Kaskus

Story

mr.deedsAvatar border
TS
mr.deeds
Oh...Jadi Begini Rasanya...(Based On True Event)...,(Love,Friendship and Magic)
Oh...Jadi Begini Rasanya...(Based On True Event)...,(Love,Friendship and Magic)

Assalamualaikum ...
Salam bagi para sedulur semua, saya ingin kembali belajar menulis dan membuat Thread yang masih saja belum fasih. Mohon maaf sebesar-besarnya bagi para sesepuh juga Momod,Thread ini merupakan Remake,penyempurnaan dan kelanjutan dari Thread agan @AllKreatif dan saya yang merupakan Narasumber beliau di Trit tsb.
Link


Quote:




Saya juga sudah konfirmasi dengan salah satu momod. Berhubung sampai sekarang TS tersebut tidak bisa dihubungi beberapa bulan ini melalui semua alat komunikasi yang pernah kita lakukan,baik PM,Email,Telp sampai WA,bahkan sekarang WA tidak aktif lagi. Yang sebelumnya kesemuanya itu sebagai media saya mengirim naskah.

Saya sangat berharap TS itu baik-baik tidak terjadi hal apapun,bagaimanapun beliau sudah saya anggap sahabat terbaik saya dan semoga beliau bisa kembali berkomunikasi dengan saya. Saya sangat berterimaksih dengan Agan allK,yang mau membagikan dan mendengarkan cerita saya. TS Allk....Thank you So much....

Dan berhubung juga saya ada menerima permintaan untuk dilanjutkan maka saya memutuskan melanjutkan sendiri tapi dengan Versi Saya dan pasti sedikit berbeda dengan Trit sebelumnya. Intinya di Thread ini akan menceritakan bagaimana dunia kerja yang saya alami. Bukan maksud memblow up, sombong,menghiba atau pansos kali ya tidak sama sekali. Saya cuma pengen mencoba menulis karena seharusnya ini lekat dengan saya sesuai bidak pendidikan yang saya punya,tapi saya tidak berani mencoba dari dulu.
 Ini satu bagian dari cerita hidup saya yang rencananya bakal saya tulis beberapa Trit. Salahsatu bagian awal sudah saya mulai disni

Quote:




Saya terima kasih kepada orang yang turut mensupport saya...diantaranya seperti Nyai @adorazoelev Nyai @onenkyess Tararengkyu......
Bagi para readers silahkan dinikmati,mohon maaf dengan segala kekurangannya.
Kalau terlihat rekayasa anggap saja Fiktif. Saya buat True event memang berdasarkan kejadian nyata seperti itu, bukan true Story karena urutan storynya ada yang saya lupa yang mana duluan terjadi,tapi saya balut dengan imajinasi saya untuk lebih enak ditulis dan lebih mendramatisir. Sekali lagi lebih dan kurangnya saya Mohon maaf..

 ...Selamat membaca....

Part I A. Suka dan Duka itu beriringan
Part I B. OK ..Well This Is Hurts
Part II A. HANG Out
Part II B. Goin’ CRazy
Part II C. Moving and Standing
Part III A.WARNING
Part III B. Just Wanna Say ..Hi…..
Part IV A. Like to make Dislike
Part IV B. First Attack?
Part IV C Bang Idris
Part IV D. Pandangan Bang idris
PART V A. PTT
PART V B. TERSELUBUNG KEGELAPAN
Diubah oleh mr.deeds 04-03-2020 00:16
lina.whAvatar border
NadarNadzAvatar border
nona212Avatar border
nona212 dan 8 lainnya memberi reputasi
7
5.6K
71
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
mr.deedsAvatar border
TS
mr.deeds
#49
Part IV C Bang Idris

Aku memacu motorku untuk menemui pelanggan yang akan memberi berkasnya. Setelah sampai kami bertemu di restoran cepat saji.

“Bang…apa kabar,sudah disiapkan berkas-berkasnya…” Tanyaku
“ Owh…udah nih sesuai instruksi..” Jawabnya sambil menyerahkan beberapa lembar kertas.
“Sip bang…nanti saya proses secepatnya..”
“Ok…eh bentar..,kamu sakit? Koq pucat sekali wajahmu…”
“Iya bang..agak kurang enak badan ni..” Jawabku.
“Oh..ya sudah,buruan gih balik,biar langsung istirahat..”
“Iya bang…makasih bg..saya pamit..”

Aku segera ke parkiran,sebelum pergi aku menelpon Yandi dulu untuk mengantarkan ke tempat bang Idris. Ternyata dia dirumah dan bisa mengantarkan aku. Aku langsung tancap gas ke rumahnya. Diperjalanan aku sudah kurang awas dengan kondisi sekitar. Aku hanya bisa terus berdoa didalam hati agar bisa selamat sampai rumah Yandi.

