- Beranda
- Stories from the Heart
Ikatan Polar
...
TS
akmal162
Ikatan Polar
Anggap saja cerita fiksi, selamat menikmati.






Spoiler for PENTING!!! :
Spoiler for Prolog:
Prolog
Udara malam ibu kota terasa panas malam ini. Ditemani kepulan asap rokok dan sebotol teh kemasan, aku menikmati angin sepoi-sepoi yang terasa hangat. Rutinitas sebelum tidur yang selalu kulakukan hampir setiap hari.
Aku sangat menikmatinya. Angin yang melewati wajahku seakan mengajak ku ke masa lalu. Menerbangkan hati dan fikiranku ke kota itu, kota yang penuh kenangan. Tempat mencari jati diri, dan tempat yang mengajarkanku apa itu cinta sejati.
Momen-momen bersamanya, baik saat suka maupun duka, mulai berputar lagi di kepalaku. Bagaikan alat pemutar DVD, memori otak ku seakan menayangkan kembali, kisah cinta dan momen-momen yang dulu pernah kami lalui bersama.
Yaa, aku masih cinta dia, masih merindukannya, dan mungkin akan terus seperti itu selamanya.
Kegiatan menghayalku terhenti ketika mendengar teriakan seorang wanita dari dalam rumah. Dia berjalan menghampiriku yang sedang berada di rooftop.
X: "Nathaaa..., udahan dulu rokokannya, tidur, udah malem, besok kamu kerja kan"
Aku: "iya-iya"
Aku pun melempar rokok ku yang sisa 1/4 batang ke bawah, tepatnya halaman belakang rumahku.
X: "ihhhh, nathaa, kebiasaan ah"
Aku: "hehehehe, iya, iya, maaf"
Aku terkekeh melihat wajahnya yang terlihat lucu jika sedang marah, mulut yang manyun kedepan dan kedua pipinya yang digembungkan. Aku menghampirinya, lalu kukecup dahinya.
X: "jangan cium-cium!!!!!, bau rokookk, sikat gigi sana"
Aku: "aduuhhh, mager ahh"
Aku mulai menggodanya agar dia tambah kesal.
X: "yaudah, gakada jatah buat kamu malam ini"
Aku pun terkesiap ketika dia mengatakan itu sambil menyilangkan tangan didadanya.
Aku: "hehehehehe, ampuuunnnn, iya, abis ini aku sikat gigi nih, tapi bentar ah, rebahan dulu"
X: "gak ada bentar-bentar!!!"
Aku: "iya-iya"
Akupun berjalan gontai kekamar mandi. Selain takut jika tidak mendapat jatah malam ini, aku juga takut melihat matanya yang melotot seperti ingin keluar, hehe.
Setelah selesai menggosok gigi aku hampiri dirinya yang sudah terlelap di kasur. Aku mulai mengecup hidung, kemudian menuju bibir, lalu menuju leher untuk memulai permainan malam ini.
X: "ihhhh, nathaa, geli ah"
Aku: "ayoo, aku udah sikat gigi nihh"
Setelah mengucapkan itu, tanpa peduli protesnya terhadap perbuatan ku, aku melanjutkan kecupan ku dilehernya.
X: " Ihhh nathaa.., jangann sekarang, aku lagi dapetttt"
Akupun langsung lemas mendengar perkataannya.
Aku: "curang nihhhh, tadi nyuruh aku sikat gigi katanya mau ngasih jatah malem ini"
X: "biarinnn, lagian kalo kamu gak sikat gigi bau rokok, aku gak suka, wleeeee"
Aku: "awas kaamu yaaa"
Karena gemas, ku peluk tubuhnya, lalu ku gelitiki perutnya, sebagai pembalasan karena sudah membuat ku kesal.
X: "ahahahahaha, geli nathaa.., ampuuunn"
Aku tak menghiraukan permohonannya, tetap kulanjutkan kegiatanku menggelitiki perutnya.
Beberapa saat kemudian....
Karena sudah lelah aku pun menghentikan kegiatan ku. Nafas kami terengah-engah dengan sisa-sisa tawa yang keluar dari mulut kami, akupun membaringkan tubuhku disampingnya, kepalaku menoleh kearahnya, kemudian mata kami saling bertatapan.
Aku: "besok abis aku pulang kantor temenin aku ya"
X: "kemana??"
Aku: "nengokin dia"
Ada jeda sebelum dia menjawab.
X: "boleh, jam 4 ya berarti"
Aku: "iya, kan aku pulang kantor biasanya jam segitu"
X: "okeee, sebelum jam 4 besok aku udah siap-siap"
Kami kembali terdiam, dia mengubah posisi tidurnya, sehingga kami saling berhadapan.
Dia menatap mataku dalam-dalam, lalu tersenyum dan tangannya mulai mengelus kepalaku, lalu berkata.
X: "Dia pasti udah bahagia kok, sekarang tugas aku disini buat bikin kamu bahagia juga, kamu jangan sedih terus ya, supaya dia seneng bisa liat kamu bahagia"
Senyumannya terlihat sangat tulus. Aku pun mencoba membalas senyumnya, meskipun terasa getir dihatiku.
Aku: "iyaa sayang, makasih ya"
Aku: "yaudah yuk tidur, udah jam 12 nih"
X: "yaudah kamu duluan merem"
Aku: "kamu duluan lah"
X: "ihhh, kok aku?"
Aku: "mau tidur aja ribet bangett"
X: "kamu yang mulai"
Aku: "hadehhh, salah melulu aku perasaan"
X: "emang"
Aku: "udah ah, ayo tidur, malah berantem"
X: "yaudah, merem"
Aku: "iyaaa, ciniii, peyuuukk"
X: "ciniii"
Hahaha, kebiasaan konyol selalu kami lakukan sebelum tidur. Setelah beberapa menit mulai terdengar suara dengkuran halus, menandakan dia sudah mulai tertidur. Memandang wajahnya yang sedang terlelap merupakan hobi lain yang ku lakukan sebelum tidur. Aku sangat bersyukur memilikinya dan menjadi pendamping hidupnya, gadis cantik dengan rambut pendek sebahu dan smiling eyes nya yang selalu menjadi favoritku.
Aku pun mengeratkan pelukanku, lalu mulai terlelap, menuju alam mimpi bersamanya.
