Kaskus

Story

BrianafebriAvatar border
TS
Brianafebri
Pengabdi kost (Horror, Lucu, dan nilai hidup)
Pembukaan
 
Setelah sekian lama jadi penghuni gunung aka SR, akhirnya ane turun gunung juga gan untuk berbagi pengalaman ane dan teman-teman kost ane. Kejadiannya antara tahun 2012-2018 selama ane kuliah & kerja di Jogja. Perkenalkan nama ane Jo. Dulu ane kuliah di salah satu kampus dekat balai kota. Ane nge-kost di dekat kampus waktu itu selama enam tahun. Beberapa nama ane samarkan menjadi nama panggilan aja, Detail waktunya bisa ngacak atau gak ya gan bergantung dari ingatan ane dan teman2 ane. Ane berusaha sebisa mungkin ngebangun imajinasi agan2 supaya bisa merasakan apa yang ane dan teman2 ane rasain selama ngekost di situ.

Awal Sept 2012, ane kembali ke jogja untuk test di kampus tsb. Pagi2 waktu sebelum test ane sempat beli beberapa alat tulis di warung depan kampus dan dikasih tahu sama ibu warung kalo ada kost kosong (beliau tahu ane bukan asli jogja karena logat ane yang beda).

Siangnya ane keluar dari kampus membawa hasil pengumunan. Btw test masuk bisa ane lewati dengan baik dan ane diterima. Ane akan masuk kampus hampir pertengahan bulan. Ane saat itu ditemani mas ane asli jogja dari pagi sampai nanti selesai urusan kost dan pulang ke kampung.

Kost yang dicari ketemu dengan mudah karena arahan yang lengkap dari ibu warung. Depan rumah ibu kost mas ane ngetuk pintu rumahnya.(percakapan bahasa jawa yang ane translate ke bahasa indonesia)

Mas Ane: Selamat siang Bu. Maaf mengganggu. Apa benar ini dengan Ibu xxx. Saya dikasih info katanya masih ada kamar kosong ya di sini.

Ibu Kost: oh ya benar. Mari duduk mas (ibu mengajak kami duduk di ruang tamunya)

Setelah perkenalan di atas yang dilanjutkan dengan penjelasan soal luas kamar, tata tertib kost, dan harga sewa, maka ane menuju ke kamar yang akan disewa.

Gambaran kost ane. Rumah ibu kost persis di bawah, sementara kamar kost (8 kamar) ada di lantai 2. Pintu masuk kost ada di luar rumah lalu naik tangga ke atas dan cuma muat buat satu orang aja. Bawah tangga ada lorong yang awalnya ane gak tahu buat apa itu dan ada apa di situ sampai suatu saat ane dikasih tahu di situ ada apa. GPL, lalu ibu kost, mas ane, & ane beriringan naik ke lantai dua ngelihat kamar ane

Gambaran detail lantai dua. Naik tangga belok kanan langsung sebelah kiri ada kamar mandi lalu kanan ada kamar 01 dan ada dapur kecil dan tempat cuci piring juga lalu jalan ke depan sebelah kanan ada kamar 02. Nah seberang kamar mandi itu ada WC dan sebelah kanan ada tangga yang nyambung ke rumah ibu kost. Alas kamar mandi, WC, dan tangga tembus ke bawah ke rumah ibu kost itu semen. Persis sebelah kanan tangga ada kamar 03 dan lorong (buat masuk ke kamar bagian depan). Berturut2 di lorong ada kamar 04 dan 05 lalu ke depan kost (jadi modelnya balkon gitu) ada kamar 06, 07, dan 08. Alas kamar 01-08, lorong dan balkon depan kost itu keramik,  Ane milih kamar 06 waktu itu karena adanya di balkon dan hawanya adem. Kesan pertama ane sama kost ane kayaknya nyaman dan amanlah dari hal2 yang mistis. Jadilah ane memilih kost itu.

Index cerita

Part 2 Hawa Apa Ini??

