- Beranda
- Stories from the Heart
CINTA DAN PETAKA? (HORROR REAL STORY)
...
TS
caffeine.seeker
CINTA DAN PETAKA? (HORROR REAL STORY)

Hallo para kaskuser dimanapun berada. Izinkan saya untuk bercerita tentang pengalaman hidup saya sendiri. Ya, Setelah cukup lama berada pada zona "silent reader" di kaskus ini, akhirnya saya memutuskan untuk menuliskan kisah saya sendiri. Semoga kisah yang saya tuliskan ini memiliki manfaat bagi yang membacanya entah sebagai hiburan atau referensi pembelajaran.
Nama tokoh dan tempat kejadian dalam cerita ini akan saya samarkan untuk menjaga privasi masing-masing pihak yang terlibat di dalamnya.
Sebelumnya mohon maaf apabila tulisan saya jauh dari kata sempurna, baik dari segi teknis maupun pemilihan kata, karena ini thread pertama saya. Silahkan berkomentar apapun selama tidak mengandung ujaran kebencian dan menyudutkan pihak tertentu, Support dan masukan positif dari agan semua akan sangat membantu perkembangan thread ini dan juga bagi saya untuk lebih baik kedepannya.
Kisah yang akan saya tuliskan ini adalah kisah nyata yang saya alami kurang lebih 9 tahun lalu tepatnya di rentang tahun 2011. pada tahun itu adalah tahun pertama saya masuk kuliah, dan menjadi awal mula dari semua kisah ini.
Nantinya saya akan menceritakan kisah ini ke dalam beberapa part yang akan saya update secara berkala, saya juga akan berusaha menceritakannya sedetail mungkin dari awal hingga akhir kejadian yang saya alami ini.
Terima kasih dan selamat menikmati kisah saya
Spoiler for Prologue:
Spoiler for Part I - awal masuk kampus:
PART INDEX
PART-II
PART-III
PART-IV
PART-V
PART-VI
PART-VII
PART-VIII
PART-IX
PART-X
PART-XI
PART-XII
PART-XIII
PART-XIV
PART-XV
PART-XVI
PART-XVII
PART-XVIII
PART-XIX
Diubah oleh caffeine.seeker 19-12-2021 18:57
sirluciuzenze dan 44 lainnya memberi reputasi
45
30.6K
206
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
caffeine.seeker
#110
PART XV
setelah kondisi della yg kerasukan hebat bisa diatasi kini aku bisa bernafas lega, suasana mencekam yg sebelumnya aku rasakan pun kini sudah tidak lagi mendominasi, tapi entah mengapa sepertinya uwak tidak merasakan hal yg sama denganku, raut mukanya tetap terlihat was-was, matanya berkeliling menatap setiap sudut ruangan rumahnya seperti ada sesuatu lainnya yg akan mengancam.
Benar saja, belum sempat aku menanyakan apa yg dirasakan oleh uwak, kini terdengar suara gedoran dari arah pintu depan.
"Siapa malam-malam begini bertamu, apa suara keributan dari rumah ini yg mengusiknya sehingga datang ke rumah uwak" gumamku dalam hati seraya bangkit dari duduku berniat berjalan ke arah pintu depan.
"Jangan dibuka nak!!!"
Belum sempat aku melangkah dari posisiku, dengan setengah berteriak uwak melarangku untuk berjalan ke arah pintu. Sepertinya uwak tau yang berada di balik pintu itu bukanlah seorang tetangga yg bertamu. Aku pun kembali dengan posisi duduku, Sementara suara gedoran itu masih terdengar, dan kini malah terdengar semakin keras. Ditambah dengan suara seperti cakaran yg menggaruk-garuk bagian depan pintu, yg semakin membuat nyaliku ciut.
Aku dan bapak saling bertatapan keheranan, sementara uwak terlihat semakin waspada, seraya mulutnya yg terus melafalkan zikir. Suara gedoran dan cakaran di pintu depan kini sudah tidak terdengar lagi, namun tidak berarti terror dimalam ini berhenti. Tidak lama setelah suara gedoran pintu hilang, kini terdengar sepert suara orang yg berlari-lari mengelilingi rumah, dari suara langkahnya bahkan sepertinya lebih dari satu orang, terdengar seperti 5 atau malah lebih. Rasa penasaranku dan bapak akhirnya memberanikan kami untuk mendekati jendela rumah, mencari tahu sosok apa yg sebenarnya berlarian di depan rumah uwak.
Ku coba mengamati dengan seksama kondisi luar rumah yg terlihat gelap temaram, hingga akhirnya mataku mendapati beberapa sosok bayangan hitam yg memang sedang berlari di depan rumah uwak. Aku tidak bisa secara detail melihat rupa dari mahluk itu karena mereka bergerak begitu cepat. Namun aku dapat memastikan bayangan hitam itu berbentuk tubuh dengan ukuran yg lumayan besar.
