- Beranda
- Stories from the Heart
Ikatan Polar
...
TS
akmal162
Ikatan Polar
Anggap saja cerita fiksi, selamat menikmati.






Spoiler for PENTING!!! :
Spoiler for Prolog:
Prolog
Udara malam ibu kota terasa panas malam ini. Ditemani kepulan asap rokok dan sebotol teh kemasan, aku menikmati angin sepoi-sepoi yang terasa hangat. Rutinitas sebelum tidur yang selalu kulakukan hampir setiap hari.
Aku sangat menikmatinya. Angin yang melewati wajahku seakan mengajak ku ke masa lalu. Menerbangkan hati dan fikiranku ke kota itu, kota yang penuh kenangan. Tempat mencari jati diri, dan tempat yang mengajarkanku apa itu cinta sejati.
Momen-momen bersamanya, baik saat suka maupun duka, mulai berputar lagi di kepalaku. Bagaikan alat pemutar DVD, memori otak ku seakan menayangkan kembali, kisah cinta dan momen-momen yang dulu pernah kami lalui bersama.
Yaa, aku masih cinta dia, masih merindukannya, dan mungkin akan terus seperti itu selamanya.
Kegiatan menghayalku terhenti ketika mendengar teriakan seorang wanita dari dalam rumah. Dia berjalan menghampiriku yang sedang berada di rooftop.
X: "Nathaaa..., udahan dulu rokokannya, tidur, udah malem, besok kamu kerja kan"
Aku: "iya-iya"
Aku pun melempar rokok ku yang sisa 1/4 batang ke bawah, tepatnya halaman belakang rumahku.
X: "ihhhh, nathaa, kebiasaan ah"
Aku: "hehehehe, iya, iya, maaf"
Aku terkekeh melihat wajahnya yang terlihat lucu jika sedang marah, mulut yang manyun kedepan dan kedua pipinya yang digembungkan. Aku menghampirinya, lalu kukecup dahinya.
X: "jangan cium-cium!!!!!, bau rokookk, sikat gigi sana"
Aku: "aduuhhh, mager ahh"
Aku mulai menggodanya agar dia tambah kesal.
X: "yaudah, gakada jatah buat kamu malam ini"
Aku pun terkesiap ketika dia mengatakan itu sambil menyilangkan tangan didadanya.
Aku: "hehehehehe, ampuuunnnn, iya, abis ini aku sikat gigi nih, tapi bentar ah, rebahan dulu"
X: "gak ada bentar-bentar!!!"
Aku: "iya-iya"
Akupun berjalan gontai kekamar mandi. Selain takut jika tidak mendapat jatah malam ini, aku juga takut melihat matanya yang melotot seperti ingin keluar, hehe.
Setelah selesai menggosok gigi aku hampiri dirinya yang sudah terlelap di kasur. Aku mulai mengecup hidung, kemudian menuju bibir, lalu menuju leher untuk memulai permainan malam ini.
X: "ihhhh, nathaa, geli ah"
Aku: "ayoo, aku udah sikat gigi nihh"
Setelah mengucapkan itu, tanpa peduli protesnya terhadap perbuatan ku, aku melanjutkan kecupan ku dilehernya.
X: " Ihhh nathaa.., jangann sekarang, aku lagi dapetttt"
Akupun langsung lemas mendengar perkataannya.
Aku: "curang nihhhh, tadi nyuruh aku sikat gigi katanya mau ngasih jatah malem ini"
X: "biarinnn, lagian kalo kamu gak sikat gigi bau rokok, aku gak suka, wleeeee"
Aku: "awas kaamu yaaa"
Karena gemas, ku peluk tubuhnya, lalu ku gelitiki perutnya, sebagai pembalasan karena sudah membuat ku kesal.
X: "ahahahahaha, geli nathaa.., ampuuunn"
Aku tak menghiraukan permohonannya, tetap kulanjutkan kegiatanku menggelitiki perutnya.
Beberapa saat kemudian....
Karena sudah lelah aku pun menghentikan kegiatan ku. Nafas kami terengah-engah dengan sisa-sisa tawa yang keluar dari mulut kami, akupun membaringkan tubuhku disampingnya, kepalaku menoleh kearahnya, kemudian mata kami saling bertatapan.
Aku: "besok abis aku pulang kantor temenin aku ya"
X: "kemana??"
Aku: "nengokin dia"
Ada jeda sebelum dia menjawab.
X: "boleh, jam 4 ya berarti"
Aku: "iya, kan aku pulang kantor biasanya jam segitu"
X: "okeee, sebelum jam 4 besok aku udah siap-siap"
Kami kembali terdiam, dia mengubah posisi tidurnya, sehingga kami saling berhadapan.
Dia menatap mataku dalam-dalam, lalu tersenyum dan tangannya mulai mengelus kepalaku, lalu berkata.
X: "Dia pasti udah bahagia kok, sekarang tugas aku disini buat bikin kamu bahagia juga, kamu jangan sedih terus ya, supaya dia seneng bisa liat kamu bahagia"
Senyumannya terlihat sangat tulus. Aku pun mencoba membalas senyumnya, meskipun terasa getir dihatiku.
Aku: "iyaa sayang, makasih ya"
Aku: "yaudah yuk tidur, udah jam 12 nih"
X: "yaudah kamu duluan merem"
Aku: "kamu duluan lah"
X: "ihhh, kok aku?"
