- Beranda
- The Lounge
Mungkinkah Sinyal Datangnya Covid-19 Telah Dibaca oleh Penulis Five Feet Apart?
...
TS
Surobledhek746
Mungkinkah Sinyal Datangnya Covid-19 Telah Dibaca oleh Penulis Five Feet Apart?

Mumpung #DiRumahAja yuk Gan/Sist nonton Five Feet Apart adalah sebuah pilihan. Keseruan romantisme dalam jarak yang ditentukan. Lima langkah, tak boleh kurang. Ingat lho ya. Jangan lupa. Kaki mendekat boleh kok. Ha ha ha ...
Film Amerika, siapa yang suka boleh tuh lihat tayangannya di youtube. Menikmati lagi film lawas yang asyik punya. Tak ada salahnya.
Five Feet Apart dimulai ketika Stella Grant pergi ke pantai bersama teman-temannya. Kemudian tiba-tiba jatuh pingsan dan dilarikan ke rumah sakit.
Ternyata Stella Grant dan Will Newman adalah dua remaja yang mengidap penyakit Cystic Fibrosis. Di mana Cystic Fybrosis merupakan penyakit genetika yang menyebabkan lendir-lendir di dalam tubuh menjadi kental sehingga menyumbat berbagai saluran terutama pernapasan dan pencernaan.
Quote:
Dalam Five Feet Apart, Will dan Stella saling jatuh cinta, tapi dengan aturan bagi Will dan Stella yakni keduanya harus berjarak lima kaki. Dengan tak saling mendekat atau bersentuhan, karena kerentanan mereka terhadap infeksi. Keduanya hanya menggunakan isyarat 'lima kaki' untuk mengukur jarak mereka. Pasti seru kan! Pacaran dengan jarak lima kaki, bisa tidak ya?
Pertama kali tayang di bioskop-bioskop Indonesia pada 15 Maret 2019. Five Feet Apart merupakan film drama romantis Amerika Serikat tahun 2019 yang disutradarai oleh Justin Baldoni dan ditulis oleh Mikki Daughtry dan Tobias Iaconis dirilis di Amerika Serikat pada 15 Maret 2019 oleh CBS Films. (Wikipedia)
Pada saat Five Feet Apart dirilis pertama kali hampir sepuluh bulan sebelum covid-19 ada di Wuhan. Dan merambah hingga hampir ke seluruh dunia. Vrus corona pertama ditemukan awal Desember 2019 di Wuhan, China oleh Dr. Li Wenliang.
Quote:
Tidak ada spekuliasi kaitan antara Cystic Fybrosis dalam film tersebut dan covid-19 terjadi sekarang. Kita juga tak boleh heran, kadang sebuah karya fiksi lahir dari sebuah imajinasi melintasi kurun waktu. Entah mendapat ide dari mana.
Biasanya sebuah ide yang lahir dari ide cermerlang penulis fiksi menjadi inspirasi oleh para pakar dibidangnya untuk dilakukan penelitian peluang kemungkinannya.
Kalau ternyata dalam film Five Feet Apart sangat mirip dengan physical distancing yang diterpakan sekarang bisa jadi sebuah kebetulan.
Selayaknya kita tidak boleh menghakimi kalau ada kaitan antara Five Feet Apart dengan jarak lima kaki yang menjadi prasarat komunikasi mereka berdua dengan jarak satu meter di covid-19.
Quote:
Terlepas dari jarak aman yang ingin disampaikan dalam adegan Five Feet Apart, nyatanya mereka tetap mampu menjalin cinta dan masih romantis. kita dalam kondisi jaga jarak aman juga sebenarnya tak menghambat untuk bisa mesra dan romantis.
Kalau kekhawatiran hubungan seks dengan pasangan terganggu karena jarak satu meter ini, bisa saja menjadikan pengingat bahwa pasnagan kita sedang jadi ODP atau OTG. Jika keduanya bukan, apa salahnya hubungan seks dilakukan. Toh kedua-duanya masih dalam posisi sehat.
Menjaga jarak aman satu meter sebenarnya masih bisa dilakukan dalam interkasi sosial. Dalam berbelanja, bertetangga, dan aktifitas lainnya.
Yang perlu diingat adalah setelah melakukan aktifitas tersebut jangan menggunakan tangan sebelum dicuci untuk memegang anggota tubuh bagian kepala. Terutama, mata, hidung, dan mulut. Cuci bersih menggunakan air mengalir (keran) dengan cairan disinfektan berupa sabun cair yang dianjurkan petugas kesehatan.