Udara malam ibu kota terasa panas malam ini. Ditemani kepulan asap rokok dan sebotol teh kemasan, aku menikmati angin sepoi-sepoi yang terasa hangat. Rutinitas sebelum tidur yang selalu kulakukan hampir setiap hari.
Aku sangat menikmatinya. Angin yang melewati wajahku seakan mengajak ku ke masa lalu. Menerbangkan hati dan fikiranku ke kota itu, kota yang penuh kenangan. Tempat mencari jati diri, dan tempat yang mengajarkanku apa itu cinta sejati.
Momen-momen bersamanya, baik saat suka maupun duka, mulai berputar lagi di kepalaku. Bagaikan alat pemutar DVD, memori otak ku seakan menayangkan kembali, kisah cinta dan momen-momen yang dulu pernah kami lalui bersama.
Yaa, aku masih cinta dia, masih merindukannya, dan mungkin akan terus seperti itu selamanya.
Kegiatan menghayalku terhenti ketika mendengar teriakan seorang wanita dari dalam rumah. Dia berjalan menghampiriku yang sedang berada di rooftop.
X: "Nathaaa..., udahan dulu rokokannya, tidur, udah malem, besok kamu kerja kan"
Aku: "iya-iya"
Aku pun melempar rokok ku yang sisa 1/4 batang ke bawah, tepatnya halaman belakang rumahku.
X: "ihhhh, nathaa, kebiasaan ah"
Aku: "hehehehe, iya, iya, maaf"
Aku terkekeh melihat wajahnya yang terlihat lucu jika sedang marah, mulut yang manyun kedepan dan kedua pipinya yang digembungkan. Aku menghampirinya, lalu kukecup dahinya.
X: "jangan cium-cium!!!!!, bau rokookk, sikat gigi sana"
Aku: "aduuhhh, mager ahh"
Aku mulai menggodanya agar dia tambah kesal.
X: "yaudah, gakada jatah buat kamu malam ini"
Aku pun terkesiap ketika dia mengatakan itu sambil menyilangkan tangan didadanya.
Aku: "hehehehehe, ampuuunnnn, iya, abis ini aku sikat gigi nih, tapi bentar ah, rebahan dulu"
X: "gak ada bentar-bentar!!!"
Aku: "iya-iya"
Akupun berjalan gontai kekamar mandi. Selain takut jika tidak mendapat jatah malam ini, aku juga takut melihat matanya yang melotot seperti ingin keluar, hehe.
Setelah selesai menggosok gigi aku hampiri dirinya yang sudah terlelap di kasur. Aku mulai mengecup hidung, kemudian menuju bibir, lalu menuju leher untuk memulai permainan malam ini.
X: "ihhhh, nathaa, geli ah"
Aku: "ayoo, aku udah sikat gigi nihh"
Setelah mengucapkan itu, tanpa peduli protesnya terhadap perbuatan ku, aku melanjutkan kecupan ku dilehernya.
X: " Ihhh nathaa.., jangann sekarang, aku lagi dapetttt"
Akupun langsung lemas mendengar perkataannya.
Aku: "curang nihhhh, tadi nyuruh aku sikat gigi katanya mau ngasih jatah malem ini"
X: "biarinnn, lagian kalo kamu gak sikat gigi bau rokok, aku gak suka, wleeeee"
Aku: "awas kaamu yaaa"
Karena gemas, ku peluk tubuhnya, lalu ku gelitiki perutnya, sebagai pembalasan karena sudah membuat ku kesal.
X: "ahahahahaha, geli nathaa.., ampuuunn"
Aku tak menghiraukan permohonannya, tetap kulanjutkan kegiatanku menggelitiki perutnya.
Beberapa saat kemudian....
Karena sudah lelah aku pun menghentikan kegiatan ku. Nafas kami terengah-engah dengan sisa-sisa tawa yang keluar dari mulut kami, akupun membaringkan tubuhku disampingnya, kepalaku menoleh kearahnya, kemudian mata kami saling bertatapan.
Aku: "besok abis aku pulang kantor temenin aku ya"
X: "kemana??"
Aku: "nengokin dia"
Ada jeda sebelum dia menjawab.
X: "boleh, jam 4 ya berarti"
Aku: "iya, kan aku pulang kantor biasanya jam segitu"
X: "okeee, sebelum jam 4 besok aku udah siap-siap"
Kami kembali terdiam, dia mengubah posisi tidurnya, sehingga kami saling berhadapan.
Dia menatap mataku dalam-dalam, lalu tersenyum dan tangannya mulai mengelus kepalaku, lalu berkata.
X: "Dia pasti udah bahagia kok, sekarang tugas aku disini buat bikin kamu bahagia juga, kamu jangan sedih terus ya, supaya dia seneng bisa liat kamu bahagia"
Senyumannya terlihat sangat tulus. Aku pun mencoba membalas senyumnya, meskipun terasa getir dihatiku.
Aku: "iyaa sayang, makasih ya"
Aku: "yaudah yuk tidur, udah jam 12 nih"
X: "yaudah kamu duluan merem"
Aku: "kamu duluan lah"
X: "ihhh, kok aku?"
Aku: "mau tidur aja ribet bangett"
X: "kamu yang mulai"
Aku: "hadehhh, salah melulu aku perasaan"
X: "emang"
Aku: "udah ah, ayo tidur, malah berantem"
X: "yaudah, merem"
Aku: "iyaaa, ciniii, peyuuukk"
X: "ciniii"
Hahaha, kebiasaan konyol selalu kami lakukan sebelum tidur. Setelah beberapa menit mulai terdengar suara dengkuran halus, menandakan dia sudah mulai tertidur. Memandang wajahnya yang sedang terlelap merupakan hobi lain yang ku lakukan sebelum tidur. Aku sangat bersyukur memilikinya dan menjadi pendamping hidupnya, gadis cantik dengan rambut pendek sebahu dan smiling eyes nya yang selalu menjadi favoritku.
Aku pun mengeratkan pelukanku, lalu mulai terlelap, menuju alam mimpi bersamanya.
