- Beranda
- Stories from the Heart
About My Life
...
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
oei657
#1
part 2
Quote:
“
Hei…. “ Panggil seseorang saat aku hendak turun dari angkutan menuju sekolah, akupun menoleh kaget kearahnya….
“ Iya… jawabku ragu “ aku sangat ketakutan saat itu, aku takut dia salah satu dari mereka
“ Boleh pinjam uang buat ongkos dulu nggak, dompet aku ketinggalan “ katanya lebih ragu, akupun mengeluaran uang 10 rb dan kuberikan padanya, FYI dulu uang 10 Rb itu banyak banget, bisa buat makan dan naik angkot pulang pergi hehehe
“ makasih ya, besok aku kasih uangnya “ katanya sambil tersenyum kaku padaku, yaa dia teman sekelasku, tapi aku tahu dia orang yang baik, aku hanya tersenyum dan mengangguk padanya.. lalu pergi.
****
Entah kenapa semenjak 1 th pembullyan yang aku alami, rasanya sangat berpengaruh di hidup aku, aku selalu ketakutan ketika menemui orang, siapapun itu, badanku gemetar dan tak berani menatap orang, padahal aku bukan tipe orang pendiam atau introvert aku orang yang ektrovert, tetapi aku seperti mendapat tekanan , bahkan hanya untuk membeli makanan atau minuman di warung, aku selalu menganggap semua orang pasti membenciku, aku menganggap semua orang melihatku seperti para pembully itu.
Sejak di kelas 2 mereka semakin gencar membullyku, mereka terlihat semakin bersemangat..jika sebelumnya aku mengabaikannya, justru saat itu aku sangat terpukul dan mengalami ketakutan yang tak biasa,ketakutan yang tak wajar, bahkan hanya untuk selfie di hp aku tak berani menatap wajahku, aku tak berani mendengar rekaman suaraku, aku seperti mengutuk diriku sendiri seperti yang para pembully itu katakan.
“ woy lu anak haram kan, makanya lu nggak punya bapak “ kata salah satu dari anak-anak tersebut
“dasar anak haram “ timpal yang lain, merekapun bersorak-sorak mengelilingku, badanku terasa panas, aku takut sekali,rasanya mengigil tapi tak kedinginan, jantungku berdegup kencang, dan air mataku terasa panas.
Lagi- lagi aku hanya terdiam….dan berusaha tegar untuk tidak menangis.
******
Aku memasuki kamar siang itu, melepas semua beban yang aku dapat dari sekolah, akupun mendengar mama memanggilku kasar..
“ Fel… lu bantuin jaga took sana, jangan tidur mulu, lu nggak lihat sepupu lu rajin pinter , ranking, gak kaya lu begok “
Seperti yang aku bilang, mama berubah menjadi temperament dan selalu mengolokku, serta membanding-bandingkanku dengan anak tetangga atau anak keluarga yang lain.
Sejak saat itu aku tak punya control diri, tak ada yang mencintaiku, bahkan mama orang yang aku percaya juga tak mendukungku, aku melihat ia sama seperti para pembully itu, ia merendahkanku, dan selalu mencaciku.
“ kenapa lu lahirin gue kalau lu gamau punya anak begok “ itu kali pertama aku membentak ibuku, mata ibuku terbelalak mendengarku berbicara seperti itu, dia menamparku dengan sangat kencang,
“dasar anak bodoh, kenapa gue mesti punya anak kaya lu “
Kata-kata itu selalu terngiang di kepalaku, hanya dia terkadang sangat baik dan perhatian, tapi terkadang dia juga mengataiku dan mengolokku.
Akupun tak menghiraukannya, aku membanting pintu dan menguncinya dari dalam, dia terus berteriak dan mengatakan hal-hal menyakitkan padaku, kemudian aku menyalakan headset dan measangnya di telinga..
Waiting for the end… ya lagu linkin park
waiting for the end to come
Menunggu akhirnya datang
Wishing I had strength to stand
Berharap aku punya kekuatan untuk berdiri
This is not what I had planned
Ini bukan apa yang telah aku rencanakan
It's out of my control
Ini di luar kendaliku
Lagu itu sangat berkesan bagiku..aku seperti mendapat kekuatan baru mendengarkannya, semua hal yang aku alami di luar kendaliku,di luar hal yang bisa aku tanggung, aku sangat mengidolakan Chester Benington, dia adalah salah satu motivasiku untuk bisa bertahan dengan apa yang aku alami, karena keadaan kita 11/12 , pembullyan , broken home dan depression, hanya saja di desaku tidak ada alcohol apalagi narkoba hehehe jadi tidak ada alasan untuk aku lari ke hal negative itu.
Aku membaringkan diriku dan membuka laptop...aku sampai berfikir hal yang tidak masuk akal saat itu, aku searching di google cara memanggil setan untuk menjual jiwa agar mendapat kekuatan untuk membalas mereka semua… para pembully itu. ( ini hal paling konyol yang pernah kulakukan.
Aku ingat…artikel itu menyebutkan 5 cara.. dan aku memakai 1 cara yaitu mematikan lampu, menyalakan lilin,menyiapkan gambar bintang dan mulai memanggilnya.. ya itu kulakukan.. berhari-hari setiap malam tapi tak ada yang terjadi, tak ada setan apapun yang datang…gambar bintang yang ku buat dipakai mamaku buat bungkus gorengan.
Dan saat itu juga aku menyadari bahwa aku seperti orang bodoh, akhirnya aku menyerah soal setan …
Aku mempunyai kebencian yang amat dalam saat itu bahkan setan tak mendukungku, membenci hidupku, diriku sendiri,keadaanku dan aku mulai menanyakan keberadaan Tuhan.
