- Beranda
- Stories from the Heart
Ikatan Polar
...
TS
akmal162
Ikatan Polar
Anggap saja cerita fiksi, selamat menikmati.






Spoiler for PENTING!!! :
Spoiler for Prolog:
Prolog
Udara malam ibu kota terasa panas malam ini. Ditemani kepulan asap rokok dan sebotol teh kemasan, aku menikmati angin sepoi-sepoi yang terasa hangat. Rutinitas sebelum tidur yang selalu kulakukan hampir setiap hari.
Aku sangat menikmatinya. Angin yang melewati wajahku seakan mengajak ku ke masa lalu. Menerbangkan hati dan fikiranku ke kota itu, kota yang penuh kenangan. Tempat mencari jati diri, dan tempat yang mengajarkanku apa itu cinta sejati.
Momen-momen bersamanya, baik saat suka maupun duka, mulai berputar lagi di kepalaku. Bagaikan alat pemutar DVD, memori otak ku seakan menayangkan kembali, kisah cinta dan momen-momen yang dulu pernah kami lalui bersama.
Yaa, aku masih cinta dia, masih merindukannya, dan mungkin akan terus seperti itu selamanya.
Kegiatan menghayalku terhenti ketika mendengar teriakan seorang wanita dari dalam rumah. Dia berjalan menghampiriku yang sedang berada di rooftop.
X: "Nathaaa..., udahan dulu rokokannya, tidur, udah malem, besok kamu kerja kan"
Aku: "iya-iya"
Aku pun melempar rokok ku yang sisa 1/4 batang ke bawah, tepatnya halaman belakang rumahku.
X: "ihhhh, nathaa, kebiasaan ah"
Aku: "hehehehe, iya, iya, maaf"
Aku terkekeh melihat wajahnya yang terlihat lucu jika sedang marah, mulut yang manyun kedepan dan kedua pipinya yang digembungkan. Aku menghampirinya, lalu kukecup dahinya.
X: "jangan cium-cium!!!!!, bau rokookk, sikat gigi sana"
Aku: "aduuhhh, mager ahh"
Aku mulai menggodanya agar dia tambah kesal.
X: "yaudah, gakada jatah buat kamu malam ini"
Aku pun terkesiap ketika dia mengatakan itu sambil menyilangkan tangan didadanya.
Aku: "hehehehehe, ampuuunnnn, iya, abis ini aku sikat gigi nih, tapi bentar ah, rebahan dulu"
X: "gak ada bentar-bentar!!!"
Aku: "iya-iya"
Akupun berjalan gontai kekamar mandi. Selain takut jika tidak mendapat jatah malam ini, aku juga takut melihat matanya yang melotot seperti ingin keluar, hehe.
Setelah selesai menggosok gigi aku hampiri dirinya yang sudah terlelap di kasur. Aku mulai mengecup hidung, kemudian menuju bibir, lalu menuju leher untuk memulai permainan malam ini.
X: "ihhhh, nathaa, geli ah"
Aku: "ayoo, aku udah sikat gigi nihh"
Setelah mengucapkan itu, tanpa peduli protesnya terhadap perbuatan ku, aku melanjutkan kecupan ku dilehernya.
X: " Ihhh nathaa.., jangann sekarang, aku lagi dapetttt"
Akupun langsung lemas mendengar perkataannya.
Aku: "curang nihhhh, tadi nyuruh aku sikat gigi katanya mau ngasih jatah malem ini"
X: "biarinnn, lagian kalo kamu gak sikat gigi bau rokok, aku gak suka, wleeeee"
Aku: "awas kaamu yaaa"
Karena gemas, ku peluk tubuhnya, lalu ku gelitiki perutnya, sebagai pembalasan karena sudah membuat ku kesal.
X: "ahahahahaha, geli nathaa.., ampuuunn"
Aku tak menghiraukan permohonannya, tetap kulanjutkan kegiatanku menggelitiki perutnya.
Beberapa saat kemudian....
Karena sudah lelah aku pun menghentikan kegiatan ku. Nafas kami terengah-engah dengan sisa-sisa tawa yang keluar dari mulut kami, akupun membaringkan tubuhku disampingnya, kepalaku menoleh kearahnya, kemudian mata kami saling bertatapan.
Aku: "besok abis aku pulang kantor temenin aku ya"
X: "kemana??"
Aku: "nengokin dia"
Ada jeda sebelum dia menjawab.
X: "boleh, jam 4 ya berarti"
Aku: "iya, kan aku pulang kantor biasanya jam segitu"
X: "okeee, sebelum jam 4 besok aku udah siap-siap"
Kami kembali terdiam, dia mengubah posisi tidurnya, sehingga kami saling berhadapan.
Dia menatap mataku dalam-dalam, lalu tersenyum dan tangannya mulai mengelus kepalaku, lalu berkata.
X: "Dia pasti udah bahagia kok, sekarang tugas aku disini buat bikin kamu bahagia juga, kamu jangan sedih terus ya, supaya dia seneng bisa liat kamu bahagia"
Senyumannya terlihat sangat tulus. Aku pun mencoba membalas senyumnya, meskipun terasa getir dihatiku.
