- Beranda
- Berita dan Politik
KabarBaikCorona HariIni,UjiCoba AviganMemasukiTahapAkhir, EfektivitasPengobatanTinggi
...
TS
samsol...
KabarBaikCorona HariIni,UjiCoba AviganMemasukiTahapAkhir, EfektivitasPengobatanTinggi
TRIBUNMATARAM.COM - Kabar baik virus corona hari ini, Avigan obat yang disebut ampuh untuk Covid-19 mulai masuk tahap pengujian akhir.Obat Avigan dari Fujifilm Jepang memasuki uji akhir pada ribuan pasien di seluruh dunia.
Sayangnya, ada satu bahaya membayangi ketika vaksin/obat dibuat untuk mengobati virus.
Obat Avigan atau Favipiravir menjadi perbincangan dan harapan bagi warga dunia untuk mengobati virus corona.
Indonesia sendiri melalui Presiden Joko Widodo juga telah membawa jutaan pil obat Avigan ini untuk menangani pasien virus corona di Indonesia.
Obat Avigan, dilansir dari Kompas.com, menunjukkan sinyal positif sejak bulan Februari lalu, dalam uji klinis yang melibatkan 340 orang di Wuhan dan Shenzhen.
"Obat ini memiliki tingkat keamanan yang terbukti tinggi dan jelas efektif untuk digunakan (melawan virus corona)," ucap Zhang Xinmin, dari Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi China, seperti dilaporkan The Guardian, Selasa (17/3/2020).
Dilansir dari Daily Mail pada (1/4/2020), obat Avigan ini juga telah disetujui oleh Jepang karena disebut bisa menghentikan replikasi virus flu di dalam tubuh.
Para peneliti di perusahaan tersebut juga berpendapat bahwa obat ini mungkin memiliki efek antivirus yang sama terhadap virus Covid-19.
Pengujian masif pada ribuan pasien virus corona di Jepang
Avigan sendiri telah melalui dua fase pengujian, yang keduanya terbukti efektif mengurangi gejala penyebaran virus corona, dan akan memasuki fase ketiga dengan pengujian secara masif.
Obat Avigan ini bekerja dengan cara menghentikan virus agar tidak berkembang biak di dalam tubuh manusia.
Diketahui, virus sendiri berkembang biak melalui cara menginfeksi dan membonceng sel di dalam tubuh.
Mereka menggunakan energi ini untuk menyalin materi genetik dan mereplikasi diri, versi reproduksi yang lebih sederhana.
Ketika virus berkembang biak, infeksi menyebar ke seluruh tubuh dan bisa saja menghancurkan sel tubuh inang.
Bagaimana Avigan bekerja ?
Avigan bekerja dengan menjalankan interferensi pada enzim RNA yang bertindak sebagai katalis untuk proses perkembang biakan virus.
Para peneliti juga menguji coba Avigan generik, favipiravir terhadap Ebola.
Dan tampaknya dilaporkan efektif bekerja ketika mereka mengujinya pada tikus, tetapi masih belum terbukti secara penuh.
Namun mirisnya ada satu masalah yang dimiliki jika virus terpapar oleh obat maupun vaksin yang tidak sepenuhnya kuat.
Dilansir dari USAToday pada (3/4/2020), tes pada tikus itu malah justru mendorong gelombang antibodi dari virus dalam waktu dua minggu.
Dan membuat virus lebih bisa bertahan dari obat maupun vaksin yang diberikan, namun ia berpikir positif dan menambahkan:
"Ada banyak, banyak kandidat vaksin dalam berbagai tahap pengujian," kata David O'Connor, profesor di Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Universitas Wisconsin.
O'Connor mengatakan bahwa vaksin menghasilkan respons kekebalan adalah "langkah pertama yang penting dalam menentukan vaksin mana yang harus bergerak maju, tetapi hanya langkah pertama dari banyak langkah menuju vaksin yang bermanfaat. Makalah ini menunjukkan beberapa dari ini 'data langkah pertama."
Dalam studi yang Fujifilm laporkan pada manusia, pasien Ebola yang dirawat dengan Avigan bernasib lebih baik daripada mereka yang berada dalam kelompok kontrol.
Dan sekarang, perusahaan itu berharap obat Avigan dapat bekerja dengan cara yang sama terhadap pandemi virus corona.
