Kaskus

Story

caffeine.seekerAvatar border
TS
caffeine.seeker
CINTA DAN PETAKA? (HORROR REAL STORY)
CINTA DAN PETAKA? (HORROR REAL STORY)

Hallo para kaskuser dimanapun berada. Izinkan saya untuk bercerita tentang pengalaman hidup saya sendiri. Ya, Setelah cukup lama berada pada zona "silent reader" di kaskus ini, akhirnya saya memutuskan untuk menuliskan kisah saya sendiri. Semoga kisah yang saya tuliskan ini memiliki manfaat bagi yang membacanya entah sebagai hiburan atau referensi pembelajaran.

Nama tokoh dan tempat kejadian dalam cerita ini akan saya samarkan untuk menjaga privasi masing-masing pihak yang terlibat di dalamnya.

Sebelumnya mohon maaf apabila tulisan saya jauh dari kata sempurna, baik dari segi teknis maupun pemilihan kata, karena ini thread pertama saya. Silahkan berkomentar apapun selama tidak mengandung ujaran kebencian dan menyudutkan pihak tertentu, Support dan masukan positif dari agan semua akan sangat membantu perkembangan thread ini dan juga bagi saya untuk lebih baik kedepannya.

Kisah yang akan saya tuliskan ini adalah kisah nyata yang saya alami kurang lebih 9 tahun lalu tepatnya di rentang tahun 2011. pada tahun itu adalah tahun pertama saya masuk kuliah, dan menjadi awal mula dari semua kisah ini.

Nantinya saya akan menceritakan kisah ini ke dalam beberapa part yang akan saya update secara berkala, saya juga akan berusaha menceritakannya sedetail mungkin dari awal hingga akhir kejadian yang saya alami ini.

Terima kasih dan selamat menikmati kisah saya

Spoiler for Prologue:



Spoiler for Part I - awal masuk kampus:


PART INDEX


PART-II
PART-III
PART-IV
PART-V
PART-VI
PART-VII
PART-VIII
PART-IX
PART-X
PART-XI
PART-XII
PART-XIII
PART-XIV
PART-XV
PART-XVI
PART-XVII
PART-XVIII
PART-XIX
Diubah oleh caffeine.seeker 19-12-2021 18:57
meqibaAvatar border
sulkhan1981Avatar border
sirluciuzenzeAvatar border
sirluciuzenze dan 44 lainnya memberi reputasi
45
30.7K
206
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
caffeine.seekerAvatar border
TS
caffeine.seeker
#9
PART V

Duk.. Duk.. Dukk...
suara ketukan atau lebih tepatnya lebih terdengar seperti gedoran di kaca jendela mobilku yang cukup mengagetkanku ditengah kebingungan yang sedang aku rasakan. Sontak aku menoleh kearah kanan mobilku, kulihat sosok laki2 paruh baya sedang berdiri diluar mobilku dengan tatapan yang kurang bersahabat. Ku beranikan diri membuka kaca mobilku..
"Ada yang bisa saya bantu pak?" Tanyaku singkat dengan sedikit gemetar di bibirku.
"Jalan! Jangan berhenti disini, jalan terus!!" Jawab bapak itu dengan nada sedikit membentak. Aku bermaksud ingin menjelaskan apa yang baru saja aku alami, namun belum sempat aku menceritakan, bapak itu malah menunjukan tangannya ke arah jalan di depanku sambil matanya memelototi ke arahku. Aku hanya bisa menuruti perkataannya saat itu dan langsung tancap gas.

Hari sudah mulai gelap dan saat ini aku masih berada entah dimana, yang jelas aku berada di tengah jalur yang dikelilingi hutan disepanjang jalannya, tanpa ada sedikitpun penerangan, sumber cahaya satu2nya adalah lampu mobilku sendiri. Aku mencoba terus menyusuri jalan ini, sambil berdoa dalam hati agar aku cepat keluar dari area hutan liar yang penuh kegelapan ini. Tidak ada tanda2 kendaraan lain yang melintasi jalur ini, hanya mobilku sendiri lah yang melintas. Mencekam, suasana itu lah yang aku rasakan saat itu, aku mencoba melawan ketakutanku sambil terus menyusuri jalan ini. Entah sudah berapa lama aku mengemudikan mobilku ditengah kegelapan hutan ini, sampai akhirnya aku melihat sumber cahaya di kejauhan, setitik cahaya berwarna kemerahan, aku sedikit lega karena pikirku itu mungkin cahaya dari pemukiman warga di depan sana.