Aku: "iyaa sayang, makasih ya"
Aku: "yaudah yuk tidur, udah jam 12 nih"
X: "yaudah kamu duluan merem"
Aku: "kamu duluan lah"
X: "ihhh, kok aku?"
Aku: "mau tidur aja ribet bangett"
X: "kamu yang mulai"
Aku: "hadehhh, salah melulu aku perasaan"
X: "emang"
Aku: "udah ah, ayo tidur, malah berantem"
X: "yaudah, merem"
Aku: "iyaaa, ciniii, peyuuukk"
X: "ciniii"
Hahaha, kebiasaan konyol selalu kami lakukan sebelum tidur. Setelah beberapa menit mulai terdengar suara dengkuran halus, menandakan dia sudah mulai tertidur. Memandang wajahnya yang sedang terlelap merupakan hobi lain yang ku lakukan sebelum tidur. Aku sangat bersyukur memilikinya dan menjadi pendamping hidupnya, gadis cantik dengan rambut pendek sebahu dan smiling eyes nya yang selalu menjadi favoritku.
Aku pun mengeratkan pelukanku, lalu mulai terlelap, menuju alam mimpi bersamanya.
Udara malam ibu kota terasa panas malam ini. Ditemani kepulan asap rokok dan sebotol teh kemasan, aku menikmati angin sepoi-sepoi yang terasa hangat. Rutinitas sebelum tidur yang selalu kulakukan hampir setiap hari.
Aku sangat menikmatinya. Angin yang melewati wajahku seakan mengajak ku ke masa lalu. Menerbangkan hati dan fikiranku ke kota itu, kota yang penuh kenangan. Tempat mencari jati diri, dan tempat yang mengajarkanku apa itu cinta sejati.
Momen-momen bersamanya, baik saat suka maupun duka, mulai berputar lagi di kepalaku. Bagaikan alat pemutar DVD, memori otak ku seakan menayangkan kembali, kisah cinta dan momen-momen yang dulu pernah kami lalui bersama.
Yaa, aku masih cinta dia, masih merindukannya, dan mungkin akan terus seperti itu selamanya.
Kegiatan menghayalku terhenti ketika mendengar teriakan seorang wanita dari dalam rumah. Dia berjalan menghampiriku yang sedang berada di rooftop.
X: "Nathaaa..., udahan dulu rokokannya, tidur, udah malem, besok kamu kerja kan"
Aku: "iya-iya"
Aku pun melempar rokok ku yang sisa 1/4 batang ke bawah, tepatnya halaman belakang rumahku.
X: "ihhhh, nathaa, kebiasaan ah"
Aku: "hehehehe, iya, iya, maaf"
Aku terkekeh melihat wajahnya yang terlihat lucu jika sedang marah, mulut yang manyun kedepan dan kedua pipinya yang digembungkan. Aku menghampirinya, lalu kukecup dahinya.
X: "jangan cium-cium!!!!!, bau rokookk, sikat gigi sana"
Aku: "aduuhhh, mager ahh"
Aku mulai menggodanya agar dia tambah kesal.
X: "yaudah, gakada jatah buat kamu malam ini"
Aku pun terkesiap ketika dia mengatakan itu sambil menyilangkan tangan didadanya.
Aku: "hehehehehe, ampuuunnnn, iya, abis ini aku sikat gigi nih, tapi bentar ah, rebahan dulu"
X: "gak ada bentar-bentar!!!"
Aku: "iya-iya"
Akupun berjalan gontai kekamar mandi. Selain takut jika tidak mendapat jatah malam ini, aku juga takut melihat matanya yang melotot seperti ingin keluar, hehe.
Setelah selesai menggosok gigi aku hampiri dirinya yang sudah terlelap di kasur. Aku mulai mengecup hidung, kemudian menuju bibir, lalu menuju leher untuk memulai permainan malam ini.
X: "ihhhh, nathaa, geli ah"
Aku: "ayoo, aku udah sikat gigi nihh"
Setelah mengucapkan itu, tanpa peduli protesnya terhadap perbuatan ku, aku melanjutkan kecupan ku dilehernya.
X: " Ihhh nathaa.., jangann sekarang, aku lagi dapetttt"
Akupun langsung lemas mendengar perkataannya.
Aku: "curang nihhhh, tadi nyuruh aku sikat gigi katanya mau ngasih jatah malem ini"
X: "biarinnn, lagian kalo kamu gak sikat gigi bau rokok, aku gak suka, wleeeee"
Aku: "awas kaamu yaaa"
Karena gemas, ku peluk tubuhnya, lalu ku gelitiki perutnya, sebagai pembalasan karena sudah membuat ku kesal.
X: "ahahahahaha, geli nathaa.., ampuuunn"
Aku tak menghiraukan permohonannya, tetap kulanjutkan kegiatanku menggelitiki perutnya.
Beberapa saat kemudian....