Part 3 Idealis

Part 4 Kesurupan

Part 5 Penghuni Kost dan Tanda-tandanya

Part 6 Nostalgia dengan Mba S**

Part 7 Penghuni Kost (Lagi)

Part 8 Siapakah Mba S**

Part 09 Sosok Itu

Part 10 Pacarmu juga Pacarku
Diubah oleh Brianafebri 08-04-2020 10:03
mrd.doniAvatar border
ariefdiasAvatar border
ariefdias dan mrd.doni memberi reputasi
0
3.2K
17
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
33KThread54.4KAnggota
Tampilkan semua post
BrianafebriAvatar border
TS
Brianafebri
#3
Part 4
Kesurupan

Kesempatan kali ini ane mau nyeritain gan pengalaman ane kuliah selama seminggu. Jadi seminggu kuliah diisi sama kegiatan pengenalan kampus, kemudian pembagian kelas, pengenalan organisasi-organisasi kampus, dan kegiatan outdoor kampus. Tibalah hari di mana ane melakukan kegiatan outdoor kampus.

Pukul 6 pagi ane udah stay depan kampus nunggu teman2 ane dateng. Satu dua teman ane dateng dan ane sapa seperlunya. Cus setengah 7 pun semua mahasiswa sudah berkumpul dan dosen-dosen yang menemani mengawali acara hari ini dengan berdoa bersama. Pukul 7 pun bis ane berangkat menuju ke utara Jogja. Kurang lebih rombongan bis kami di atas 3 bis seingat ane. Dalam bis kami dikasih sarapan dan diwajibkan untuk dihabiskan mengingat kegiatan yang kita lakukan ini adalah kegiatan fisik. Gak kerasa pukul setengah 9 kami sampai lokasi kegiatan. Lokasinya di tanah lapang seluas setengah lapangan bola. Sebelah depan tanang lapang ini menjulang pohon-pohon yang tingginya saling saut-sautan. Kesan pertama ane sih ini tempat horror juga. Waktu ane datang berasa dari pohon-pohon itu ada yang mengawasi.
Acara pun dimulai dengan Apel Pagi dan penjelasan kegiatan hari ini apa saja. Setelah Apel mahasiswa-mahasiswa dibagi ke beberapa kelompok kecil dan dipimpin oleh satu kapten. Tugas pertama yang waktu itu diberikan adalah membuat yel-yel. Setelah membuat yel-yel kami melanjutkan ke kegiatan utama yaitu kegiatan fisik.
Kira-kira pukul 1 kami mendapat instruksi untuk menghentikan kegiatan. Kami pun disuruh Istirahat dan sholat dulu kemudian dilanjutkan makan siang. Nah waktu itu model makan siangnya adalah makanan ditaruh di pelepah daun pisang dan kami harus makan bersama-sama selama 10 menit. Kemudian salah satu dosen pembimbing kami bilang “Makan harus habis semua, kalo tidak kalian dihukum masuk ke sungai. Seketika para mahasiwa-mahasiwa yang mendengar pun langsung panik dan mengernyitkan dahinya. Oh ya bre btw waktu itu posisi ane sebelah kanan kiri cewek dan posisi duduk ane paling utara dari barisan makanan di pelepah daun pisang ini. Dosen pembimbing pun berkata Mulai makan.(saat itu sekitar setengah 2 siang).

Kami pun langsung tancap seribu menghabiskan makanan kami. Lebih gilanya lagi bre porsi makan yang diberikan saat itu adalah porsi kupor aka kuli proyek. Kebayang kan gan gimana susahnya waktu itu. Makan porsi kupor dalam waktu 10 menit. Lima menit pertama, makanan ane sisa sedikit. Eh cewek sebelah kiri ane ngomong ke ane. Mas bantuin aku dong. Secepat kilat ane pun menyambar nasi dan lauk yang ada di tempat dia seperti pemangsa yang menemukan mangsanya. Emang dasar apes ya ane saat itu. Cewek yang sebelah kanan ngelihat ane bantuin yang sebelah kiri makan, pun meminta ane untuk memakan makanannya. Jadilah ane bergaya makan ke kanan-ke kiri menghabiskan makanan ane. Kampretnya ya dosen pembimbing ane ini selama kami makan gak henti-hentinya ngomong ayo makan ayo makan dorong pake air dorong pake air cepat cepat cepat.

