- Beranda
- Stories from the Heart
CINTA DAN PETAKA? (HORROR REAL STORY)
...
TS
caffeine.seeker
CINTA DAN PETAKA? (HORROR REAL STORY)

Hallo para kaskuser dimanapun berada. Izinkan saya untuk bercerita tentang pengalaman hidup saya sendiri. Ya, Setelah cukup lama berada pada zona "silent reader" di kaskus ini, akhirnya saya memutuskan untuk menuliskan kisah saya sendiri. Semoga kisah yang saya tuliskan ini memiliki manfaat bagi yang membacanya entah sebagai hiburan atau referensi pembelajaran.
Nama tokoh dan tempat kejadian dalam cerita ini akan saya samarkan untuk menjaga privasi masing-masing pihak yang terlibat di dalamnya.
Sebelumnya mohon maaf apabila tulisan saya jauh dari kata sempurna, baik dari segi teknis maupun pemilihan kata, karena ini thread pertama saya. Silahkan berkomentar apapun selama tidak mengandung ujaran kebencian dan menyudutkan pihak tertentu, Support dan masukan positif dari agan semua akan sangat membantu perkembangan thread ini dan juga bagi saya untuk lebih baik kedepannya.
Kisah yang akan saya tuliskan ini adalah kisah nyata yang saya alami kurang lebih 9 tahun lalu tepatnya di rentang tahun 2011. pada tahun itu adalah tahun pertama saya masuk kuliah, dan menjadi awal mula dari semua kisah ini.
Nantinya saya akan menceritakan kisah ini ke dalam beberapa part yang akan saya update secara berkala, saya juga akan berusaha menceritakannya sedetail mungkin dari awal hingga akhir kejadian yang saya alami ini.
Terima kasih dan selamat menikmati kisah saya
Spoiler for Prologue:
Spoiler for Part I - awal masuk kampus:
PART INDEX
PART-II
PART-III
PART-IV
PART-V
PART-VI
PART-VII
PART-VIII
PART-IX
PART-X
PART-XI
PART-XII
PART-XIII
PART-XIV
PART-XV
PART-XVI
PART-XVII
PART-XVIII
PART-XIX
Diubah oleh caffeine.seeker 19-12-2021 18:57
sirluciuzenze dan 44 lainnya memberi reputasi
45
30.6K
206
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
caffeine.seeker
#78
PART XIV
Kini Badanku tergeletak tak berdaya, seluruh tubuhku seperti mati rasa, namun aku masih bisa melihat sekelilingku, perlahan kakek yg sebelumnya berpapasan denganku pun menghampiriku, ku pikir dia ingin membantuku namun ternyata tidak, ketika mendekat wujud kakek yang semula terlihat normal malah berubah menjadi sosok yg menyeramkan, wajahnya pucat dengan lingkaran matanya yg terlihat bolong tak berisi, dia menyeringai sembari mengarahkan telunjuknya kepadaku, kesadaranku kini semakin habis tak kuat melihat sosok yg kini berdiri di hadapanku. Sebelum aku benar2 hilang kesadaran dari kejauhan aku mendengar suara bapak memanggil-manggil namaku. Tepat saat bapak menghampiriku sosok kakek menyeramkan itu pun menghilang tanpa bekas. Bapak pun kaget melihat kondisiku yang tergeletak lemah di depan toilet
"Ya Allah nak fahmi, ada apa sampai tergeletak disini" tanya bapak sembari membantuku bangkit. Aku yg masih dalam kondisi lemas dan tidak sanggup berkata-kata untuk menjawab pertanyaan bapak. Segera bapak memberiku minum dan menyandarkan tubuhku. Setelah kondisiku agak membaik aku menjelaskan kepada bapak sosok yg baru saja aku jumpai.
"Seperti memang niat kita untuk ke rumah uwak banyak sekali mendapatkan halangan, kita harus kuat nak, jangan sampai lengah, terus berdzikir dalam kondisi apapun supaya tidak mudah diganggu" pesan bapak kepadaku yg masih duduk bersandar di depan toilet.
"Ayo nak bapak bantu berjalan ke mobil, kita harus melanjutkan perjalanan, sekarang biar bapak saja yg mengemudi"..
Aku hanya menuruti saja perkataan bapak, dan memang kondisiku saat ini masih sangat lemah.
