TS
hossana22
His Love
Indeks
Part 1 Prolog Part 1
Part 2 Panggilan Tuhan Part 2
Part 3 God is Good Part 3
Part 4 God is Good 2
Part 4
Prolog
# hanya ingin membagikan kesaksian hidup saya saat mengenal Tuhan dan mengalami Kasih Tuhan yang begitu besar, saya harap kisah saya bisa menguatkan kalian dan kita bisa saling meguatkan #
Prolog - Panggilan Tuhan pertama kali
Pernahkah kalian mengalami masa sulit ? ketidakadilan? Kepahitan? Kekecewaan? yaaa semua orang pasti pernah mengalaminya termasuk anda dan saya.
Saya lahir di keluarga Broken Home. Saat saya masih kecil, saya tidak pernah mengalami kasih seorang papa, atau figur ayah di dalam keluarga. Bahkan saya bertemu ayah bisa dihitung dengan hitungan jari.
Saya juga harus menerima kenyataan pahit bahwa mama saya adalah istri simpanan. Di lingkungan sekolah dan tetangga, saya selalu di olok olok dengan sebutan "anak haram " , tidak hanya itu, mereka juga membully saya karena saya keturunan " chinnese " .
Setelah kekecewaan itu saya juga harus menerima kenyataan pahit bahwa papa saya meninggal pafa saat saya smp, sejak saat itu saya dan mama harus mencari nafkah sendiri, terlebih lagi saat itu saya masih smp dan adik saya masih sangat kecil.
Saya belum mengenal Tuhan waktu itu, saya menghadapi hari - hari dengan penuh kekecewaan, keluarga yang berantakan, financial yang kurang, mama yang temprament sering marah-marah, lingkungan sekolah penuh dengan bullying, pokoknya saya sangat kecewa kepada Tuhan di keyakinan lama saya, keluarga saya tidak terlalu agamis, bisa dibilang agama hanya sebatas di KTP saja, jadi saat mendapat pergumulan yang begitu dahsyat... saya tidak tahu bagaimana saya harus berdoa.
Karena keadaan itu saya jadi orang yang sangat intover, menutup diri, saya merasa semua orang memandang saya sama seperti tetangga dan teman sekolah saya, saya takut...dan merasa tidak layak, bahkan saya tidak pernah mempunyai teman, saya juga mengidap depresi ringan , dan hidup didalam kemarahan dan kekecewaan yang sangat mendalam.
saya pernah ingin bunuh diri kala itu, saya minum obat banyak sekali, semua macam obat saya minum dari paracetamol,obat magh, obat warung saya aduk jadi satu, tapi anehnya saya tidak mati.
kerena percobaan bunuh diri pertama gagal, saya mencoba yang lebih menantang, dengan cara meminum baygon, tetapi anehnya saya juga tidak mati, badan saya malah sangat vit saat pagi hari.
sejak saat itu saya mulai bertanya - tanya " why Tuhan? why ..?? kau membuat hidupku hancur, menyedihkan , tapi kau juga tidak mengizinkanku mati ? kenapa engkau sangat kejam? "
Sejak saat itu saya menyerah untuk bunuh diri , hingga akhirnya saya lulus SMK.
lulus smk saya dibiayai sepupu saya untuk kuliah di jakarta, saya mulai tinggal di rumahnya saat itu, rumah yang mewah, fasilitas serba ada, tetapi lama kelamaan saya tidak enak untuk terus merepotkannya.
Terlebih lagi kalian pasti tahu rasanya tinggal di rumah orang bukan? , jadi saya memutuskan buat mandiri dan bekerja sendiri, dan kesalahan saya, saya kabur tanpa pamit.
Saya terlalu takut untuk bicara jujur saat itu, memang kelemahan terbesar saya adalah takut menghadapi masalah.
Mungkin saya sangat mengecewakan sepupu saya, saya sangat merasa bersalah sampai sekarang.