Spoiler for Index:
Index:
1. Prolog
2. Part 1 (Tawaran Dari Pak Danar)
3. Part 2 (Yang Ditunggu-tunggu?? Akhirnya Datang)
4. Part 3 (Perkenalan)
5. Part 4 (Malu-malu)
6. Part 5 (kerlingan Matanya)
7. Part 6 (Bertemu Viny)
8. Part 7 (Macan Betina)
9. Part 8 (Dia Marah? 1)
10. Part 9 (Dia Marah? 2)
11. Part 10 (Malam Mingguan?)
12. Part 11 (Malam Minggu yang Sempurna)
13. Part 12 (Ada Yang Salah?)
14. Part 13 (Frustasi)
15. Part 14 (Dia Kembali?)
16. Part 15 (Definisi Cinta?)
17. Part 16 (Kunjungan Teman Lama)
18. Part 17 (Tangisan Beby)
19. Part 18 (Ternyata Rasanya Sesakit Ini)
20. Part 19 (Dukungan)
21. Part 20 (Saran)
22. Part 21 (Berburu Hadiah)
23. Part 22 (The Power Of Kepepet)
24. Part 23 (Tentang Sakti)
25. Part 24 (Pricetag)
26. Part 25 (Heavy Rotation)
27. Part 25 [Bonus] (Beby...You Should Paint My Love)
28. Part 26 (Bolu Buatan Beby)
29. Part 27 (Aku Kira Hubungan Kita Istimewa)
30. Part 28 (Curhat)
31. Part 29 (Maaf)
32. Part 30 (Diskusi Bersama Viny)
33. Part 31 (Janji)
34. Part 32 (Main di Kos)
35. Part 33 (Main Beneran!!!)
36. Part 34 (Terimakasih Setan!!!)
37. Part 35 (Terimakasih Setan!!! 2)
38. Part 36 (latihan presentasi)
39. Part 37 (Munafik?)
40. Part 38 (Penjelasan?)
41. Part 39 (Berfilosofi Ala Pak Edi)
42. Part 40 (Bidadari itu bernama...)
43. Part 41 (Tumpah)
44. Part 42 (Konser)
45. Part 43 (Ketahuan)
46. Part 44 (Kejedot)
47. Part 45 (Bertemu Shani, Tapi........)
48. Part 46 (Hujan panas)
49. Part 47 (Rasa Bersalah)
50. Part 48 (Tentang Viny)
51. Part 49 (Berulah Lagi)
52. Part 50 (Calon Mertua?)
53. Part 51 (Baru tau)
54. Part 52 (Ketakutan)
55. Part 53 (BINGO!)
56. Part 54 (Jam Tangan)
57. Part 55 (Jujur)
58. Part 56 (Ngetawain Tai)
59. Part 57 (Pencinta Kopi Abal-Abal!!!)
60. Part 58 (Bocah Labil?)
61. Part 59 (Cari Tau!!!)
62. Part 60 (Candu dan Yakin)
63. Part 61 (Kelainan)
64. Part 62 (Kelain Hati?)
65. Part 63 (Kunjungan Shani)
66. Part 64 (Shani)
67. Part 65 (Dia Mau Pulang?)
68. Part 66 (Cinta Tidak Pernah Salah?)
69. Part 67 (Menanti)
70. Part 68 (Warmness On The Soul)
71. Part 69 (Ditinggal Pulang?)
72. Part 70 (Pengakuan)
73. Part 71 (Bukit Bintang)
74. Part 72 (Daftar S2)
75. Part 73 (Foto KTP)
76. Part 74 (Penolakan)
77. Part 75 (Flashdisk)
78. Part 76 (Revisi Laporan)
79. Part 77 (kakak?)
80. Part 78 (Anak Kecil)
81. Part 79 (Just Let It Flow)
82. Part 80 (Saling Percaya?)
83. Part 81 (Love You)
84. Part 82 (Tunggu Aku)
85. Part 83 (VideoCall)
86. Part 84 (Masih Ragu?)
87. Part 85 (Curhatan Viny)
88. Part 86 (Pak Rio)
89. Part 87 (Godaan?)
90. Part 88 (Bertemu)
91. Part 89 (Saling Percaya!)
92. Part 90 (Calon Mertua? 2)
93. Part 91 (Acara Wisuda yang Berakhir Galau)
94. Part 92 (Dibujuk)
95. Part 93 (Diyakinkan)
96. Part 94 (Teringat Kembali)
97. Part 95 (Hambatan)
1. Prolog
2. Part 1 (Tawaran Dari Pak Danar)
3. Part 2 (Yang Ditunggu-tunggu?? Akhirnya Datang)
4. Part 3 (Perkenalan)
5. Part 4 (Malu-malu)
6. Part 5 (kerlingan Matanya)
7. Part 6 (Bertemu Viny)
8. Part 7 (Macan Betina)
9. Part 8 (Dia Marah? 1)
10. Part 9 (Dia Marah? 2)
11. Part 10 (Malam Mingguan?)
12. Part 11 (Malam Minggu yang Sempurna)
13. Part 12 (Ada Yang Salah?)
14. Part 13 (Frustasi)
15. Part 14 (Dia Kembali?)
16. Part 15 (Definisi Cinta?)
17. Part 16 (Kunjungan Teman Lama)
18. Part 17 (Tangisan Beby)
19. Part 18 (Ternyata Rasanya Sesakit Ini)
20. Part 19 (Dukungan)
21. Part 20 (Saran)
22. Part 21 (Berburu Hadiah)
23. Part 22 (The Power Of Kepepet)
24. Part 23 (Tentang Sakti)
25. Part 24 (Pricetag)
26. Part 25 (Heavy Rotation)
27. Part 25 [Bonus] (Beby...You Should Paint My Love)
28. Part 26 (Bolu Buatan Beby)
29. Part 27 (Aku Kira Hubungan Kita Istimewa)
30. Part 28 (Curhat)
31. Part 29 (Maaf)
32. Part 30 (Diskusi Bersama Viny)
33. Part 31 (Janji)
34. Part 32 (Main di Kos)
35. Part 33 (Main Beneran!!!)
36. Part 34 (Terimakasih Setan!!!)
37. Part 35 (Terimakasih Setan!!! 2)
38. Part 36 (latihan presentasi)
39. Part 37 (Munafik?)
40. Part 38 (Penjelasan?)
41. Part 39 (Berfilosofi Ala Pak Edi)
42. Part 40 (Bidadari itu bernama...)
43. Part 41 (Tumpah)
44. Part 42 (Konser)
45. Part 43 (Ketahuan)
46. Part 44 (Kejedot)
47. Part 45 (Bertemu Shani, Tapi........)
48. Part 46 (Hujan panas)
49. Part 47 (Rasa Bersalah)
50. Part 48 (Tentang Viny)
51. Part 49 (Berulah Lagi)
52. Part 50 (Calon Mertua?)
53. Part 51 (Baru tau)
54. Part 52 (Ketakutan)
55. Part 53 (BINGO!)
