Kaskus

Story

layangkangenmuAvatar border
TS
layangkangenmu
Catatan Terakhir
Catatan Terakhir


Jangan tanyakan pada diri Anda apa yang dibutuhkan dunia. Bertanyalah apa yang membuat Anda hidup, kemudian kerjakan. Karena yang dibutuhkan dunia adalah orang yang antusias

Do not take for granted the things closest to your heart. Cling to them as you would with your life, for without them, life is meaningless

Assalamualaikum, mungkin para kaskuser disini sudah lupa sama saya hehe. Apa kabar semua? Semoga selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Saya berniat untuk mengganti catatan yang hilang pada kisah Perjalanan 200 Hari. Jika semua lancar, insyaAllah updatepun akan cepat. Tak ada paksaan untuk percaya bahwa kisah ini merupakan fiksi ataupun nonfiksi. Tak ada paksaan untuk para kaskuser semua untuk membaca thread membosankan saya. Karena tujuan saya hanya untuk sharing pengalaman hehe. Selamat menikmati


Spoiler for FAQ:


Pembukaan
Part 1
Part 2
Part 3



Diubah oleh layangkangenmu 11-02-2020 20:05
NadarNadzAvatar border
nona212Avatar border
novita412Avatar border
novita412 dan 4 lainnya memberi reputasi
5
941
10
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.6KAnggota
Tampilkan semua post
layangkangenmuAvatar border
TS
layangkangenmu
#6
Part 3 - Pernyataan
Kembali ke kehidupan. Pesanan cukup banyak hari ini, membuatku sedikit kewalahan. Tetapi untung saja berkat bantuan dari teman-teman semua bisa teratasi.
“Mas Gilang, nanti tolong ambil stok dari gudang ya” ucap mba Assyfa
“Baik mba”
“Nanti biar sama saya saja kesana, karena ada berkas yang harus diurus” katanya
“Emm b..baik mba” jawabku sedikit gugup

Ga seperti biasanya aku begini. Kenapa aku tiba-tiba gugup saat bicara dengan atasanku sendiri. Setelah dikabari pihak gudang, aku dan Assyfa bersiap untuk berangkat
“Mau duduk didepan? Dibelakang?” tanyaku
“Emm, tak apa. Ana didepan” jawabnya
“Silahkan” ucapku sambil membukakkan pintu mobil
“Ana ini rekan kerja, bukan majian” katanya tersenyum
“Baik, mba, maaf” aku tetap mempersilahkannya masuk

Kamipun berangkat. Selama perjalanan tanganku ga berhenti gemetaran memegang kemudi. Assyfa bertanya beberapa hal umum padaku, namun aku hanya menjawab singkat saja. Sampai ia menanyakan pertanyaan maut padaku
“Masnya sudah menikah?” tanyanya
“Be..be...belum mba” jawabku
“Semoga lekas dipertemukan dengan jodohnya hhe”
“Aamiin. Mba nya sendiri sudah menikah?” tanyaku
“Alhamdulillah, belum, mas. Ana bahkan belum terfikirkan kesana” jawabnya
“Oh ya? Kenapa mba?” tanyaku penasaran
“Memang nikah itu harus disegerakan, tetapi tidak buru-buru. Dan ana ingin bahagiakan orang tua dulu” katanya
“Oh begitu ya mba”
“Kalau boleh ana tahu, masnya kenapa belum menikah?” tanyanya
“Kurang lebih sama seperti mba hehe” jawabku
“Karena laki-laki ya? Ga takut telat nikah hehe” katanya
“Ga ada kata terlambat mbak. Saya sudah bilang, saya sama seperti mbak. Saya pengen bahagiakan orang tua dulu. Meskipun ibu saya kekeuh pengen saya cepet nikah hehe”
“Lalu masnya ikuti kata ibu?” tanyanya
“Kata ibu, kalau saya ga bisa kenalin dengan salah satu perempuan, ibu akan menjodohkan saya”
“Masnya sudah punya calon?” tanyanya lagi
“Aduh hehe. Jangankan calon mba. Saya deket dengan perempuan aja jarang mbak hehe. Mungkin karena saya terlalu asik dengan karir saya sendiri” ucapku
“MasyaAllah. Ya apapun yang terjadi nanti, pasti itu adalah jalan terbaik buat masnya”
“Aamiin mbak. Ya kalau memang sudah waktunya, saya pasrahkan sama Allah”

Tibalah kami di tujuan. Aku dan Assyfa berpisah untuk kepentingan masing-masing. Aku yang tengah mengangkut stok, sementara mbak Assyfa yang mengurusi apa yang harus ia urusi. Tak disangka pekerjaanku selesai lebih cepat dari perkiraanku. Aku menunggu di mobil sambil mendengarkan musik SKA sembari menunggu Assyfa datang. Beberapa saat aku malah tertidur di mobil. Entah berapa lama tapi saat aku terbangun, aku lihat Assyfa sedang ngobrol didepan mobilku. Menyadari aku yang terbangun, ia langsung datang dan masuk ke mobil.
"Nyenyak yah hehe" katanya
"Eh maaf mbak. Saya ketiduran. Sudah lama ya?"
"Sekitar 20 menit"
"Aduh mbak maaf maaf. Mari mbak kita berangkat"
"Ana sengaja ga membangunkan, takutnya masnya lagi kecapean. Jadi ana biarkan. Supaya nanti bisa kerja dengan maksimal" katanya
“Tapi kan,,,,”
“Yasudah, ayo berangkat. Oh iya, nanti kita mampir dulu ke tempat makan teman ana ya, kita bawa sedikit makanan untuk rekan yang lain” ucapnya
“Emm baik mba”

