Kaskus

Story

caffeine.seekerAvatar border
TS
caffeine.seeker
CINTA DAN PETAKA? (HORROR REAL STORY)
CINTA DAN PETAKA? (HORROR REAL STORY)

Hallo para kaskuser dimanapun berada. Izinkan saya untuk bercerita tentang pengalaman hidup saya sendiri. Ya, Setelah cukup lama berada pada zona "silent reader" di kaskus ini, akhirnya saya memutuskan untuk menuliskan kisah saya sendiri. Semoga kisah yang saya tuliskan ini memiliki manfaat bagi yang membacanya entah sebagai hiburan atau referensi pembelajaran.

Nama tokoh dan tempat kejadian dalam cerita ini akan saya samarkan untuk menjaga privasi masing-masing pihak yang terlibat di dalamnya.

Sebelumnya mohon maaf apabila tulisan saya jauh dari kata sempurna, baik dari segi teknis maupun pemilihan kata, karena ini thread pertama saya. Silahkan berkomentar apapun selama tidak mengandung ujaran kebencian dan menyudutkan pihak tertentu, Support dan masukan positif dari agan semua akan sangat membantu perkembangan thread ini dan juga bagi saya untuk lebih baik kedepannya.

Kisah yang akan saya tuliskan ini adalah kisah nyata yang saya alami kurang lebih 9 tahun lalu tepatnya di rentang tahun 2011. pada tahun itu adalah tahun pertama saya masuk kuliah, dan menjadi awal mula dari semua kisah ini.

Nantinya saya akan menceritakan kisah ini ke dalam beberapa part yang akan saya update secara berkala, saya juga akan berusaha menceritakannya sedetail mungkin dari awal hingga akhir kejadian yang saya alami ini.

Terima kasih dan selamat menikmati kisah saya

Spoiler for Prologue:



Spoiler for Part I - awal masuk kampus:


PART INDEX


PART-II
PART-III
PART-IV
PART-V
PART-VI
PART-VII
PART-VIII
PART-IX
PART-X
PART-XI
PART-XII
PART-XIII
PART-XIV
PART-XV
PART-XVI
PART-XVII
PART-XVIII
PART-XIX
Diubah oleh caffeine.seeker 19-12-2021 18:57
meqibaAvatar border
sulkhan1981Avatar border
sirluciuzenzeAvatar border
sirluciuzenze dan 44 lainnya memberi reputasi
45
31K
206
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
33.1KThread•55.2KAnggota
Tampilkan semua post
caffeine.seekerAvatar border
TS
caffeine.seeker
#6
Part IV -

Hari demi hari berlalu setelah cerita della kepadaku mengenai mantannya. Jujur, aku sama sekali tidak memikirkan masalah itu secara serius memang karena aku sendiri pun saat itu tidak paham soal benda yang memiliki kekuatan tertentu atau semacamnya. Bagiku itu hanya bagian kisah della yang sudah menjadi masa lalu dan tidak akan membawa pengaruh apapun di kehidupannya saat ini.

Kedekatanku dengan della terus berlanjut, kami makin intens berkomunikasi, baik di dalam ataupun diluar kampus, dan hampir setiap weekend pun kami pergi bersama. Sampai akhirnya kami memutuskan untuk berpacaran.

Saat itu masa liburan semester tiba, sebelumnya della sudah memberitahuku bahwa dia ingin pulang ke rumah orangtuanya di sumatra sana saat liburan semester. Aku pun menawari untuk mengantarkannya ke bandara, dan ia pun mengiyakan

Hari itu sejak pagi hari aku sudah sampai di kost della, memenuhi janjiku untuk mengantarnya ke bandara. Ketika sampai di bandara, sebelum dia masuk ke area keberangkatan, della berpesan kalau aku mau nanti aku diperbolehkan untuk menyusulnya kesana untuk liburan di tanah kelahirannya.
"Insha Allah nanti aku usahakan ya del" jawabku atas tawaran della. Setelah itu della pun berangkat.

Waktu berlalu, sampai akhirnya saat itu aku putuskan untuk memenuhi tawaran della untuk berlibur ke tempat orangtuanya, pikirku saat itu sembari aku jg ingin mengenalkan diri dengan orangtua della. Aku berencana untuk mengendarai mobil dari jakarta ke sumatra, meskipun aku belum pernah menjelajahi sumatra melalu jalur darat tapi aku punya pengalaman mengendarai mobil jarak jauh jakarta-bali. Jadi pikirku secara fisik aku tidak akan masalah. Awalnya della sempat meragukan rencanaku yg ingin pergi melalu jalur darat, tapi setelah aku yakinkan akhirnya dia pun mengizinkaku dan berpesan kepadaku agar jangan sampai masuk waktu malam ketika melewati jalur trans sumatra karena alasan keamanan.