56. Part 54 (Jam Tangan)
57. Part 55 (Jujur)
58. Part 56 (Ngetawain Tai)
59. Part 57 (Pencinta Kopi Abal-Abal!!!)
60. Part 58 (Bocah Labil?)
61. Part 59 (Cari Tau!!!)
62. Part 60 (Candu dan Yakin)
63. Part 61 (Kelainan)
64. Part 62 (Kelain Hati?)
65. Part 63 (Kunjungan Shani)
66. Part 64 (Shani)
67. Part 65 (Dia Mau Pulang?)
68. Part 66 (Cinta Tidak Pernah Salah?)
69. Part 67 (Menanti)
70. Part 68 (Warmness On The Soul)
71. Part 69 (Ditinggal Pulang?)
72. Part 70 (Pengakuan)
73. Part 71 (Bukit Bintang)
74. Part 72 (Daftar S2)
75. Part 73 (Foto KTP)
76. Part 74 (Penolakan)
77. Part 75 (Flashdisk)
78. Part 76 (Revisi Laporan)
79. Part 77 (kakak?)
80. Part 78 (Anak Kecil)
81. Part 79 (Just Let It Flow)
82. Part 80 (Saling Percaya?)
83. Part 81 (Love You)
84. Part 82 (Tunggu Aku)
85. Part 83 (VideoCall)
86. Part 84 (Masih Ragu?)
87. Part 85 (Curhatan Viny)
88. Part 86 (Pak Rio)
89. Part 87 (Godaan?)
90. Part 88 (Bertemu)
91. Part 89 (Saling Percaya!)
92. Part 90 (Calon Mertua? 2)
93. Part 91 (Acara Wisuda yang Berakhir Galau)
94. Part 92 (Dibujuk)
95. Part 93 (Diyakinkan)
96. Part 94 (Teringat Kembali)
97. Part 95 (Hambatan)
Diubah oleh akmal162 22-07-2020 04:29
kkaze22 dan 70 lainnya memberi reputasi
67
33.5K
Kutip
452
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33.1KThread•1Anggota
Tampilkan semua post
TS
akmal162
#45
Spoiler for Part 25:
Part 25
Sekarang aku baru sampai didepan rumah beby dengan menggunakan motor ku. Akhirnya waktu yang kutunggu-tunggu tiba. Malam ini aku akan menghabiskan malam minggu berdua dengan beby.
Tujuan kami malam ini adalah salah satu pasar malam yang namanya cukup terkenal di kota jogja. Aku dan beby sudah sepakat untuk mengunjungi tempat itu lewat chat kemaren malam.
Sebenarnya beby lah yang merekomendasikan untuk berkunjung ke pasar malam tersebut. Tanpa pikir panjang aku langsung saja menyepakatinya, sejujurnya aku tidak punya refrensi tempat lain yang cocok untuk kami kunjungi karena pengalaman malam mingguan yang sangat minim, wkwkwkwk.
Lagipula aku tidak peduli, mau kemanapun asal bersama beby aku tidak keberatan, wkwkwkwk.
Setelah beberapa menit menunggu akhirnya beby keluar menghampiriku.
Kaos putih longgar, yang dipadukan dengan celana jeans diatas mata kaki, dan sepatu sneakers, tidak lupa tas selempang biru yang dipakainya, ditambah dengan rambut panjangnya yang dikuncir kuda, membuat penampilan beby terlihat simpel malam ini.
Tapi entah kenapa aku merasa beby sangat cantik malam ini. Sampai-sampai aku sempat dibuat terdiam sambil memandangi beby yang sekarang sudah berdiri didepanku.
Beby: "nat, nathaaa"
Karena merasa tidak mendapat respon dariku, beby memanggil namaku sambil melambai-lambaikan tangannya tepat didepan wajahku.
Aku: "e e ehh, iya mbak, ini pakai helmnya"
Setelah tersadar aku langsung menyodorkan helm tambahan yang sudah kusiapkan kepada beby.
Beby: "hehe, aku tau kok nat kalo aku cantik, tapi gak usah sampe bengong gitu"
Aku: "hehehe, enggak kok, lagi ngelamun aja tadi mbak"
Beby: "huu, bilang aku cantik aja susah banget sih"
Aku: "iya iya, ini ambil dulu mbak helmnya"
Beby: "oh iya, hihi"
Bebypun mengambil helm yang sedari tadi sudah ku sodorkan kearahnya lalu langsung memakainya.
"Cieeee, yang mau pacaran"
Tiba-tiba aku dan beby dikagetkan dengan suara viny yang tiba-tiba muncul dari balik pagar.
Beby: "isshh, ngagetin aja sih vin"
Viny: "aku gak diajak nih?"
Beby: "enggak"
Viny: "yahhhh, aku ditinggalin lagi"
Viny mengatakannya sambil memasang wajah cemberut yang dibuat-buat.
Beby: "kamu juga sering ninggalin aku"
Viny: "iya deh iya, hati-hati ya kalian yang mau pacaran"
Beby: "bawel"
Viny: "wkwkwkwk, ih, beby salting"
Beby: "udah viin, sanaaa masuk"
Viny: "hehehehe, pieceee, iya iya, aku gak ganggu"
Setelah selesai ngobrol dengan viny, bebypun naik ke boncenganku.
Viny: "hati-hati ya nat bawa beby, kalo ngerepotin turunin aja dipinggir jalan"
Beby: "awas ya kamu vin"
Aku: "hehehe, duluan ya mbak"
Viny: "iyaa, hati-hati"
.
.
.
Sekarang aku dan beby sudah sampai ditempat tujuan kami, suasana pasar malam di malam minggu seperti ini bisa dibilang sangat ramai oleh pasangan-pasangan yang sedang menghabiskan malam minggu mereka, bukan cuma itu, selain sepasang kekasih, banyak juga keluarga yang mengunjungi tempat ini.
Aku: "kita mau kemana dulu mbak"
Beby: "mmmm, kalo naik itu berani gak nat?"