Kamipun meluncur ke tempat yang dimaksud Assyfa. Selama perjalanan aku lebih banyak diam sekarang. Aku benar-benar merasa sudah melakukan tindakan bodoh. Apalagi dihadapan atasanku. Setelah membeli makanan, kami langsung melanjutkan perjalanan menuju kantor. Sampailah kami di kantor. Para laki-laki membantu dalam penurunan barang, sementara Assyfa membagikan makanan pada rekan lainnya. Singkat saja. Pekerjaan hari ini telah selesai. Aku mendapat chat dari Dimas bahwa ia ingin bertemu dan ngajak kumpul bareng beberapa temen-temen kantor. Awalnya aku menolak karena udah cape, tapi ia memaksa dengan embel-embel traktir, jadi ya dateng aja deh. Bercanda ko, masa iya diajak kumpul nolak. Ga tiap waktu juga bisa kumpul. Aku datang menggunakan mobil sendirian karena kebetulan aku masih belum sampai rumah juga. Beberapa menit kemudian aku tiba di kafe yang sudah ditentukan. Aku masuk, dan mengatakan pada pelayan meja atas nama Dimas. Kulihat Dimas sedang duduk sendiri sambil memegang sebuah buku kecil.
“Assalamualaikum” ucapku
“Waalaikumussalam, dateng juga lo, Lang” katanya
“Yang lain pada kemana?” tanyaku
“Kalau gue bilang cuma ngajakin lo, pasti lo ga akan dateng haha”
“Ah elu, gue lagi cape juga”
“Tenang, gue ga sendiri kok. Istri gue lagi dijalan kesini dari rumah temennya” katanya
“Oh, sendiri dia?” tanyaku
“Engga, sama temennya juga. Tar juga lo bakal tau” katanya

Sekitar dua puluh menit kemudian, ada dua orang wanita datang menghampiri kami dan duduk bersama kami. Kedua wanita itu adalah Zahra dan Assyfa.
“Assalamualaikum mas” ucap Zahra sambil salim pada Dimas
“Waalaikumussalam” jawab Dimas
“Maaf ya, bikin kalian nunggu lama” kata Zahra
“Gapapa kok” kata Dimas

Assyfa tersenyum pada Dimas dan padaku, kemudian ia tertunduk dan duduk disebrangku dan Dimas.
“Ada apa ini Dim? Kita ada rapat?” tanyaku
“Iya, ada rapat. Penting banget malah” katanya
“Gue abis bikin masalah ya?” tanyaku
“Engga, ga ada masalah kok”
“Lha terus?” aku penasaran
“Jadi gini, langsung to the point aja. Apa mas Gilang bersedia untuk ta’aruf sama Assyfa?” ucap Zahra
“Ini apaan sih, Dim?” aku sedikit kaget
“Ya itu, Lang. Assyfa ingin ta’aruf sama lo. Lo bersedia ga? Untuk saling mengenal satu sama lain, dan lo tau sendiri kan ta’aruf seperti apa?” kata Dimas
“Emm . . . gue . . . kebelakang sebentar ya” ucapku
“Lah, jangan gitu lah. Ini udah dateng lho”
“Engga, engga, gue balik lagi kok. Gue mau nelepon ibu” ucapku
“Oh, okey”

Aku pergi keluar kafe sebentar. Jujur saja, tanganku sedikit gemetar ketika mengambil handphone dari saku celanaku. Apalagi aku jarang dekat dengan perempuan, dan sekarang tiba-tiba ada seseorang yang ingin ta’aruf denganku. Aku menekan tombol dan menelefon ibu.
“Assalamualaikum” ucap ibu
“Waalaikumussalam, bu”
“Iya nak, tumben malem-malem nelefon. Ada apa nak?”
“Gilang langsung aja ya bu”
“Ada apa? Kayanya serius banget” ucap ibu
“Ada yang mau ta’aruf dengan Gilang, bu” ucapku
“Oh ya? Terus, kamu bersedia?” tanya ibu
“Emm sebenernya Gilang agak gugup bu. Gilang juga....”
“Kalau sekiranya kamu ga yakin, gapapa. Ibu memang ingin kamu cepat nikah, tetapi ga dipaksakan harus cepat juga”
“Gilang juga mau minta izin sama ibu” ucapku
“Ya, kalau kamu yakin, jalani aja nak, jangan lupa bismillah” kata ibu
“Iya bu. Doain Gilang ya bu”
“Ibu pasti doakan kamu”
“Yaudah Gilang tutup dulu ya bu. Nanti Gilang kabari lagi. Assalamualaikum”

Aku kembali kedalam kafe dan aku kembali bergabung bersama mereka. Saat itu juga Dimas langsung bertanya padaku
“Gimana Lang? Atau lo mau berfikir dulu? Mungkin terlalu ngedadak ya?” kata Dimas
“Bismillah, baik, gue bersedia, Dim. Mba Zahra”


Arikempling78
Arikempling78 memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.