Kaskus

Story

muhammadafdal15Avatar border
TS
muhammadafdal15
Stone And Moon
Stone And Moon

Hiii semuaa..

Sebelum masuk kecerita sebaiknya kita perkenalan dulu yeee, nama dan tempat agak gw samar samarkan demi kenyamanan tokoh.

Nama gw afdal, lahir dari keluarga yg sederhana (tidak kurang dan tidak lebih) gw anak ketiga dari empat bersaudara, kakak pertama gw bernama vita, kakak kedua bernama ica, dan adek gw bernama julia, yaa gw emang anak laki satu-satunya walaupun begitu gw ga pernah dimanja. Btw gw asli Minang (no SARA).

Ini cerita tentang seorang pria yg bersifat keras (stone) yg suka menyelesaikan masalah menggunakan kekerasan dan sifat itu perlahan lahan berubah karena hadirnya sosok wanita yg baik, indah bagaikan bulan yang terang (moon)

Spoiler for warning:


Ini cerita fiksi atau fakta??
Bagaimana menurut para reader aja kalau menganggap fiksi silahkan dan menganggap fakta juga silahkan, biarkan cerita ini ada diimajinasi agan sekalian


Stone And Moon

Spoiler for index part 1 - 10:

Stone And Moon

Spoiler for index part 51 - 60:

Stone And Moon

Spoiler for index part 61 - 70:

Stone And Moon

Spoiler for index part 71 - 80:

Stone And Moon

Spoiler for index part 81 - 90:

Stone And Moon

Spoiler for index part 91:
Diubah oleh muhammadafdal15 01-11-2021 09:29
kkaze22Avatar border
bukhoriganAvatar border
syd1210Avatar border
syd1210 dan 39 lainnya memberi reputasi
40
16.8K
389
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
33.1KThread•55.2KAnggota
Tampilkan semua post
muhammadafdal15Avatar border
TS
muhammadafdal15
#209
Part 52
Sepulang dari rumah nando gw bergegas mengendarai motor menuju rumah yg kurang lebih tidak sampai 10menitan, namun siapa sangka diperjalanan gw dicegat oleh 2 orang yg mengendarai sebuah motor CBR150R, gw menepikan motor kesalah satu pinggir jalan disekitaran komplek yg sedikit sunyi. Seorang berlari kecil kearah gw dan menghantam tepat diulu hati gw yg rasanya nyes banget cuyy. Gw terhenyak akibat tendangan yg menyiksa raga, meringis itulah yg gw lakukan dan tak sanggup untuk berdiri, gw dipapah berdiri dan dipegang oleh salah satu mereka lalu seorang lagi menjadikan gw sebagai samsak hidup yg tanpa ampun diberi kesempatan, gw merasakan sekujur tubuh sakitnya minta uang ehh minta ampun

Mereka meludahi dan meninggalkan gw tanpa ada satu orangpun yg lewat, gw masih terbaring sambil memegang ulu hati gw yg begitu ngilu, tuhan terlalu baik buat gw disaat ini, ia mengirimkan beberapa teman² gw yg tak sengaja melihat gw yg terbaring dijalanan komplek, setelah itu pandangan gw menjadi gelap dan kabur (kalau kabur kejarlah).

Gw membuka mata dan melihat sekeliling gw, iyaa gw dibawa ketongkrongan. Gw dipapah buat duduk oleh nando yg ada disamping gw. Hari semakin gelap, matahari sudah tenggelam diufuk barat dengan meninggalkan langit yg bewarna jingga. Gw gak tau sudah berapa lama gw pinsan, saat anak² melihat gw terbangun mereka semua mengerubungi gw dengan beberapa pertanyaan yg gw gak tau harus jawab bagaimana, iyaa gw tidak mengenali kedua orang itu, mereka menggunakan masker bewarna hitam pekat

Quote:


Gw mengangguk bertanda setuju dan meninggalkan teman teman gw yg mati penasaran (sungguh mati aku jadi penasaran, sampai mati akan kuperjuagkan) dirumah gw diceramahi oleh nyokap dari sabang sampai merauke terus balek lagi kesabang dan berhenti dikota medan yaa garing cuk. Setelah diceramahi gw masuk kedalam kamar dan mencoba menghubungi amel karena hanya dialah yg bisa membuat gw tenang dari siksaan badan yg nyeri.