Tiba-tiba masuk menit ke 8, salah satu mahasiswa cewek di seberang ane teriak-teriak gak jelas. Jarak dia ke ane sekitar 1 meter. Sontak teman sebelah dia dan semua yang lagi makan pun kaget termasuk ane. Suasana pun jadi panic. Teman-teman di samping dia langsung lari menghindari dia. Kemudian dosen pembimbing ane pun langsung mengambil tindakan untuk menenangkan mahasiswa ini. Si cewek ini gak henti-hentinya teriak dan nangis terus diselingi dengan ketawa lalu teriak nangis lagi dan ketawa. Begitu seterusnya. Suasana sekitar tanah lapang pun seakan mendukung dengan cuaca yang mulai mendung dan sayup-sayup terdengar suara binatang dari pohon-pohon yang menjulang tinggi. Beberapa suara binatang seperti kera dan burung menemani suasana mencekam saat itu gan. Akhirnya acara makan pun disudahi dan kami semua disuruh membereskan semua sisa-sisa makanan dan membuang di tempat sampah yang telah disediakan.

Kami pun disuruh utnuk berkumpul semua dan diatur menjadi beberapa barisan. Dosen pembimbing yang lain berkata acara hari ini cukup sampai di sini mengingat kondisi cuaca yang sudah tidak mendukung dan khawatir akan jatuh korban yang lain.(padahal waktu itu masih ada acara berendam di sungai bre). Kemudian dosen berpesan kami boleh istirahat terlebih dahulu sembari mengadu yel-yel kami dan saling berkenalan satu sama lain sembari menunggu waktu sholat ashar. Pukul setengah 4 pun dengan kondisi yang letih kami semua satu per satu menaiki bis sembari diabsen dan akhirnya kami pulang. Saat pulang ane belum tahu gan penyebab si cewek ini kesurupan cuma pas awal minggu depannya ane masuk kampus, berita kesurupan ini diketahui seantero angkatan ane. Usut punya usut dan dari lidah ke lidah tersiar kabar kalo cewek ini mengakui paginya tidak sarapan di bis karena mual dan kondisi pada saat makan siang pun dia ngerasa lemas banget. Ditambah lagi selama sebelum makan siang itu dia ngelamun gan. Makanya waktu makan siang dia kesurupan. Katanya sih yang dia rasakan saat itu dia ngerasa badan dia semakin letih dan capek dan tiba-tiba gelap aja.

Ada satu lagi gan kasus yang sama. Kalo gak salah ane waktu itu masuk semester 5. Nah adik kelas ane ini juga melakukan kegiatan yang sama. Besoknya sepulang kuliah ada dua orang peserta kegiatan itu yang sekost sama ane dan cerita ada kejadian kemarin sore.
Ket: PK: pengabdi Kost

Ane: Gimana kemaren acaranya dek?
PK: Seru kak cuma ada yang kesurupan
Ane: kesurupan lagi?
PK: Iya kak
Ane: kok bisa?
PK: jadi ceritanya anak ini iseng kak bawa sesuatu dari tempat kegiatan itu. Nah dalam perjalanan pulang gak ada apa. Cuma pas dia sampai kost langsung mendadak sakit gitu kak. Sakitya menggigil dan akhirnya kesurupan. Teman-teman kostnya bingung mau mengambil tindakan apa. Akhirnya mereka punya inisiatif untuk pake hp si anak ini buat hubungi saudaranya(Paman) di jogja(kondisi si anak ini juga udah dipegangin sama teman-teman kostnya). Datanglah saudaranya membawa salah seorang yang pintar. Lalu coba ditangani sama orang pintar ini dan diketahui kalo anak ini membawa sesuatu yang seharusnya gak boleh dibawa. Maka orang pintar ini menyuruh teman-temannya untuk menggeledah tas dia dan ketemulah sebuah batu. Nah si orang pintar ini berkomunikasi dengan MG yang merasuki si korban dan menemukan titik tengahnya. Orang pintar ini bilang kalo si MG minta batu ini dikembalikan gimana pun caranya malam ini. Orang pintar ini juga berpesan bahwa keponakan njenengan sembuh kalo batu ini dikembalikan dan bilang masih untung MG ini belum bertindak lebih jauh. Malam itu juga si korban, Paman dan orang pintar itu bertiga kembali ke tempat kegiatan dan menaruh batu itu di tempatnya. Tidak lupa mereka bertiga melakukan ritual agar sang empunya batu memaafkan korban ini. Begitu kak ceritanya
Ane: Ya pantes kalo gitu. Zamanku dulu juga ada yang kesurupan

Begitulah akibatnya kalo kita iseng gak sesuai tempatnya. Jadi pesan ane selalulah jaga sikap dan hati-hati di manapun kalian berada. Ingat di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung.
Sekian dulu bre update kali ini.
arip1992
ebiang
ebiang dan arip1992 memberi reputasi
2
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.