- Beranda
- Stories from the Heart
BEFORE
...
TS
kingmaestro1
BEFORE
Hallo agan dan sista semua kembali lagi bareng ane di thread ini. Di thread ini ane bakal nyeritain pengalaman dari ane lahir ampe SMA.
Di sini ane nulis bukan cuma dari sudut pandang ane aja tapi juga beberapa orang yang terlibat dalam kehidupan ane termasuk orang tua dan keluarga.
Seperti sebelumnya di thread ini juga kaga ada paksaan buat ente percaya atau kaga percaya, yang penting saling menghargai aja suka silahkan di baca kaga suka ya jangan di baca.
Prolog
Part 1 (pengantar)
Part 2 (Masa Kecil)
Part 3 ( Teman Dari Alam Gaib)
Part 4 (Perkenalan)
Part 5 (Kemah Hantu Bag. 1)
Di sini ane nulis bukan cuma dari sudut pandang ane aja tapi juga beberapa orang yang terlibat dalam kehidupan ane termasuk orang tua dan keluarga.
Seperti sebelumnya di thread ini juga kaga ada paksaan buat ente percaya atau kaga percaya, yang penting saling menghargai aja suka silahkan di baca kaga suka ya jangan di baca.
Prolog
Part 1 (pengantar)
Part 2 (Masa Kecil)
Part 3 ( Teman Dari Alam Gaib)
Part 4 (Perkenalan)
Part 5 (Kemah Hantu Bag. 1)
Diubah oleh kingmaestro1 30-08-2020 19:08
samsung66 dan 17 lainnya memberi reputasi
14
3.7K
28
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
kingmaestro1
#1
Prolog
Jumat 15 Desember 1992 pukul 17.00 di sebuah rumah yang terletak di sudut desa terlihat ketegangan dari seluruh penghuni rumah, terutama dari seorang pria berkumis tipis yang sedari tadi mondar mandir di depan pintu sebuah kamar.
Seorang pria yang lebih muda mendekat dan berkata "tidak usah khawatir mas, semuanya akan baik-baik aja insya Allah"
"Iya dik, tapi saya tetap tegang meskipun ini yang kedua"
"Iya mas saya paham"
Tenyata penghuni rumah itu sedang menanti kehadiran anggota baru, dan pria berkumis tipis itu adalah ayah dari sang calon bayi yang sedang dalam proses hadir ke dunia.
18:20 terdengar suara pintu terbuka, tak lama kemudian keluar seorang wanita sambil menggendong sesosok bayi yang seperti terbungkus sesuatu, wanita itu adalah seorang dukun spesialis membantu orang melahirkan atau yang lebih di kenal dengan dukun beranak.
"Selamat pak anak bapak sudah lahir tetapi dia masih terbungkus ari-arinya"
"Lalu bagaimana ini nyai, apakah anak saya akan meninggal"
"Tenang pak ini bisa di buka dengan cara anak bapak di lemparkan ke atas genteng sebanyak tiga kali lalu di buka dengan sembilu atau ujung rumput"
"Mari nyai saya antar ke halaman"
Baru saja pintu depan terbuka pria yang merupakan ayah dari sang bayi tersebut langsung terduduk lemas karena tepat di depan pintu itu terdapat tiga ekor harimau. Melihat manusia tiga ekor harimau itu berdiri dan mendekat, seketika detak jantung pria itu menjadi lebih kencang.
Bagaimana tidak tiga ekor binatang buas mendekatinya, kematian mulai membayang di mata pria itu. Setelah harimau itu mendekat dan memandang lekat ke arah pria itu, ketiganya pun membalikkan badan dan pergi.
Beberapa saat kemudian proses pengeluaran bayi itu dari bungkusnya selesai tapi masalah kembali muncul, begitu terdengar suara tangisan bayi terdengar pula teriakan dari dalam kamar tempat bersalin tadi pria berkumis tipis dan dukun beranak tadi segera melangkah ke kamar untuk melihat apa yang terjadi.
Sesampainya di kamar mereka terkejut melihat seekor kelabang berwarna hijau sebesar empat jari orang dewasa di atas kelambu yang di gunakan di kasur tempat sang istri dari pria berkumis tipis itu terbaring, sama halnya dengan tiga harimau tadi sang kelabang langsung pergi begitu pria dan bayi yang di gendongnya sampai di kamar itu.
Setelah bayi laki-laki itu di bersihkan dan di azani oleh sang ayah, si bayi pun di serahkan kepada ibunya untuk di susui.
Setelah di susui ibunya sang bayi tertidur dan ayahnya mendekati sang istri dan putra keduanya itu.
"Aku akan menamai bayi ini dengan nama Matahari Senja, sesuai waktu kelahirannya" kata pria tersebut
"Iya aku setuju" kata istrinya.
Seorang pria yang lebih muda mendekat dan berkata "tidak usah khawatir mas, semuanya akan baik-baik aja insya Allah"
"Iya dik, tapi saya tetap tegang meskipun ini yang kedua"
"Iya mas saya paham"
Tenyata penghuni rumah itu sedang menanti kehadiran anggota baru, dan pria berkumis tipis itu adalah ayah dari sang calon bayi yang sedang dalam proses hadir ke dunia.
18:20 terdengar suara pintu terbuka, tak lama kemudian keluar seorang wanita sambil menggendong sesosok bayi yang seperti terbungkus sesuatu, wanita itu adalah seorang dukun spesialis membantu orang melahirkan atau yang lebih di kenal dengan dukun beranak.
"Selamat pak anak bapak sudah lahir tetapi dia masih terbungkus ari-arinya"
"Lalu bagaimana ini nyai, apakah anak saya akan meninggal"
"Tenang pak ini bisa di buka dengan cara anak bapak di lemparkan ke atas genteng sebanyak tiga kali lalu di buka dengan sembilu atau ujung rumput"
"Mari nyai saya antar ke halaman"
Baru saja pintu depan terbuka pria yang merupakan ayah dari sang bayi tersebut langsung terduduk lemas karena tepat di depan pintu itu terdapat tiga ekor harimau. Melihat manusia tiga ekor harimau itu berdiri dan mendekat, seketika detak jantung pria itu menjadi lebih kencang.
Bagaimana tidak tiga ekor binatang buas mendekatinya, kematian mulai membayang di mata pria itu. Setelah harimau itu mendekat dan memandang lekat ke arah pria itu, ketiganya pun membalikkan badan dan pergi.
Beberapa saat kemudian proses pengeluaran bayi itu dari bungkusnya selesai tapi masalah kembali muncul, begitu terdengar suara tangisan bayi terdengar pula teriakan dari dalam kamar tempat bersalin tadi pria berkumis tipis dan dukun beranak tadi segera melangkah ke kamar untuk melihat apa yang terjadi.
Sesampainya di kamar mereka terkejut melihat seekor kelabang berwarna hijau sebesar empat jari orang dewasa di atas kelambu yang di gunakan di kasur tempat sang istri dari pria berkumis tipis itu terbaring, sama halnya dengan tiga harimau tadi sang kelabang langsung pergi begitu pria dan bayi yang di gendongnya sampai di kamar itu.
Setelah bayi laki-laki itu di bersihkan dan di azani oleh sang ayah, si bayi pun di serahkan kepada ibunya untuk di susui.
Setelah di susui ibunya sang bayi tertidur dan ayahnya mendekati sang istri dan putra keduanya itu.
"Aku akan menamai bayi ini dengan nama Matahari Senja, sesuai waktu kelahirannya" kata pria tersebut
"Iya aku setuju" kata istrinya.
hendra024 dan 8 lainnya memberi reputasi
9
Tutup