Ketika sampai di mobil della terlihat sedang tidur, aku pun duduk di kursi depan sementara bapak kini mengambil alih kemudi. Kami pun melanjutkan perjalanan ke rumah uwak. Bapak terlihat tak hentinya merapalkan doa2 selama perjalanan. Aku pun mengikuti apa yg dilakukan bapak.
Akhirnya kini kami tiba di rumah uwak, terlihat uwak sudah berdiri di depan rumahnya seakan beliau sudah tau akan kedatangan kami ke rumahnya. Bapak segera memarkirkan mobil tepat di depan rumah uwak. Kami pun segera turun, uwak yg melihat kondisiku segera menghampiri dan membantuku untuk berjalan, sementara bapak membantu della untuk turun dan membawanya masuk ke dalam rumah. Setelah kami semua berada di dalam, uwak memberikanku segelas minuman berwarna hitam seperti kopi, namun aromanya seperti cengkeh dan rasanya sedikit pahit.
"habiskan minuman itu nak supaya badanmu kembali pulih" pinta uwak kepadaku. Aku pun segera menghabiskan minuman itu. aneh, padahal aku ataupun bapak belum bercerita apapun, tapi uwak seperti sudah mengetahui apa yg baru saja aku alami.
"Beberapa hari ini saya selalu mendapatkan mimpi yang tak biasa, seperti menjadi sebuah pertanda. Masalah ini sekarang sudah bukan main2 lagi, saya harus meminta bantuan seseorang untuk mengatasinya" tutur uwak sembari menghisap sebatang rokok lisong ditangannya.
"Minta bantuan dengan siapa wak?". Tanya bapak..
"Kawan lama, dulu kami seperguruan, namun dia belajar lebih lama ketimbang saya, jadi ilmunya lebih tinggi, dia tinggal di kabupaten sebrang dan memang sudah lebih dari 15 tahun saya tidak pernah menemuinya lagi, kalau semua memungkinkan besok kita berangkat kesana"
Aku dan bapak hanya mengangguk mendengar usulan uwak untuk meminta bantuan ke tempat kawan lamanya. Bapak pun sepertinya tidak mengetahui perihal kawan lama uwak ini.
Kini uwak terlihat mengahampiri della, telapak tangannya memegang bagian kepala della sambil mulutnya merapalkan sesuatu.
"di dalam tubuh della saat ini bukanlah sepenuhnya della, tubuhnya disini namun jiwanya seperti terbelenggu, di dalam tubuhnya seperti ada sebuah parasit yg selalu mencoba mengambil alih kesadarannya, ini bukan seperti kerasukan biasa"
Perkataan uwak sontak membuatku bingung, bapak pun sepertinya demikian, terlihat dari mimik wajahnya yg mengererut. Parasit seperti apa yg dimaksud oleh uwak yg berada dalam tubuh della?.
"Lalu apa della bisa dikembalikan seperti sedia kala wak?, saya tidak ingin sesuatu yg buruk terjadi dengan anak saya".. Kini terlihat kekhawatiran bapak dan juga raut kesedihan yang tidak bisa lagi ditutupinya. Perasaanku saat ini pun sama dengan bapak, ditambah dengan ketidak pahamanku akan sesuatu yg berbau metafisika seperti ini.
"Insha Allah, saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk della, kita tidak boleh putus harapan. semoga Allah memberikan jalan terbaik untuk kita semua". Ucap uwak mencoba meyakinkan bapak.
Tak terasa waktu sudah memasuki sore hari ketika aku bangun dari tidurku. Kondisi badanku kini sudah jauh lebih baik sehabis meminum ramuan pemberian uwak dan tertidur beberapa jam. Aku teringat barang-barang di mobil yg belum sempat diturunkan ketika sampai disini, akhirnya aku pun beranjak keluar rumah dan menuju ke mobil. Aku lihat bapak pun masih tertidur di sebelah della, sementara uwak sepertinya sedang di belakang entah melakukan apa.
Setelah selesai menurunkan barang-barang di mobil dan memasukannya ke dalam rumah, aku duduk bersantai di teras rumah uwak sembari menikmati sebatang rokok. Suasana Rumah uwak terasa begitu nyaman di sore hari, rumah panggung yg disekelilingnya masih banyak ditumbuhi pepohonan rindang dan juga terdapat kolam ikan di depannya, ditambah dengan suara burung dan ayam yg saling bersahutan. sungguh suasana desa yg sangat menentramkan pikiran.
