Kaskus

News

akramdjazuliAvatar border
TS
akramdjazuli
Abu Talha Tangannya Buntung Karena Melindungi Rasulullah dalam Perang Uhud
Abu Talha Tangannya Buntung Karena Melindungi Rasulullah dalam Perang Uhud

Abu Talhah radhiyAllahu ‘anhu sahabat Nabi yang tangannya buntung karena melindungi wajah suci Rasulullah saw dari serangan anak panah yang dilepaskan oleh musuh-musuh Islam ketika perang Uhud.

Biografi Abu Talhah

Namanya aslinya adalah Zaid bin Sahl, sementar Abu Talhah merupakan nama kunyahnya. Lahir di Madinah, 36 tahun sebelum hijrah atau tahun 585 M. Beliau berasal dari Suku Khajraj, kabilah Bani Najjar.

Beliau memiliki hubungan kekerabatan dengan Rasulullah saw melalui ayahnya, karena beliau adalah sepupu (anak paman) Rasulullah saw dari pihak ibu.

Beliau mendapat kehormatan mendapatkan tabaruk berupa beberapa helai rambut Rasulullah saw yang diberikan Rasulullah saw sendiri kepada beliau.

Baca juga: Syammas bin Utsman: Sahabat Nabi yang Syahid di Uhud

Baiat

Ummu Sulaim seorang janda dari orang yang bernama Malik yang meninggal terbunuh di Syam. Ia meninggalkan Ummu Sulaim bersama anaknya yang bernama Anas bin Malik.

Abu Thalhah segera melamar Ummu Sulaim. Ummu Sulaim meminta Abu Thalhah agar masuk Islam sehingga menjadikan keislamannya sebagai maskimpoi.

Pada peristiwa Baiat Aqabah yang kedua di Mekkah, Abu Talhah baiat, menerima kebenaran Islam. Beliau termasuk di antar dua belas pemimpin Madinah yang baiat pada peristwa itu.

Setelah peristiwa hijrah Rasulullah saw kemudian mempersaudarakan Abu Thalhah dengan Al-Arqam bin Abi al-Arqam atau dengan Abu Ubaidah bin al-Jarrah.

Baca juga: Sa’id bin Zaid: Sahabat Nabi yang Dijamin Masuk Surga

Penghidmatan dalam Islam

Abu Thalhah merupakan salah seorang sahabat pemberani, setia dan banyak berkorban dari kalangan Anshar, beliau terkenal dengan kemahiran memanahnya (min al-rumah, من الرماة). Beliau memperlihatkan keahlian memanahnya saat perang Uhud. 
Rasulullah saw bersabda, ﺃَﻧْﺜﺮُوا النبل ﻷَﺑِﻲ ﻃَﻠْﺤَﺔَ “Letakkan panah di depan Abu Talhah!” Hal demikian karena ia akan menggunakan panah tersebut dengan cepat dan juga akan tepat mengenai sasaran yang diinginkan.

Abu Thalhah mengikuti Perang Badar, Perang Uhud, Perang Khandak, dan semua perang bersama Rasulullah saw.

Baca juga: Shuhaib bin Sinan: Sahabat Nabi yang Meninggalkan Harta demi Hijrah

Abu Talhah pada Perang Uhud

Perang Uhud terjadi pada tanggal 7 Syawal 3 H atau 22 Maret 625 M. Terjadi kurang lebih setahun lebih seminggu setelah Perang Badr. Disebut Perang Uhud karena terjadi di dekat bukit Uhud yang terletak 4 mil dari Masjid Nabawi dan mempunyai ketinggian 1000 kaki dari permukaan tanah dengan panjang 5 mil.

Pasukan Islam berjumlah 700 orang sedangkan pasukan kafir Qurayis berjumlah 3.000 orang. Rasulullah saw menempatkan 50 pemanah di bukit Ainain, yang dipimpin oleh Abdullah bin Zubair ra. Rasulullah sw memerintahkan pasukan pemanah itu menyerang musuh dengan anak panah mereka, dan apapun yang terjadi mereka tidak boleh meninggalkan pos mereka.

Ketika paruh pertama peperangan nampak dimenangkan oleh pasukan Islam, pasukan musuh berlarian menyelamatkan diri. Melihat kemenangan itu pasukan Islam yang ada di atas bukit Ainain sebagian besar mereka turun dan bergabung dengan pasukan yang tempur yang ada di bawah.

Melihat banyak pasukan dari pihak Islam yang meninggalkan pos di atas bukit, Khalid bin Walid yang saat itu memimpin pasukan kafir memerintahkan pasukannya yang tersisa untuk berbalik kembali dan menyerang pasukan Islam.

Pos di atas bukit direbut oleh mereka dan pasukan Islam yang tersisa di sana dibunuh, termasuk Hamzah ra, paman Rasulullah saw.

Serangan yang tiba-tiba dari arah belakang itu membuat pasukan Islam terdesak dan cerai berai.

Sekelompok kecil pasukan Islam membuat formasi lingkaran di sekeliling Rasulullah saw. Salah satunya adalah Abu Talhah. Seluruhnya tak lebih dan dua puluh orang. 

Lasykar Mekkah menggempur lingkaran itu dengan ganasnya. Satu demi satu orang-orang Muslim dalam lingkaran itu rebah karena tebasan pedang para prajurit Mekkah.

Sementara itu dari atas bukit para pemanah musuh melepaskan panah-panah mereka. Mereka mengincar wajah suci Rasulullah saw, mengetahu hal itu Abu Talha yang ahli dalam hal memanah, segera mengangkat tanganya untuk melindungi wajah Rasulullah saw. Anak panah satu demi satu menghantam tangan  Abu Talha, beliau sama sekali tidak bersuara apalagi menggeser tangannya.

