Kaskus

Story

firman.tambunAvatar border
TS
firman.tambun
Si Raja Tambun

Dahulu di desa Sibisa, ada seorang putri cantik bernama Siboru Nailing anak dari seorang raja di desa Sibisa bernama raja Mangarerak. Putri Siboru Nailing menjadi gadis primadona yang banyak diincar oleh pemuda dan ingin mempersuntingnya. Tetapi dikarenakan banyaknya persaingan dalam memperebutkan Siboru Nailing, Sang putri akhirnya terkena Dorma Sijundai yang sulit diobati. Raja Mangarerak sangat gelisah melihat putrinya yang jatuh sakit, dan membuat sayembara barang siapa yang bisa menyembuhkan putrinya akan diberikan hadiah apapun yang diminta oleh yang menyembuhkan. Namun, tidak seorang pun dari datu yang ada didaerahnya yang dapat mengobati putrinya.


Pada suatu ketika Raja Mangarerak mendengar bahwa Silahisabungan sedang berada disekitaran desa Sibisa. Silahisabungan adalah seorang Datu (dukun) ternama yang mampu mengobati segala penyakit, Raja Mangarerak lantas mengundangnya dan meminta bantuan Silahisabungan untuk menyembuhkan putrinya Siboru Nailing. Lambat laun, Putri Nailing Mulai sembuh sejak Silahisabungan mengobatinya hingga akhirnya Siboru Nailing benar-benar sembuh


Raja Mangarerak mengadakan pesta syukuran atas kesembuhan putrinya Siboru Nailing, Perayaan besar dengan tamu undangan raja-raja dan penduduk negeri diundang tanda rasa sukacita. Setelah acara syukuran selesai Raja Mangarerak berniat ingin memberikan emas dari pundi-pundinya kepada Silahisabungan sebagai rasa terimakasihnya pada Silahisabungan. Namun, Silahisabungan menolak pemberian raja, dan mengingatkan akan janji yang pernah diutarakan raja Mangarerak, “bahwa siapapun yang menyembuhkan putrinya akan diberikan apapun yang diinginkan.”



Selama masa pengobatan Siboru Nailing, Silahisabungan ternyata jatuh cinta padanya dan dengan rendah hati dan rasa hormat Silahisabungan meminta agar raja Mangarerak memberi restu untuk menikahi putrinya Siboru Nailing. Karena takut menolak Raja Mangarerak terlebih dahulu bertanya kepada anaknya Siboru Nailing, apakah dia bersedia menerimanya. Putri Nailing pun mengungkapkan isi hati nuraninya yang memang mencintai Silahisabungan, hingga akhirnya pesta pun berlanjut dengan acara pernikahan Silahisabungan dengan Siboru Nailing.


Lanjutkan...
Diubah oleh firman.tambun 04-04-2020 18:21
0
1.5K
8
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
firman.tambunAvatar border
TS
firman.tambun
#4
Lanjutan...

Semakin hari, Siksaan dari saudara tiri si Tambun semakin parah dan membuat si Tambun tidak bisa menahan rasa ingin tahunya. Si Tambun akhirnya membulatkan tekat dan berlari menemui Silalahisabungan, lalu menarik saung (pedang yang berada dipinggang) silahisabungan dan memaksa ayahnya untuk memberitahu asal-usulnya. Melihat itu Boru Batanghari berkata “Saung yang berada dipinggangmu tidaklah sembarang orang bisa menariknya, namun dia bisa. Sepertinya sudah saatnya kau memberitahukan asal-usulnya” kata Boru Batanghari kepada Silahisabungan. Setelah mendengar itu akhirnya Silahisabungan menceritakan bahwa dia adalah anaknya dengan si Boru Nailing yang berada di Desa Sibisa, Akhirnya Silahisabungan mengajaknya pergi ke desa Sibisa untuk menemui istri keduanya atau ibu kandung si Tambun.

Akhirnya Silahisabungan dan Si Tambun tiba di perbatasan Desa Sibisa namun Silahisabungan tidak bisa mengantarkan si Tambun lebih dalam lagi masuk desa mengingat kejadian masa lampau yang meninggalkan Boru Sinailing ketika baru melahirkan Si Tambun. Silahisabungan akhirnya memberikan cincin pemberian Si Boru Nailing pada Si Tambun, dan berpesan “Maafkan aku yang tidak bisa membawamu langsung ke Ibumu, namun ambillah ini (memberikan cincin) pergilah ke umbul yang berada didesa Sibisa, disana kau akan bertemu dengan seorang wanita yang sedang mengambil air, tunjukanlah cincin ini, jika dia megetahui tentang cincin ini maka dialah ibumu”.

Tibalah Si Tambun di umbul desa dan benar disana ada seorang wanita cantik yang sedang mengambil air, namun karena ragu si Tambun tidak langsung menunjukan cincin pemberian ayahnya dan meminta tolong kepada Siboru nailing untuk membawanya ke rumahnya karena sudah mau malam. Si Boru Nailing pun merasa ada ikatan dengan Si Tambun, dan tanpa rasa ragu membawa Sitambun kekediamannya. Siboru Nailing memperkenalkan si Tambun kepada Abangnya Toga Manurung, dan akhirnya Toga Manurung memepersilahkan Si Tambun namun harus bekerja dirumahnya.

Selama bekerja Si Boru Nailing selalu membawakan makan siang untuk Si Tambun, karena merasa ada sebuah ikatan diantara mereka. Setelah beberapa hari bekerja Sitambun merasa sangat kelelahan berniat istirahat setelah makan siang, saat itu secara kebetulan si Tambun tertidur dipangkuan Si boru Nailing. Si boru Nailing tidak keberatan dengan hal itu dikarenakan dia merasa seperti ada ikatan antara ibu dan anak diantara mereka. Namun karena terlalu lama pulang Toga Manurung merasa cemas dan pergi memeriksa keberadaan Si Boru Nailing, dan akhirnya mendapati bahwa Si Tambun tertidur dipangkuan Siboru Nailing, Toga Manurung pun marah sejadi-jadinya dan menghukum pasung Si Tambun.
Diubah oleh firman.tambun 07-04-2020 08:28
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.