Beby bertanya padaku sambil menunjukan wajah tengilnya.
Wahana yang ditunjuk beby adalah wahana kora-kora.
Kora-kora merupakan sebuah wahana yang dimana para pengunjung akan ditempatkan dalam sebuah perahu yang nantinya perahu itu akan di ayunkan kedepan dan kebelakang dengan sudut kemiringan dan kecepatan yang akan terus bertambah.
Sebenarnya dulu aku pernah mencoba wahana itu saat liburan keluarga diancol, menurutku kora-kora tidak terlalu menyeramkan,tapi yang membuatku kurang nyaman adalah, pada saat perahu diayunkan dari atas kebawah akan terasa sensasi ngilu dibagian..... Itulah, wkwkwkwk.
Aku: "ayo, siapa takut"
.
.
.
Sekarang aku dan beby sudah duduk diatas kora-kora. Semua bangku di perahu ini terisi penuh oleh pengunjung. Disamping tempat ku dan beby duduk, terdapat 1 orang ibu-ibu dan anaknya.
Sebelum perahu yang kami duduki mulai diayunkan, beby sempat bercanda dengan anak kecil yang duduk disamping kami. Sepertinya beby memang termasuk orang yang mudah akrab dengan anak kecil.
Beby: "serius nat kamu gak takut?"
Aku: "enggak"
Beby mengeluarkan sebuah kamera yang dikeluarkan dari tasnya.
Aku: "eh mbak, ngapain itu ngeluarin kamera?"
Beby: "buat ngerekam muka kamu nanti yang ketakutan"
Aku: "ehh, jaaa.....
Wusssssshhhh
Perahu yang kami duduki sudah mulai diayunkan, memang awal-awal ayunannya tidak terlalu tinggi, tapi seiring berjalannya waktu, ayunan perahu yang kami duduki semakin tinggi dan cepat, bahkan diakhir-akhir, sudut kemiringannya hampir mencapai 90 derajat.
Selama wahana ini berjalan aku hanya diam, tidak mengeluarkan suara sama sekali, ternyata sensasi yang kurasakan masih sama seperti saat aku mencoba wahana ini di ancol dulu, saat perahu yang kududuki diayunkan dari atas kebawah entah kenapa adik kecilku terasa ngilu. Sabar ya dik, sebentar lagi selesai kok, wkwkwkwkwk.
Sedangkan beby yang duduk disampingku sedang tertawa puas sambil mengarahkan kameranya kewajahku.
.
.
.
"Ihh dedek, jangan nangis, nih kakak ada permen, mau nggak?"
Anak kecil itu hanya mengangguk sambil sesenggukan dan menghapus air matanya.
"Tapi syaratnya kamu jangan nangis lagi ya"
Beby mengeluarkan beberapa bungkus permen dari tasnya, lalu memberikannya kepada anak kecil tersebut.
"Nahh, pinteeer, kamu namanya siapa?"
"Rafi"
"Udah ya, rafi jangan nangis lagi ya"
Sekarang beby sedang menghibur anak kecil yang sedang menangis setelah menaiki wahana kora-kora bersama kami tadi.
Ibu-ibu: "udah, malu tuh nangis sama mbaknya"
Anak kecil yang sedang menangis tadi adalah anak kecil yang tadi duduk disamping aku dan beby.
Ibu-ibu: "makasih ya mbak"
Beby: "iya bu, sama-sama"
Ibu-ibu: "mas, mbaknya ini pacar masnya ya?"
Aku: "e e eh, bukan bu, hehe"
Ibu-ibu: "nahh, pasti karena masnya nih yang belum nembak mbaknya"
Aku dan beby hanya terkekeh canggung setelah mendengar kalimat terakhir dari ibu-ibu yang tadi duduk disamping kami.
Ibu-ibu: "ihh, jadi malu-malu gitu mas sama mbaknya, kalau liat kalian gini, saya jadi keinget waktu masih abg dulu"
Huhhh, dasar ibu-ibu.
Ibu-ibu: "yasudah, monggo dilanjutin acara pdkt nya, saya duluan ya"
Beby: "hehe, iya bu"
Buset nyinyir aja terus bu, btw suaminya mana bu, mending cari tuh suaminya, siapa tu malam mingguan sama cewek lain, jangan gangguin orang pdkt aja, wkwkwkwkwkwkwkk, ups.
.
.
.
Beby: "Wkwkwkwkwk, coba deh kamu liat muka mu nat"
Aku: "ishh, hapus dong mbak, jelek banget itu"
Beby: "nggak mau, wleeee
"
Semenjak ibu-ibu dan anaknya tadi pergi, beby memutar kembali rekaman wajahkh pada saat kami menaiki wahana kora-kora tadi, dan sepanjang jalan dia hanya tertawa karena wajahku yang terlihat sangat jelek pada saat itu.
Beby: "huuuh, naik apa lagi nih nat?"
Aku: "aku ngikut mbak aja deh"
Beby: "kalo naik itu kamu berani?"
Beby menunjuk wahana ontang anting yang sedang berputar.
Aku: "ayooo"
Beby: "kalo yang ini mah gak terlalu serem nat, muka mu gak usah kayak tadi lagi, wkwkwk"
Aku: "iya iya mbak"
Wahana ontang anting merupakan wahana yang akan membawa para pengunjung duduk diatas kursi yang digantung pada bagian atapnya yang berbentuk lingkaran, setelah itu bagian atap dari ontang anting yang berbentuk lingkaran akan berputar dengan kecepatan yang semakin lama akan semakin bertambah.
Sekarang aku dan beby sudah duduk dikursi kami masing-masing, jarak kursi antara aku dan beby saling berdekatan, sehingga kami masih bisa berinteraksi satu sama lain.
Beby: "nat, sekarang kamu pegangin kameranya ya"
Aku: "buat apa mbak?"
Beby: "rekamin aku nanti pas udah muter"
Aku: "oh, yaudah, sini kameranya"
Akupun mengambil kamera dari tangan beby.
Setelah itu, wahana ontang anting yang kami naiki sudah mulai membawa kami berputar.
Tiba-tiba, beby yang duduk didepanku berbalik menghadapku sambil menjulurkan tangannya.
Beby: "nathaaaa, sini pegang tangan aku"
Deeeggg...
