Kaskus

Story

panpanochioAvatar border
TS
panpanochio
Milk & Mocha
Milk & Mocha

Halo semua, ijinin gue seorang newbie untuk menceritakan sebuah kisah dari pengalaman gue, mungkin bagi beberapa orang pengalaman gue ini ga menarik. Perkenalkan nama gue Rendra, selamat datang di thread ini.

Cerita ini sepenuhnya real bagi orang-orang yang mengalaminya. Maka, gue bakalan pake nama asli mereka demi melindungi privasi. Nggak, becanda.


Quote:



Jangan lupa RATE and REPLYemoticon-Betty


Spoiler for Prolog:



Spoiler for Index:
Diubah oleh panpanochio 16-07-2020 21:04
Rindaoktavia009Avatar border
sitinur200Avatar border
fauzan.rifazaAvatar border
fauzan.rifaza dan 55 lainnya memberi reputasi
52
21.1K
169
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.6KAnggota
Tampilkan semua post
panpanochioAvatar border
TS
panpanochio
#121
PART 19

Kamu, yang masih ku tunggu

Aku masih disini sedang merindu

Merindu hadir pelangi di langit yang sedu itu

Apa aku salah merindukan kamu?


--*--


Hp gua bergetar dan terlihat notifikasi miss call dan beberapa chat, gua membuka notif tersebut yang ternyata dari Nirwan. Tumben nih anak

“Hp cita gabisa ditouch ”
Ternyata yang chat adalah cita melalui hpnya nirwan

“Loh kenapa?”

“Gatauuuu”

“Cita dimana?”

“Tadi abis di find my device. Terus gabisa. Di kelas”

Gue langsung menghampiri kelas cita. Ada ada aja

Gue sudah memasuki kelas cita, seketika banyak pasang mata tertuju kearah gua. Gue langsung menghampirinya yang ada di belakang. Cukup gugup gue waktu itu, karna baru masuk aja udah pada ngeliatin gue.

“Kenapa? Mana hp nya?”

“Ini gabisa dibuka hp nya” ucap cita sambil menunjukkan hp nya. Gue menatap wajah cita, wajahnya panik yang membuatnya tampak lucu. Menggemaskan.

Gua memeriksa hp nya, melihat kondisinya, masih mulus ga ada lecet, merk Sams*ng tipe J7, spesifikasi cukup mumpuni, kameranya pun juga lumayan bagus. Loh. Gak gitu. Sebenernya waktu gua jaman sekolah suka ngotak-ngatik android, dari berulang-ulang bootloop sampe hardbrick, jadi gua cukup paham masalah beginian. Gak cukup lama bagi gue untuk menyelesaikannya dengan cara melakukan hard reset / reset paksa hpnya dengan menekan beberapa tombol kombinasi.

Tunggu, ini thread kenapa jadi tutorial cara keluar dari find my device. Lanjut

“Nah, udah bisa nih, coba masukin passwordnya”
Cita pun membuka password hpnya

“Ah iya udah bisa”

“Emang dah tukang service hp bisa aja” sahut Nirwan

“Yeee kampret lu”

“Yaudah rendra balik ke kelas lagi yaa”

“Iyaa, makasih ya rendra”

“Iya sama sama”

Gue pun berlalu dan segera kembali ke kelas gue. Gue masih mengingat wajah panik cita tadi ditambah sikap salah tingkahnya di depan gue. “Hahaha, lucu” gumam gue.

Belakangan ini kehidupan gue selalu tentang cita, seperti ia melingkari di setiap aktifitas gue. Gue beruntung bisa mengenal ia. Seperti yang gue pernah katakan, ia tidak seperti kebanyakan wanita lainnya. Ia wanita sederhana dengan garis senyum yang mampu menenangkan hati gue saat melihatnya, yah walaupun gue baru mengenalnya sebulan ini. Tapi entah kenapa gue seperti sudah sangat mengenalnya. Ataukah di kehidupan gue sebelumnya ada suatu hubungan yang mendalam dengan ia?

--*--


Pukul 8 malam gue sudah berada di jalan menuju kantor gue yang berada di kota C karna gue diminta untuk datang kesana.

“Yaudah rendra hati hati. Jangan ngebut” pesan dari cita.

Sesampai disana gue cuma diajak mengobrol tentang marketing kedepannya. Kampretlah emoticon-Big Grin.

“Iya ren, jadi kamu buat tuh ppt yang bagus buat klien. Nanti biar saya yang present. Tapi kamu jelasin dulu(isinya) ke saya.”

“Iya pak siap. Yaudah saya pulang ya pak”

Gue pun berpamitan dan segera pulang. Jalanan udah mulai sepi, apalagi gue melewati perkebunan yang penerangannya gak begitu terang, karna kantor gue yang ini masih berada di kawasan kampung, beda dengan yang ada di kota D.

Cita menemani gue diperjalanan melalui chat, sambil menepi dipinggir jalan setiap membalas pesan darinya. Usut punya usut ternyata ia sering diledeki teman-temannya kalo tertangkap sedang chatan dengan gue. Hahaha gue malah seneng dengernya.

Sesampai dirumah sekitar pukul 10, gue masih chatan dengan cita sambil ia mengerjakan tugas, padahal lagi uts masih aja ada tugas.
Cita cukup dekat dengan temen-temennya yang cowo, kadang kalo ia bercerita tentang mereka gue bete sendiri, walaupun gapernah gue tunjukin di depannya. Aneh, padahal bukan siapa-siapanya malah cemburu. Mungkin semua cowok memang sama, gak mau punya saingan, dan gue gak bisa menolak pernyataan tersebut.
maresad
donny065
oktavp
oktavp dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.