Aku: "mau tidur aja ribet bangett"
X: "kamu yang mulai"
Aku: "hadehhh, salah melulu aku perasaan"
X: "emang"
Aku: "udah ah, ayo tidur, malah berantem"
X: "yaudah, merem"
Aku: "iyaaa, ciniii, peyuuukk"
X: "ciniii"
Hahaha, kebiasaan konyol selalu kami lakukan sebelum tidur. Setelah beberapa menit mulai terdengar suara dengkuran halus, menandakan dia sudah mulai tertidur. Memandang wajahnya yang sedang terlelap merupakan hobi lain yang ku lakukan sebelum tidur. Aku sangat bersyukur memilikinya dan menjadi pendamping hidupnya, gadis cantik dengan rambut pendek sebahu dan smiling eyes nya yang selalu menjadi favoritku.
Aku pun mengeratkan pelukanku, lalu mulai terlelap, menuju alam mimpi bersamanya.
Udara malam ibu kota terasa panas malam ini. Ditemani kepulan asap rokok dan sebotol teh kemasan, aku menikmati angin sepoi-sepoi yang terasa hangat. Rutinitas sebelum tidur yang selalu kulakukan hampir setiap hari.
Aku sangat menikmatinya. Angin yang melewati wajahku seakan mengajak ku ke masa lalu. Menerbangkan hati dan fikiranku ke kota itu, kota yang penuh kenangan. Tempat mencari jati diri, dan tempat yang mengajarkanku apa itu cinta sejati.
Momen-momen bersamanya, baik saat suka maupun duka, mulai berputar lagi di kepalaku. Bagaikan alat pemutar DVD, memori otak ku seakan menayangkan kembali, kisah cinta dan momen-momen yang dulu pernah kami lalui bersama.
Yaa, aku masih cinta dia, masih merindukannya, dan mungkin akan terus seperti itu selamanya.
Kegiatan menghayalku terhenti ketika mendengar teriakan seorang wanita dari dalam rumah. Dia berjalan menghampiriku yang sedang berada di rooftop.
X: "Nathaaa..., udahan dulu rokokannya, tidur, udah malem, besok kamu kerja kan"
Aku: "iya-iya"
Aku pun melempar rokok ku yang sisa 1/4 batang ke bawah, tepatnya halaman belakang rumahku.
X: "ihhhh, nathaa, kebiasaan ah"
Aku: "hehehehe, iya, iya, maaf"
Aku terkekeh melihat wajahnya yang terlihat lucu jika sedang marah, mulut yang manyun kedepan dan kedua pipinya yang digembungkan. Aku menghampirinya, lalu kukecup dahinya.
X: "jangan cium-cium!!!!!, bau rokookk, sikat gigi sana"
Aku: "aduuhhh, mager ahh"
Aku mulai menggodanya agar dia tambah kesal.
X: "yaudah, gakada jatah buat kamu malam ini"
Aku pun terkesiap ketika dia mengatakan itu sambil menyilangkan tangan didadanya.
Aku: "hehehehehe, ampuuunnnn, iya, abis ini aku sikat gigi nih, tapi bentar ah, rebahan dulu"
X: "gak ada bentar-bentar!!!"
Aku: "iya-iya"
Akupun berjalan gontai kekamar mandi. Selain takut jika tidak mendapat jatah malam ini, aku juga takut melihat matanya yang melotot seperti ingin keluar, hehe.
Setelah selesai menggosok gigi aku hampiri dirinya yang sudah terlelap di kasur. Aku mulai mengecup hidung, kemudian menuju bibir, lalu menuju leher untuk memulai permainan malam ini.
X: "ihhhh, nathaa, geli ah"
Aku: "ayoo, aku udah sikat gigi nihh"
Setelah mengucapkan itu, tanpa peduli protesnya terhadap perbuatan ku, aku melanjutkan kecupan ku dilehernya.
X: " Ihhh nathaa.., jangann sekarang, aku lagi dapetttt"
Akupun langsung lemas mendengar perkataannya.
Aku: "curang nihhhh, tadi nyuruh aku sikat gigi katanya mau ngasih jatah malem ini"
X: "biarinnn, lagian kalo kamu gak sikat gigi bau rokok, aku gak suka, wleeeee"
Aku: "awas kaamu yaaa"
Karena gemas, ku peluk tubuhnya, lalu ku gelitiki perutnya, sebagai pembalasan karena sudah membuat ku kesal.
X: "ahahahahaha, geli nathaa.., ampuuunn"
Aku tak menghiraukan permohonannya, tetap kulanjutkan kegiatanku menggelitiki perutnya.
Beberapa saat kemudian....
Karena sudah lelah aku pun menghentikan kegiatan ku. Nafas kami terengah-engah dengan sisa-sisa tawa yang keluar dari mulut kami, akupun membaringkan tubuhku disampingnya, kepalaku menoleh kearahnya, kemudian mata kami saling bertatapan.
Aku: "besok abis aku pulang kantor temenin aku ya"
X: "kemana??"
Aku: "nengokin dia"
Ada jeda sebelum dia menjawab.
X: "boleh, jam 4 ya berarti"
Aku: "iya, kan aku pulang kantor biasanya jam segitu"
X: "okeee, sebelum jam 4 besok aku udah siap-siap"
Kami kembali terdiam, dia mengubah posisi tidurnya, sehingga kami saling berhadapan.