"Astagfirullah" ucap bapak dengan nada terkejut. Sepertinya bapak juga sudah melihat sosok bayangan hitam yg aku lihat.
"Bapak lihat bayangan hitam yg saya lihat juga pak?" Tanyaku, mencoba memastikan bahwa mata kami saat ini menangkap hal yg serupa.
"Bukan.. Bukan nak, bukan bayangan hitam itu, coba kamu lihat ke arah kolam" seru bapak sembari telunjuknya menunjuk ke arah kolam yg berada di depan rumah uwak.
Kini aku mendapati sosok yg dimaksud bapak, sesosok tubuh tengah duduk diam bersila di tepi kolam, aku perhatikan dengan seksama sosok itu bermaksud ingin melihat rupa wajahnya, karena penerangan yg sangat minim mataku berusaha keras untuk dapat menangkap rupa dari sosok tersebut. Kupicingkan mataku hingga akhirnya aku dapati jika sosok tersebut ternyata tidak memiliki wajah, atau lebih tepatnya kepalanya tidak berada di tempat yg semestinya. Dia terlihat memegangi sesuatu di pangkuannya yg tidak lain adalah kepalanya sendiri...
Lemas rasanya tubuh ini mendapati apa yg baru saja aku lihat, tanpa tersadar tubuhku jatuh terduduk di bawah jendela. Uwak mencoba membantu menenangkanku, sementara bapak masih mengamati kondisi diluar rumah, sosok yg dilihatnya sama sekali tidak membuatnya bergeming, berbeda sekali denganku yg seketika ambruk setelah melihat sosok yg mengerikan.
"Wak..wak ada yg berjalan mendekat" bisik bapak kepada uwak. Menurut bapak ada beberapa sosok hitam yg muncul dari balik pepohonan besar di pekarangan rumah uwak, wajahnya sama sekali tidak terlihat, hanya bayangan hitam yg membentuk tubuh selayaknya manusia, dan kini mereka terlihat berjalan mendekati rumah dengan perlahan.
"Wak jumlahnya bertambah!!" kali ini bapak berbicara dengan nada sedikit panik..
"Tenang, mereka tidak bisa masuk kesini, uwak sudah memasangi pagar di sekililing area rumah.tapi kita tetap harus waspada, Tubuh della saat ini seperti menjadi magnet sehingga menarik perhatian mahluk2 lain disekitar sini" terang uwak sembari sesekali mengintip keluar melalui jendela.
"Duarrr... Duaarrr..." Tiba-tiba Terdengar suara dentuman keras diatap rumah.
"Ya tuhan apalagi ini..." Gumamku dalam hati.. Tubuhku masih terduduk lemas, namun gangguan2 ini sepertinya belum mau berhenti. Uwak mengingatkanku jangan sampai hilang kesadaran, Sebisa mungkin aku lawan ketakutanku.
Kini uwak terlihat mengangkat tangan kanannya dan mengarahkan telapak tangan yg dililitkan tasbih ke arah atap rumah. Sepertinya uwak sedang mendeteksi apa yg ada di atap rumah. Suara dentuman itu terdengar beberapa kali seperti bersahut-sahutan.
"jaga dellaa cepat..!!" Perintah uwak kepadaku dan bapak, segera bapak berlari mendekati della, sementara aku yg masih dalam kondisi lemas hanya mampu merangkak mendekati della. Kondisi della masih belum sadar, namun saat ini terlihat ada pergerakan di jari-jari tangannya, seperti sedang merasakan sesuatu, dalam kondis imatanya yang tetap terpejam. Tubuhnya pun saat ini terasa begitu dingin.
setelah kondisi della yg kerasukan hebat bisa diatasi kini aku bisa bernafas lega, suasana mencekam yg sebelumnya aku rasakan pun kini sudah tidak lagi mendominasi, tapi entah mengapa sepertinya uwak tidak merasakan hal yg sama denganku, raut mukanya tetap terlihat was-was, matanya berkeliling menatap setiap sudut ruangan rumahnya seperti ada sesuatu lainnya yg akan mengancam.
Benar saja, belum sempat aku menanyakan apa yg dirasakan oleh uwak, kini terdengar suara gedoran dari arah pintu depan.
"Siapa malam-malam begini bertamu, apa suara keributan dari rumah ini yg mengusiknya sehingga datang ke rumah uwak" gumamku dalam hati seraya bangkit dari duduku berniat berjalan ke arah pintu depan.
"Jangan dibuka nak!!!"
Belum sempat aku melangkah dari posisiku, dengan setengah berteriak uwak melarangku untuk berjalan ke arah pintu. Sepertinya uwak tau yang berada di balik pintu itu bukanlah seorang tetangga yg bertamu. Aku pun kembali dengan posisi duduku, Sementara suara gedoran itu masih terdengar, dan kini malah terdengar semakin keras. Ditambah dengan suara seperti cakaran yg menggaruk-garuk bagian depan pintu, yg semakin membuat nyaliku ciut.
