- Beranda
- Stories from the Heart
CINTA DAN PETAKA? (HORROR REAL STORY)
...
TS
caffeine.seeker
CINTA DAN PETAKA? (HORROR REAL STORY)

Hallo para kaskuser dimanapun berada. Izinkan saya untuk bercerita tentang pengalaman hidup saya sendiri. Ya, Setelah cukup lama berada pada zona "silent reader" di kaskus ini, akhirnya saya memutuskan untuk menuliskan kisah saya sendiri. Semoga kisah yang saya tuliskan ini memiliki manfaat bagi yang membacanya entah sebagai hiburan atau referensi pembelajaran.
Nama tokoh dan tempat kejadian dalam cerita ini akan saya samarkan untuk menjaga privasi masing-masing pihak yang terlibat di dalamnya.
Sebelumnya mohon maaf apabila tulisan saya jauh dari kata sempurna, baik dari segi teknis maupun pemilihan kata, karena ini thread pertama saya. Silahkan berkomentar apapun selama tidak mengandung ujaran kebencian dan menyudutkan pihak tertentu, Support dan masukan positif dari agan semua akan sangat membantu perkembangan thread ini dan juga bagi saya untuk lebih baik kedepannya.
Kisah yang akan saya tuliskan ini adalah kisah nyata yang saya alami kurang lebih 9 tahun lalu tepatnya di rentang tahun 2011. pada tahun itu adalah tahun pertama saya masuk kuliah, dan menjadi awal mula dari semua kisah ini.
Nantinya saya akan menceritakan kisah ini ke dalam beberapa part yang akan saya update secara berkala, saya juga akan berusaha menceritakannya sedetail mungkin dari awal hingga akhir kejadian yang saya alami ini.
Terima kasih dan selamat menikmati kisah saya
Spoiler for Prologue:
Spoiler for Part I - awal masuk kampus:
PART INDEX
PART-II
PART-III
PART-IV
PART-V
PART-VI
PART-VII
PART-VIII
PART-IX
PART-X
PART-XI
PART-XII
PART-XIII
PART-XIV
PART-XV
PART-XVI
PART-XVII
PART-XVIII
PART-XIX
Diubah oleh caffeine.seeker 19-12-2021 18:57
sirluciuzenze dan 44 lainnya memberi reputasi
45
30.6K
206
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
caffeine.seeker
#120
PART XVI
Malam itu waktu terasa begitu lambat, terror demi terror silih berganti seperti tidak ada habisnya. setelah suara dentuman di atap rumah kini terlihat lagi sesosok laki-laki bertubuh tegap sedang mondar-mandir tepat di luar jendela. Suara langkah kakinya di lantai kayu terdengar seperti suara seorang serdadu tentara yg sedang berjalan. Aku hanya bisa terdiam sambil menunjuk ke arah jendela bermaksud untuk memberitahu bapak akan sosok yg aku lihat. Bukannya takut, Namun justru bapak malah berlari ke arah jendela seperti ingin melawan sosok tersebut. Namun ketika jarak hanya tinggal beberapa langkah lagi dari jendela itu, tubuh bapak tiba-tiba terpental kembali kebelakang dan jatuh tersungkur. Uwak segera menolong bapak untuk bangkit, dan kini sosok itu malah berdiri tepat di depan jendela seolah sedang menatap ke arah kami dari luar jendela. Lalu sosok itu tertawa dengan suara yg begitu berat dan mengerikan..
Uwak pun bangkit dan berjalan menghampiri jendela itu, posisi uwak dan sosok itu kini saling berhadapan namun dipisahkan oleh dinding dan kaca jendela. Uwak sama sekali tidak bergeming dengan suara tawa sosok itu. Uwak merapalkan sesuatu dengan tasbih ditangannya sampai akhirnya sosok itu pun menghilang.
Aku sangat kagum dengan uwak yang tanpa rasa gentar menghadapi terror demi terror malam ini, dan berusaha menjaga kami yang berada di dalam. Entah apa jadinya kami saat ini kalau saja tidak ada uwak.
"Sebisa mungkin kita harus bertahan malam ini, jangan sampai mereka bisa menguasai dan membuat kita takut, yakinlah tidak ada kekuatan yg lebih kuat dari kekuatan illahi" ucap uwak dengan posisi membelakangi kami dan masih menghadap ke jendela.
Uwak juga memintaku dan bapak untuk terus memantau kondisi della, menurut uwak sesuatu dengan kekuatan jahat yg begitu besar sedang berusaha menguasai della. Gangguan yang terjadi malam ini bukanlah sekedar gangguan biasa. Tidak ada pilihan lain bagi kami selain bertahan sekuat mungkin malam ini. Di dalam rumah uwak saat ini seperti menjadi benteng pertahanan bagi kami, entah apa yg dilakukan oleh uwak sehinhga tidak ada mahluk yg mampu menembus masuk ke dalam rumah ini. Berbeda kondisinya dengan diluar rumah, dari dalam sini sepanjang malam berbagai macam suara aneh dan teror sosok yg begitu mengerikan terus menunjukan eksistensinya. Rasanya Aku tidak sanggup lagi untuk bangkit dan melihat keadaan diluar, rasanya nyaliku tidak akan sanggup menyaksikan semua itu.
Saat itu waktu menunjukan hampir jam 4 pagi, sepanjang malam aku, bapak, dan juga uwak terjaga untuk menjaga della.
"selepas subuh kita harus segera berangkat menemui kawan saya, saya yakin dia bisa membantu kita untuk mengakhiri ini" ucap uwak dengan penuh keyakinan. Pikiranku sempat bimbang saat itu Entah aku akan sanggup atau tidak untuk mengemudi setelah semalaman ini terjaga. Bapak pun sama kondisinya begitu terlihat kelelahan. Namun berbeda hal nya dengan uwak, meskipun secara usia beliau jauh lebih senior, taoi tidak terlihat sama sekali tanda-tanda kelelahan pada diri uwak.
Akhirnya suara adzan subuh pun berkumandang, terdengar di kejauhan suara yang begitu kami nantikan, lantunan adzan yang akhirnya menyudahi terror yg kami rasakan sepanjang malam ini. Uwak pun segera beranjak untuk mengajak sholat berjama'ah dan berisiap siap untuk berangkat selepas melaksanakan sholat.
"Kalian minumlah dulu air ini, Insha Allah ini bisa mengembalikan tenaga kalian yg sudab terkuras" ucap uwak sembari memberikanku segelas air putih yang ketika aku minum tercium aroma wewangian. Bapak pun juga meminum air tersebut. Dan benar saja beberapa saat setelah meminum air itu tubuhku terasa jauh lebih baik, rasa letih yang aku rasakan sebelumnya seperti menghilang begitu saja. Segera aku bereskan perbekalan kami untuk menuju ke kediaman kawan lama uwak. Saat itu aku tidak tau berapa lama perjalanan yang akan kami tempuh, namun aku tetap meyakini selama ada uwak semuanya akan baik-baik saja.
sirluciuzenze dan 12 lainnya memberi reputasi
13