Setelah saya memutuskan untuk kos, disinilah perjalanan hidup saya di mulai
Part 1 Prolog Part 1
Part 2 Panggilan Tuhan Part 2
Part 3 God is Good Part 3
Part 4 God is Good 2
Part 4
Prolog
# hanya ingin membagikan kesaksian hidup saya saat mengenal Tuhan dan mengalami Kasih Tuhan yang begitu besar, saya harap kisah saya bisa menguatkan kalian dan kita bisa saling meguatkan #
Quote:
Prolog - Panggilan Tuhan pertama kali
Pernahkah kalian mengalami masa sulit ? ketidakadilan? Kepahitan? Kekecewaan? yaaa semua orang pasti pernah mengalaminya termasuk anda dan saya.
Saya lahir di keluarga Broken Home. Saat saya masih kecil, saya tidak pernah mengalami kasih seorang papa, atau figur ayah di dalam keluarga. Bahkan saya bertemu ayah bisa dihitung dengan hitungan jari.
Saya juga harus menerima kenyataan pahit bahwa mama saya adalah istri simpanan. Di lingkungan sekolah dan tetangga, saya selalu di olok olok dengan sebutan "anak haram " , tidak hanya itu, mereka juga membully saya karena saya keturunan " chinnese " .
Setelah kekecewaan itu saya juga harus menerima kenyataan pahit bahwa papa saya meninggal pafa saat saya smp, sejak saat itu saya dan mama harus mencari nafkah sendiri, terlebih lagi saat itu saya masih smp dan adik saya masih sangat kecil.
Saya belum mengenal Tuhan waktu itu, saya menghadapi hari - hari dengan penuh kekecewaan, keluarga yang berantakan, financial yang kurang, mama yang temprament sering marah-marah, lingkungan sekolah penuh dengan bullying, pokoknya saya sangat kecewa kepada Tuhan di keyakinan lama saya, keluarga saya tidak terlalu agamis, bisa dibilang agama hanya sebatas di KTP saja, jadi saat mendapat pergumulan yang begitu dahsyat... saya tidak tahu bagaimana saya harus berdoa.
Karena keadaan itu saya jadi orang yang sangat intover, menutup diri, saya merasa semua orang memandang saya sama seperti tetangga dan teman sekolah saya, saya takut...dan merasa tidak layak, bahkan saya tidak pernah mempunyai teman, saya juga mengidap depresi ringan , dan hidup didalam kemarahan dan kekecewaan yang sangat mendalam.
saya pernah ingin bunuh diri kala itu, saya minum obat banyak sekali, semua macam obat saya minum dari paracetamol,obat magh, obat warung saya aduk jadi satu, tapi anehnya saya tidak mati.
kerena percobaan bunuh diri pertama gagal, saya mencoba yang lebih menantang, dengan cara meminum baygon, tetapi anehnya saya juga tidak mati, badan saya malah sangat vit saat pagi hari.
sejak saat itu saya mulai bertanya - tanya " why Tuhan? why ..?? kau membuat hidupku hancur, menyedihkan , tapi kau juga tidak mengizinkanku mati ? kenapa engkau sangat kejam? "
Sejak saat itu saya menyerah untuk bunuh diri , hingga akhirnya saya lulus SMK.
lulus smk saya dibiayai sepupu saya untuk kuliah di jakarta, saya mulai tinggal di rumahnya saat itu, rumah yang mewah, fasilitas serba ada, tetapi lama kelamaan saya tidak enak untuk terus merepotkannya.
Terlebih lagi kalian pasti tahu rasanya tinggal di rumah orang bukan? , jadi saya memutuskan buat mandiri dan bekerja sendiri, dan kesalahan saya, saya kabur tanpa pamit.
Saya terlalu takut untuk bicara jujur saat itu, memang kelemahan terbesar saya adalah takut menghadapi masalah.
Mungkin saya sangat mengecewakan sepupu saya, saya sangat merasa bersalah sampai sekarang.
Setelah saya memutuskan untuk kos, disinilah perjalanan hidup saya di mulai
Diubah oleh hossana22 16-03-2020 18:14
nona212 memberi reputasi
1
624
Kutip
3
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Spiritual
6.4KThread•2.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
hossana22
#1
Panggilan Tuhan ?
Quote:
Kala saya memutuskan untuk mandiri, mama memberi saya uang saku yang cukup banyak untuk biaya awal kuliah, dan kos serta ongkos cari kerja.
di kos inilah saya menemukan beberapa teman disana, kebanyakan dari mereka adalah anak Tuhan, atau orang Nasrani.