Aku: "i i iya mbak"
Aku megambil tangan beby yang sedari tadi diulurkan kearahku lalu menggenggambya.
Putaran ontang-anting yang awalnya pelan, semakin lama semakin bertambah cepat.
Aku hanya fokus mengarahkan kamera yang sedang berada ditanganku ke arah beby yang berada didepanku.
Dapat kulihat dilayar kamera, beby sesekali menoleh sambil tertawa dan tersenyum ke arahku. Pemandangan indah yang tersaji didepanku, membuat mataku tidak dapat beralih dari layar kamera yang kupegang
Sempat ada suatu momen dimana, poni beby terangkat Karena putaran ontang-anting semakin cepat, sehingga membuat jidatnya yang lebar itu terekspose.
Karena panik beby langsung membenahi poninya dengan satu tangan, tanpa melepas genggaman tangannya dariku.
Sontak kejadian itu sempat membuatku tertawa, sedangkan beby memasang wajah cemberutnya yang dibuat-buat.
Jujur perasaan ku campur aduk sekarang, aku tidak bisa mendefinisikan apa perasaan yang sedang kurasakan sekarang. Tapi jika kalian memintaku untuk mendefinisikannya dengan satu kata, aku bisa menyebutkannya.
Nyaman.
.
.
.
Aku: "wkwkwkwk, coba mbak liat, tiba-tiba jadi silau gini"
Beby: "isssh nathaa, jangan diulang-ulang terus bagian ituuu"
Aku: "kan aku paling suka bagian ini mbak, hehehe"
Beby: "coba kamu liat video kamu pas lagi dikora-kora, itu lebih jeleeeeek"
Aku: "gitu gitu tetep mbak simpen kan rekamannya"
Beby: "iyalah, orang buat ngeledekin kamu"
Aku: "huuuu, jahaaat"
Beby: "biarin"
Aku: "mbaak, nanti bagi rekaman video yang pas diontang-anting tadi ya"
Beby: "buat apaaa?"
Aku: "buat ngeledekin mbak"
Beby: "isssh, mau ngeledekin orang masa minta bantuan sama yang mau diledekin"
Aku: "hehe, tapi bagi ya mbaak"
Beby: "gaaak"
Aku: "pelit"
Beby: "biarin, wleee
"
Aku dan beby terus berjalan menyusuri setiap sudut dari pasar malam yang kami kunjungi sekarang. Kami berjalan beriringan dengan posisi beby didepan sedangkan aku mengikuti dibelakangnya.
Beby: "nat, kesana yuuuk"
Aku: "kemana?"
Beby: "ituu, aku mau popcorn, disana ada yang jual"
Aku memincingkan mata untuk melihat apa yang ditunjuk oleh beby. Terlihat disana ada mas-mas yang sedang menjajakan popcorn
Aku: "oh, ayo mbak"
Tiba-tiba beby mengambil tanganku lalu menggandengnya untuk membawa ku menghampiri penjual popcorn yang ditunjuk oleh beby tadi.
Beby: "mau gak nat?"
Aku: "mmm, enggak deh mbak"
Beby: "kenapa?"
Aku: "aku gak terterlalu suka popcorn"
Beby: "ooohh, yaudah, mas popocornnya yaang sedang 1 ya"
Mas-mas: "oke mbak"
Sekarang aku dan beby sedang duduk berdua dikursi yang tempatnya tidak jauh dari tempat kami membeli popcorn tadi. Kami memilih beristirahat sambil mengobrol tentang berbagai macam hal dan menikmati popcorn yang tadi kami beli.
Asal kalian tahu, genggaman tangan beby belum lepas dari tanganku semenjak tadi beby menarik tanganku untuk menghampiri penjual popcorn.
Dalam posisi seperti ini, senyum tidak bisa hilang dari wajahku. Aku merasa seperti ada radio yang memutar musik ceria untuk menemani kebersamaan ku dan beby sekarang.
Lama-lama perasaan nyaman yang aku rasakan sebelumbya semakin kesini semakin berubah menjadi perasaan......, ah, aku masih belum paham apa yang kurasakan sekarang.
"Mungkin cinta?, ah, gak mungkin secepat ini"
Tapi itu bukan masalah, aku sudah cukup bersyukur dengan perasaan yang kurasakan sekarang. Entah apapun namanya, yang paling penting perasaan ini sudah cukup membuatku merasa sangat bahagia.
.
.
.
Oh beby, the only request is you
Sekarang aku baru sampai didepan rumah beby dengan menggunakan motor ku. Akhirnya waktu yang kutunggu-tunggu tiba. Malam ini aku akan menghabiskan malam minggu berdua dengan beby.
Tujuan kami malam ini adalah salah satu pasar malam yang namanya cukup terkenal di kota jogja. Aku dan beby sudah sepakat untuk mengunjungi tempat itu lewat chat kemaren malam.
Sebenarnya beby lah yang merekomendasikan untuk berkunjung ke pasar malam tersebut. Tanpa pikir panjang aku langsung saja menyepakatinya, sejujurnya aku tidak punya refrensi tempat lain yang cocok untuk kami kunjungi karena pengalaman malam mingguan yang sangat minim, wkwkwkwk.
Lagipula aku tidak peduli, mau kemanapun asal bersama beby aku tidak keberatan, wkwkwkwk.
Setelah beberapa menit menunggu akhirnya beby keluar menghampiriku.
Kaos putih longgar, yang dipadukan dengan celana jeans diatas mata kaki, dan sepatu sneakers, tidak lupa tas selempang biru yang dipakainya, ditambah dengan rambut panjangnya yang dikuncir kuda, membuat penampilan beby terlihat simpel malam ini.
Tapi entah kenapa aku merasa beby sangat cantik malam ini. Sampai-sampai aku sempat dibuat terdiam sambil memandangi beby yang sekarang sudah berdiri didepanku.
Beby: "nat, nathaaa"
Karena merasa tidak mendapat respon dariku, beby memanggil namaku sambil melambai-lambaikan tangannya tepat didepan wajahku.
Aku: "e e ehh, iya mbak, ini pakai helmnya"
Setelah tersadar aku langsung menyodorkan helm tambahan yang sudah kusiapkan kepada beby.