Dia menatap mataku dalam-dalam, lalu tersenyum dan tangannya mulai mengelus kepalaku, lalu berkata.
X: "Dia pasti udah bahagia kok, sekarang tugas aku disini buat bikin kamu bahagia juga, kamu jangan sedih terus ya, supaya dia seneng bisa liat kamu bahagia"
Senyumannya terlihat sangat tulus. Aku pun mencoba membalas senyumnya, meskipun terasa getir dihatiku.
Aku: "iyaa sayang, makasih ya"
Aku: "yaudah yuk tidur, udah jam 12 nih"
X: "yaudah kamu duluan merem"
Aku: "kamu duluan lah"
X: "ihhh, kok aku?"
Aku: "mau tidur aja ribet bangett"
X: "kamu yang mulai"
Aku: "hadehhh, salah melulu aku perasaan"
X: "emang"
Aku: "udah ah, ayo tidur, malah berantem"
X: "yaudah, merem"
Aku: "iyaaa, ciniii, peyuuukk"
X: "ciniii"
Hahaha, kebiasaan konyol selalu kami lakukan sebelum tidur. Setelah beberapa menit mulai terdengar suara dengkuran halus, menandakan dia sudah mulai tertidur. Memandang wajahnya yang sedang terlelap merupakan hobi lain yang ku lakukan sebelum tidur. Aku sangat bersyukur memilikinya dan menjadi pendamping hidupnya, gadis cantik dengan rambut pendek sebahu dan smiling eyes nya yang selalu menjadi favoritku.
Aku pun mengeratkan pelukanku, lalu mulai terlelap, menuju alam mimpi bersamanya.
Spoiler for Index:
Index:
1. Prolog
2. Part 1 (Tawaran Dari Pak Danar)
3. Part 2 (Yang Ditunggu-tunggu?? Akhirnya Datang)
4. Part 3 (Perkenalan)
5. Part 4 (Malu-malu)
6. Part 5 (kerlingan Matanya)
7. Part 6 (Bertemu Viny)
8. Part 7 (Macan Betina)
9. Part 8 (Dia Marah? 1)
10. Part 9 (Dia Marah? 2)
11. Part 10 (Malam Mingguan?)
12. Part 11 (Malam Minggu yang Sempurna)
13. Part 12 (Ada Yang Salah?)
14. Part 13 (Frustasi)
15. Part 14 (Dia Kembali?)
16. Part 15 (Definisi Cinta?)
17. Part 16 (Kunjungan Teman Lama)
18. Part 17 (Tangisan Beby)
19. Part 18 (Ternyata Rasanya Sesakit Ini)
20. Part 19 (Dukungan)
21. Part 20 (Saran)
22. Part 21 (Berburu Hadiah)
23. Part 22 (The Power Of Kepepet)
24. Part 23 (Tentang Sakti)
25. Part 24 (Pricetag)
26. Part 25 (Heavy Rotation)
27. Part 25 [Bonus] (Beby...You Should Paint My Love)
28. Part 26 (Bolu Buatan Beby)
29. Part 27 (Aku Kira Hubungan Kita Istimewa)
30. Part 28 (Curhat)
31. Part 29 (Maaf)
32. Part 30 (Diskusi Bersama Viny)
33. Part 31 (Janji)
34. Part 32 (Main di Kos)
35. Part 33 (Main Beneran!!!)
36. Part 34 (Terimakasih Setan!!!)
37. Part 35 (Terimakasih Setan!!! 2)
38. Part 36 (latihan presentasi)
39. Part 37 (Munafik?)
40. Part 38 (Penjelasan?)
41. Part 39 (Berfilosofi Ala Pak Edi)
42. Part 40 (Bidadari itu bernama...)
43. Part 41 (Tumpah)
44. Part 42 (Konser)
45. Part 43 (Ketahuan)
46. Part 44 (Kejedot)
47. Part 45 (Bertemu Shani, Tapi........)
48. Part 46 (Hujan panas)
49. Part 47 (Rasa Bersalah)
50. Part 48 (Tentang Viny)
51. Part 49 (Berulah Lagi)
52. Part 50 (Calon Mertua?)
53. Part 51 (Baru tau)
54. Part 52 (Ketakutan)
55. Part 53 (BINGO!)
56. Part 54 (Jam Tangan)
57. Part 55 (Jujur)
58. Part 56 (Ngetawain Tai)
59. Part 57 (Pencinta Kopi Abal-Abal!!!)
60. Part 58 (Bocah Labil?)
61. Part 59 (Cari Tau!!!)
62. Part 60 (Candu dan Yakin)
63. Part 61 (Kelainan)
64. Part 62 (Kelain Hati?)
65. Part 63 (Kunjungan Shani)
66. Part 64 (Shani)
67. Part 65 (Dia Mau Pulang?)
68. Part 66 (Cinta Tidak Pernah Salah?)
69. Part 67 (Menanti)
70. Part 68 (Warmness On The Soul)
71. Part 69 (Ditinggal Pulang?)
72. Part 70 (Pengakuan)
73. Part 71 (Bukit Bintang)
74. Part 72 (Daftar S2)
75. Part 73 (Foto KTP)
76. Part 74 (Penolakan)
77. Part 75 (Flashdisk)
78. Part 76 (Revisi Laporan)
79. Part 77 (kakak?)
80. Part 78 (Anak Kecil)
81. Part 79 (Just Let It Flow)
82. Part 80 (Saling Percaya?)
83. Part 81 (Love You)
84. Part 82 (Tunggu Aku)
85. Part 83 (VideoCall)
86. Part 84 (Masih Ragu?)
87. Part 85 (Curhatan Viny)
88. Part 86 (Pak Rio)
89. Part 87 (Godaan?)
90. Part 88 (Bertemu)
91. Part 89 (Saling Percaya!)
92. Part 90 (Calon Mertua? 2)
93. Part 91 (Acara Wisuda yang Berakhir Galau)
94. Part 92 (Dibujuk)
95. Part 93 (Diyakinkan)
96. Part 94 (Teringat Kembali)
97. Part 95 (Hambatan)
1. Prolog
2. Part 1 (Tawaran Dari Pak Danar)
3. Part 2 (Yang Ditunggu-tunggu?? Akhirnya Datang)
4. Part 3 (Perkenalan)
5. Part 4 (Malu-malu)
6. Part 5 (kerlingan Matanya)
7. Part 6 (Bertemu Viny)
8. Part 7 (Macan Betina)
9. Part 8 (Dia Marah? 1)
10. Part 9 (Dia Marah? 2)
11. Part 10 (Malam Mingguan?)
12. Part 11 (Malam Minggu yang Sempurna)
13. Part 12 (Ada Yang Salah?)
14. Part 13 (Frustasi)
15. Part 14 (Dia Kembali?)
16. Part 15 (Definisi Cinta?)
17. Part 16 (Kunjungan Teman Lama)
18. Part 17 (Tangisan Beby)
19. Part 18 (Ternyata Rasanya Sesakit Ini)
20. Part 19 (Dukungan)
21. Part 20 (Saran)
22. Part 21 (Berburu Hadiah)
23. Part 22 (The Power Of Kepepet)
24. Part 23 (Tentang Sakti)
25. Part 24 (Pricetag)
26. Part 25 (Heavy Rotation)
27. Part 25 [Bonus] (Beby...You Should Paint My Love)
28. Part 26 (Bolu Buatan Beby)
29. Part 27 (Aku Kira Hubungan Kita Istimewa)
30. Part 28 (Curhat)
31. Part 29 (Maaf)
32. Part 30 (Diskusi Bersama Viny)
33. Part 31 (Janji)
34. Part 32 (Main di Kos)
35. Part 33 (Main Beneran!!!)
36. Part 34 (Terimakasih Setan!!!)
37. Part 35 (Terimakasih Setan!!! 2)
38. Part 36 (latihan presentasi)
39. Part 37 (Munafik?)
40. Part 38 (Penjelasan?)
41. Part 39 (Berfilosofi Ala Pak Edi)
42. Part 40 (Bidadari itu bernama...)
43. Part 41 (Tumpah)
44. Part 42 (Konser)
45. Part 43 (Ketahuan)
46. Part 44 (Kejedot)
47. Part 45 (Bertemu Shani, Tapi........)
48. Part 46 (Hujan panas)
49. Part 47 (Rasa Bersalah)
50. Part 48 (Tentang Viny)
51. Part 49 (Berulah Lagi)
52. Part 50 (Calon Mertua?)
53. Part 51 (Baru tau)
54. Part 52 (Ketakutan)
55. Part 53 (BINGO!)
56. Part 54 (Jam Tangan)
57. Part 55 (Jujur)
58. Part 56 (Ngetawain Tai)
59. Part 57 (Pencinta Kopi Abal-Abal!!!)
60. Part 58 (Bocah Labil?)
61. Part 59 (Cari Tau!!!)
62. Part 60 (Candu dan Yakin)
63. Part 61 (Kelainan)
64. Part 62 (Kelain Hati?)
65. Part 63 (Kunjungan Shani)
66. Part 64 (Shani)
67. Part 65 (Dia Mau Pulang?)
68. Part 66 (Cinta Tidak Pernah Salah?)
69. Part 67 (Menanti)
70. Part 68 (Warmness On The Soul)
71. Part 69 (Ditinggal Pulang?)
72. Part 70 (Pengakuan)
73. Part 71 (Bukit Bintang)
74. Part 72 (Daftar S2)
75. Part 73 (Foto KTP)
76. Part 74 (Penolakan)
77. Part 75 (Flashdisk)
78. Part 76 (Revisi Laporan)
79. Part 77 (kakak?)
80. Part 78 (Anak Kecil)
81. Part 79 (Just Let It Flow)
82. Part 80 (Saling Percaya?)
83. Part 81 (Love You)
84. Part 82 (Tunggu Aku)
85. Part 83 (VideoCall)
86. Part 84 (Masih Ragu?)
87. Part 85 (Curhatan Viny)
88. Part 86 (Pak Rio)
89. Part 87 (Godaan?)
90. Part 88 (Bertemu)
91. Part 89 (Saling Percaya!)
92. Part 90 (Calon Mertua? 2)
93. Part 91 (Acara Wisuda yang Berakhir Galau)
94. Part 92 (Dibujuk)
95. Part 93 (Diyakinkan)
96. Part 94 (Teringat Kembali)
97. Part 95 (Hambatan)
Diubah oleh akmal162 22-07-2020 04:29
kkaze22 dan 70 lainnya memberi reputasi
67
33.3K
Kutip
452
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
akmal162
#3
Spoiler for Part 3:
Part 3
.