Karena sudah lelah aku pun menghentikan kegiatan ku. Nafas kami terengah-engah dengan sisa-sisa tawa yang keluar dari mulut kami, akupun membaringkan tubuhku disampingnya, kepalaku menoleh kearahnya, kemudian mata kami saling bertatapan.
Aku: "besok abis aku pulang kantor temenin aku ya"
X: "kemana??"
Aku: "nengokin dia"
Ada jeda sebelum dia menjawab.
X: "boleh, jam 4 ya berarti"
Aku: "iya, kan aku pulang kantor biasanya jam segitu"
X: "okeee, sebelum jam 4 besok aku udah siap-siap"
Kami kembali terdiam, dia mengubah posisi tidurnya, sehingga kami saling berhadapan.
Dia menatap mataku dalam-dalam, lalu tersenyum dan tangannya mulai mengelus kepalaku, lalu berkata.
X: "Dia pasti udah bahagia kok, sekarang tugas aku disini buat bikin kamu bahagia juga, kamu jangan sedih terus ya, supaya dia seneng bisa liat kamu bahagia"
Senyumannya terlihat sangat tulus. Aku pun mencoba membalas senyumnya, meskipun terasa getir dihatiku.
Aku: "iyaa sayang, makasih ya"
Aku: "yaudah yuk tidur, udah jam 12 nih"
X: "yaudah kamu duluan merem"
Aku: "kamu duluan lah"
X: "ihhh, kok aku?"
Aku: "mau tidur aja ribet bangett"
X: "kamu yang mulai"
Aku: "hadehhh, salah melulu aku perasaan"
X: "emang"
Aku: "udah ah, ayo tidur, malah berantem"
X: "yaudah, merem"
Aku: "iyaaa, ciniii, peyuuukk"
X: "ciniii"
Hahaha, kebiasaan konyol selalu kami lakukan sebelum tidur. Setelah beberapa menit mulai terdengar suara dengkuran halus, menandakan dia sudah mulai tertidur. Memandang wajahnya yang sedang terlelap merupakan hobi lain yang ku lakukan sebelum tidur. Aku sangat bersyukur memilikinya dan menjadi pendamping hidupnya, gadis cantik dengan rambut pendek sebahu dan smiling eyes nya yang selalu menjadi favoritku.
Aku pun mengeratkan pelukanku, lalu mulai terlelap, menuju alam mimpi bersamanya.
Spoiler for Index:
Index:
1. Prolog
2. Part 1 (Tawaran Dari Pak Danar)
3. Part 2 (Yang Ditunggu-tunggu?? Akhirnya Datang)
4. Part 3 (Perkenalan)
5. Part 4 (Malu-malu)
6. Part 5 (kerlingan Matanya)
7. Part 6 (Bertemu Viny)
8. Part 7 (Macan Betina)
9. Part 8 (Dia Marah? 1)
10. Part 9 (Dia Marah? 2)
11. Part 10 (Malam Mingguan?)
12. Part 11 (Malam Minggu yang Sempurna)
13. Part 12 (Ada Yang Salah?)
14. Part 13 (Frustasi)
15. Part 14 (Dia Kembali?)
16. Part 15 (Definisi Cinta?)
17. Part 16 (Kunjungan Teman Lama)
18. Part 17 (Tangisan Beby)
19. Part 18 (Ternyata Rasanya Sesakit Ini)
20. Part 19 (Dukungan)
21. Part 20 (Saran)
22. Part 21 (Berburu Hadiah)
23. Part 22 (The Power Of Kepepet)
24. Part 23 (Tentang Sakti)
25. Part 24 (Pricetag)
26. Part 25 (Heavy Rotation)
27. Part 25 [Bonus] (Beby...You Should Paint My Love)
28. Part 26 (Bolu Buatan Beby)
29. Part 27 (Aku Kira Hubungan Kita Istimewa)
30. Part 28 (Curhat)
31. Part 29 (Maaf)
32. Part 30 (Diskusi Bersama Viny)
33. Part 31 (Janji)
34. Part 32 (Main di Kos)
35. Part 33 (Main Beneran!!!)
36. Part 34 (Terimakasih Setan!!!)
37. Part 35 (Terimakasih Setan!!! 2)
38. Part 36 (latihan presentasi)
39. Part 37 (Munafik?)
40. Part 38 (Penjelasan?)
41. Part 39 (Berfilosofi Ala Pak Edi)
42. Part 40 (Bidadari itu bernama...)
43. Part 41 (Tumpah)
44. Part 42 (Konser)
45. Part 43 (Ketahuan)
46. Part 44 (Kejedot)
47. Part 45 (Bertemu Shani, Tapi........)
48. Part 46 (Hujan panas)
49. Part 47 (Rasa Bersalah)
50. Part 48 (Tentang Viny)
51. Part 49 (Berulah Lagi)
52. Part 50 (Calon Mertua?)
53. Part 51 (Baru tau)
54. Part 52 (Ketakutan)
55. Part 53 (BINGO!)
56. Part 54 (Jam Tangan)
57. Part 55 (Jujur)
58. Part 56 (Ngetawain Tai)
59. Part 57 (Pencinta Kopi Abal-Abal!!!)
60. Part 58 (Bocah Labil?)
61. Part 59 (Cari Tau!!!)
62. Part 60 (Candu dan Yakin)
63. Part 61 (Kelainan)
64. Part 62 (Kelain Hati?)
65. Part 63 (Kunjungan Shani)
66. Part 64 (Shani)
67. Part 65 (Dia Mau Pulang?)
68. Part 66 (Cinta Tidak Pernah Salah?)
69. Part 67 (Menanti)
70. Part 68 (Warmness On The Soul)
71. Part 69 (Ditinggal Pulang?)
72. Part 70 (Pengakuan)
73. Part 71 (Bukit Bintang)
74. Part 72 (Daftar S2)
75. Part 73 (Foto KTP)
76. Part 74 (Penolakan)
77. Part 75 (Flashdisk)
78. Part 76 (Revisi Laporan)
79. Part 77 (kakak?)
80. Part 78 (Anak Kecil)
81. Part 79 (Just Let It Flow)
82. Part 80 (Saling Percaya?)
83. Part 81 (Love You)
84. Part 82 (Tunggu Aku)
85. Part 83 (VideoCall)
86. Part 84 (Masih Ragu?)
87. Part 85 (Curhatan Viny)
88. Part 86 (Pak Rio)
89. Part 87 (Godaan?)
90. Part 88 (Bertemu)
91. Part 89 (Saling Percaya!)
92. Part 90 (Calon Mertua? 2)
93. Part 91 (Acara Wisuda yang Berakhir Galau)
94. Part 92 (Dibujuk)
95. Part 93 (Diyakinkan)
96. Part 94 (Teringat Kembali)
97. Part 95 (Hambatan)
1. Prolog
2. Part 1 (Tawaran Dari Pak Danar)
3. Part 2 (Yang Ditunggu-tunggu?? Akhirnya Datang)
4. Part 3 (Perkenalan)
5. Part 4 (Malu-malu)
6. Part 5 (kerlingan Matanya)
7. Part 6 (Bertemu Viny)
8. Part 7 (Macan Betina)
9. Part 8 (Dia Marah? 1)
10. Part 9 (Dia Marah? 2)
11. Part 10 (Malam Mingguan?)
12. Part 11 (Malam Minggu yang Sempurna)
13. Part 12 (Ada Yang Salah?)
14. Part 13 (Frustasi)
15. Part 14 (Dia Kembali?)
16. Part 15 (Definisi Cinta?)
17. Part 16 (Kunjungan Teman Lama)
18. Part 17 (Tangisan Beby)
19. Part 18 (Ternyata Rasanya Sesakit Ini)
20. Part 19 (Dukungan)
21. Part 20 (Saran)
22. Part 21 (Berburu Hadiah)
23. Part 22 (The Power Of Kepepet)
24. Part 23 (Tentang Sakti)
25. Part 24 (Pricetag)
26. Part 25 (Heavy Rotation)
27. Part 25 [Bonus] (Beby...You Should Paint My Love)
28. Part 26 (Bolu Buatan Beby)
29. Part 27 (Aku Kira Hubungan Kita Istimewa)
30. Part 28 (Curhat)
31. Part 29 (Maaf)
32. Part 30 (Diskusi Bersama Viny)
33. Part 31 (Janji)
34. Part 32 (Main di Kos)
35. Part 33 (Main Beneran!!!)
36. Part 34 (Terimakasih Setan!!!)
37. Part 35 (Terimakasih Setan!!! 2)
38. Part 36 (latihan presentasi)
39. Part 37 (Munafik?)
40. Part 38 (Penjelasan?)
41. Part 39 (Berfilosofi Ala Pak Edi)
42. Part 40 (Bidadari itu bernama...)
43. Part 41 (Tumpah)
44. Part 42 (Konser)
45. Part 43 (Ketahuan)
46. Part 44 (Kejedot)
47. Part 45 (Bertemu Shani, Tapi........)
48. Part 46 (Hujan panas)
49. Part 47 (Rasa Bersalah)
50. Part 48 (Tentang Viny)
51. Part 49 (Berulah Lagi)
52. Part 50 (Calon Mertua?)
53. Part 51 (Baru tau)
54. Part 52 (Ketakutan)
55. Part 53 (BINGO!)
56. Part 54 (Jam Tangan)
57. Part 55 (Jujur)
