Kaskus

Entertainment

c4punk1950...Avatar border
TS
c4punk1950...
Lagu Culametan Met Met Viral, Jangan Ditiru Bahasanya Kasar Gan


Lagu Culametan Met Met Viral, Jangan Ditiru Bahasanya Kasar Gan

Saat ini sedang heboh sosok imut, lucu yang dijadikan lagu tik tok tentu saja plus DJ dengan musik yang oke punya. Aslinya sih hanya suara tanpa musik saja lebih dikenal dengan 'Culametan Met Met' walau tak mengerti artinya bisa ketawa ketiwi melihat sosok si gadis imut yang menyanyikan dengan intonasi sunda yang kental.

Lagu Culametan Met Met Viral, Jangan Ditiru Bahasanya Kasar Gan

Buat yang belum tahu, mungkin yang dikatakan gadis ini bahasa planet Namek bukan ya gan, itu sebenarnya bahasa sunda tapi sangat kasar dan bila di gunakan sehari-hari bisa-bisa kena hajar, apalagi kalau bahasa itu di gunakan oleh orang yang dituakan bisa habis dah di omelin. Bahasa ini lebih sering digunakan kepada teman akrab, atau lagi emosi alias marah-marah.

Liriknya memang lucu, dan tingkah gadis yang bernama Risa yang duduk dibangku SMP kelas VII memang sangat percaya diri, baik teman maupun guru cukup terhibur dengan attitudenya. Maka tak salah ketika membuat hal yang unik, bisa jadi tenar sekejap.



Namun sayang bahasa yang di gunakan cukup kasar dan ini lirik yang ia nyanyikan gan.

Sia mah hirup teh culametan met met, culametan met met. Jiganamah dipentaan deui teh mbung sia mah. Siga na mah kalau ada makanan di meja mangga legleg kusia, teroret teroret” 

Untuk artinya kira-kira teh begini, Kamu tuh hidupnya culametan (suka meminta) met met, culametan met met. Kayaknya kalo dimintain (makanan) kamu pasti enggak mau. Tapi, kayaknya kalau ada makanan di meja, silakan makan aja sama kamu, teroret, teroret”. Itu arti dalam bahasa Indonesia halus, namun kamu dalam bahasa sunda yang di gunakan adalah kasar bisa disamakan dengan bahasa bar-bar biasanya sering dipakai kalau lagi marah-marah.

Kalau di bahasa Jawa mungkin setipe dengan Bahasa Ngoko kasar, tapi bahasa sunda ini dinilai lebih kasar lagi dibandingkan ngoko kasar. Biasanya bahasa sunda kasar intonasi suara juga agak terbawa emosi, sering di pakai untuk teman sebaya atau sedang humor diantara teman.

Tapi karena yang menyanyikan sosok gadis imut, lucu dan menggemaskan. Bahkan dibuat versi remix oleh DJ yang tidak tahu siapa orangnya. Lagu itupun menjadi viral, dan juga banyak di pakai di tik tok.

Lagu Culametan Met Met Viral, Jangan Ditiru Bahasanya Kasar Gan

Disinilah lagi dan lagi yang viral adalah hal yang lucu dan simple, maka sang penyanyi pun diundang sana-sini hingga media tv. Sangat disayangkan kalau anak-anak sekarang terinspirasi viral dan terkenal dengan cara instant yang unik, bahkan dengan bahasa kasar.

Tapi inilah bisnis, ada gula ada semut kontent receh yang seperti ini di suka banyak orang maka jangan salahkan media sekarang pun menjadi receh kualitasnya, bila bisnis terlalu idealis maka ia akan tersingkir. Maka nikmatilah konten receh yang viral hari demi hari karena anak-anak sekarang suka dengan hal itu.

Jangan salahkan siapa-siapa ya gan, dinikmati saja. Saya c4punk see u next thread.




emoticon-I Love Indonesia

"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
--------------------------------------
Tulisan : c4punk@2020
referensi : klik
Pic : google

emoticon-Rate 5 Staremoticon-Rate 5 Staremoticon-Rate 5 Star

Lagu Culametan Met Met Viral, Jangan Ditiru Bahasanya Kasar Gan
Lagu Culametan Met Met Viral, Jangan Ditiru Bahasanya Kasar Gan
Lagu Culametan Met Met Viral, Jangan Ditiru Bahasanya Kasar Gan

GIF



Diubah oleh c4punk1950... 16-02-2020 13:45
anasabilaAvatar border
sebelahblogAvatar border
4iinchAvatar border
4iinch dan 27 lainnya memberi reputasi
26
26.1K
170
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
The Lounge
KASKUS Official
1.3MThread107.4KAnggota
Tampilkan semua post
c4punk1950...Avatar border
TS
c4punk1950...
#26
Quote:


Bener banget dulunya memang begitu, sekalian tak tambahin ya kenapa dari bahasa egaliter jadi bahasa ada undak usuknya.