Kulajukan mobilku mendekati sumber cahaya itu, cahaya yang semula hanya setitik kini terlihat semakin besar pancarannya, namun mataku masih belum bisa menangkap cahaya apa itu, hingga akhirnya ketika jarak mobilku dengan cahaya itu hanya tinggal beberapa puluh meter lagi, cahaya itu malah terlihat bergerak tidak beraturan dan tiba2 cahaya itu seperti membelah diri, yang semula kulihat hanya satu titik cahaya, kini ada sekitar 8 sampai 10 titik cahaya.
"Astagfirullah!!" Ucapku kaget dengan apa yang baru saja aku saksikan. Kini titik2 cahaya itu malah terlihat bergerak masuk ke arah hutan. Aku hanya bisa terdiam menyaksikan hingga akhirnya titik2 cahaya itu menghilang ditengah kegelapan hutan. Aku menurunkan kecepatan mobilku, dan coba memperhatikan sekelilingku yang kini sejauh mata memandang hanya kegelapan hutanlah yang kembali terlihat.

Aku putuskan untuk terus berjalan sambil mulutku yang terus berdoa. sampai akhirnya ditengah ketakutanku hpku berbunyi tanda panggilan masuk. Aku cepat2 raih hpku, dan ternyata itu della, segera aku angkat panggilan itu, namun belum sempat aku bicara, suara della terlebih dahulu memotong
" ami kamu dimanaa?! Hp km kenapa ga bisa dihubungin daritadi? Km baik2 aja kann?!! " Terdengar nada suara panik dari della diiringi dengan tangisan. Tidak ingin menambah kepanikannya aku berusaha untuk menjawab setenang mungkin agar dia tidak terlalu mengkhawatirkanku meskipun kondisiku pun saat ini sedang ketakutan.
"Aku masih di jalan del, sebentar lagi sepertinya masuk kawasan pemukiman, tadi ada kecelakaan dijalan makanya jadi terhambat, aku baik2 aja kok" jawabku berusaha menenangkan della.

Setelah menutup telfon, aku melihat jam di hp ku, alangkah kagetnya ternyata waktu sudah menunjukan jam 8 malam, itu berarti sudah 2 jam lebih aku berada dikawasan hutan ini. Sungguh aneh, karena perasaanku aku belum berjalan selama itu..tapi sudahlah aku tidak mau terlalu memikirkan hal itu.
Tak lama gpsku pun kembali mendapatkan sinyal, dan kembali muncul informasi bahwa dari tempatku berada saat ini menuju rumah della hanya tinggal beberapa puluh kilometer lagi, dan alangkah leganya lagi ketika aku mulai melihat kendaraan lain yang melintas di depanku maupun dari arah berlawanan setelah sedari tadi aku tidak menemui satupun kendaraan lain.

Benar saja, kini aku sudah memasuki kawasan pemukiman yang sebelumnya diceritakan della, dan terlihat juga beberapa kendaraan yang lalu lalang, sungguh lega batinku saat itu. Aku ambil hpku kembali bermaksud menelfon della dan mengabari jika aku sudah dekat. Della pun menjelasakan agar nanti aku masuk ke perumahan ****** ****. Dan dia memberitahu ciri2 rumahnya yang berpagar warna kuning.
Akhirnyaa sampai lah aku di perumahan yang dimaksud, tanpa ragu aku masuk ke kawasan perumahan tersebut, dan mulai mencari rumah dengan ciri2 yang dijelaskan della..

Tepat jam setengah 10 malam aku sampai di rumah della, ku lihat dia sudah duduk di teras rumahnya bersama kedua orangtuanya menunggu kedatanganku, della pun langsung menyambutku, begitupun kedua orangtuanya yang terlihat hangat menyambutku. Tanpa berlama lama aku segera dipersilahkan masuk. Sungguh kebahagiaan yang sulit aku gambarkan dengan kata2 saat akhirnya aku bisa tiba dengan selamat di rumah Della. aku tidak ingin merusak momenku dengan menceritakan apa yang aku alami sepanjang perjalananku saat ini jadi aku lebih memilih untuk bersikap tenang seakan akan tidak terjadi apapun. Anganku sudah membayangkan hal2 menyenangkan yang akan aku lakukan bersama della di tanah kelahirannya. Meskipun kenyataannya tidak seindah anganku diawal.
Diubah oleh caffeine.seeker 30-01-2020 23:07
edam
arip1992
sirluciuzenze
sirluciuzenze dan 12 lainnya memberi reputasi
13
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.