Akhirnya hari itu pun tiba, hari dimana dimulainya pengalaman yang tak akan aku lupakan hingga saat ini. Setelah mencari cari informasi mengenai jalur trans sumatra aku akhirnya mempersiapkan diriku untuk perjalanan panjang ini, dengan hanya bermodalkan gps di mobilku aku beranikan diri untuk melakukan perjalanan yang sebelumnya belum pernah aku lalui. Hari itu, tepat jam 12 malam aku putuskan untuk berangkat dari rumah menuju pelabuhan merak. Tidak lupa aku mengabari della sebelum berangkat, dan dia berpesan agar aku berhati hati dan jangan memaksakan diri jika mengantuk di jalan.

4 jam perjalanan yang tempuh aku sudah sampai di pelabuhan, perkiraanku aku akan sampai di bakauheni nanti sekitar jam 6 atau jam 7 pagi. Perjalanan lautku dari merak menuju bakauheni pun alhamdulillah lancar, sesuai perkiraanku kapal yang aku tumpangi sudah bersandar di bakauheni tepat jam 7 pagi. Aku bersiap2 cuci muka dan sebagainya sebelum melanjutkan perjalananku. Aku pun mengabari della, dan dia bilang perjalanan dari bakauheni menuju tempat tinggalnya akan memakan waktu 12-13 jam perjalanan, namun bisa lebih cepat tergantung kondisi jalan atau kecepatan berkendaraku. Oke, aku perkirakan nanti jam 7 atau jam 8 malam aku sudah sampai ditempatnya. Jam itu belum terlalu malam pikirku. Kulajukan mobilku dan memulai perjalanan darat pertamaku di tanah sumatra, rasa semangat dan perasaan rinduku dengan della yang menjadi motivasiku untuk melalui perjalanan panjang ini. Sepanjang perjalanan pemandangan kebun karet dan kebun sawit di kiri kanan jalan menjadi teman perjalananku, dengan beberapa desa yang jaraknya cukup berjauhan satu dengan yang lainnya.

Tak terasa waktu sudah menunjukan jam 12 siang, dan ketika itu aku memasuki kawasan yang bisa dibilang sebuah perkotaan, karena banyak terdapat ruko2 besar disekitarnya bahkan terdapat pusat perbelanjaan. Aku pun memutuskan berhenti sebentar di pusat perbelanjaan itu untuk makan siang, karna aku lihat ada restoran cepat saji di dalamnya. Sembari istirahat makan siang aku coba melihat GPS ku, menurut informasi di GPS waktu tempuhku menuju tempat della menyisakan 6 jam perjalanan lagi, pikirku sepertinya aku akan sampai ditujuan lebih cepat.
Ku selesaikan segera makan siangku dan melanjutkan perjalanan, agar bisa secepatnya sampai.

Setelah melewati kawasan perkotaan tadi, aku kembali memasuki kawasan dimana mayoritasnya adalah kawasan perkebunan karet dan sawit, serta beberapa kawasan hutan liar. Kulajukan mobilku dengan cepat dan tetap berhati hati karena memang kondisi jalan yang sepi dan waktu yang sudah menuju sore hari. Ditengah perjalanan aku kembali berhenti untuk mengisi bahan bakar, saat itu waktu menunjukan jam 3 sore, aku pun sempat bertanya kepada petugas pom bensin benarkah perjalanan menuju tempat tujuanku menyisakan 3 jam perjalanan lagi, dan petugas pom itu pun meng iyakan pertanyaanku. Mendengar informasinya aku semakin percaya diri bisa sampai ke tempat della sebelum gelap, segera kulajukan lagi mobilku setelah selesai mengisi bahan bakar.

Namun Ditengah perjalanan hal yang tidak kuduga terjadi, setelah berjalan beberapa kilometer dari pom bensin aku mendapati antrian kendaraan di jalur yang aku lalui, aku coba mencari informasi penyebab antrian tersebut karena sedari awal perjalananku tidak pernah ada antrian kendaraan di jalan. Usut punya usut, Rupanya terjadi kecelakaan tunggal sebuah mobil travel yang terguling di jalur tersebut, dan badan mobil itu menutupi setengah bagian jalan, karena proses evakuasi yg tengah berlangsung, akhirnya kendaraan lain harus melewati jalur secara bergantian, inilah yang menyebabkan antrian cukup lama. Aku pun mulai cemas karena perjalananku pasti akan tidak sesuai dengan perkiraan awal, mungkin aku bisa terkena malam sebelum sampai ke rumah della.

Kurang lebih 40 menit aku menunggu antrian hingga akhirnya mobilku bisa melewati mobil travel yang terguling itu, terlihat kondisinya cukup parah dan masih ada beberapa korban yang blm di evakuasi. Setelah berhasil melewati tkp, aku langsung tancap gas melanjutkan perjalananku karena khawatir akan terkena malam hari sebelum sampai ditujuan, dan jalur yang kulalui saat ini pun mayoritas hutan2 liar dengan kondisi jalan yang lumayan berkelok.

