Kaskus

Story

bayubiruuuuAvatar border
TS
bayubiruuuu
-JANUR KUNING- [Based On True Story] [TAMAT]
HAI GAN/SIS, MASIH DENGAN KISAH HOROR. KISAH SATU INI AKU TULIS DENGAN SEDIKIT BERHATI-HATI KARENA MENYANGKUT ORANG, KAMI TIDAK ADA BERMAKSUD APAPUN HANYA SEKEDAR BERBAGI SESUAI YANG DIALAMI NARASUMBER. AMBIL SISI BAIKNYA (HIKMAHNYA) SAJA DARI THREAD INI, BUANG SISI BURUKNYA…

 
* CERITA INI FAKTA APA ADANYA SESUAI DENGAN INGATAN NARSUM, PERCAYA BOLEH TIDAK PERCAYA SILAHKAN, TIDAK APA-APA LEBIH BAGUS.

* SESUAI PERATURAN YANG DIAMBIL DARI KISAH NYATA SEMUA TOKOH, WAKTU DAN TEMPAT KAMI SAMARKAN DEMI KEHIDUPAN, KENYAMANAN DAN PRIVASI NARASUMBER SERTA PARA TOKOH.

* DILARANG SARA, IKUTI ATURAN H2H, MOMOD DAN ADAT ISTIADAT YANG ADA DI FORUM TERCINTA KITA INI.

* SILAHKAN DIBACA KALAU BERMINAT SAJA, KARENA TIDAK ADA PAKSAAN UNTUK MEMBACA CERITA INI.

* KALAU DIRASA PENTING SILAHKAN LANGSUNG PM SAJA GAN/SIS

* KALAU ADA SALAH KETIK/TYPO MOHON MASUKANNYA DAN APRESIASINYA.




 


-JANUR KUNING- [Based On True Story] [TAMAT]




DAFTAR ISI


1.PERMULAAN

2. RUMAH DILEMBAH

3. KEBUN BARU

4. KEHIDUPANKU

5. AWAL BENCANA

6. TEROR

7. RUQYAH

8. BERJUBAH HITAM

9. RUMAH SAKIT

10. TUMBANG LAGI

11. KIAI ALWI DAN KUSDI

12. EKSISTENSI MEREKA

13. JANUR KUNING

14. HARU

15. DUKUN HITAM DAN PARA PENGHUNI RUMAH DILEMBAH

15. B, LANJUTAN

16. TERBUKANYA TABIR

17. POV HARUN [TAMAT]
Diubah oleh bayubiruuuu 25-06-2021 11:01
nyils46Avatar border
jenggalasunyiAvatar border
pras219Avatar border
pras219 dan 43 lainnya memberi reputasi
42
57.2K
560
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.6KAnggota
Tampilkan semua post
bayubiruuuuAvatar border
TS
bayubiruuuu
#273
13. JANUR KUNING


Satu minggu berjalan bahan makanan sudah habis lagi, semua yang sudah bertumpu padaku. Dengan langkah pendek diriku meminta bantuan lagi, keadaan yang mulai minus ekonomi kami. Tapi tetap kucoba untuk tetap bertahan, meski entah sampai kapan. Sampai akhirnya aku sudah bertekad dalam waktu dekat mau menjual rumah ini, serta isinya. Rencanaku setelah rumah terjual secepatnya aku sekeluarga pindah ke rumah om yang berada di Jakarta.

Bulan ketiga, minggu kedua awal.
Hari senin, kondisi ayah sudah tak berdaya lagi. Ia perlahan seperti orang stroke dengan suhu badan yang semakin panas. Mamak masih tetap dalam kondisinya, hanya mulutnya yang terbuka sedikit untuk berjejal sedikit asupan bubur. Niko hampir seperti mamak kondisinya tapi matanya terkadang masih bisa terbuka meski jarang. Aku sendiri kondisi tubuhku rasanya sangat berat, kepala sudah pusing dan panas, selesai merawat ketiga keluargaku aku langsung ikut tidur berdekatan bersama mereka. Seandainya aku mati hari itu, kurasa tubuh ini sudah siap dan pasrah. Makin lama kurasa badanku sudah tak kuat lagi menahan panas serta sakit disemua persendianku.