.
.
Karena merasa malu dengan wajah belerku yang baru bangun tidur, akupun langsung menutup pintu, mengambil sisir, sabun cuci muka, odol dan sikat gigi. Tidak lupa aku mengganti celana training yang ku kenakan dengan celana jeans dan melapisi kaos ku dengan kemeja. Karena mengingat saat ini hari sudah pagi dan jam kerja kampus sudah dimulai. Aku kembali membuka pintu untuk menuju toilet dengan setengah berlari melewati mereka berdua.
"Bodo amat kalo mereka bingung melihat tingkah ku, daripada aku di cap laki-laki jorok dengan nafas bau khas orang bangun tidur dan wajah beler ku"
Setelah mencuci muka dan sikat gigi, akupun kembali ke lab, dan melihat mereka sedang duduk dikursi ruang tengah, aku pun berjalan untuk menghampiri mereka, lalu duduk didepan mereka.
Aku: "maaf mbak, tadi bersih-bersih dulu"
Aku: "oh iya mbak, mbak nya mau nguji sampel apa, untuk daftar harganya ada disini mbak"
Akupun reflek menanyakan hal tersebut dan mengambilkan daftar harga pengujian yang ada dibawah meja untuk mereka lihat. Bukan apa-apa, mau apa lagi orang asing datang kesini kalau bukan ingin melakukan pengujian terkait sampel mereka.
Cewek 2: "maaf mas, kita disini bukan mau pengujian, tapi kita mahasiswi psikologi yang mau penelitian disini untuk bahan skripsi mas", jawabnya canggung.
Berhubung otak ku yang belum berfungsi dengan benar karena baru bangun tidur, aku jadi agak sedikit kebingungan. Aku mencoba mencerna jawaban dari salah satu perempuan tadi.
Oh iya, aku baru ingat, merekalah mahasiswi yang akan mengikuti semua kegiatan ku di lab ini selama 3 bulan kedepan
Aku: "oohhh, iya mbak, kemaren kepala lab dan teman-teman saya sempet cerita"
Cewek 1: "oh iya mas, kita belum kenalan, namaku beby, asal dari bandung, salam kenal ya, aku dari kampus ini juga kok"
Setelah kuperhatikan, wajahnya lumayan cantik. Kulitnya putih bersih. Dengan rambut panjang dan poni yang menjuntai ke arah samping. Ditambah lesung pipi yang terbentuk ketika dia sedang tersenyum dan menjulurkan tangannya untuk berkenalan dengan ku. Btw suaranya juga terdengar lucu, wkwkwkwk.
Aku: "o ohh, iya mbak, nama ku natha"
Akupun menyambut uluran tangannya.
Cewek 2: "kalo nama aku viny, aku dari bekasi, salam kenal juga ya natha"
Aku: "i iya, hehe, salam kenal mbak"
Kalau yang 1 ini terlihat manis, dengan rambut yang tidak terlalu panjang dan juga poni yang menjuntai ke arah bawah. Jika diperhatikan lebih seksama. Matanya yang seakan-akan ikut tersenyum mengikuti senyum di bibirnya.
Aku: "oh iya mbak, untuk 3 bulan kedepan kegiatan seperti apa yang mbak nanti pengen ikuti selama penelitian disini?"
Beby: "sebenarnya fleksibel sih nat, mungkin kegiatan-kegiatan formal kalian kayak praktikum mungkin, atau kalau nanti kalian lagi mau pengujian. Tapi rencananya kami juga ikut kegiatan non-formal asisten disini, mungkin kalau kalian lagi kumpul-kumpul kita juga mau ikutan, kalau boleh sih"
Aku: "emang mbak mau meneliti apa?"
Viny: "jadi sebenarnya kita mau meneliti tentang pengaruh hubungan dan lingkungan kerja terhadap hasil kinerja gitu sih mas, kita milih lab ini soalnya kita denger asisten disini lumayan deket satu sama lain, dan juga lab ini hampir sama kayak lingkungan kerja dalam skala kecil, jadi, bisa buat bahan penelitian sekalian jadi tempat belajar juga buat kita"
Aku: "ooohhh"
Aku hanya ber oh ria ketika menanggapi jawaban dari viny.
Aku tidak tahu apa lagi yang harus ku tanyakan. Jujur aku sangat gugup dalam keadaan seperti ini. Berhadapan dengan perempuan bukan hal biasa yang kutemui akhir-akhir ini. Apalagi dihadapan ku ada dua perempuan cantik seperti mereka.
Keadaan sempat hening sejenak sampai akhirnya beby buka suara.
Beby: "kamu sendirian?"
Aku: "iya mbak, yang lain belum pada dateng"
Viny: "kamu tidur disini?"
Aku: "iya mbak"
Viny: "mulai tadi malem sendirian?"
Aku: "iya mbak"
Beby: "gak usah gugup gitu dong nat, santai aja sama kita"
Viny: "iya nih, dari tadi jawabnya iya-iya doang
Haduuh, kenapa mereka malah menggoda ku dan membuat ku terpojok dengan pernyataan mereka. Sepertinya mereka seperti itu supaya suasana lebih santai dan tidak canggung seperti sekarang. Mengingat diriku yang memang terlihat kaku dan gugup selama perbincangan ku dengan mereka.