Kulajukan mobilku kilometer demi kilometer, hutan demi hutan dan perkebunan aku lalui, hingga akhirnya aku menyadari sesuatu kalau GPS ku ternyata hilang sinyal, tidak lagi terdapat informasi sisa jarak dan waktu tempuh yg sedari awal menjadi acuanku. Akhirnya aku acuhkan hal tersebut dan mencoba tetap fokus karena aku yakin jalur ini satu2nya jalur untuk sampai ke tujuanku, berarti aku hanya tinggal mengikuti saja, sambil menunggu sinyal di GPS ku kembali, pikirku saat itu.

Lama aku melalui jalan ditengah hutan liar dan sangat jarang sekali aku menemui kendaraan lain baik yang berada di satu jalur ataupun kendaraan dari arah yang berlawanan. Sampai akhirnya aku menemui sebuah mobil yang berjalan pelan di depanku, dari kejauhan aku merasa tidak asing dengan mobil itu, semakin dekat aku menyadari mobil itu sangat mirip dengan mobil travel yang tadi mengalami kecelakaan, aku hanya berpikir mobil itu adalah mobil satu armada travel dengan mobil yang sebelumnya kutemui mengalami kecelakaan, tidak ada pikiran dan perasaan aneh saat itu, hingga akhirnya aku salip mobil tersebut. dan setelah melewatinya beberapa meter aku coba melihat kondisi belakang melalui spion tengah mobilku, dan aku tidak melihat mobil yg sebelumnya aku salip. Aneh pikirku, karena harusnya mobil itu masih terlihat namun ini menghilang tak berbekas. Kucoba utk terus melajukan mobilku dan tidak memperdulikan mobil travel tadi, namun beberapa menit kemudian aku bertemu lagi dengan mobil travel tersebut yang entah bagaimana caranya mobil itu kembali berada di depanku dan berjalan dengan kecepatan yang sama. Perasaanku pun mulai merasakan keanehan, namun aku tetap coba utk melajukan mobilku. Kusalip lagi mobil travel itu, kali ini sembari ku perhatikan dengan seksama kondisi mobil tersebut, tidak ada yang aneh hanya saja kaca film mobil ini sangat gelap dan tidak terlihat bagian dalamnya. Begitupun bagian kaca film depan yang sangat gelap dan hampir tidak terlihat penumpang di dalamnya.

Setelah kulewati lagi mobil itu, beberapa meter kemudian aku coba kembali melihat bagian belakang melalui spion tengah, dan kembali mobil yang kusalip hilang tak berbekas. Perasaan aneh mulai menyelimutiku seirama dengan jantungku yang mulai berdetak cepat. aku mulai cemas ketika menyadari sesuatu bahwa sedari tadi aku tidak menemui mobil lain dijalur ini selain mobil travel tersebut. Hingga akhirnya beberapa meter ke depan aku kembali menjumpai mobil travel yang sama di depanku, dengan kondisi sama dan berjalan dengan kecepatan yang sama.
Rasa takut mulai menyelimutiku, ketika aku baru menyadari kalau sedari tadi aku hanya melewati jalur yang sama secara berulang ulang, dan menemui mobil travel itu beberapa kali, padahal jalur yang kulalui sedari tadi hanya satu jalan lurus yang tidak bercabang. Aku mulai panik dan tidak berani menyalip mobil travel itu lagi, kubiarkan mobil travel itu menjauh di depanku, hingga akhirnya aku putuskan untuk memberhentikan mobilku di tepi jalan, aku coba memperhatikan sekeliling, yang kudapati hanya hutan dan beberapa gubuk kecil yang tidak menandakan adanya kehidupan. Ku coba mengecek jam, ternyata waktu sudah menunjukan jam 6 sore dan memang kondisi saat itu sudah menuju gelap, aku semakin khawatir karena perkiraanku sebelumnya di jam ini aku sudah tinggal sedikit laagi sampai di tempat della, dan della pun sebelumnya jg bilang jika beberapa puluh kilometer sebelum sampai di tempatnya itu adalah area pemukiman, dan sudah tidak lagi ada hutan liar. Namun saat ini aku masih berada di tengah hutan ditambah kondisi hp dan GPS ku yang tidak ada sinyal. Dalam kondisi bingung aku coba menenangkan diri, sebelum akhirnya aku dikagetkan oleh suara ketukan di kaca jendela mobilku..
Diubah oleh caffeine.seeker 30-01-2020 16:11
redbaron
arip1992
sirluciuzenze
sirluciuzenze dan 11 lainnya memberi reputasi
12
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.