Kaskus

Story

you.thoughtAvatar border
TS
you.thought
Come and Get Your Love
Februari 2020..

Sore hari gua turun dari kereta menggerek koper bersama dibelakang seorang wanita berkerudung yaitu istri gua yg sedari tadi tanpa sepatah kata pun keluar dari mulutnya. Hp gua berdering gua membukanya, ternyata pesan dari ojol yg sembari jalan tadi gua pesan.

"lokasi dimana mas?"
"tunggu dipintu depan aja pak" gua membalas
"oke saya deket tugu nya mas mobilnya warna abu ya"

Gua memasukan hp kekantong celana tanpa membalasnya kemudian berjalan keluar stasiun Pasar Senen berusaha mencari mobil ojol yg gua pesan tadi.
Setelah bertemu bapak ojol, dia melihat gua menggerek koper dia berinisiatif membuka pintu belakang sambil bilang.

"Atas nama Abdul ya ?" tanya dia
"Iya pak" jawab gua
"Ini taro dibelakang aja ya mas" sautnya sambil membuka pintu belakang
"Oke deh"

Setalah memasukan koper gua duduk didepan sebelah pak supir sementara istri gua dibelakang, mobil yg kami tumpangi berjalan menembus padatnya ibukota.
Jam menunjukan 18.30, sudah hampir satu jam kita terjebak dalam padatnya lalu lintas di ibukota tanpa sepatah katapun keluar dari mulut kami berdua, hanya musik dari bapak ojol yg mengiringi keheningan ini.
Karna terlalu kaku akhirnya si bapak ojolnya ini membuka suara mecoba mencairkan suasana.

"ini ke condet kan mas"
"iya, masih jauh ya ?"
"udah deket sih, tapi liat aja jalannya macet gini mas"
"oh.."
"....."
"....."
"mas habib ya ?" tanya si supir, gua mengerutkan dahi
"hah? bukanlah mas" jawab gua
"oh tapi arab ya? di condet kan banyak tuh" saut dia,
Gua heran kenapa setiap orang denger kata condet tuh identik dengan habib, ya ga semua juga sih cuman dikantor pun sama.

"turunan doang saya indonesia asli kok, emang kenapa pak ?" tanya gua
"ngga gapapa, saya sering tuh mas hadir tuh kalo ada acara maulid di condet"
"Emang banyak sih hampir tiap bulan kayanya, saya aja baru beberapa bulan di condet"
"oh bukan asli sini ya mas?"
“Bukan.”

Well, akhirnya kita ngobrol banyak dengan bapak ojol tadi. Setidaknya biar ngga sunyi bangetlah walaupun dia yg banyak cerita gua mah cuman hooh hooh doang.
Sampailah kita dirumah yang dituju, rumah emak gua tepatnya, yg sekarang sudah pindah ke kampung halaman, jadi gua doang yg nempatin ni rumah.

Setelah mengucapkan terima kasih gua kemudian mengajak istri gua masuk dan dia cuman bengong depan pintu, hanya memandangi sekitar. Gua membawa kopernya masuk dan langsung menuju dapur mengambil dus besar.
Kemudian memasukan semua barang beserta baju gua kedalam kardus tersebut dan memindahkanya keluar, gua kembali kedepan, mengambil koper tadi dan memasukanya kedalam kamar.

"Udah kakak beresin, ade tidur sini aja biar kaka yang diatas" saut gua
Dia pun langsung bergerak kekamar dan langsung menutup pintu. 'ceklek' terdengar suara kunci pintu, Gua cuman bengong..
 
Quote:

Diubah oleh you.thought 08-04-2020 23:59
NadarNadzAvatar border
nona212Avatar border
efti108Avatar border
efti108 dan 27 lainnya memberi reputasi
26
4.3K
40
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.4KAnggota
Tampilkan semua post
you.thoughtAvatar border
TS
you.thought
#6
PART VI
Sesampainya di rumah gua, Baim mengeluarkan kunci untuk membuka rantai yg iya lilitkan dipager rumah, sambil tetep cengengsan dia mencopot plang dijual tadi, gua memasukan motor ke halaman depan kemudian kami pun berjalan masuk ke dalam rumah.

“Lah kaga lu kunci rumah lu?”
“Ngga”
“Berarti bini lu udah tinggal disini dong, penasaran gua pengen liat, mana orangnya?” Baim udah celingak-celinguk melihat sekitar.
“Siapa sih namanya?”
“Yu ke atas ”
“Kenapa ngga disini aja? ” Tempat yg di maksud Baim yaitu ruang tv yg berhadapan langsung dengan pintu rumah dan di pinggirnya langsung kamar.

“Udah diatas aja
Gua mengajak Baim untuk ke lantai atas, berjalan melewati kamar dan terdengar suara music dari dalam kamar, lalu mengecek uang yg gua tinggalkan diatas kulkas pagi tadi dan juga sebelum menaiki tangga gua melihat ada piring bekas makanan ditempat cucian yg menyatu dengan dapur, syukurlah dia udah makan. Baim cuman bengong setelah sampai di atas yg sekarang berubah menjadi barang-barang gua.