"Sedang melamunkan apa nak?". Suara uwak yg muncul tiba-tiba dan hampir mengagetkanku, terlihat uwak membawa dua gelas kopi di tangannya.
"Oh engga wak, saya lagi nikmatin suasana disini aja, tenang banget ya wak disini, jauh dari hiruk pikuk kota" jawabku.
"Yaa begitulah nak, kalau sudah tua seperti uwak ini sudah tidak cocok lagi tinggal di kota, ya di desa seperti ini lah cocoknya. Ini nak dicoba kopi khas dari sini". Sembari duduk uwak menawariku segelas kopi buatannyaa.
Jika saja kondisi della tidak seperti sekarang ini, tentunya ini akan menjadi momen liburan yg menyenangkan, menghabiskan waktu ditengah suasana pedesaan adalah hal yg baik terlebih bagi aku dan della yg terbiasa tinggal dan menghirup udara perkotaan. Namun apa daya saat ini kenyataan berbicara lain.
Kini Badanku tergeletak tak berdaya, seluruh tubuhku seperti mati rasa, namun aku masih bisa melihat sekelilingku, perlahan kakek yg sebelumnya berpapasan denganku pun menghampiriku, ku pikir dia ingin membantuku namun ternyata tidak, ketika mendekat wujud kakek yang semula terlihat normal malah berubah menjadi sosok yg menyeramkan, wajahnya pucat dengan lingkaran matanya yg terlihat bolong tak berisi, dia menyeringai sembari mengarahkan telunjuknya kepadaku, kesadaranku kini semakin habis tak kuat melihat sosok yg kini berdiri di hadapanku. Sebelum aku benar2 hilang kesadaran dari kejauhan aku mendengar suara bapak memanggil-manggil namaku. Tepat saat bapak menghampiriku sosok kakek menyeramkan itu pun menghilang tanpa bekas. Bapak pun kaget melihat kondisiku yang tergeletak lemah di depan toilet
"Ya Allah nak fahmi, ada apa sampai tergeletak disini" tanya bapak sembari membantuku bangkit. Aku yg masih dalam kondisi lemas dan tidak sanggup berkata-kata untuk menjawab pertanyaan bapak. Segera bapak memberiku minum dan menyandarkan tubuhku. Setelah kondisiku agak membaik aku menjelaskan kepada bapak sosok yg baru saja aku jumpai.
"Seperti memang niat kita untuk ke rumah uwak banyak sekali mendapatkan halangan, kita harus kuat nak, jangan sampai lengah, terus berdzikir dalam kondisi apapun supaya tidak mudah diganggu" pesan bapak kepadaku yg masih duduk bersandar di depan toilet.
"Ayo nak bapak bantu berjalan ke mobil, kita harus melanjutkan perjalanan, sekarang biar bapak saja yg mengemudi"..
Aku hanya menuruti saja perkataan bapak, dan memang kondisiku saat ini masih sangat lemah.
Ketika sampai di mobil della terlihat sedang tidur, aku pun duduk di kursi depan sementara bapak kini mengambil alih kemudi. Kami pun melanjutkan perjalanan ke rumah uwak. Bapak terlihat tak hentinya merapalkan doa2 selama perjalanan. Aku pun mengikuti apa yg dilakukan bapak.
Akhirnya kini kami tiba di rumah uwak, terlihat uwak sudah berdiri di depan rumahnya seakan beliau sudah tau akan kedatangan kami ke rumahnya. Bapak segera memarkirkan mobil tepat di depan rumah uwak. Kami pun segera turun, uwak yg melihat kondisiku segera menghampiri dan membantuku untuk berjalan, sementara bapak membantu della untuk turun dan membawanya masuk ke dalam rumah. Setelah kami semua berada di dalam, uwak memberikanku segelas minuman berwarna hitam seperti kopi, namun aromanya seperti cengkeh dan rasanya sedikit pahit.
"habiskan minuman itu nak supaya badanmu kembali pulih" pinta uwak kepadaku. Aku pun segera menghabiskan minuman itu. aneh, padahal aku ataupun bapak belum bercerita apapun, tapi uwak seperti sudah mengetahui apa yg baru saja aku alami.
