Kaskus

Story

.nona.Avatar border
TS
.nona.
Misteri Kantor Tua


Maaf beribu maaf sebelumnya disini gw biasanya jarang banget dah nulis cerita misteri, tapi nampaknya masyarakat selalu saja kepo dengan yang namanya dunia lain. Walau ada kawan yang menyarankan ga usah lah di tulis biarkan saja cerita ini hilang di telan zaman. Dan sayang nya gw juga bukan penulis idealis dan punya banyak penggemar layaknya artis.

hanya seorang penghobi yang suka menulis, dan merasa sangat senang bila karya kita dibaca bahkan harga yang di tulis pun hanya recehan yang cukup untuk pengganjal perut di warung kopi. Itu juga karena kaskus berbaik hati telah memberikan sebagian rezekinya untuk kami para penulis lepas yang sering disebut kaskuser. Jadi buat gw tak ada idealisme dalam menulis sebuah karya, yang terpenting menulislah sebagus mungkin agar karya kita bisa di nikmati banyak orang.

Ok nih gan balik lagi ke topik, kisah ini merupakan kisah nyata yang memang terjadi. Namun karakter disini akan gw samarkan semua, begitu juga lokasi kejadian dan dimohon jangan kepo anggap saja cerita ini hanyalah dongeng sebelum tidur karena karakter yang ada gw juga sudah tak tahu dimana rimbanya.

Sebenernya sih kisah ini bersinggungan juga dengan gw tapi dari dulu sebenarnya gw ga begitu sering di ganggu, hanya beberapa kawan berasa sekali gangguan itu. Disini ane berusaha kembali mengumpulkan ingatan yang kejadiannya memang sudah lama sekali sekitar 2004.

Karena bentuk cerita ini layaknya drama thriller jadi kemungkinan besar akan ada cerita yang gw tambahkan dan kurangi, karena cerita ini berdasarkan obrolan dari kawan-kawan yang mengalaminya, dan gw sadur dari ingatan gw di masa lalu jadi masalah detil kejadiannya bisa meleset dari keadaan sebenarnya.

Index

Prolog : scroll ke bawah




Prolog

Kisah ini di mulai dari gw yang saat itu bekerja sebagai buruh tepatnya administrasi gudang di salah satu gedung tua. Berada tak jauh dari Istana sebagai lambang ibukota negara yang banyak sekali gedung-gedung tua peninggalan zaman kompeni. Berada di daerah H tempatnya pun masuk ke dalam sebuah jalan yang diberi nama Jl. P salah satu daerah yang padatnya lumayan sih sebenarnya karena tak jauh dari pusat Ibukota.

Oke ini hari pertama gw kerja, seperti kantor pada umumnya gedung tua itu berbentuk ruko dengan 3 lantai.

Lantai bawah terdapat tumpukan barang yang siap di kirim atau juga yang di retur oleh pihak SPG karena dinilai tidak laku, sedangkan barang di toko harus selalu refresh. Posisi karung yang menumpuk memang terlihat tidak rapih, tapi itulah keadaan kantor cabang tempat gw saat itu berada, dan pusatnya dari tempat gw kerja berada di daerah kota kembang.

Kota indah namun penuh dengan kejutan, maklum kota kembang sering menjadi penyumbang video mesum dari kalangan mahasiswa hingga artis ternama.

Perlu ga ya nama gw disebutkan, nanti kaya forum mesum tetangga sebelah lagi ini cerita hmmm sebagai karakter utama sebut saja nama gw Ardi, dan cukup itu aja jangan pakai usia, tinggi badan, ukuran bra, celana, sepatu bisa-bisa kisah ini jadi forum tetangga kan ga lucu.

Hmmm, mungkin kalian sudah penasarankan bagaimana kelanjutan ceritanya. Oke kita lanjut lagi nanti ya gan semoga cerita misteri ini tidak membuat gan-sist tidur nyenyak karena saking boringnya.


Index


Part 1
Diubah oleh .nona. 23-02-2020 00:02
lina.whAvatar border
NadarNadzAvatar border
nona212Avatar border
nona212 dan 10 lainnya memberi reputasi
11
4K
24
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.6KAnggota
Tampilkan semua post
.nona.Avatar border
TS
.nona.
#18
Part 1

Huffft kereta penuh sesak, maklum kereta ekonomi penuh dengan barang bawaan dari para pedagang dan juga asap dari rokok yang mengepul di udara. Perjalanan dari rumahku lumayan jauh, maka sehabis subuh sudah harus pergi untuk bekerja di tempatku yang baru.

Sebuah perusahaan retail di Indonesia, kereta menderu dengan ringkih maklumlah kereta tua yang berwarna merah biru. Tidak seperti sekarang kereta terlihat terawat dahulu mungkin kambing saja pun masuk, belum lagi penjaja makanan dan para pencopet itu sudah dianggap biasa.

Bahkan pernah beberapa waktu lalu aku juga ikut menanamkan bogem mentah kepada salah satu dari mereka, entah ia mati atau tidak di pukul massa yang jelas kepuasan diri sudah menghakimi copet karena seringkali meresahkan pengguna kereta.

Entahlah, sudah berapa stasiun kulewati pemandangan yang tadinya menghijau berubah menjadi gedung-gedung tinggi. Tinggal satu stasiun lagi, diriku akan turun.

Kuambil sebatang rokok dari saku celana dan segera kunyalakan, beberapa remaja wanita terlihat menghindar ketika asap rokok mengepul di udara. Dalam keheningan kunikmati rasa dengan pandangan menyapu jalan. Dingin menusuk kulit yang tipis, tapi kuenyahkan karena sudah terbiasa.

Inilah kehidupan, jangan malas dan jangan cepat mengeluh apapun itu harus di taklukkan terlebih ini kota besar, kota yang keras dan kejam siapa yang kuat ia akan bertahan sedang yang lemah akan tersingkir dengan pasti.

Akhirnya stasiun yang kutuju pun sudah terlihat oleh mata, kereta pun berhenti tepat di samping peron. Para penumpang pun berdesakan untuk segera turun, seperti tidak ada waktu saja hingga dorong-dorongan. Kulihat ada wanita yang terjatuh, tapi segera dibtolong oleh petugas kereta yang berjaga.

Jadi akupun melanjutkan perjalanan, maklum saja di kota besar ini jangan sok jadi pahlawan salah-salah kita bisa kita tuduh. Entah itu pelecehanlah, atau hal yang lainnya. Setidaknya berhati-hati lebih baik daripada akhirnya mati.

#Bersambung
nyahprenjak
nyahprenjak memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.