“Lah kok? Lu tidur disini? Kamar lo..”
“Bini lu udah lu bawa kesini? ko lu ngga sekamar ?” Baim mulai menghujani pertanyaan pada gua.
“Duduk im”

Sambil mempersilahkan duduk gua sedikit berbenah karna semalem gua hanya menggelar kasur sementara barang-barang gua masih di dalam kardus. Gua mencoba menawarkan dia minum, hal yg sama sekali ga pernah gua lakukan kalo Baim lagi dirumah gua, bagi dia ini udah kaya rumahnya sendiri ngambil minum, makan seenak dia. Gua menuju tangga hendak mengambilkan dia minum, berusaha menghindari berbagai pertanyaan yg akan keluar dari mulutnya setelah melihat semua ini.

“Gausah be gausah ntar aja, udah lu duduk disini gua pengen nanya sama elu” Baim mencegah gua, mimik mukanya menjadi serius.
“Apa im..?”

Dia menghela nafas “Gua tau ada yg ga beres dengan pernikahan elu, masa iya lu nikah ga ngundang-ngundang. Ga mungkin juga lu nikah karna kecelakaan-kan ? apalagi ini sama jamaah (turunan arab yg ada di indo). Gua yakin temen gua ngga sebrengsek itu, trus lu pernah bilang ke gua kalo ga akan nikah dalam waktu dekat ini karna belum ada modal dan lu juga lagi deket ama cewe yg tempo hari lu bawa ke rumah itu, siapa namanya?

“Vina”
“Iya gimana tuh anak pas tau lu udah nikah”
“Ngga giman-gimana” Jawab gua sambil rebahan di kasur dengan menutupi muka gua dengan bantal.
“Jangan boong be” dia mengambil bantal yg menutupi gua.
“Lu gamau nyeritain apa yg sebenarnya terjadi”


Back to 2012
Vina,
Di bulan Januari saat libur semester, gua sedang santai dirumah makan siang sambil menonton tv menikmati hari libur sebelum nanti menghadapi UN di bulan maret atau april, ya saat ini gua kelas tiga SMA mengambil IPA. Sebenarnya gua udah mau ngambil IPS, karna nilai gua memungkinkan emak gua bersikeras agar mengambil IPA saja, dan ternyata membuat gua pusing tujuh keliling. Selesai makan gua manaruh piring di dapur kemudian hp gua berdering tanda ada pesan masuk.

“Hai Adul..”
Lalu gua jawab.
“Siapa loh”
Kemudian dia menjawab.
“ini nomer aku Vina save ya..”
“Oke vin”
“Btw lagi ngapain nih ? udah makan belum?”

Mencurigakan memang ga ada angin ga ada hujan ada sebuah sms masuk seperti itu, basa-basi yg biasanya orang lakukan untuk memulai suatu hubungan. Disaat blackberry lagi jamannya pada waktu itu, orang-orang lebih memilih meminta pin dan berchatting ria dengan bbm, sementara gua masih memakai hp nokiem dengan symbians yg terkenal dengan trik internet gratisnya. Saking jonesnya gua, sudah tiga kali gua terkena kejahilan teman gua yg berpura-pura menjadi cewe berkenalan dengan gua, hingga akhirnya menjadi banyolan pada saat teman-teman gua berkumpul dan malunya itu loh tak bisa dibayangkan.

Belajar dari pengalaman, gua ngga mau jadi bulan-bulanan teman gua lagi hingga akhirnya gua memutuskan untuk menelfonnya langsung tentunya bukan dengan nomor ini, tapi dengan telfon rumah. Biarin dah tagihannya bengkak nanti kalo gua pake telfon ke nomor hp, masa iya sampe empat kali gua kena. Sejatinya manusia tidak akan terperosok dua kali dilubang yg sama, sedangkan gua udah tiga kali, parah memang.

“Tuuuut” Gua menelfon nomor yg mengaku dia adalah Vina.
“Hallo”
Waduh suara cewe ternyata.
“Hallo siapa ya” Tanyanya lagi
Gua bingung mo jawab apa, biasanya gua telfon nomor jahil itu ngga bakalan ngangkat tapi ini beneran ngangkat dan suarany lembut
.
“Ehm..” Sambil mengambil serbet gua buntel dibagian mic bagian bawah gagang telfon mencoba menyamarkan suara gua.
“Apakah benar ini nomor bapak Hendrik ?” Tanya gua
“Bukan pak itu dengan nomor papa saya” Jawab dia.

Kalo lagi jaman sekolah kan pasti aja tahu nama-nama orang tua dari teman sekolah kita, terus kita suka saling ledek degan memanggil teman kita dengan nama orang tua mereka dan untungnya gua juga tau nama orang tua Vina.
“Tapi disini terdaftar ini adalah nomor bapak Hendrik?”
“Iya pa nomornya hampir mirip, papa saya belakangnya 5 bukan 6”
“Oh yasudah kalo begitu”
“Ini dari siapa ya?” Tanyanya lagi
“Terima kasih, mohon maaf menggangu…”
Ternyata beneran Vina, akhirnya gua balas pesan tersebut.


Diubah oleh you.thought 02-04-2020 16:54
nyahprenjak
arifbws208e
efti108
efti108 dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.