Saya selalu memerhatikan mereka, mereka sangat baik dan asyik, diisaat makan bersama, saya selalu melihat mereka berdoa, sesekali saya melihat mereka membahas beberapa ayat alkitab dan khotbah di gereja mereka.
tetapi mereka tidak pernah mengajak saya atau memaksa saya untuk ikut pembahasan mereka, mereka menghargai saya yang mempunyai keyakinan berbeda dengan mereka.
Dan saya juga tidak TERTARIK.
*****
Hingga suatu waktu saat saya membuka youtube, yaa saya sangat suka nonton youtube terlebih konten Nessie Judge hahaha

namun , tiba-tiba saya menemukan sesuatu yang menarik perhatian saya
saya tidak pernah mendengarkan lagu rohani , tetapi tiba -tiba saja ada rekomendasi di beranda youtube saya
Grezia - Kunyanyi Haleluya
entah mengapa tangan saya gatal untuk memencet dan menonton video lagu tersebut
dan saya pun mulai mendengarkannya,
"
tak usah ku takut sbab Kau sertaku
tak usah ku bimbang Kau didalamku
tak usah ku cemas Kau penghiburku
saat ku lemah Kau kuatku.... "
tak usah ku bimbang Kau didalamku
tak usah ku cemas Kau penghiburku
saat ku lemah Kau kuatku.... "
pertama kali mendengar lirik itu...
rasanya seperti kesetrum,air mata saya mulai mengalir dengan sangat deras, saya tidak tau perasaan apa itu...sangat susah di jelaskan, saya menangis sampai dada saya sesak...
lagu tersebut saya dengarkan setiap hari , lagu itu cukup menguatkan saya , terlebih saat saya interview kerja dan akhirnya gagal, saat saya takut harus bagaimana bayar kos di bulan berikutnya karena uang saku yang sudah menipis, dan beberapa kekhawatiran lain.
Tetapi saya masih tidak terfikir untuk ke Gereja, hanya sebatas senang mendengarkan lagunya saja.
Sampai suatu ketika, saya mengupload sebuah story di instagram dan di video story saya , tidak sengaja menangkap lagu rohani Grezia yang sedang saya putar saat itu.
" heii bukanya kamu bukan dari agama kristen? kok aku kayak denger lagu rohani di story kamu ?" kata seorang teman menanggapi story saya
" lagunya bagus " jawabku singkat
lalu dia mengirim sebuah link youtube khotbah Philip Mantofa - Hidup Bebas Dari Khawatir
" coba kamu lihat, khotbahnya bagus " imbuhnya
tanpa ragu saya pencet linknya, dan saya mulai menonton,
Aneh...
Saya merasa khotbah itu seperti melompat keluar untuk saya, saya merasa Tuhan berbicara melalui khotbah itu kepada saya yang selalu menghawatirkan ini dan itu, ayat alkitan yang saya tahu pertama kali adalah
Matius 6:25-34 TB
“Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai.
Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?
Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga.
Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?
Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian?
Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?
Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”
Saya merasa ayat itu untuk saya, saya menangis semalaman karena khotbah itu, saya belum begitu paham tentang ayat yang di bahas, saya hanya menangkap bagian " Jangan Khawatir " saya merasa Tuhan berbicara langsung kepada saya, akhirnya setelah bergumul semalaman , saya memutuskan untuk mencoba ke gereja.
Awal - awal masuk gereja saya sangatlah kaget, saya di sambut dengan hangat disana, hal yang tak pernah saya dapat sebelumnya, saya juga masih bingung dengan pujian pujian yang di nyanyikan, bahkan ada beberapa orang melompat dengan gembira , saya hanya memperhatikan orang di sekeliling saya, dan saya belum bisa merasakan Tuhan kala itu...
namun setelah beberapa minggu kengereja, akhirnya saya terbiasa dam bisa beradaptasi, saya lebih sering menangis saat menyanyikan pujian, entahlah rasanya seperti ada yang menyentuh hati saya dengan begitu lembut.
Itulah pertama kali saya mengenal Tuhan dan merasakan panggilanNya.
Diubah oleh hossana22 16-03-2020 10:33
0
Kutip
Balas