Quote:


Gw sengaja tidak mengganti seragam gw yg banyak berceceran darah disekitaran baju. Mager banget buat mengganti. Sekitar jam tujuh kurang gw mendengar sebuah mobil berhenti tepat didepan rumah gw setelah itu suara sang mobil pergi meninggalkan halaman depan rumah gw. Sayup-sayup gw terdengar suara seorang wanita yg sedang berbicara dengan nyokap

Quote:


CKREK... suara gagang pintu yg diputar oleh seseorang lalu pintu terbuka bersama munculnya seorang wanita yg sangat gw sayang, ia berjalan mendekati gw dengan senyuman yg sangat manis sekali, setelah itu ia duduk disamping gw dengan senyuman yg manis berubah sinis, membuat gw harus menelan air liur, tanpa aba aba sebuah cubitan melesat dipinggang gw yg membuat gw meringis sambil bergolek² diatas kasur

Quote:


Amel keluar dari kamar gw mengambil kotak P3K yg ada didapur, setelah itu ia mulai membuka bungkus kapas dan meneteskan alkohol dikapas tersebut lalu menempelkan kapas itu dibagian wajah gw yg bonyok, anjir perih cuk

Quote:


Amel sangat teliti dan serius membersihkan luka bonyok gw, wajahnya begitu dekat dengan wajah gw, gw bisa merasakan dengusan nafasnya dan penjuru rinci wajahnya yg begitu putih bersih. Amel menyadari bahwa gw begitu serius memperhatikannya, ia tersenyum memperlihatkan dua buah lesung pipi yg membuat gw gemes sendiri. Gw mencoba mendekati wajah amel dan ia sama sekali gak menolak, semakin dekat lebih dekat namun sebelum bibir kami bertemu suara ketokan pintu kamar mengejutkan kami. Tokk...tokk...

Quote:


Alah kampret tinggal beberapa inci lagi gw bisa merasakan bibir yg mungil mungil mengemaskan itu, aelahh nyokap nyokap. Kami berdua keluar dari kamar dan berjalan menuju meja makan yg disana sudah ada bokap, nyokap, adek gw yg telah mengambil posisi duduk. Kali ini nyokap gw menghidangkan ayam dengan bumbu rendang, gulai, dan oseng oseng. Seperti biasa selama gw makan kalau ada amel pasti dia selalu mengambilkan gw nasi, nyokap sama bokap gw cuma tersenyum melihat prilaku amel ke gw. Iyaa calon menantu idaman setiap orang tua.

Quote:


Gw melihat amel cuma senyam senyum menanggapi ucapan nyokap tadi, tapi gw cuekin aja karena bahas gituan gak akan ada habisnya. Selesai makan gw dan amel duduk disofa teras sambil menikmati kopi hitam yg tadi amel buat, kami berdua larut dalam obrolan ringan sambil bercanda. Sekitar pukul sembilan malam sebuah mobil berhenti tepat didepan rumah gw, dialah sopir yg ingin menjemput sang tuan putri untuk kembali keistananya.

Amel berpamitan kenyokap dan bokap lalu gw mencium keningnya sebelum ia masuk kedalam mobil. Mobil berjalan meninggalkan rumah gw dan menghilang saat berbelok kejalan. Dikamar gw merebahkan badan yg semakin nyeri di bagian pinggang. Gw mengambil hp dan melihat beberapa pesan dari bella, ia gw jarang mengabari bella belakangan ini

Quote:


Setelah itu gw memejamkan mata dan tak berapa lama tertidurlah sang pangeran dipangkuan sang banci, amit amit cuihh gw normal. Gw terlelap dalam keheningan malam yg begitu dingin sedingin bongkahan es batu yg perannya dilupakan oleh setiap orang bahwa ialah yg membuat suatu minuman menjadi dingin (anjir maapin baim yg mulai gaje maklum otak lagi pengap karena beberapa hari gak keluar rumah)
Diubah oleh muhammadafdal15 02-04-2020 20:11
sempak07
i4munited
srusuut
srusuut dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.