Quote:
Dalam film Five Feet Apart, mereka berdua sudah positif mengidap Cystic Fybrosis, sehingga kedekatan fisik tidak boleh terjadi, walau dalam adegan lanjutannya mereka tak kuasa menghindari. Dan di sinilah keseruan film ini dilanjutkan.
Five Feet Apart memberikan pelajaran pada kita betapa pentingnya anjuran pemerintah tentang menjaga jarak aman dalam rangka mencegah penularan covid-19.
Bagaimana pun, untuk sementara menjaga jarak dipercaya sebagai salah satu cara mencegah penularan covid-19. Tinggal di rumah, kecuali dalam keadaan terpaksa boleh dilakukan dengan tetap menjaga jarak aman.
Berbeda halnya covid-19 dan Cystic Fybrosis, namun efek yang berbahaya bagi kesehatan jika pantangan jarak dilanggar. Kalau mereka akan langsung mengalami pengentalan lendir-lendir di dalam tubuh nereka berdua. Transpalansi paru-paru jadi solusi untuk kesembuhannya.
Persis dengan covid-19 yang menyerang paru-paru juga menyebabkan demam tinggi, sesak napas dan berakhir pada kematian. Mungkinkah transpalantasi paru jadi solusi buat penangan covid-19? Entahlah.
Lantas terkait dengan judul artikel ini, apakah Five Feet Apart merupakan sinyal Amerika tentang bahaya yang akan terjadi suatu saat dengan covid-19? Jangan berspekulasi.
Quote:
Nyatanya kini Amerika juga sedang berusaha keras melawan covid-19 di negaranya. Jadi jangan berprasangka buruk, apakah ada konspirasi covid-19 sebagai senjata kimia yang sengaja disebar? Waktu yang akan membuktikan kebenarannya.
Mungkin saja Mikki Daughtry dan Tobias Laconis sebagai penulisnya telah memprediksi akan datangnya pandemi yang setiap 100 tahun sekali datang dan menyerang bumi.
Seperti yang ditulis Bung Rudy, Kompasianer Top dalam artikel berjudul 1720, 1820, 1920, 2020, Kemunculan Wabah Setiap 100 Tahun, Ini Penjelasan Numerologinya. (Kompasiana.com)
Demikian Gan/Sist, sekedar berbagi. Jika ingin menikmati keseruan romantisnya hubungan dengan jarak lima kaki, tonton Five Feet Apart.
Yang lagi pacaran, jaga jarak aman. Jangan tunggu covid-19 aja. Untuk kali ini dan seterusnya. Biar lamggeng hingga jenjang perkimpoian. Semoga ya Gan/Sist

Bersambung
Diubah oleh Surobledhek746 07-10-2020 23:24
infinitesoul dan 8 lainnya memberi reputasi
9
1.6K
24
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•109.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
Surobledhek746
#12

Penipu Pun Punya Rasa
Masih #DiRumahAja, yuk ntar malam jangan ke mana-mana. Pantengin Film Focus sambil menghabiskan kopi dan cemilan bersaam keluarga. Tapi awas! Jangan ada dusta di antara kita untuk sekedar pengalihan issu. Tak baik buat kesehatan jiwa. Banyak yang kecewa nantinya.
Owens yang merupakan kaki tangan Garriga. Nicky bertemu Jess penulis berpengalaman, kekasih Garriga. Nicky mendapat uang dengan cara bekerja sebagai penipu.
Jess dan seorang laki-laki yang mengaku suaminya itu, kelompok penipu yang sedang berusaha menipu Nicky. Penipu mau mencoba penipu. Gagal aksinya malah mendapat agar tidak kehilangan fokus saat menghadapi situasi tidak terduga.
Dari peristiwa itu mereka saling mengenal dan mengajak minum bersama. Selanjutnya Jess mengikuti Nicky menuju New Orleans. Dibujuk jadi muridnya diperkenalkan kepada kru Nicky, termasuk Farhad dan Horst. Kedekatan inilah yang membuat Nicky galau. Tipu menipu yang membawa perasaan.
Setelah mereka sangat dekat ternyara Nicky memutuskan hubungan keduanya. Terpisah bertahun tahun Jess sekarang sudah berbahaya, mencoba kembali mengacaukan hidupnya. Kini mereka bekerjasama untuk melakukan penipuan.