58. Part 56 (Ngetawain Tai)
59. Part 57 (Pencinta Kopi Abal-Abal!!!)
60. Part 58 (Bocah Labil?)
61. Part 59 (Cari Tau!!!)
62. Part 60 (Candu dan Yakin)
63. Part 61 (Kelainan)
64. Part 62 (Kelain Hati?)
65. Part 63 (Kunjungan Shani)
66. Part 64 (Shani)
67. Part 65 (Dia Mau Pulang?)
68. Part 66 (Cinta Tidak Pernah Salah?)
69. Part 67 (Menanti)
70. Part 68 (Warmness On The Soul)
71. Part 69 (Ditinggal Pulang?)
72. Part 70 (Pengakuan)
73. Part 71 (Bukit Bintang)
74. Part 72 (Daftar S2)
75. Part 73 (Foto KTP)
76. Part 74 (Penolakan)
77. Part 75 (Flashdisk)
78. Part 76 (Revisi Laporan)
79. Part 77 (kakak?)
80. Part 78 (Anak Kecil)
81. Part 79 (Just Let It Flow)
82. Part 80 (Saling Percaya?)
83. Part 81 (Love You)
84. Part 82 (Tunggu Aku)
85. Part 83 (VideoCall)
86. Part 84 (Masih Ragu?)
87. Part 85 (Curhatan Viny)
88. Part 86 (Pak Rio)
89. Part 87 (Godaan?)
90. Part 88 (Bertemu)
91. Part 89 (Saling Percaya!)
92. Part 90 (Calon Mertua? 2)
93. Part 91 (Acara Wisuda yang Berakhir Galau)
94. Part 92 (Dibujuk)
95. Part 93 (Diyakinkan)
96. Part 94 (Teringat Kembali)
97. Part 95 (Hambatan)
Diubah oleh akmal162 22-07-2020 04:29
kkaze22 dan 70 lainnya memberi reputasi
67
33.1K
Kutip
452
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
akmal162
#44
Spoiler for Part 24:
Part 24
.
.
.
"Eh, mas, saya duluan ya"
Aku menyapa sakti yang sedang berdiri didekat mobil sambil menatapku.
Sakti sangat terlihat kesal jika ku lihat dari cara dia menatapku, sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan saat pertama kali kami bertemu tadi siang.
Sejujurnya aku tidak ingin ada perselisihan diantara kami, hanya karena kejadian tadi siang. Menurutku mempunyai masalah dengan orang lain untuk hal yang tidak terlalu penting, sangat membuang-buang waktu, tenaga dan pikiran. Oleh karena itu aku mencoba bersikap ramah terlebih dahulu kepada sakti dengan mencoba menyapanya.
Sakti tidak merespon sapaanku sama sekali, dia hanya membuang pandangannya kearah lain, lalu langsung masuk kedalam mobil yang memang pintunya sudah terbuka dari tadi. Setelah itu saktipun melajukan mobil beby yang dia pinjam untuk pulang ke penginapannya.
Setelah kepulangan sakti akupun langsung memutuskan pulang ke kampus untuk mengikuti acara belajar bersama dengan mario, dyo, devan, dan nabil di lab.
.
.
.
Sore ini aku sedang duduk digazebo depan lab sendirian. Karena kelalaian ku yang lupa membawa kunci pintu lab, jadi aku harus menunggu dyo yang kabarnya baru akan datang kesini satu setengah jam lagi. Sedangkan mario, nabil dan devan baru akan datang kesini setelah maghrib nanti, katanya mereka sedang ada acara dengan kekasihnya masing-masing.
"Kalau aku pulang dulu ke kos, nanggung banget satu setengah jam. Tapi kalo nunggu mario, kelamaan. Huuhh, tungguin aja deh"
Aku memilih untuk membakar rokok dan bermain game dihandhone sambil menunggu kedatangan dyo untuk bisa masuk ke lab.
Sebenarnya hari ini tidak ada kegiatan apa-apa di lab. Karena besok hari sabtu, kami ber 5 sepakat datang ke lab untuk mengisi waktu luang bersama malam ini.
Hampir 30 menit sudah aku menunggu dyo yang belum kunjung menampakkan batang hidungnya. Karena bosan aku memilih untuk berhenti bermain game, lalu mendengarkan musik dihandphone ku dengan menggunakan headset.
Huuuhh, jika duduk digazebo seperti sekarang aku jadi teringat beby. Sudah 2 hari berlalu semenjak aku memberikan hadiah kepada beby pada saat dia seminar proposal kemaren. Tapi selama 2 hari ini juga tidak ada respon apapun yang kudapat dari beby.
Beby dan viny sudah 2 hari ini tidak kesini, mereka tidak kesini karena selama ujian tengah semester berjalan, memang tidak ada kegiatan apa-apa di lab ku. Dan sudah 2 hari juga aku tidak ada berhubungan dengan mereka, baik dengan beby maupun dengan viny.
Jujur aku sudah sangat pesimis beby mau benar-benar memaafkan ku. Kurasa hadiah dan surat yang kuberikan kepada beby kemaren tidak mampu membuat hatinya luluh.
Yap, aku mengikuti saran viny untuk menambahkan surat permintaan maaf kepada beby yang dituliskan pada kartu ucapan yang sudah kami beli kemaren.
Awalnya aku sudah sangat percaya diri dengan kata-kata yang ku tulis. Tapi jika ku ingat lagi kata-katanya..... aku jadi jijik sendiri, wkwkwkwkwk.
Pasti kalian paham dengan apa yang ku maksud.
Pruukk...
Aku dikagetkan dengan 2 lembar uang 100 ribuan yang tiba-tiba diletakkan dihadapan ku.