Dalam menahan rasa sakit ini, kutetap berdzikir menyebut namanya. Hanya lantunan do’a dalam hati sebisa-bisanya yang kupanjatkan khusus sekeluarga atas cobaan ini, serta memohon untuk jalan yang terbaik bagi keluarga kami. Masih pagi sekitar jam delapan, kabut dihalaman rumahpun belum hilang. Tapi suara-suara penghuni lain dirumahku mulai bertabuh genderang dari kamar maupun dapur. Suara TV yang menyala tiada henti sebagai peredam rasa takutku terhadap mereka. Dari halaman rumah terdengar suara mobil yang berhenti, badanku yang mulai rapuh serta rasa panas tubuhpun tak mampu untuk menahan rasa penasaranku untuk melihat siapa yang datang. Hanya tubuh yang membujur sakit untuk tetap memendam rasa penasaran itu.

Quote:

Pagi yang menyusahkan waktu itu, aku berjalan dengan tertatih sekali terjatuh kelantai karena menahan sakit disemua sambungan tulang persendianku. Setelah membuka pintu aku segera kembali kekursi ruang tamu tanpa melihat siapa yang datang.

Quote:

Wawak ita ialah sahabat karib sejak kecil mamakku dimedan, ia sudah seperti saudara sendiri bahkan melebihi dari kata saudara, kedekatan serta ikatan itu terjalin dimedan sampai sekarang. Dengan keteragannku barusan, wawak Ita yang lama tak jumpa dengan mamak, ia langsung berjalan cepat menuju ruang tengah. Kutahu kebiasaan dia dan mamak pasti pengennya kangen-kangenan, dan saling curhat. Tapi yang ia dapati waktu diruang tengah tidak seperti yang ia harapkan…

Quote:


Mulutku masih terdiam, tak bisa menjawab apapun dari semua teriakan wak Ita, aku hanya bicara pelan kepada sobat karibku bang Harun

Quote:


Kudengar ruang tengah semakin ramai tangis wak Ita sejak kedatangannya, ia menangis mengeras dari dalam serta menyebut-nyebut nama mamak serta Niko berulang kali tapi tetap tidak ada jawaban. Isak tangisnya yang sudah pecah mulai tambah mengeras lagi hingga akhirnya ia keluar dari ruang tengah berurai air mata. Masih terisak dalam tangisnya mamak bang Harun duduk lagi dikursi ruang tamu untuk menahan emosi dan kesedihannya sebentar.

Quote:


Suara yang mengagetkan tamu baru ini membuat semua menoleh kearah kamar tengah, hanya hening langkah harun dan kawannya laki-laki yang pergi kekamar ayah. Setelah ia mengamati dari kamar, bang Harun kembali hanya menggelengkan kepala saja, lantas ia langsung duduk disampingku.

Quote:


Harun langsung mendekati kawannya yang bernama Paijo, ia berkata pelan meminta bantuan untuk keluargaku. Setelah itu ia pamit “Den kami boleh keliling sambil lihat-lihat rumah kau” Pintanya. “Silahkan saja bang” Jawabku yang sudah terlentang dikursi panjang.

Sesaat kemudian ia pergi untuk mengamati keadaan rumah kami saat itu juga, ia berjalan memutari rumah dan masuk kesemua kamar bersama bang Harun. Sampai beberapa belas menit kemudian mereka berdua sampai diruang tamuku lagi, hanya gelengan kepala mereka berdua saat berjalan mendekatiku. Sedang aku sudah terlentang dikursi karena sudah tak kuat menahan beban dikepala dan tubuh ini, rasa mual, pusing panas semua jadi satu.

Quote:

Tak sadar Wawak Ita yang mendengar serta mencermati pembicaraan kami dari ruang tengah berteriak keras, “Ikuti saja kata mereka Den”. Setelah itu wawak Ita keluar dari ruang tengah menuju bang Harun dan mas Paijo, mereka berunding untuk mencari yang terbaik bagi kami semua. Hasilnya mereka berkeinginan keras dan bulat membawa kami semua dari rumah setan ini saat itu juga.

Setelah pembicaraan itu kami semua satu persatu dibawa bang Harun dan Mas Paijo masuk kedalam mobilnya. Yang pasti mobil itu berjejal penuh dengan posisi mamak dan Niko terlentang, sedang aku, Bang Harun dan ayah duduk disamping mereka. Sekian jam akhirnya kami sampai dirumah bang Harun yang berada dikota. Secara perlahan kami berempat seperti mayat hidup yang dipindah dari mobil ke dalam rumah bang Harun, beberapa tetangga terhenti memandangi kami yang digotong satu persatu masuk rumah.