Aku dan bapak saling bertatapan keheranan, sementara uwak terlihat semakin waspada, seraya mulutnya yg terus melafalkan zikir. Suara gedoran dan cakaran di pintu depan kini sudah tidak terdengar lagi, namun tidak berarti terror dimalam ini berhenti. Tidak lama setelah suara gedoran pintu hilang, kini terdengar sepert suara orang yg berlari-lari mengelilingi rumah, dari suara langkahnya bahkan sepertinya lebih dari satu orang, terdengar seperti 5 atau malah lebih. Rasa penasaranku dan bapak akhirnya memberanikan kami untuk mendekati jendela rumah, mencari tahu sosok apa yg sebenarnya berlarian di depan rumah uwak.
Ku coba mengamati dengan seksama kondisi luar rumah yg terlihat gelap temaram, hingga akhirnya mataku mendapati beberapa sosok bayangan hitam yg memang sedang berlari di depan rumah uwak. Aku tidak bisa secara detail melihat rupa dari mahluk itu karena mereka bergerak begitu cepat. Namun aku dapat memastikan bayangan hitam itu berbentuk tubuh dengan ukuran yg lumayan besar.
"Astagfirullah" ucap bapak dengan nada terkejut. Sepertinya bapak juga sudah melihat sosok bayangan hitam yg aku lihat.
"Bapak lihat bayangan hitam yg saya lihat juga pak?" Tanyaku, mencoba memastikan bahwa mata kami saat ini menangkap hal yg serupa.
"Bukan.. Bukan nak, bukan bayangan hitam itu, coba kamu lihat ke arah kolam" seru bapak sembari telunjuknya menunjuk ke arah kolam yg berada di depan rumah uwak.
Kini aku mendapati sosok yg dimaksud bapak, sesosok tubuh tengah duduk diam bersila di tepi kolam, aku perhatikan dengan seksama sosok itu bermaksud ingin melihat rupa wajahnya, karena penerangan yg sangat minim mataku berusaha keras untuk dapat menangkap rupa dari sosok tersebut. Kupicingkan mataku hingga akhirnya aku dapati jika sosok tersebut ternyata tidak memiliki wajah, atau lebih tepatnya kepalanya tidak berada di tempat yg semestinya. Dia terlihat memegangi sesuatu di pangkuannya yg tidak lain adalah kepalanya sendiri...
Lemas rasanya tubuh ini mendapati apa yg baru saja aku lihat, tanpa tersadar tubuhku jatuh terduduk di bawah jendela. Uwak mencoba membantu menenangkanku, sementara bapak masih mengamati kondisi diluar rumah, sosok yg dilihatnya sama sekali tidak membuatnya bergeming, berbeda sekali denganku yg seketika ambruk setelah melihat sosok yg mengerikan.
"Wak..wak ada yg berjalan mendekat" bisik bapak kepada uwak. Menurut bapak ada beberapa sosok hitam yg muncul dari balik pepohonan besar di pekarangan rumah uwak, wajahnya sama sekali tidak terlihat, hanya bayangan hitam yg membentuk tubuh selayaknya manusia, dan kini mereka terlihat berjalan mendekati rumah dengan perlahan.
"Wak jumlahnya bertambah!!" kali ini bapak berbicara dengan nada sedikit panik..
"Tenang, mereka tidak bisa masuk kesini, uwak sudah memasangi pagar di sekililing area rumah.tapi kita tetap harus waspada, Tubuh della saat ini seperti menjadi magnet sehingga menarik perhatian mahluk2 lain disekitar sini" terang uwak sembari sesekali mengintip keluar melalui jendela.
"Duarrr... Duaarrr..." Tiba-tiba Terdengar suara dentuman keras diatap rumah.
"Ya tuhan apalagi ini..." Gumamku dalam hati.. Tubuhku masih terduduk lemas, namun gangguan2 ini sepertinya belum mau berhenti. Uwak mengingatkanku jangan sampai hilang kesadaran, Sebisa mungkin aku lawan ketakutanku.
Kini uwak terlihat mengangkat tangan kanannya dan mengarahkan telapak tangan yg dililitkan tasbih ke arah atap rumah. Sepertinya uwak sedang mendeteksi apa yg ada di atap rumah. Suara dentuman itu terdengar beberapa kali seperti bersahut-sahutan.
"jaga dellaa cepat..!!" Perintah uwak kepadaku dan bapak, segera bapak berlari mendekati della, sementara aku yg masih dalam kondisi lemas hanya mampu merangkak mendekati della. Kondisi della masih belum sadar, namun saat ini terlihat ada pergerakan di jari-jari tangannya, seperti sedang merasakan sesuatu, dalam kondis imatanya yang tetap terpejam. Tubuhnya pun saat ini terasa begitu dingin.
Diubah oleh caffeine.seeker 04-03-2020 00:53
sirluciuzenze dan 15 lainnya memberi reputasi
16
Tutup