Hasil dari pengujian Fujifilm sebelumnya cukup menjanjikan untuk dapat melanjutkan ke fase ketiga.
Fase pengujian obat Avigan pada virus corona
Fase pertama uji klinis semata-mata untuk memastikan keamanan dan tes efek samping yang seharusnya tidak berbahaya.
Dalam uji coba fase kedua, para peneliti menguji keamanan dan kemanjuran dengan memberi dosis pada beberapa pasien dengan obat eksperimental dan separuh lainnya dari subyek penelitian - yang biasanya ada ratusan - menerima obat plasebo atau pengobatan standar.
Biasanya uji fase ketiga ini dilakukan dalam waktu bulan bahkan tahunan.
Obat eksperimental disebut perlu menunjukkan setidaknya bukti bahwa mengonsumsi itu aman dan berakibat baik bagi banyaki pasien.
Perusahaan obat kemudian dapat melanjutkan tahap ketiga, yang biasanya melibatkan ratusan atau ribuan subjek.
Dan akhirnya baru bisa ditentukan apakah obat ini disetujui untuk mengobati pasien positif virus corona.
Seperti obat malaria yang sedang diuji di AS, hydroxychloroquine, Avigan memiliki manfaat yang telah disetujui untuk penggunaan pengobatan virus atau penyakit lain.
Yang berarti akan tersedia jauh lebih cepat daripada pengobatan yang sepenuhnya baru, atau vaksin baru dan ditargetkan langsung untuk virus corona.
Fujifilm sendiri berharap bisa mengobati virus dengan obat ini dan memerintahkan peningkatan produksi untuk Avigan pada awal Maret lalu.
Dan dikatakan bahwa, sambil menunggu persetujuan untuk melakukannya, Avigan akan didistribusikan tidak hanya di Jepang tetapi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
https://mataram.tribunnews.com/2020/...ntinggi?page=4
Semoga bisa jadi alternatip tuk mencegah kematian yg banyak

Diubah oleh samsol... 03-04-2020 20:50
sebelahblog dan 16 lainnya memberi reputasi
17
3.1K
56
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
694.4KThread•58.5KAnggota
Tampilkan semua post
PSmania
#11
Fujifilm baru mau memulai clinical trial pada 100 pasien di jepang sampai akhir Juni. Entah dari mana sumber TS bisa nulis ribuan pasien.
Di Tiongkok baru ada 2 clinical trial dengan total pasien yg terlibat 340 orang. Satu trial membandingkan favipiravir +interferon alpha (bukan favipiravir tunggal) dengan kaletra+interferon alpha. Ini penelitian yang menunjukkan hasil yang baik untuk pasien covid-19 ketika diberikan favipiravir+interferon alpha. Tapi keterbatasan penelitian ini dia sampelnya kecil dan tidak randomised. Yang satu lagi, trial yg lebih besar, tidak menunjukan hasil signifikan.
Korea selatan masih menolak pemberian favipiravir untuk pasien covid-19. Begitu juga negara di eropa.
Yah kita tunggu saja hasil trial Jepang. Semoga menunjukkan hasil yg baik, supaya bisa dilanjutkan penelitiannya oleh negara lain, sehingga hasilnya bisa lebih valid.
Buat indonesia, kalau mau coba-coba yang silahkan aja. Iseng-iseng tes nyawa orang..
Di Tiongkok baru ada 2 clinical trial dengan total pasien yg terlibat 340 orang. Satu trial membandingkan favipiravir +interferon alpha (bukan favipiravir tunggal) dengan kaletra+interferon alpha. Ini penelitian yang menunjukkan hasil yang baik untuk pasien covid-19 ketika diberikan favipiravir+interferon alpha. Tapi keterbatasan penelitian ini dia sampelnya kecil dan tidak randomised. Yang satu lagi, trial yg lebih besar, tidak menunjukan hasil signifikan.
Korea selatan masih menolak pemberian favipiravir untuk pasien covid-19. Begitu juga negara di eropa.
Yah kita tunggu saja hasil trial Jepang. Semoga menunjukkan hasil yg baik, supaya bisa dilanjutkan penelitiannya oleh negara lain, sehingga hasilnya bisa lebih valid.
Buat indonesia, kalau mau coba-coba yang silahkan aja. Iseng-iseng tes nyawa orang..
darck91 dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Tutup