Aku memutuskan mengalihkan pandangan dari handphone ku untuk mencari tahu siapa orang yang meletakannya.
Degggg....
Saat aku mengangkat pandangan ku kedepan, aku melihat beby yang sudah duduk persis dihadapan ku.
Aku: "e e e eh, mbak, ini uang apa?"
Beby: "buat ganti hadiah yang kamu kasih ke aku kemaren"
Aku: "k k kenapa diganti mbak, itu kan emang buat mbak"
Beby tidak menjawab pertanyaan ku. Aku sempat berfikir, beby memberi ku uang untuk mengganti hadiah yang kuberikan karena dia belum bisa memaafkan ku.
Tapi jika memang seperti itu, kenapa tidak kembalikan hadiahnya saja sekalian.
Aku: "kalo emang mbak masih belum bisa maafin aku, gak perlu diganti juga mbak uangnya"
Beby: "aku bukannya gak mau maafin kamu nat"
Aku: "terus?"
Beby: "kamu ngasih hadiah gak ikhlas banget"
Aku: "lah, aku ikhlas kok mbak"
Bruukk...
Beby meletakan novel harry potter yang kuberikan kemaren kepadanya sebagai hadiah.
Beby: "ini pricetag nya belum kamu cabut, kamu ngode aku buat minta ganti duitnya kan?"
Sumpaaaaah, goblooooook banget lu nat anjiiiiingggg......
Aku: "e e e eh, enggak kok mbak, a a aku cuma lupa nyabut"
Beby: "gak usah ngeles gitu nat, nih, udah aku ganti duitnya, kembaliannya ambil aja"
Aku: "serius mbak, aku cuman lupa, gak usah diganti mbak, kemaren buru-buru soalnya"
Wkwkwkwkwkwkwkwk
suara tawa yang tiba-tiba keluar dari mulut beby membuat ku menjadi tambah bingung dan salah tingkah.
Beby: "aku becanda nat"
Aku: "m m maksudnya mbak?"
Beby: "aku suka banget kok sama hadiahnya, makasih ya nat"
Karena grogi aku reflek menggaruk kepalaku yang sebenarnya tidak gatal.
Aku: "hehe, iya mbak"
Beby: "tapi kalau buat suratnya.... kayaknya kamu harus lebih banyak belajar deh nat"
Aku: "k k kenapa mbak suratnya?"
Beby: "sorry ya nat, jujur waktu baca surat dari kamu aku malah ngakak"
Jawaban terakhir dari beby membuatku semakin grogi dan salah tingkah.
Aku: "hehe"
Beby: "tapi makasih ya nat kamu udah berusaha buat ngasih hadiah sama bikin surat ini"
Aku: "sama-sama mbak"
Beby: "dan maaf juga buat kejadian yang dirumah aku kemaren"
Aku: "harusnya aku yang minta maaf mbak"
Beby: "yaudah, gakusah dipikirin, kita sama-sama salah kok nat"
Aku: "berarti mbak udah maafin aku?"
Beby: "mmmmmm, maafin gak ya"
Beby berkata seperti itu sambil menunjukan wajahnya yang dibuat seolah-olah sedang berpikir.
Beby: "hehehe, iya iya, udah kok nat"
Keadaan menjadi hening setelah beby mengucapkan kalimat terakhirnya.
Beby: "hmmmm, yaudah nat, aku pulang dulu ya, sekali lagi makasih banyak nat, harusnya kamu gak perlu repot-repot gini"
Aku: "enggak repot kok mbak, aku juga ngucapin makasih karena mbak mau maafin aku"
Beby: "iya nat, kalo gitu aku pulang dulu ya, udah mau maghrib soalnya, daaahh"
Bebypun beranjak dari duduknya untuk berjalan menuju mobilnya.
Karena melihat 2 lembar uang 100 ribuan yang masih tergeletak digazebo, aku memutuskan untuk kambali memamnggil beby.
Aku: "eeehhh, mbak, ini duitnya ketinggalan"
Beby: "simpen aja nat, buat besok"
Aku: "hahh, besok???"
Beby: "iiisssh, kok lupa sih, kan kamu sendiri yang minta lewat surat kemaren"
Ah, aku baru ingat.
Aku: "tapi kan bisa pake uang ku aja mbak, kalo enggak mau, bisa pake uang kita masing-masing aja"
Beby: "mmmmm, mau kuturutin nggak nih permintaan kamu?"
Aku: "y y yaa mau sih mbak"
Beby: "yaudah, kalo gitu kamu simpen itu buat besok"
Aku: "tapi mbaak......"
Beby: "ssssssttt, udah, besok jemput aku di rumah habis maghrib jam 6, kalo kamu abis ini masih banyak omong gak jadi nih besok"
Aku: "i i iya mbak"
Bebypun memasuki mobilnya yang terparkir tidak jauh dari gazebo depan lab tempat kami ngobrol tadi.
Setelah beby memasuki mobil, beby membuka kacanya dan melambaikan tangan kearahku.