Mungkin kegugupan ku sangat terlihat, dari mulai menjawab pertanyaan mereka dengan singkat, dan juga aku jadi lebih banyak menunduk ketika berbicara dengan mereka.
Aku: "hehehe, iya mbak, aku dari tadi santai kok"
Beby: "ihh, jangan dipanggil mbak dong, kita kan belum tua"
Aku: "kan aku semester 6, dan mbaknya udah penelitian buat skripsi, kemungkinan berarti mbak udah semester 8 kan, jadikan mbak lebih tua dari pada saya, hehe"
Beby: "wkwkwkwk, bisa aja kamu nat"
Tiba-tiba terdengar langkah kaki masuk dari pintu depan.
Devan: "halo beb, vin, eh, ada lu nat, udah kenalan belom"
Beby dan viny: "hai dev"
Devan: "eh nat, btw kenapa muka lu merah banget kayak kepiting rebus"
Devan: "wkwkwkwkwk, gua tau nih, dasar lu nat, baru kenalan ama dua cewek cakep doang langsung kicep"
Ucap devan sambil mengambil tempat untuk duduk disebelah ku. Aku menatap devan dengan geram.
Beby: "kasian tuh temen kamu dev, mukanya tambah merah kamu ledekin"
Viny: "iya van, kasian, natha masih polos nih kayaknya"
Sempat hening sejenak.
Devan: "buahahahahahaha, polos apaan, kalian belom kenal dia ajaa, dia mah rajanya col........mpppphhhhhh"
Aku pun langsung membekap mulutnya dan menginjak kakinya sebelum dia mulai melanjutkan cerita yang tidak-tidak tentang ku.
Devan: "yeee, sakit bodoh"
Devan: "e e ehh, maaf beb, vin, kalau ama dia bawaannya emang ngomong kasar terus"
Viny: "santai aja kali van, kita paham kok"
Beby: "oh iya, kita boleh gak masuk ke grup chat kalian, supaya kalau ada kegiatan-kegiatan kita berdua bisa tau"
Aku: "maaf mbak, kalo itu gak bisa, soalnya ada beberapa hal yang jadi privasi kita"
Akupun reflek menjawab pertanyaan dari beby.
Jawabanku mungkin terdengar sinis, tapi maksud ku bukan begitu. Memang ada beberapa file dan obrolan yang tidak boleh orang luar tahu. Tapi mungkin penyampaian ku agak kurang baik.
Pantesan gak bisa dapet cewek luuu!!!!.
Devan: "e e eh, maaf vin, beb, natha orangnga emang gitu, emang bener kata sih natha, mungkin ada privasi yang harus kita jaga. Tapi kita bisa bikin grup chat baru yang isinya kita berlima, plus tambah 2 bidadari, hehehe.
Dasar devan. Kalau seaandainya veranda tahu bagaimana kelakuan si monyet ini, sudah pasti devan sudah ditolak mentah-mentah.
Tapi bagus lah, setidaknya perkataan devan bisa membuat suasana menjadi kembali cair.
Beby: "gakpapa van, nat, sorry ya, aku juga gak mikir sampai sana tadi"
Devan: "yaudah nat, lu yang bikin grup gih sana, gua mau kelas dulu"
Devan berlalu begitu saja menuju kelasnya. Sekarang cuma ada kami bertiga. Mengingat ucapanku tadi, aku jadi merasa tidak enak dengan mereka. Akupun berinisiatif meminta maaf, sekaligus membuka obrolan kembali.
Aku: "maaf mbak, kalau omongan saya tadi kurang berkenan"
Viny: "udah nat, gakusah kaku-kaku banget, yaudah invite dulu nih WA ku, nanti kamu masukin aku sama temen-temen mu ke grup, nanti aku yang invite beby"
Aku: "iya mbak"
Akupun mengeluarkan HP ku dan mulai mencatat nomor HP viny, lalu membuat grup chat baru, mengundang teman-teman ku, dan juga mengundang viny.
Viny: "udah masuk nih undangannya"
Viny: "ooh iya, hari ini ada kegiatan lab gak?"
Aku: "gak ada mbak, untuk praktikum lanjutnya mulai senin nanti, tapi kayaknya besok kita mau ada kegiatan pengujian"
Beby:"yaudah, kalo gitu buat hari ini cuma itu aja, kita pamit pulang dulu ya, nanti kalo besok jadi tolong kabarin kita"
Aku: "iya mbak, nanti saya kabarin kalo ada kegiatan"
Beby: "sippp, dah... natha"
Viny: "duluan nat"
Aku mengantarkan mereka sampai ke luar pintu depan.
Beby dan viny pun berlalu sambil melambaikan tangannya kepadaku. Aku hanya membalasnya dengan senyum dan aggukaan kecil.
Mario: "woyyy, ngelamun aja"
Suara mario mengagetkan ku yang sedang berdiri sambil melamumun.
Aku: "yeee, monyet"
Mario: "ooohh, lu pasti udah kenalan sama mereka kan, pantesan"
Aku: "apaan sih, sok tau lu"
Mario: "wkwkwk, sensi amat lu, daripada marah-marah mending kita sarapan di warung mbak idah"
Aku: "yaudah, gua kedalem dulu, ngambil dompet ama rokok"
Mario: "yaudah, cepetan"
.
.
.
.