"Beberapa hari ini saya selalu mendapatkan mimpi yang tak biasa, seperti menjadi sebuah pertanda. Masalah ini sekarang sudah bukan main2 lagi, saya harus meminta bantuan seseorang untuk mengatasinya" tutur uwak sembari menghisap sebatang rokok lisong ditangannya.
"Minta bantuan dengan siapa wak?". Tanya bapak..
"Kawan lama, dulu kami seperguruan, namun dia belajar lebih lama ketimbang saya, jadi ilmunya lebih tinggi, dia tinggal di kabupaten sebrang dan memang sudah lebih dari 15 tahun saya tidak pernah menemuinya lagi, kalau semua memungkinkan besok kita berangkat kesana"
Aku dan bapak hanya mengangguk mendengar usulan uwak untuk meminta bantuan ke tempat kawan lamanya. Bapak pun sepertinya tidak mengetahui perihal kawan lama uwak ini.
Kini uwak terlihat mengahampiri della, telapak tangannya memegang bagian kepala della sambil mulutnya merapalkan sesuatu.
"di dalam tubuh della saat ini bukanlah sepenuhnya della, tubuhnya disini namun jiwanya seperti terbelenggu, di dalam tubuhnya seperti ada sebuah parasit yg selalu mencoba mengambil alih kesadarannya, ini bukan seperti kerasukan biasa"
Perkataan uwak sontak membuatku bingung, bapak pun sepertinya demikian, terlihat dari mimik wajahnya yg mengererut. Parasit seperti apa yg dimaksud oleh uwak yg berada dalam tubuh della?.
"Lalu apa della bisa dikembalikan seperti sedia kala wak?, saya tidak ingin sesuatu yg buruk terjadi dengan anak saya".. Kini terlihat kekhawatiran bapak dan juga raut kesedihan yang tidak bisa lagi ditutupinya. Perasaanku saat ini pun sama dengan bapak, ditambah dengan ketidak pahamanku akan sesuatu yg berbau metafisika seperti ini.
"Insha Allah, saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk della, kita tidak boleh putus harapan. semoga Allah memberikan jalan terbaik untuk kita semua". Ucap uwak mencoba meyakinkan bapak.
Tak terasa waktu sudah memasuki sore hari ketika aku bangun dari tidurku. Kondisi badanku kini sudah jauh lebih baik sehabis meminum ramuan pemberian uwak dan tertidur beberapa jam. Aku teringat barang-barang di mobil yg belum sempat diturunkan ketika sampai disini, akhirnya aku pun beranjak keluar rumah dan menuju ke mobil. Aku lihat bapak pun masih tertidur di sebelah della, sementara uwak sepertinya sedang di belakang entah melakukan apa.
Setelah selesai menurunkan barang-barang di mobil dan memasukannya ke dalam rumah, aku duduk bersantai di teras rumah uwak sembari menikmati sebatang rokok. Suasana Rumah uwak terasa begitu nyaman di sore hari, rumah panggung yg disekelilingnya masih banyak ditumbuhi pepohonan rindang dan juga terdapat kolam ikan di depannya, ditambah dengan suara burung dan ayam yg saling bersahutan. sungguh suasana desa yg sangat menentramkan pikiran.
"Sedang melamunkan apa nak?". Suara uwak yg muncul tiba-tiba dan hampir mengagetkanku, terlihat uwak membawa dua gelas kopi di tangannya.
"Oh engga wak, saya lagi nikmatin suasana disini aja, tenang banget ya wak disini, jauh dari hiruk pikuk kota" jawabku.
"Yaa begitulah nak, kalau sudah tua seperti uwak ini sudah tidak cocok lagi tinggal di kota, ya di desa seperti ini lah cocoknya. Ini nak dicoba kopi khas dari sini". Sembari duduk uwak menawariku segelas kopi buatannyaa.
Jika saja kondisi della tidak seperti sekarang ini, tentunya ini akan menjadi momen liburan yg menyenangkan, menghabiskan waktu ditengah suasana pedesaan adalah hal yg baik terlebih bagi aku dan della yg terbiasa tinggal dan menghirup udara perkotaan. Namun apa daya saat ini kenyataan berbicara lain.
Diubah oleh caffeine.seeker 23-02-2020 13:17
sirluciuzenze dan 14 lainnya memberi reputasi
15
Tutup