“Tok…tok….Assalamualaikum” Aku mengetuk pintu rumah Yandi san mengucapkan salam.
Setelah itu aku tidak lagi sanggup berdiri,aku terduduk dilantai setenngah telentang dengan kepala menyandar didinding.

Ckreekk…terdengar suara kunci dan pintu terbuka.
Kulihat Yandi celingukan dia tidak melihatku.

“Hei bro…dibawah ni..” Aku memanggilnya.
“Astaganagadragonball….koq sampai gitu bro…” Terkejut dia melihatku.
“Gak tau nih..Ayo ke tempat bang Idris.” Aku mengingatkan.
“Owh..ok..ok..sebentar ya..” jawabnya

Lalu Yandi ganti baju,memasukkan motor ku dan mengeluarkan motor sport nya. Selain tenaga lebih besar untuk kecepatan ukuran juga lebih memadai untuk boncengan,karena badan Yandi lebih berisi dari aku.
“Masih bisa kan bro…” Tanya Yandi melihatku kesulitan berdiri dan naik ke atas jok motor.
“Iya…sebentar..”

Setelah aku naik,motor lalu berjalan. Aku memeluk Yandi dari belakang dengan tenaga yang tersisa. Aku tau pasti dia risih walau aku berfikir seperti Maho jablay tapi apa daya,kondisi yang memaksa.

Sesampainya dirumah bang Idris Yandi langsung memapahku ke teras,ternyata bang Idris sudah menunggu.
“Assalamualaikum…” Yandi mengucap salam.
“waalaikumsalam..” sahut bang Idris.
“Hehehe..nyampe juga ya …” Katanya sambil tertawa melihat kami.
“ ah..ayo duduk dulu ….” Lanjutnya.
Kami duduk dikursi teras. Aku sudah lemas sekali,hanya tersenyum kecut melihatnya.

“Ni diminum dulu..” Terlihat sepertinya istri bang Idris mengantar minuman.
“Kenapa bang ..koq payah sekali kelihatannya..” Tanya Bang Idris kepadaku sambil tersenyum.
“Gini lah bang..Gak ngerti aku..” aku menjawab dengan pelan.
“ Hehe…santai aja,ni merokok dulu..” Bang Idris memberikan sebatang rokok yang sudah dibakar ujungnya.
“Makasih bang…” Ucapku. Tapi sebatang rokok itu aku kesulitan memegangnya,untuk mengangkat sampai ke mulut aja susah bukan main,seperti mengangkat barbel rasanya. Benar-benar lemah sekali,akhirnya mulutku aku gerakkan turun ke rokok nya.

Melihat aku seperti itu tiba-tiba bang Idris berkata,
“Oke ..udah cukup, Yandi tolong bawa dia kedalam udah berat sekali rupanya”
Aku dipapah Yandi masuk kedalam rumah,ku lihat bang Idris menggelar sajadah diruang tamunya. Aku didudukkan disalah satu ujung sajadah dan bang Idris disisi satunya.

“Hmm..pejamkan mata sambil istigfar terus dalam hati ya..” perintah bang Idris.
AKu hanya menganggukkan kepala.
Tak lama ku dengar lirih bang Idris membaca doa-doa dan ayat-ayat Al Quran. Kelang beberapa belas menit bang Idris mengusap tengkuk,kedua bahu,kedua siku dan pergelangan tangan,selanjutnya pinggang,kedua lutut dan pergelangan kaki. Kemudian dengan mata masih terpejam aku merasa lengan kanan ku seperti dicubit-cubit kecil. Mungkin melancarkan aliran darah disitu pikirku.

Tak lama aku disuruh membuka mata dan bang Idris memberikan segelas air Putih dan menyuruhku meminumnya. Ketika aku membuka mata masih terlihat bang Idris mengiris-iris jeruk nipis dengan pisau yang sepertinya tajam sekali karena telihat gampang sekali gerakan bang Idris memotong dan Yandi terlihat terpana melihatnya. Yandi kenapa lihat orang motong jeruk sampai segitunya.

Dengan membaca Basmallah dan beberapa bacaan lainnya aku meminum air itu. Setelah habis kami masih duduk diatas sajadah dan Yandi tetap duduk di samping kami. Bang Idris kemudian menyulut rokoknya kemudian melihatku dan berkata,

“Nah ..dah mulai segar lagi wajahmu,gak pucat pasi kae tadi datang..”

Aku pun merasa ada perbedaan setelah meminum air putih tadi,terasa sangat segar,dan tenaga ku mulai bertambah. Rasa penat yang teramat sangat tadi berangsur berkurang. Walau belum seperti sedia kala tapi sangat terasa perbedaannya.

“Wah…dah gak jelek lagi kau kae tadi bro..” kata Yandi sambil tetawa kecil.
“ Fyuhh…dudut lah…” Aku sudah bisa tersenyum lepas.

- Bersambung -
Diubah oleh mr.deeds 23-01-2020 22:21
onenkyess
andrian0509
ariefdias
ariefdias dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.