Beby: "daaahh, nat, jangan lupa besok"
Aku: "daaah"
Akupun membalas lambaian tangan dari beby.
Yeeeesssss....
Jujur aku sekarang sangat senang dan juga lega, akhirnya beby mau memaafkan ku. Bahkan bukan cuma itu, beby juga mau mengabulkan permintaan yang ku tulis disurat yang terletak didalam kotak hadiah yang aku berikan kepada beby kemaren.
Yap, disurat aku menuliskan salah satu keinginanku untuk Mengulang momen saat aku dan beby melewati malam minggu bersama di malioboro.
Dan besok malam adalah waktunya.
Wkwkwk, aku jadi tidak sabar.
.
.
.
"Eh, mas, saya duluan ya"
Aku menyapa sakti yang sedang berdiri didekat mobil sambil menatapku.
Sakti sangat terlihat kesal jika ku lihat dari cara dia menatapku, sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan saat pertama kali kami bertemu tadi siang.
Sejujurnya aku tidak ingin ada perselisihan diantara kami, hanya karena kejadian tadi siang. Menurutku mempunyai masalah dengan orang lain untuk hal yang tidak terlalu penting, sangat membuang-buang waktu, tenaga dan pikiran. Oleh karena itu aku mencoba bersikap ramah terlebih dahulu kepada sakti dengan mencoba menyapanya.
Sakti tidak merespon sapaanku sama sekali, dia hanya membuang pandangannya kearah lain, lalu langsung masuk kedalam mobil yang memang pintunya sudah terbuka dari tadi. Setelah itu saktipun melajukan mobil beby yang dia pinjam untuk pulang ke penginapannya.
Setelah kepulangan sakti akupun langsung memutuskan pulang ke kampus untuk mengikuti acara belajar bersama dengan mario, dyo, devan, dan nabil di lab.
.
.
.
Sore ini aku sedang duduk digazebo depan lab sendirian. Karena kelalaian ku yang lupa membawa kunci pintu lab, jadi aku harus menunggu dyo yang kabarnya baru akan datang kesini satu setengah jam lagi. Sedangkan mario, nabil dan devan baru akan datang kesini setelah maghrib nanti, katanya mereka sedang ada acara dengan kekasihnya masing-masing.
"Kalau aku pulang dulu ke kos, nanggung banget satu setengah jam. Tapi kalo nunggu mario, kelamaan. Huuhh, tungguin aja deh"
Aku memilih untuk membakar rokok dan bermain game dihandhone sambil menunggu kedatangan dyo untuk bisa masuk ke lab.
Sebenarnya hari ini tidak ada kegiatan apa-apa di lab. Karena besok hari sabtu, kami ber 5 sepakat datang ke lab untuk mengisi waktu luang bersama malam ini.
Hampir 30 menit sudah aku menunggu dyo yang belum kunjung menampakkan batang hidungnya. Karena bosan aku memilih untuk berhenti bermain game, lalu mendengarkan musik dihandphone ku dengan menggunakan headset.
Huuuhh, jika duduk digazebo seperti sekarang aku jadi teringat beby. Sudah 2 hari berlalu semenjak aku memberikan hadiah kepada beby pada saat dia seminar proposal kemaren. Tapi selama 2 hari ini juga tidak ada respon apapun yang kudapat dari beby.
Beby dan viny sudah 2 hari ini tidak kesini, mereka tidak kesini karena selama ujian tengah semester berjalan, memang tidak ada kegiatan apa-apa di lab ku. Dan sudah 2 hari juga aku tidak ada berhubungan dengan mereka, baik dengan beby maupun dengan viny.
Jujur aku sudah sangat pesimis beby mau benar-benar memaafkan ku. Kurasa hadiah dan surat yang kuberikan kepada beby kemaren tidak mampu membuat hatinya luluh.
Yap, aku mengikuti saran viny untuk menambahkan surat permintaan maaf kepada beby yang dituliskan pada kartu ucapan yang sudah kami beli kemaren.
Awalnya aku sudah sangat percaya diri dengan kata-kata yang ku tulis. Tapi jika ku ingat lagi kata-katanya..... aku jadi jijik sendiri, wkwkwkwkwk.
Pasti kalian paham dengan apa yang ku maksud.
Pruukk...
Aku dikagetkan dengan 2 lembar uang 100 ribuan yang tiba-tiba diletakkan dihadapan ku.
Aku memutuskan mengalihkan pandangan dari handphone ku untuk mencari tahu siapa orang yang meletakannya.
Degggg....
Saat aku mengangkat pandangan ku kedepan, aku melihat beby yang sudah duduk persis dihadapan ku.
Aku: "e e e eh, mbak, ini uang apa?"
Beby: "buat ganti hadiah yang kamu kasih ke aku kemaren"
Aku: "k k kenapa diganti mbak, itu kan emang buat mbak"
Beby tidak menjawab pertanyaan ku. Aku sempat berfikir, beby memberi ku uang untuk mengganti hadiah yang kuberikan karena dia belum bisa memaafkan ku.
Tapi jika memang seperti itu, kenapa tidak kembalikan hadiahnya saja sekalian.