Quote:

Mamak dan Niko ditidurkan dikamar Wak Ita, sedang aku dan ayah tidur dikamar bang Harun. Karena kondisi fisikku semakin melemah beberapa saat kemudian akhirnya akupun sudah tak sadar. Ceritanya biar dilanjutkan sama mas Paijo dan bang Harun.
FYI. Cerita ini berganti sudut pandang kepada mas Paijo dan bang Harun.(oke den kau tidur saja bentar biar Mas Jojo yang lanjutin kisah pahit kau…)

Awal kedatanganku ikut harun kerumahnya adalah untuk liburan dan rekreasi karena menurut infonya, rumah Harun yang baru tempatnya banyak yang terkenal indah. Tapi saat mau hapy-hapy aku dihdapkan pada kenyataan yang berbeda. Setelah Deno dan keluarganya terlentang di rumah keluarga Harun akupun dengan cepat menghubungi Ki bagus, guru spiritual yang membimbingku dan Harun di Jawa.

Quote:


Masih dalam telpon aku menjelaskan secara singkat akan kondisi keluarga Deno waktu itu, selesai bercerita beliau diam sejenak untuk memikirkan solusi untuk keluarga bang deno.

Quote:


Setelah mendapat perintah, aku dan Harun langsung pergi kepasar untuk mencari janur kuning. Sekitar beberapa puluh menit kemudian kami kembali kerumah. Sampai dirumah Harun dan aku membacakan mantra sebentar didepan janur kuning itu, selanjutnya melaksanakan perintah Ki bagus untuk mengikat pinggul mereka semua dengan janur kuning dan menyisakan satu buat beliau yang akan datang besok lusa.
Tugasku sudah selesai aku bersama dengan Harun serta ayahnya duduk-duduk diruang tamu sambil membicarakan musibah yang menimpa keluarga Deno. Tiga jam berlalu, suara teriak dari ibunya Harun terdengar dari ruang tamu…

Quote:


Sesampainya kami dikamar, Ibunya Deno terlihat sudah bangun dengan Niko, mereka sudah membuka matanya dan mulai bicara perlahan. Serta membetulkan tempat duduknya, mereka berdua langsung bersandar dibantu dengan Bu Ita. Tak lama kemudian dari kamar sebelah teriakan Harun yang sudah berada dikamar sebelah berteriak…”Yaahhhh…Jooooo….Deno sama ayahnya juga sudah bicara…”

Aku serta ayahnya Harun ganti berlarian kekamar Deno…mereka terlihat sama dengan ibu dan adiknya. Mulai bicara dan mata sudah terbuka, hingga akhirnya mereka mulai duduk bersandar di ranjang. Kami yang senang dengan melihat keadaan itu langsung terlempar satu sama lain senyum dan wajah sumringah. Dan terdengar suara dari kamar sebelah…

Quote:


Hanya anggukan kepala ibu Deno yang terlihat. Seketika ibu Deno langsung berdiri dan tubuhnya merasa ringan, ia langsung berjalan menuju kekamar mandi diantar Ibunya Harun. Mereka semua akhirnya bergantian masuk kekamar mandi satu persatu untuk membuang hajat, dan bersuci. Langkah mereka selanjutnya menuju mushola keluarga Harun yang ada ditengah ruangan. Shalat jama’ah dan sujud sukur yang mereka lakukan bersama dengan haru dan isak tangisnya mulai terdengar lirih.

Aku yang senang dan haru melihat kebangkitan keluarga Deno, mata ini mengamati penuh kebahagiaan dari belakang mereka. Tiba-tiba HP ku bergetar dari saku celana, setelah kutahu itu panggilan dari Ki bagus aku langsung mengangkatnya.

Quote:


Selesai mereka melakukan ritual dimushola, kami semua berkumpul diruang tamu Harun, semua duduk rapi. Seperti tidak pernah sakit sama sekali, pemandangan yang mengherankan waktu itu. Bukan saja dari keluarga Harun, aku sendiri pun baru pertama kali mengalami kejadian seperti ini seumur hidup.


Diubah oleh bayubiruuuu 13-01-2020 12:15
baronfreakz
bonita71
mincli69
mincli69 dan 29 lainnya memberi reputasi
30
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.