.
.
Karena merasa malu dengan wajah belerku yang baru bangun tidur, akupun langsung menutup pintu, mengambil sisir, sabun cuci muka, odol dan sikat gigi. Tidak lupa aku mengganti celana training yang ku kenakan dengan celana jeans dan melapisi kaos ku dengan kemeja. Karena mengingat saat ini hari sudah pagi dan jam kerja kampus sudah dimulai. Aku kembali membuka pintu untuk menuju toilet dengan setengah berlari melewati mereka berdua.
"Bodo amat kalo mereka bingung melihat tingkah ku, daripada aku di cap laki-laki jorok dengan nafas bau khas orang bangun tidur dan wajah beler ku"
Setelah mencuci muka dan sikat gigi, akupun kembali ke lab, dan melihat mereka sedang duduk dikursi ruang tengah, aku pun berjalan untuk menghampiri mereka, lalu duduk didepan mereka.
Aku: "maaf mbak, tadi bersih-bersih dulu"
Aku: "oh iya mbak, mbak nya mau nguji sampel apa, untuk daftar harganya ada disini mbak"
Akupun reflek menanyakan hal tersebut dan mengambilkan daftar harga pengujian yang ada dibawah meja untuk mereka lihat. Bukan apa-apa, mau apa lagi orang asing datang kesini kalau bukan ingin melakukan pengujian terkait sampel mereka.
Cewek 2: "maaf mas, kita disini bukan mau pengujian, tapi kita mahasiswi psikologi yang mau penelitian disini untuk bahan skripsi mas", jawabnya canggung.
Berhubung otak ku yang belum berfungsi dengan benar karena baru bangun tidur, aku jadi agak sedikit kebingungan. Aku mencoba mencerna jawaban dari salah satu perempuan tadi.
Oh iya, aku baru ingat, merekalah mahasiswi yang akan mengikuti semua kegiatan ku di lab ini selama 3 bulan kedepan
Aku: "oohhh, iya mbak, kemaren kepala lab dan teman-teman saya sempet cerita"
Cewek 1: "oh iya mas, kita belum kenalan, namaku beby, asal dari bandung, salam kenal ya, aku dari kampus ini juga kok"
Setelah kuperhatikan, wajahnya lumayan cantik. Kulitnya putih bersih. Dengan rambut panjang dan poni yang menjuntai ke arah samping. Ditambah lesung pipi yang terbentuk ketika dia sedang tersenyum dan menjulurkan tangannya untuk berkenalan dengan ku. Btw suaranya juga terdengar lucu, wkwkwkwk.
Aku: "o ohh, iya mbak, nama ku natha"
Akupun menyambut uluran tangannya.
Cewek 2: "kalo nama aku viny, aku dari bekasi, salam kenal juga ya natha"
Aku: "i iya, hehe, salam kenal mbak"
Kalau yang 1 ini terlihat manis, dengan rambut yang tidak terlalu panjang dan juga poni yang menjuntai ke arah bawah. Jika diperhatikan lebih seksama. Matanya yang seakan-akan ikut tersenyum mengikuti senyum di bibirnya.
Aku: "oh iya mbak, untuk 3 bulan kedepan kegiatan seperti apa yang mbak nanti pengen ikuti selama penelitian disini?"
Beby: "sebenarnya fleksibel sih nat, mungkin kegiatan-kegiatan formal kalian kayak praktikum mungkin, atau kalau nanti kalian lagi mau pengujian. Tapi rencananya kami juga ikut kegiatan non-formal asisten disini, mungkin kalau kalian lagi kumpul-kumpul kita juga mau ikutan, kalau boleh sih"
Aku: "emang mbak mau meneliti apa?"
Viny: "jadi sebenarnya kita mau meneliti tentang pengaruh hubungan dan lingkungan kerja terhadap hasil kinerja gitu sih mas, kita milih lab ini soalnya kita denger asisten disini lumayan deket satu sama lain, dan juga lab ini hampir sama kayak lingkungan kerja dalam skala kecil, jadi, bisa buat bahan penelitian sekalian jadi tempat belajar juga buat kita"
Aku: "ooohhh"
Aku hanya ber oh ria ketika menanggapi jawaban dari viny.
Aku tidak tahu apa lagi yang harus ku tanyakan. Jujur aku sangat gugup dalam keadaan seperti ini. Berhadapan dengan perempuan bukan hal biasa yang kutemui akhir-akhir ini. Apalagi dihadapan ku ada dua perempuan cantik seperti mereka.
Keadaan sempat hening sejenak sampai akhirnya beby buka suara.
Beby: "kamu sendirian?"
Aku: "iya mbak, yang lain belum pada dateng"
Viny: "kamu tidur disini?"
Aku: "iya mbak"
Viny: "mulai tadi malem sendirian?"
Aku: "iya mbak"
Beby: "gak usah gugup gitu dong nat, santai aja sama kita"
Viny: "iya nih, dari tadi jawabnya iya-iya doang
Haduuh, kenapa mereka malah menggoda ku dan membuat ku terpojok dengan pernyataan mereka. Sepertinya mereka seperti itu supaya suasana lebih santai dan tidak canggung seperti sekarang. Mengingat diriku yang memang terlihat kaku dan gugup selama perbincangan ku dengan mereka.