Beby: "hehe, aku tau kok nat kalo aku cantik, tapi gak usah sampe bengong gitu"
Aku: "hehehe, enggak kok, lagi ngelamun aja tadi mbak"
Beby: "huu, bilang aku cantik aja susah banget sih"
Aku: "iya iya, ini ambil dulu mbak helmnya"
Beby: "oh iya, hihi"
Bebypun mengambil helm yang sedari tadi sudah ku sodorkan kearahnya lalu langsung memakainya.
"Cieeee, yang mau pacaran"
Tiba-tiba aku dan beby dikagetkan dengan suara viny yang tiba-tiba muncul dari balik pagar.
Beby: "isshh, ngagetin aja sih vin"
Viny: "aku gak diajak nih?"
Beby: "enggak"
Viny: "yahhhh, aku ditinggalin lagi"
Viny mengatakannya sambil memasang wajah cemberut yang dibuat-buat.
Beby: "kamu juga sering ninggalin aku"
Viny: "iya deh iya, hati-hati ya kalian yang mau pacaran"
Beby: "bawel"
Viny: "wkwkwkwk, ih, beby salting"
Beby: "udah viin, sanaaa masuk"
Viny: "hehehehe, pieceee, iya iya, aku gak ganggu"
Setelah selesai ngobrol dengan viny, bebypun naik ke boncenganku.
Viny: "hati-hati ya nat bawa beby, kalo ngerepotin turunin aja dipinggir jalan"
Beby: "awas ya kamu vin"
Aku: "hehehe, duluan ya mbak"
Viny: "iyaa, hati-hati"
.
.
.
Spoiler for Theme song:
Sekarang aku dan beby sudah sampai ditempat tujuan kami, suasana pasar malam di malam minggu seperti ini bisa dibilang sangat ramai oleh pasangan-pasangan yang sedang menghabiskan malam minggu mereka, bukan cuma itu, selain sepasang kekasih, banyak juga keluarga yang mengunjungi tempat ini.
Aku: "kita mau kemana dulu mbak"
Beby: "mmmm, kalo naik itu berani gak nat?"
Beby bertanya padaku sambil menunjukan wajah tengilnya.
Wahana yang ditunjuk beby adalah wahana kora-kora.
Kora-kora merupakan sebuah wahana yang dimana para pengunjung akan ditempatkan dalam sebuah perahu yang nantinya perahu itu akan di ayunkan kedepan dan kebelakang dengan sudut kemiringan dan kecepatan yang akan terus bertambah.
Sebenarnya dulu aku pernah mencoba wahana itu saat liburan keluarga diancol, menurutku kora-kora tidak terlalu menyeramkan,tapi yang membuatku kurang nyaman adalah, pada saat perahu diayunkan dari atas kebawah akan terasa sensasi ngilu dibagian..... Itulah, wkwkwkwk.
Aku: "ayo, siapa takut"
.
.
.
Sekarang aku dan beby sudah duduk diatas kora-kora. Semua bangku di perahu ini terisi penuh oleh pengunjung. Disamping tempat ku dan beby duduk, terdapat 1 orang ibu-ibu dan anaknya.
Sebelum perahu yang kami duduki mulai diayunkan, beby sempat bercanda dengan anak kecil yang duduk disamping kami. Sepertinya beby memang termasuk orang yang mudah akrab dengan anak kecil.
Beby: "serius nat kamu gak takut?"
Aku: "enggak"
Beby mengeluarkan sebuah kamera yang dikeluarkan dari tasnya.
Aku: "eh mbak, ngapain itu ngeluarin kamera?"
Beby: "buat ngerekam muka kamu nanti yang ketakutan"
Aku: "ehh, jaaa.....
Wusssssshhhh
Perahu yang kami duduki sudah mulai diayunkan, memang awal-awal ayunannya tidak terlalu tinggi, tapi seiring berjalannya waktu, ayunan perahu yang kami duduki semakin tinggi dan cepat, bahkan diakhir-akhir, sudut kemiringannya hampir mencapai 90 derajat.
Selama wahana ini berjalan aku hanya diam, tidak mengeluarkan suara sama sekali, ternyata sensasi yang kurasakan masih sama seperti saat aku mencoba wahana ini di ancol dulu, saat perahu yang kududuki diayunkan dari atas kebawah entah kenapa adik kecilku terasa ngilu. Sabar ya dik, sebentar lagi selesai kok, wkwkwkwkwk.
Sedangkan beby yang duduk disampingku sedang tertawa puas sambil mengarahkan kameranya kewajahku.
.
.
.
"Ihh dedek, jangan nangis, nih kakak ada permen, mau nggak?"
Anak kecil itu hanya mengangguk sambil sesenggukan dan menghapus air matanya.
"Tapi syaratnya kamu jangan nangis lagi ya"
Beby mengeluarkan beberapa bungkus permen dari tasnya, lalu memberikannya kepada anak kecil tersebut.
"Nahh, pinteeer, kamu namanya siapa?"
"Rafi"
"Udah ya, rafi jangan nangis lagi ya"
Sekarang beby sedang menghibur anak kecil yang sedang menangis setelah menaiki wahana kora-kora bersama kami tadi.
Ibu-ibu: "udah, malu tuh nangis sama mbaknya"
Anak kecil yang sedang menangis tadi adalah anak kecil yang tadi duduk disamping aku dan beby.
Ibu-ibu: "makasih ya mbak"
Beby: "iya bu, sama-sama"
Ibu-ibu: "mas, mbaknya ini pacar masnya ya?"
Aku: "e e eh, bukan bu, hehe"
Ibu-ibu: "nahh, pasti karena masnya nih yang belum nembak mbaknya"
Aku dan beby hanya terkekeh canggung setelah mendengar kalimat terakhir dari ibu-ibu yang tadi duduk disamping kami.
Ibu-ibu: "ihh, jadi malu-malu gitu mas sama mbaknya, kalau liat kalian gini, saya jadi keinget waktu masih abg dulu"
Huhhh, dasar ibu-ibu.
Ibu-ibu: "yasudah, monggo dilanjutin acara pdkt nya, saya duluan ya"
Beby: "hehe, iya bu"
Buset nyinyir aja terus bu, btw suaminya mana bu, mending cari tuh suaminya, siapa tu malam mingguan sama cewek lain, jangan gangguin orang pdkt aja, wkwkwkwkwkwkwkk, ups.
.
.
.