Aku: "kalo emang mbak masih belum bisa maafin aku, gak perlu diganti juga mbak uangnya"
Beby: "aku bukannya gak mau maafin kamu nat"
Aku: "terus?"
Beby: "kamu ngasih hadiah gak ikhlas banget"
Aku: "lah, aku ikhlas kok mbak"
Bruukk...
Beby meletakan novel harry potter yang kuberikan kemaren kepadanya sebagai hadiah.
Beby: "ini pricetag nya belum kamu cabut, kamu ngode aku buat minta ganti duitnya kan?"
Sumpaaaaah, goblooooook banget lu nat anjiiiiingggg......
Aku: "e e e eh, enggak kok mbak, a a aku cuma lupa nyabut"
Beby: "gak usah ngeles gitu nat, nih, udah aku ganti duitnya, kembaliannya ambil aja"
Aku: "serius mbak, aku cuman lupa, gak usah diganti mbak, kemaren buru-buru soalnya"
Wkwkwkwkwkwkwkwk
suara tawa yang tiba-tiba keluar dari mulut beby membuat ku menjadi tambah bingung dan salah tingkah.
Beby: "aku becanda nat"
Aku: "m m maksudnya mbak?"
Beby: "aku suka banget kok sama hadiahnya, makasih ya nat"
Karena grogi aku reflek menggaruk kepalaku yang sebenarnya tidak gatal.
Aku: "hehe, iya mbak"
Beby: "tapi kalau buat suratnya.... kayaknya kamu harus lebih banyak belajar deh nat"
Aku: "k k kenapa mbak suratnya?"
Beby: "sorry ya nat, jujur waktu baca surat dari kamu aku malah ngakak"
Jawaban terakhir dari beby membuatku semakin grogi dan salah tingkah.
Aku: "hehe"
Beby: "tapi makasih ya nat kamu udah berusaha buat ngasih hadiah sama bikin surat ini"
Aku: "sama-sama mbak"
Beby: "dan maaf juga buat kejadian yang dirumah aku kemaren"
Aku: "harusnya aku yang minta maaf mbak"
Beby: "yaudah, gakusah dipikirin, kita sama-sama salah kok nat"
Aku: "berarti mbak udah maafin aku?"
Beby: "mmmmmm, maafin gak ya"
Beby berkata seperti itu sambil menunjukan wajahnya yang dibuat seolah-olah sedang berpikir.
Beby: "hehehe, iya iya, udah kok nat"
Keadaan menjadi hening setelah beby mengucapkan kalimat terakhirnya.
Beby: "hmmmm, yaudah nat, aku pulang dulu ya, sekali lagi makasih banyak nat, harusnya kamu gak perlu repot-repot gini"
Aku: "enggak repot kok mbak, aku juga ngucapin makasih karena mbak mau maafin aku"
Beby: "iya nat, kalo gitu aku pulang dulu ya, udah mau maghrib soalnya, daaahh"
Bebypun beranjak dari duduknya untuk berjalan menuju mobilnya.
Karena melihat 2 lembar uang 100 ribuan yang masih tergeletak digazebo, aku memutuskan untuk kambali memamnggil beby.
Aku: "eeehhh, mbak, ini duitnya ketinggalan"
Beby: "simpen aja nat, buat besok"
Aku: "hahh, besok???"
Beby: "iiisssh, kok lupa sih, kan kamu sendiri yang minta lewat surat kemaren"
Ah, aku baru ingat.
Aku: "tapi kan bisa pake uang ku aja mbak, kalo enggak mau, bisa pake uang kita masing-masing aja"
Beby: "mmmmm, mau kuturutin nggak nih permintaan kamu?"
Aku: "y y yaa mau sih mbak"
Beby: "yaudah, kalo gitu kamu simpen itu buat besok"
Aku: "tapi mbaak......"
Beby: "ssssssttt, udah, besok jemput aku di rumah habis maghrib jam 6, kalo kamu abis ini masih banyak omong gak jadi nih besok"
Aku: "i i iya mbak"
Bebypun memasuki mobilnya yang terparkir tidak jauh dari gazebo depan lab tempat kami ngobrol tadi.
Setelah beby memasuki mobil, beby membuka kacanya dan melambaikan tangan kearahku.
Beby: "daaahh, nat, jangan lupa besok"
Aku: "daaah"
Akupun membalas lambaian tangan dari beby.
Yeeeesssss....
Jujur aku sekarang sangat senang dan juga lega, akhirnya beby mau memaafkan ku. Bahkan bukan cuma itu, beby juga mau mengabulkan permintaan yang ku tulis disurat yang terletak didalam kotak hadiah yang aku berikan kepada beby kemaren.
Yap, disurat aku menuliskan salah satu keinginanku untuk Mengulang momen saat aku dan beby melewati malam minggu bersama di malioboro.
Dan besok malam adalah waktunya.
Wkwkwk, aku jadi tidak sabar.
Herisyahrian dan 6 lainnya memberi reputasi
7
Kutip
Balas
