- Beranda
- Stories from the Heart
Pengabdi kost (Horror, Lucu, dan nilai hidup)
...
TS
Brianafebri
Pengabdi kost (Horror, Lucu, dan nilai hidup)
Pembukaan
Gambaran detail lantai dua. Naik tangga belok kanan langsung sebelah kiri ada kamar mandi lalu kanan ada kamar 01 dan ada dapur kecil dan tempat cuci piring juga lalu jalan ke depan sebelah kanan ada kamar 02. Nah seberang kamar mandi itu ada WC dan sebelah kanan ada tangga yang nyambung ke rumah ibu kost. Alas kamar mandi, WC, dan tangga tembus ke bawah ke rumah ibu kost itu semen. Persis sebelah kanan tangga ada kamar 03 dan lorong (buat masuk ke kamar bagian depan). Berturut2 di lorong ada kamar 04 dan 05 lalu ke depan kost (jadi modelnya balkon gitu) ada kamar 06, 07, dan 08. Alas kamar 01-08, lorong dan balkon depan kost itu keramik, Ane milih kamar 06 waktu itu karena adanya di balkon dan hawanya adem. Kesan pertama ane sama kost ane kayaknya nyaman dan amanlah dari hal2 yang mistis. Jadilah ane memilih kost itu.
Index cerita
Part 2 Hawa Apa Ini??
Part 3 Idealis
Part 4 Kesurupan
Part 5 Penghuni Kost dan Tanda-tandanya
Part 6 Nostalgia dengan Mba S**
Part 7 Penghuni Kost (Lagi)
Part 8 Siapakah Mba S**
Part 09 Sosok Itu
Part 10 Pacarmu juga Pacarku
Setelah sekian lama jadi penghuni gunung aka SR, akhirnya ane turun gunung juga gan untuk berbagi pengalaman ane dan teman-teman kost ane. Kejadiannya antara tahun 2012-2018 selama ane kuliah & kerja di Jogja. Perkenalkan nama ane Jo. Dulu ane kuliah di salah satu kampus dekat balai kota. Ane nge-kost di dekat kampus waktu itu selama enam tahun. Beberapa nama ane samarkan menjadi nama panggilan aja, Detail waktunya bisa ngacak atau gak ya gan bergantung dari ingatan ane dan teman2 ane. Ane berusaha sebisa mungkin ngebangun imajinasi agan2 supaya bisa merasakan apa yang ane dan teman2 ane rasain selama ngekost di situ.
Awal Sept 2012, ane kembali ke jogja untuk test di kampus tsb. Pagi2 waktu sebelum test ane sempat beli beberapa alat tulis di warung depan kampus dan dikasih tahu sama ibu warung kalo ada kost kosong (beliau tahu ane bukan asli jogja karena logat ane yang beda).
Siangnya ane keluar dari kampus membawa hasil pengumunan. Btw test masuk bisa ane lewati dengan baik dan ane diterima. Ane akan masuk kampus hampir pertengahan bulan. Ane saat itu ditemani mas ane asli jogja dari pagi sampai nanti selesai urusan kost dan pulang ke kampung.
Kost yang dicari ketemu dengan mudah karena arahan yang lengkap dari ibu warung. Depan rumah ibu kost mas ane ngetuk pintu rumahnya.(percakapan bahasa jawa yang ane translate ke bahasa indonesia)
Mas Ane: Selamat siang Bu. Maaf mengganggu. Apa benar ini dengan Ibu xxx. Saya dikasih info katanya masih ada kamar kosong ya di sini.
Ibu Kost: oh ya benar. Mari duduk mas (ibu mengajak kami duduk di ruang tamunya)
Setelah perkenalan di atas yang dilanjutkan dengan penjelasan soal luas kamar, tata tertib kost, dan harga sewa, maka ane menuju ke kamar yang akan disewa.
Gambaran kost ane. Rumah ibu kost persis di bawah, sementara kamar kost (8 kamar) ada di lantai 2. Pintu masuk kost ada di luar rumah lalu naik tangga ke atas dan cuma muat buat satu orang aja. Bawah tangga ada lorong yang awalnya ane gak tahu buat apa itu dan ada apa di situ sampai suatu saat ane dikasih tahu di situ ada apa. GPL, lalu ibu kost, mas ane, & ane beriringan naik ke lantai dua ngelihat kamar ane
Gambaran detail lantai dua. Naik tangga belok kanan langsung sebelah kiri ada kamar mandi lalu kanan ada kamar 01 dan ada dapur kecil dan tempat cuci piring juga lalu jalan ke depan sebelah kanan ada kamar 02. Nah seberang kamar mandi itu ada WC dan sebelah kanan ada tangga yang nyambung ke rumah ibu kost. Alas kamar mandi, WC, dan tangga tembus ke bawah ke rumah ibu kost itu semen. Persis sebelah kanan tangga ada kamar 03 dan lorong (buat masuk ke kamar bagian depan). Berturut2 di lorong ada kamar 04 dan 05 lalu ke depan kost (jadi modelnya balkon gitu) ada kamar 06, 07, dan 08. Alas kamar 01-08, lorong dan balkon depan kost itu keramik, Ane milih kamar 06 waktu itu karena adanya di balkon dan hawanya adem. Kesan pertama ane sama kost ane kayaknya nyaman dan amanlah dari hal2 yang mistis. Jadilah ane memilih kost itu.
