mereka karena percakapan sejoli itu. Aku? Tentu saja aku bukan salah satu di antara mereka karena bukannya baper, aku malah sakit hati melihat kemesraan mereka.
Aku pun tambah merasa berkecil hati saat tahu orang seperti apa yang sedang dia jatuhi cinta. Tempat dia melabuhkan segala rasa, dan kepada siapa ia harus setia.
Ah, mengetahui kenyataan itu membuat aku ingin keluar saja dari grup ini. Bayangkan saja jika kalian berada di posisiku saat membaca chat mereka di grup chat yang serasa chat personal masing-masing mereka. Namun, perasaan tidak enak akan menyerangku nanti karena bagaimana pun dia mengenalku.
Bagaimana aku tidak sakit hati, coba?
Sumber Gambar: Pinterest
(4)

Sebelum membuka grup chat itu, harusnya aku berpikir ribuan kali dulu. Pasalnya, ada sejoli yang sedang merajut kasih, dan yang lebih parahnya lagi salah satu di antara dua manusia itu adalah orang yang kucinta.
Sialnya lagi, manusia-manusia yang ada di grup chat malah memperlihatkan kebaperan mereka karena percakapan sejoli itu. Aku? Tentu saja aku bukan salah satu di antara mereka karena bukannya baper, aku malah sakit hati melihat kemesraan mereka.
Aku pun tambah merasa berkecil hati saat tahu orang seperti apa yang sedang dia jatuhi cinta. Tempat dia melabuhkan segala rasa, dan kepada siapa ia harus setia.
Ah, mengetahui kenyataan itu membuat aku ingin keluar saja dari grup ini. Bayangkan saja jika kalian berada di posisiku saat membaca chat mereka di grup chat yang serasa chat personal masing-masing mereka. Namun, perasaan tidak enak akan menyerangku nanti karena bagaimana pun dia mengenalku.
Quote:
Bagaimana aku tidak sakit hati, coba?
Sumber Gambar: Pinterest
0