Beby: "Wkwkwkwkwk, coba deh kamu liat muka mu nat"
Aku: "ishh, hapus dong mbak, jelek banget itu"
Beby: "nggak mau, wleeee
"Semenjak ibu-ibu dan anaknya tadi pergi, beby memutar kembali rekaman wajahkh pada saat kami menaiki wahana kora-kora tadi, dan sepanjang jalan dia hanya tertawa karena wajahku yang terlihat sangat jelek pada saat itu.
Beby: "huuuh, naik apa lagi nih nat?"
Aku: "aku ngikut mbak aja deh"
Beby: "kalo naik itu kamu berani?"
Beby menunjuk wahana ontang anting yang sedang berputar.
Aku: "ayooo"
Beby: "kalo yang ini mah gak terlalu serem nat, muka mu gak usah kayak tadi lagi, wkwkwk"
Aku: "iya iya mbak"
Wahana ontang anting merupakan wahana yang akan membawa para pengunjung duduk diatas kursi yang digantung pada bagian atapnya yang berbentuk lingkaran, setelah itu bagian atap dari ontang anting yang berbentuk lingkaran akan berputar dengan kecepatan yang semakin lama akan semakin bertambah.
Sekarang aku dan beby sudah duduk dikursi kami masing-masing, jarak kursi antara aku dan beby saling berdekatan, sehingga kami masih bisa berinteraksi satu sama lain.
Beby: "nat, sekarang kamu pegangin kameranya ya"
Aku: "buat apa mbak?"
Beby: "rekamin aku nanti pas udah muter"
Aku: "oh, yaudah, sini kameranya"
Akupun mengambil kamera dari tangan beby.
Setelah itu, wahana ontang anting yang kami naiki sudah mulai membawa kami berputar.
Tiba-tiba, beby yang duduk didepanku berbalik menghadapku sambil menjulurkan tangannya.
Beby: "nathaaaa, sini pegang tangan aku"
Deeeggg...
Aku: "i i iya mbak"
Aku megambil tangan beby yang sedari tadi diulurkan kearahku lalu menggenggambya.
Putaran ontang-anting yang awalnya pelan, semakin lama semakin bertambah cepat.
Aku hanya fokus mengarahkan kamera yang sedang berada ditanganku ke arah beby yang berada didepanku.
Dapat kulihat dilayar kamera, beby sesekali menoleh sambil tertawa dan tersenyum ke arahku. Pemandangan indah yang tersaji didepanku, membuat mataku tidak dapat beralih dari layar kamera yang kupegang
Sempat ada suatu momen dimana, poni beby terangkat Karena putaran ontang-anting semakin cepat, sehingga membuat jidatnya yang lebar itu terekspose.
Karena panik beby langsung membenahi poninya dengan satu tangan, tanpa melepas genggaman tangannya dariku.
Sontak kejadian itu sempat membuatku tertawa, sedangkan beby memasang wajah cemberutnya yang dibuat-buat.
Jujur perasaan ku campur aduk sekarang, aku tidak bisa mendefinisikan apa perasaan yang sedang kurasakan sekarang. Tapi jika kalian memintaku untuk mendefinisikannya dengan satu kata, aku bisa menyebutkannya.
Nyaman.
.
.
.
Aku: "wkwkwkwk, coba mbak liat, tiba-tiba jadi silau gini"
Beby: "isssh nathaa, jangan diulang-ulang terus bagian ituuu"
Aku: "kan aku paling suka bagian ini mbak, hehehe"
Beby: "coba kamu liat video kamu pas lagi dikora-kora, itu lebih jeleeeeek"
Aku: "gitu gitu tetep mbak simpen kan rekamannya"
Beby: "iyalah, orang buat ngeledekin kamu"
Aku: "huuuu, jahaaat"
Beby: "biarin"
Aku: "mbaak, nanti bagi rekaman video yang pas diontang-anting tadi ya"
Beby: "buat apaaa?"
Aku: "buat ngeledekin mbak"
Beby: "isssh, mau ngeledekin orang masa minta bantuan sama yang mau diledekin"
Aku: "hehe, tapi bagi ya mbaak"
Beby: "gaaak"
Aku: "pelit"
Beby: "biarin, wleee
"Aku dan beby terus berjalan menyusuri setiap sudut dari pasar malam yang kami kunjungi sekarang. Kami berjalan beriringan dengan posisi beby didepan sedangkan aku mengikuti dibelakangnya.
Beby: "nat, kesana yuuuk"
Aku: "kemana?"
Beby: "ituu, aku mau popcorn, disana ada yang jual"
Aku memincingkan mata untuk melihat apa yang ditunjuk oleh beby. Terlihat disana ada mas-mas yang sedang menjajakan popcorn
Aku: "oh, ayo mbak"
Tiba-tiba beby mengambil tanganku lalu menggandengnya untuk membawa ku menghampiri penjual popcorn yang ditunjuk oleh beby tadi.
Beby: "mau gak nat?"
Aku: "mmm, enggak deh mbak"
Beby: "kenapa?"
Aku: "aku gak terterlalu suka popcorn"
Beby: "ooohh, yaudah, mas popocornnya yaang sedang 1 ya"
Mas-mas: "oke mbak"
Sekarang aku dan beby sedang duduk berdua dikursi yang tempatnya tidak jauh dari tempat kami membeli popcorn tadi. Kami memilih beristirahat sambil mengobrol tentang berbagai macam hal dan menikmati popcorn yang tadi kami beli.
Asal kalian tahu, genggaman tangan beby belum lepas dari tanganku semenjak tadi beby menarik tanganku untuk menghampiri penjual popcorn.
Dalam posisi seperti ini, senyum tidak bisa hilang dari wajahku. Aku merasa seperti ada radio yang memutar musik ceria untuk menemani kebersamaan ku dan beby sekarang.
Lama-lama perasaan nyaman yang aku rasakan sebelumbya semakin kesini semakin berubah menjadi perasaan......, ah, aku masih belum paham apa yang kurasakan sekarang.
"Mungkin cinta?, ah, gak mungkin secepat ini"
Tapi itu bukan masalah, aku sudah cukup bersyukur dengan perasaan yang kurasakan sekarang. Entah apapun namanya, yang paling penting perasaan ini sudah cukup membuatku merasa sangat bahagia.
.
.
.
Oh beby, the only request is you
Herisyahrian dan 7 lainnya memberi reputasi
8
Kutip
Balas