Index cerita
Part 2 Hawa Apa Ini??
Part 3 Idealis
Part 4 Kesurupan
Part 5 Penghuni Kost dan Tanda-tandanya
Part 6 Nostalgia dengan Mba S**
Part 7 Penghuni Kost (Lagi)
Part 8 Siapakah Mba S**
Part 09 Sosok Itu
Part 10 Pacarmu juga Pacarku
Diubah oleh Brianafebri 08-04-2020 10:03
ariefdias dan mrd.doni memberi reputasi
0
3.1K
17
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
Brianafebri
#2
Part 3
Idealis
Ane mohon maaf ya gan kalo ceritanya belum ada bagian horror yang greget karena emang awal ane nge-kost masih bodo amat sama hal-hal begituan. Nyok lanjut ke Part 3
Minggu pagi ini ane niatkan untuk bangun pagi karena harus ke gereja. Ane keluarkan sepeda ane dari garasi dan meluncur ke gereja. Pukul 9 pagi ane selesai ibadah dan langsung pulang ke kost. Pas nyampe kost teman-teman ane belum pada bangun semua. Ya udah ane tidur-tiduran aja di kamar sambil main hp. Selisih satu jam satu per satu teman ane bangun dan menjalankan aktivitasnya di hari minggu ini. Ada yang nyuci baju, ada yang sekedar nonton tv dan ada yang main gitar. Gak kerasa siang pun menjelang, Mas Ed memberi ide untuk kita makan bersama
Mas Ed: Cuy beli makan padang aja
Teman2: Kuylah. Siapa yang mau beli
Mas Ed: Jo sana beli sama Mas Roel
Ane: Iya mas siap
Mas Roel dan ane pun meluncur ke warung nasi padang. Sekitar 15 menit sampai kost lagi dan langsung lah kita menyantap makan siang kita. Selama makan Mas Ed hanya membuka omongan tentang asal kita (Ane, Mat, Budi, & Best), jurusan di kampus apa, dan tujuan kita sekolah di sini apa. Habis basa-basi kami pun memutuskan untuk bersih-bersih kost karena kami semua mumpung lagi pada baru nge-kost di sini.
Gak kerasa Pukul 3 sore pas ane cek jam di kamar. Mas Ed memutuskan sekian dulu untuk bersih-bersih kost dan mengajak teman-teman untuk sholat terlebih dahulu. Oh ya salah satu kebaikan yang ane tahu di awal nge-kost di sini adalah Mas Ed yang senior selalu mengingatkan dan mengajak teman-teman untuk selalu menjalankan sholat lima waktu.
Sorenya Mas Ed menyuruh Mas Roel untuk membeli gorengan. Ia bilang sih ini acara penyambutan di kost ini. Tanpa basa-basi Mas Roel meluncur membeli gorengan. Gorengan tiba mas ed pun membuka obrolan sore ini dengan menanggapi obrolan tadi siang saat makan siang.
Mas Ed: Saya mendukung kalo kalian punya tujuan dan keinginan kuliah di kota ini. Cuma pesan saya, jadilah orang yang bertanggung jawab. Kalian mau nakal silakan, itu hak kalian, tetapi ingat nilai kuliah harus stabil. Kan kalian kuliah pake uang orang tua jadi kuliah tanggung jawab kalian ke orang tua. Sementara kalo nakal itu tanggung jawab kalian ke diri sendiri.
Kita: Iya Mas Ed.
Mas Ed: Zaman saya seusia kalian dulu juga saya mencoba semua hal. Baik atau buruk, tetapi lihat nilai saya(menunjukan KHS yang IP nya 4,00). Nah saya mau kalian begini. Awal kuliah memang rata-rata melanjutkan pencarian jati diri yang dimulai dari awal SMA, jadi bertemanlah dengan siapapun dan bermainlah ke manapun. Baik dan buruknya sifat teman kalian ambil nilainya. Pengalaman main ke mana-mana kalian resapi benar-benar. Supaya kalian kalo berteman dengan yang lain tahu cara memposisikan diri dan ketika suatu saat pergi ke manapun kalian tahu harus berbuat apa.
Gak kerasa obrolan kami sudah menjelang adzan maghrib. Mas Ed pun mengusaikan obrolan ini dan kembali mengajak teman-teman yang lain untuk sholat.
Ane di sini mengamini gan apa kata Mas Ed. Emang rata-rata mahasiswa baru masih suka petantang petenteng karena ngerasa jauh dari orang tua. Hanya ketahuilah orang tua itu selalu punya feeling kalo kita berbuat hal-hal yang tidak baik, terutama ibu kita. Apalagi ada aja model mahasiswa yang suka UTO (Usaha Tipu Orang tua). Jadi waktu itu ane punya dua kesimpulan atas omongan Mas Ed. Pertama, Mahasiswa baru yang tidak punya pakem dari awal cenderung akan mengalir seperti air mengikuti lingkungan pertemanannya dan biasanya ketika sudah rusak, akan sulit memperbaiki. Kedua, mahasiswa baru yang udah punya pakem dari awal, maka dia tahu kapan batas dia harus bangkit, ketika dia sedang rusak.
