TS
romi0227
Keindahan Eksoteri Keris Pasopati Kinatah Emas Warangka Gading
Pasopati adalah salah satu dhapur keris lurus yang sangat popular. Pasopati adalah simbol kepemimpinan, suatu perjuangan dan sebuah kesetiaan. Ricikan keris lurus tanpa luk agar orang yang memilikinya tidak goyah pendiriannya, lurus dalam perjalanan hidupnya, serta menjadi seorang pimpinan yang berpendirian teguh. “Itulah sebabnya kepemilikan keris dhapur Pasopati pada jaman dahulu identik dengan senopati atau panglima perang”. Tidak sembarang orang dapat memiliki keris dhapur tersebut. Dan hingga kini “keris berdhapur Pasopati banyak diburu mereka yang terjun dalam dunia politik, pemerintahan dan militer”.
Ricikan yang terdapat pada dhapur pasopati adalah memakai kembang kacang pogog, lambe gajahnya hanya satu, sogokan rangkap dan ri pandan. Kadang-kadang memakai gusen dan lis-lisan.

Keris dhapur pasopati pamor wengkon isen, ngulit semangka dengan kinatah emas lawasan yang merupakan bentuk tanda jasa atau penghargaan yang diperkirakan pada era Mataram. “Keris ini milik seorang almarhum seorang pengusaha dan sekaligus kolektor keris era tahun 90an”.
Beberapa pihak menangguh Keris era Mataram Amangkurat II (abad 17). Oleh karena itu, keris ini tidak jauh berbeda dari keris Mataram Amangkurat I. pasikutannya galak dan kurang serasi. Pamornya tangguh dan memikat. Pamor yang digunakan seperti mlinjon, beras wutah, dsb. Keris ini ujung sirah cecaknya lancip dan besi yang digunakan pun sepertinya campuran antara hitam keabu-abuan dan putih mengkilat. Panjang bilah dan ganja keris diperkirakan 35 cm dan panjang keseluruhan 40 cm. keris ini tergolong keris sepuh yang diyakini kesaktian dan keampuhannya.

Hal yang menarik dari koleksi almarhum, “hanya 9 (sembilan) lebih dari 5000 (lima ribu) koleksi kerisnya dengan sandangan (warangka, deder) terbuat dari bahan gading”dan salah satunya adalah keris pasopati ini. Menurut penuturan dari sahabat almarhum, keris merupakan keris kesukaan dari almarhum yang didapatkannya di kota Yogyakarta.
Pelajaran yang didapatkan penulis, adalah “keris yang baik umumnya memiliki sandang yang baik pula (ibarat mobil mewah, pastinya berada pada garasi rumah mewah), sedangkan isoteri itu ibarat penghuni atau pemilik mobil tersebut”. Menyandangi merupakan salah satu bentuk menghargai keris, dan hal ini dapat dijadikan pertimbangan pencinta tosan aji saat berburu keris untuk terhindar dari banyaknya penipuan.
Salam Budaya
lina.wh dan 2 lainnya memberi reputasi
3
2.3K
3
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Budaya
2.5KThread•1.6KAnggota
Tampilkan semua post
margareth23
#3
makasih gan infonya menambah ilmu banget nih buat anee, ditambah jadi pengen ke museum museum lagi nihh liat sejarah peninggalan kaya ginii
romi0227 memberi reputasi
1