Mungkin kegugupan ku sangat terlihat, dari mulai menjawab pertanyaan mereka dengan singkat, dan juga aku jadi lebih banyak menunduk ketika berbicara dengan mereka.
Aku: "hehehe, iya mbak, aku dari tadi santai kok"
Beby: "ihh, jangan dipanggil mbak dong, kita kan belum tua"
Aku: "kan aku semester 6, dan mbaknya udah penelitian buat skripsi, kemungkinan berarti mbak udah semester 8 kan, jadikan mbak lebih tua dari pada saya, hehe"
Beby: "wkwkwkwk, bisa aja kamu nat"
Tiba-tiba terdengar langkah kaki masuk dari pintu depan.
Devan: "halo beb, vin, eh, ada lu nat, udah kenalan belom"
Beby dan viny: "hai dev"
Devan: "eh nat, btw kenapa muka lu merah banget kayak kepiting rebus"
Devan: "wkwkwkwkwk, gua tau nih, dasar lu nat, baru kenalan ama dua cewek cakep doang langsung kicep"
Ucap devan sambil mengambil tempat untuk duduk disebelah ku. Aku menatap devan dengan geram.
Beby: "kasian tuh temen kamu dev, mukanya tambah merah kamu ledekin"
Viny: "iya van, kasian, natha masih polos nih kayaknya"
Sempat hening sejenak.
Devan: "buahahahahahaha, polos apaan, kalian belom kenal dia ajaa, dia mah rajanya col........mpppphhhhhh"
Aku pun langsung membekap mulutnya dan menginjak kakinya sebelum dia mulai melanjutkan cerita yang tidak-tidak tentang ku.
Devan: "yeee, sakit bodoh"
Devan: "e e ehh, maaf beb, vin, kalau ama dia bawaannya emang ngomong kasar terus"
Viny: "santai aja kali van, kita paham kok"
Beby: "oh iya, kita boleh gak masuk ke grup chat kalian, supaya kalau ada kegiatan-kegiatan kita berdua bisa tau"
Aku: "maaf mbak, kalo itu gak bisa, soalnya ada beberapa hal yang jadi privasi kita"
Akupun reflek menjawab pertanyaan dari beby.
Jawabanku mungkin terdengar sinis, tapi maksud ku bukan begitu. Memang ada beberapa file dan obrolan yang tidak boleh orang luar tahu. Tapi mungkin penyampaian ku agak kurang baik.
Pantesan gak bisa dapet cewek luuu!!!!.
Devan: "e e eh, maaf vin, beb, natha orangnga emang gitu, emang bener kata sih natha, mungkin ada privasi yang harus kita jaga. Tapi kita bisa bikin grup chat baru yang isinya kita berlima, plus tambah 2 bidadari, hehehe.
Dasar devan. Kalau seaandainya veranda tahu bagaimana kelakuan si monyet ini, sudah pasti devan sudah ditolak mentah-mentah.
Tapi bagus lah, setidaknya perkataan devan bisa membuat suasana menjadi kembali cair.
Beby: "gakpapa van, nat, sorry ya, aku juga gak mikir sampai sana tadi"
Devan: "yaudah nat, lu yang bikin grup gih sana, gua mau kelas dulu"
Devan berlalu begitu saja menuju kelasnya. Sekarang cuma ada kami bertiga. Mengingat ucapanku tadi, aku jadi merasa tidak enak dengan mereka. Akupun berinisiatif meminta maaf, sekaligus membuka obrolan kembali.
Aku: "maaf mbak, kalau omongan saya tadi kurang berkenan"
Viny: "udah nat, gakusah kaku-kaku banget, yaudah invite dulu nih WA ku, nanti kamu masukin aku sama temen-temen mu ke grup, nanti aku yang invite beby"
Aku: "iya mbak"
Akupun mengeluarkan HP ku dan mulai mencatat nomor HP viny, lalu membuat grup chat baru, mengundang teman-teman ku, dan juga mengundang viny.
Viny: "udah masuk nih undangannya"
Viny: "ooh iya, hari ini ada kegiatan lab gak?"
Aku: "gak ada mbak, untuk praktikum lanjutnya mulai senin nanti, tapi kayaknya besok kita mau ada kegiatan pengujian"
Beby:"yaudah, kalo gitu buat hari ini cuma itu aja, kita pamit pulang dulu ya, nanti kalo besok jadi tolong kabarin kita"
Aku: "iya mbak, nanti saya kabarin kalo ada kegiatan"
Beby: "sippp, dah... natha"
Viny: "duluan nat"
Aku mengantarkan mereka sampai ke luar pintu depan.
Beby dan viny pun berlalu sambil melambaikan tangannya kepadaku. Aku hanya membalasnya dengan senyum dan aggukaan kecil.
Mario: "woyyy, ngelamun aja"
Suara mario mengagetkan ku yang sedang berdiri sambil melamumun.
Aku: "yeee, monyet"
Mario: "ooohh, lu pasti udah kenalan sama mereka kan, pantesan"
Aku: "apaan sih, sok tau lu"
Mario: "wkwkwk, sensi amat lu, daripada marah-marah mending kita sarapan di warung mbak idah"
Aku: "yaudah, gua kedalem dulu, ngambil dompet ama rokok"
Mario: "yaudah, cepetan"
.
.
.
Diubah oleh akmal162 23-03-2020 04:05
genji32 dan 8 lainnya memberi reputasi
9
Kutip
Balas