Baca juga: Usamah bin Zaid: Sahabat yang Sangat Dicintai Nabi

Tangannya Buntung

Akibat tusukan anak panah yang bertubi-tubi, tangan Abu Talhah menjadi hancur dan terpotong. Beliau kehilangan tangan seumur hidupnya, beliau menjadi orang buntung.

Lama sesudah Perang Uhud sahabat-sahabat beliau bertanya kepadanya, “Apakah tanganmu tidak sakit saat jadi sasaran panah-panah itu dan sakitnya tidak menyebabkan engkau Cumiik?” Talha menjawab, “Sangat pedih dan hampir membuat aku menjerit, tetapi aku tahan, sebab aku tahu bahwa apabila tanganku bergerak sedikit, wajah Rasulullah saw akan menjadi bulan-bulanan panah musuh.”
Kemudian, ketika keretakan di dalam tubuh Islam mulai tampak, Talha diejek oleh seorang musuh dengan menyebutnya Talha si Buntung.

Sahabat Abu Talhah menjawab, “Buntung, memang, tetapi tahukah kamu di mana ia kehilangan tangannya? Di dalam Perang Uhud, saat ia mengangkat tangannya memerisai wajah Rasulullah saw dari panah-panah musuh.”

“Sangat pedih dan hampir membuat aku menjerit, tetapi aku tahan, sebab aku tahu bahwa apabila tanganku bergerak sedikit, wajah Rasulullah saw akan menjadi bulan-bulanan panah musuh.”

Abu Talhah


Wafat

Hadhrat Abu Talhah diperkirakan wafat pada tahun 34 H atau 654 M di Madinah pada usia 70, pada masa khalifah kedua, Utsman bin Affan.

Beliau seorang pemberani, pejuang hebat, dan setia dalam melindungi Rasulullah saw. Beliau melakukan banyak pengorbanan semata-mata demi membela kebenaran dan untuk mencari ridha Allah Ta’ala. [madj]


Sumber: bewaramulia.com


Diubah oleh akramdjazuli 05-04-2020 12:33
anasabilaAvatar border
UdupeAvatar border
gustav45Avatar border
gustav45 dan 5 lainnya memberi reputasi
6
1.8K
12
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Sejarah & Xenology
Sejarah & Xenology
KASKUS Official
6.5KThread11.6KAnggota
Tampilkan semua post
tyrodinthorAvatar border
tyrodinthor
#3
Quote:


Quote:


kurasa TS nya keliru mengira figur Abu Thalhah Al-Anshari dengan Thalhah bin 'Ubaidillah. yang dia ceritakan di perang Uhud badannya tertancap banyak panah dan tangannya buntung adalah Thalhah, bukan Abu Thalhah. dan sebenarnya masih keliru.

adapun riwayat tentang yang dialami Thalhah dalam perang Uhud, bukan tangannya yang putus, tapi jari-jarinya. sebuah hadits yang dikutip oleh Dzahabi dalam Siyar A'lamun-Nubala Vol. 1 Hal. 27 diriwayatkan secara mauquf (isnad-nya terputus pada Jabir bin 'Abdullah) melalui Yahya bin 'Ayyub, di-takhrij oleh Nasa'i. di situ tertulis: فَقَاتَلَ طَلْحَةُ قِتَالَ الأَحَد عَشَر، حَتى قُطِعَتْ أَصَابِعُهُ ("Thalhah bertempur satu lawan sebelas, hingga jari-jarinya putus"). riwayat lain yang di-takhrij Bukhari adalah dia tertikam 70 anak panah. ini lebih konyol lagi jika dia tetap hidup setelah 70 anak panah menusuk dia. dan yang terpenting adalah bahwa meskipun hadits tentang kisah ini di-takhrij Nasa'i dan Bukhari, tapi mereka tidak memasukkannya ke dalam Sunan Nasa'i dan Shahih Bukhari, melainkan di Adh-Dhu'afa'i wal-Matrukun Nasa'i.

kalo dari tarjamah Thalhah bin 'Ubaidillah, semua sepakat dia mati saat perang Jamal tahun 36 Hijriyyah. dia bersama A'isyah dan Zubair adalah satu kubu yang melawan pemerintahan 'Ali. sementara di thread ini jelas aja bingung, Abu Thalhah-lah yang mati tahun 34, dan itu memang masih di masa pemerintahan 'Utsman. yang jelas, figur Abu Thalhah dan Thalhah adalah orang berbeda.

dan dari semua tarjamah dari kitab-kitab rijal klasik tentang Thalhah di atas tidak ada satupun ditemukan atestasi bahwa dia diejek "si buntung" pada masa pemerintahan 'Ali. justru aku menemukannya dari situs Ahmadiyyah yang mengklaim narasi ejekan "si buntung" itu terdapat dalam Kitabul-Maghazi karya Waqidi. yang jadi masalah, tidak satupun salinan Al-Maghazi terwariskan alias kitab ini sudah punah. kurasa ini ekstrapolasi tradisi untuk menampilkan romantisme heroik dan nestapa Thalhah secara bersamaan.

sedangkan Abu Thalhah tidak ditemui narasi tangannya buntung. Abu Thalhah cukup misterius dan namanya lebih sering ditemui dalam beberapa isnad hadits sebagai perawi thabaqah ke-1.
Diubah oleh tyrodinthor 29-03-2020 16:50
voorvendetta
NouvelleVague
tjetjepsomad
tjetjepsomad dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.