Kalau sekarang ada 3 tingkatan dalam basa/Bahasa Sunda yaitu basa kasar, basa loma (akrab), basa hormat/lemes (santun).

Sejarah Tatar Sunda bahwa pada mulanya Priangan hanya terdapat dua daerah yang berdiri sendiri, yaitu Sumedang dan Galuh. Pada 1595 Galuh dikuasai oleh Mataram di bawah pemerintahan Panembahan Senopati.

Lalu setelah kekuasaan Mataram beralih ke tangan Sultan Agung, Sumedang pun berserah diri kepada Mataram. Pada perjalanannya, pembagian wilayah Priangan mengalami beberapa perubahan.

Pasca pemberontakan Dipati Ukur, berdasarkan Piagam Sultan Agung, Priangan di luar Galuh terdiri dari Sumedang, Sukapura, Bandung, dan Parakan Muncang.

Salah satu dampak dari kekuasaan Mataram di tatar Sunda adalah adanya hierarki sosial melalui bahasa. Bahasa Sunda yang sebelumnya tidak mengenal stratifikasi, pelan-pelan mulai mengenal tingkatan yaitu halus, sedang dan kasar yang mengadopsi tingkaran bahasa Jawa yang menerapkan bahasa kasar/ ngoko dan bahasa halus/ kromo.

Hal ini menunjukkan, atau mencerminkan, hierarki bahasa yang juga sudah lebih dulu dikenal di pusat-pusat kekuasaan Mataram di Jawa yang menerapkan tingkatan bahasa yakni strata krama inggil-krama madya-ngoko dalam bahasa Jawa diadaptasi menjadi lemes-sedeng-kasar dalam bahasa Sunda. .

Jadi bisa dikatakan adanya hierarki/tingkatan bahasa dalam bahasa sunda di tatar sunda, terjadi setelah abad ke-17 saat tatar sunda ditaklukkan kerajaan Mataram dan menancapkan pengaruhnya ke dalam tatanan sunda.

Hingga tahun 1600-an, orang Sunda sama sekali tidak mengenal undak-usuk (tingkatan) dalam berbahasa. “Pada masa era kerajaan Sunda seperti Pajajaran berjaya, bahasa Sunda adalah bahasa yang sangat egaliter dan demokratis,” ungkap Ajip Rosidi, salah seorang Sastrawan Sunda dalam sebuah wawancara.

Kenyataannya, semua naskah yang berasal dari masa Kerajaan Sunda abad ke-16 seperti Sanghyang Siksakandang Karesian (1518) dan Carita Parahyangan (sekitar 1580) menggunakan bahasa yang sangat egaliter.

Termasuk dalam manuskrip-manuskrip Sunda tua serta prasasati-prasasti sebelum abad ke-17, kata-kata dalam bahasa lemes (halus) bisa dikatakan tidak ada.

“Bahasa Sunda yang sekarang mengenal undak usuk basa, atau tingkatan berbahasa, juga tata krama berbahasa, yang mengatur bagaimana cara berkomunikasi dengan orang lain berdasarkan usia, pangkat dan jabatan, atau bahkan garis keturunan, dll merupakan hasil interaksi kebudayaan yang melibatkan kekuasaan politik yakni feodalisme Mataram dan kolonialisme Belanda.

Secara garis besar Undak-usuk Basa Sunda/ Tatakrama Bahasa Sunda dibagi menjadi 3 bagian yaitu :

Basa Kasar

Basa Kasar digunakan untuk hewan dan digunakan oleh orang yang sedang marah. Bahasa kasar sebenarnya kurang patut diucapkan di hadapan siapapun, namun bahasa kasar ini masih sering digunakan ketika seseorang sedang marah atau beradu mulut. Akan ada kesan tidak sopan jika Anda menggunakan tingkatan bahasa ini.

Basa Loma (akrab)

Basa Loma digunakan untuk orang/teman yang sudah akrab dengan kita (loma/akrab ). Biasanya diucapkan saat berbicara kepada orang yang seumuran atau sudah karib, misalnya teman atau orang yang usianya di bawah kita.

Inilah bahasa Sunda yang umum digunakan kalangan anak muda. Takarannya sedang, tidak terlalu kasar tapi tidak terlalu halus.

Basa Hormat (Lemes)

Basa Hormat biasa digunakan untuk berbicara dengan orang yang pantas dihormat seperti kepada orang yang lebih tua, guru, sesepuh, tokoh masyarakat, pejabat, atasan.

Ketika seseorang menggunakan bahasa halus ini ketika bercakap dengan para sepuh asal sunda.

Apalagi jika ditambah dengan lentong (intonasi), pasemon (roman/ekspresi wajah), rengkuh jeung peta (sikap; gesture) yang baik, maka akan menjadi menaikkan citra diri orang tersebut. Apalagi bagi calon menantu.


emoticon-Toastemoticon-Toastemoticon-Toast
Diubah oleh c4punk1950... 15-02-2020 10:47
cacarakan
Silver Star
actandprove
actandprove dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.