Film ini berdurasi 104 yang bergenre romantik komedi. Kita bisa dibuat tersenyum dan berdebar-debar melihat aksi tipu-tipu mereka. Pertama kali dirilis pada 27 Februari 2015 oleh Warner Bros Picture disutradarai oleh Glenn Ficarra dan John Requa memperoleh pendapatan hingga 158,7 juta dolar AS.(tirto.id)
Sebuah catatan yang patut kita pelajari dari film ini, yaitu jangan sampai kehilangan fokus saat menghadapi sesuatu yang tak terduga. Mungkin saja kejadian sengaja diciptakan untuk mengalihkan fokus kita.
Hal kecil ketika diblow up secara besar-besaran akan memantik perhatian. Dan melupakan esensi apa yang terjadi sebelumnya, padahal ada masalah yang sebenarnya sangat urgen akhirnya luput dari pengamatan.
Dalam kehidupan sehari-hari kadang kita tidak menyadari sedang digiring oleh sebuah peristiwa yang tak terduga. Di mana pun kita berada, di bidang apa pun kerja kita. Mencermati secara menyeluruh dan konsisten akan menjadikan fokus kita tak mudah hilang.
Setiap kejadian selalu memberikan dua sisi dalam penilaian kita. Melihat sisi positif sebuah kejadian dengan berprasangka baik mampu membangkitkan perasaan tenang. Dengan ketenangan maka solusi atas permasalahan yang dihadapi dapat diselesaikan.
Bandingkan ketika sisi negatif yang masuk ke kepala kita, sebagian besar memaknai sebuah peristiwa dengan alasan kehati-hatian akhirnya memunculkan praduga negatif. Solusi yang dibuat pun menjadi bentuk pertahanan.
Seperti kata pepatah, "bertahan atau menyerang, maka saya memilih menyerang." Dalam peristiwa peperangan, bertahan akan memporakporandakan lingkungan sekitaran kita. Sementara jika kita menyerang, lingkungan musuh yang akan porakporanda. Soal menang kalah urusan ke dua. Yang jelas ketika menyerang, situasi di sekitaran kita tak akan mendapat gangguan.
Demikian juga dalam berfikir, bertahan atau maju menyelesaikan masalah yang dihadapi? Jawabnya, maju dan selesaikan.
Analoginya dengan film "Focus" yang kita tonton apa?
1. Prasangka baik terhadap apa pun situasi yang terjadi. Dengan begitu jalan keluar yang kita tempuh merupakan bentuk perlawanan secara positif. Dengan tidak menghilangkan kewaspadaan peluang terjadinya peristiwa yang merugikan kita, secars umum.
2. Mencermati sebuah kejadian secara menyeluruh. Hal ini mampu menjadikan pertahanan diri agar tidak mudah digiring oleh opini yang menyesatkan. Tetap fokus pada tujuan hidup semula dengan memperbaiki setiap momenya untuk perbaikan di masa yang akan datang.
3. Terhadap sesuatu, sekecil apa pun tetaplah fokus dalam mengerjakannya. Selesaikan urusan yang satu sebaik-baiknya, baru menyelesaikan urusan lainnya. Dengan tetap yakin bahwa tak ada masalah yang tak selesai. Tak ada kesulitan yang tak ada kemudahannya. Dua kemudahan telah mengapit.satu kesulitan.
4. Di samping ada orang baik di sekitar kita ternyata ada orang jahat dengan iri dengki dan kecemburuan yang siap menghancurkan hidup kita. Waspadai setiap kejadian yang meungkin tak terduga.
Terakhir, Film "Focus" adalah tontonan untuk hiburan mengisi malam-malam mumpung #DiRumahAja. Pun begitu, mengambil hikmah atas setiap tontonan tak salah-salah banget. Kalau.tidak boleh menyebutnya bermanfaat.
Jadi ingat tentang kata "Fokus", yang terbaik adalah memakanai dari sisi positif lebih baik daripada sisi negatif. Dari sini akan ada syukur kepada Yang Maha Kuasa.
Aku menemukan harapan di hari-hari terkelam, dan fokus pada hari-hari tercerah. Aku tidak menyalahkan alam semesta. - Dalai Lama XIV

Bersambung
Diubah oleh Surobledhek746 07-10-2020 23:26
0