Bersambung ke part 4 ya bree. Ini mulai menceritakan pengalaman pertama ane dengan dunia mistis.
Idealis
Ane mohon maaf ya gan kalo ceritanya belum ada bagian horror yang greget karena emang awal ane nge-kost masih bodo amat sama hal-hal begituan. Nyok lanjut ke Part 3
Minggu pagi ini ane niatkan untuk bangun pagi karena harus ke gereja. Ane keluarkan sepeda ane dari garasi dan meluncur ke gereja. Pukul 9 pagi ane selesai ibadah dan langsung pulang ke kost. Pas nyampe kost teman-teman ane belum pada bangun semua. Ya udah ane tidur-tiduran aja di kamar sambil main hp. Selisih satu jam satu per satu teman ane bangun dan menjalankan aktivitasnya di hari minggu ini. Ada yang nyuci baju, ada yang sekedar nonton tv dan ada yang main gitar. Gak kerasa siang pun menjelang, Mas Ed memberi ide untuk kita makan bersama
Mas Ed: Cuy beli makan padang aja
Teman2: Kuylah. Siapa yang mau beli
Mas Ed: Jo sana beli sama Mas Roel
Ane: Iya mas siap
Mas Roel dan ane pun meluncur ke warung nasi padang. Sekitar 15 menit sampai kost lagi dan langsung lah kita menyantap makan siang kita. Selama makan Mas Ed hanya membuka omongan tentang asal kita (Ane, Mat, Budi, & Best), jurusan di kampus apa, dan tujuan kita sekolah di sini apa. Habis basa-basi kami pun memutuskan untuk bersih-bersih kost karena kami semua mumpung lagi pada baru nge-kost di sini.
Gak kerasa Pukul 3 sore pas ane cek jam di kamar. Mas Ed memutuskan sekian dulu untuk bersih-bersih kost dan mengajak teman-teman untuk sholat terlebih dahulu. Oh ya salah satu kebaikan yang ane tahu di awal nge-kost di sini adalah Mas Ed yang senior selalu mengingatkan dan mengajak teman-teman untuk selalu menjalankan sholat lima waktu.
Sorenya Mas Ed menyuruh Mas Roel untuk membeli gorengan. Ia bilang sih ini acara penyambutan di kost ini. Tanpa basa-basi Mas Roel meluncur membeli gorengan. Gorengan tiba mas ed pun membuka obrolan sore ini dengan menanggapi obrolan tadi siang saat makan siang.
Mas Ed: Saya mendukung kalo kalian punya tujuan dan keinginan kuliah di kota ini. Cuma pesan saya, jadilah orang yang bertanggung jawab. Kalian mau nakal silakan, itu hak kalian, tetapi ingat nilai kuliah harus stabil. Kan kalian kuliah pake uang orang tua jadi kuliah tanggung jawab kalian ke orang tua. Sementara kalo nakal itu tanggung jawab kalian ke diri sendiri.
Kita: Iya Mas Ed.
Mas Ed: Zaman saya seusia kalian dulu juga saya mencoba semua hal. Baik atau buruk, tetapi lihat nilai saya(menunjukan KHS yang IP nya 4,00). Nah saya mau kalian begini. Awal kuliah memang rata-rata melanjutkan pencarian jati diri yang dimulai dari awal SMA, jadi bertemanlah dengan siapapun dan bermainlah ke manapun. Baik dan buruknya sifat teman kalian ambil nilainya. Pengalaman main ke mana-mana kalian resapi benar-benar. Supaya kalian kalo berteman dengan yang lain tahu cara memposisikan diri dan ketika suatu saat pergi ke manapun kalian tahu harus berbuat apa.
Gak kerasa obrolan kami sudah menjelang adzan maghrib. Mas Ed pun mengusaikan obrolan ini dan kembali mengajak teman-teman yang lain untuk sholat.
Ane di sini mengamini gan apa kata Mas Ed. Emang rata-rata mahasiswa baru masih suka petantang petenteng karena ngerasa jauh dari orang tua. Hanya ketahuilah orang tua itu selalu punya feeling kalo kita berbuat hal-hal yang tidak baik, terutama ibu kita. Apalagi ada aja model mahasiswa yang suka UTO (Usaha Tipu Orang tua). Jadi waktu itu ane punya dua kesimpulan atas omongan Mas Ed. Pertama, Mahasiswa baru yang tidak punya pakem dari awal cenderung akan mengalir seperti air mengikuti lingkungan pertemanannya dan biasanya ketika sudah rusak, akan sulit memperbaiki. Kedua, mahasiswa baru yang udah punya pakem dari awal, maka dia tahu kapan batas dia harus bangkit, ketika dia sedang rusak.
Bersambung ke part 4 ya bree. Ini mulai menceritakan pengalaman pertama ane dengan dunia mistis.
ebiang dan arip1992 memberi reputasi
2