****
Keesokan hari diasaat aku sampai di sekolah, ada satu hal yang sangat mengguncangku…
Hei…. “ Panggil seseorang saat aku hendak turun dari angkutan menuju sekolah, akupun menoleh kaget kearahnya….
“ Iya… jawabku ragu “ aku sangat ketakutan saat itu, aku takut dia salah satu dari mereka
“ Boleh pinjam uang buat ongkos dulu nggak, dompet aku ketinggalan “ katanya lebih ragu, akupun mengeluaran uang 10 rb dan kuberikan padanya, FYI dulu uang 10 Rb itu banyak banget, bisa buat makan dan naik angkot pulang pergi hehehe
“ makasih ya, besok aku kasih uangnya “ katanya sambil tersenyum kaku padaku, yaa dia teman sekelasku, tapi aku tahu dia orang yang baik, aku hanya tersenyum dan mengangguk padanya.. lalu pergi.
****
Entah kenapa semenjak 1 th pembullyan yang aku alami, rasanya sangat berpengaruh di hidup aku, aku selalu ketakutan ketika menemui orang, siapapun itu, badanku gemetar dan tak berani menatap orang, padahal aku bukan tipe orang pendiam atau introvert aku orang yang ektrovert, tetapi aku seperti mendapat tekanan , bahkan hanya untuk membeli makanan atau minuman di warung, aku selalu menganggap semua orang pasti membenciku, aku menganggap semua orang melihatku seperti para pembully itu.
Sejak di kelas 2 mereka semakin gencar membullyku, mereka terlihat semakin bersemangat..jika sebelumnya aku mengabaikannya, justru saat itu aku sangat terpukul dan mengalami ketakutan yang tak biasa,ketakutan yang tak wajar, bahkan hanya untuk selfie di hp aku tak berani menatap wajahku, aku tak berani mendengar rekaman suaraku, aku seperti mengutuk diriku sendiri seperti yang para pembully itu katakan.
“ woy lu anak haram kan, makanya lu nggak punya bapak “ kata salah satu dari anak-anak tersebut
“dasar anak haram “ timpal yang lain, merekapun bersorak-sorak mengelilingku, badanku terasa panas, aku takut sekali,rasanya mengigil tapi tak kedinginan, jantungku berdegup kencang, dan air mataku terasa panas.
Lagi- lagi aku hanya terdiam….dan berusaha tegar untuk tidak menangis.
******
Aku memasuki kamar siang itu, melepas semua beban yang aku dapat dari sekolah, akupun mendengar mama memanggilku kasar..
“ Fel… lu bantuin jaga took sana, jangan tidur mulu, lu nggak lihat sepupu lu rajin pinter , ranking, gak kaya lu begok “
Seperti yang aku bilang, mama berubah menjadi temperament dan selalu mengolokku, serta membanding-bandingkanku dengan anak tetangga atau anak keluarga yang lain.
Sejak saat itu aku tak punya control diri, tak ada yang mencintaiku, bahkan mama orang yang aku percaya juga tak mendukungku, aku melihat ia sama seperti para pembully itu, ia merendahkanku, dan selalu mencaciku.
“ kenapa lu lahirin gue kalau lu gamau punya anak begok “ itu kali pertama aku membentak ibuku, mata ibuku terbelalak mendengarku berbicara seperti itu, dia menamparku dengan sangat kencang,
“dasar anak bodoh, kenapa gue mesti punya anak kaya lu “
Kata-kata itu selalu terngiang di kepalaku, hanya dia terkadang sangat baik dan perhatian, tapi terkadang dia juga mengataiku dan mengolokku.
Akupun tak menghiraukannya, aku membanting pintu dan menguncinya dari dalam, dia terus berteriak dan mengatakan hal-hal menyakitkan padaku, kemudian aku menyalakan headset dan measangnya di telinga..
Waiting for the end… ya lagu linkin park
waiting for the end to come
Menunggu akhirnya datang
Wishing I had strength to stand
Berharap aku punya kekuatan untuk berdiri
This is not what I had planned
Ini bukan apa yang telah aku rencanakan
It's out of my control
Ini di luar kendaliku
Lagu itu sangat berkesan bagiku..aku seperti mendapat kekuatan baru mendengarkannya, semua hal yang aku alami di luar kendaliku,di luar hal yang bisa aku tanggung, aku sangat mengidolakan Chester Benington, dia adalah salah satu motivasiku untuk bisa bertahan dengan apa yang aku alami, karena keadaan kita 11/12 , pembullyan , broken home dan depression, hanya saja di desaku tidak ada alcohol apalagi narkoba hehehe jadi tidak ada alasan untuk aku lari ke hal negative itu.
Aku membaringkan diriku dan membuka laptop...aku sampai berfikir hal yang tidak masuk akal saat itu, aku searching di google cara memanggil setan untuk menjual jiwa agar mendapat kekuatan untuk membalas mereka semua… para pembully itu. ( ini hal paling konyol yang pernah kulakukan.
Aku ingat…artikel itu menyebutkan 5 cara.. dan aku memakai 1 cara yaitu mematikan lampu, menyalakan lilin,menyiapkan gambar bintang dan mulai memanggilnya.. ya itu kulakukan.. berhari-hari setiap malam tapi tak ada yang terjadi, tak ada setan apapun yang datang…gambar bintang yang ku buat dipakai mamaku buat bungkus gorengan.
Dan saat itu juga aku menyadari bahwa aku seperti orang bodoh, akhirnya aku menyerah soal setan …
Aku mempunyai kebencian yang amat dalam saat itu bahkan setan tak mendukungku, membenci hidupku, diriku sendiri,keadaanku dan aku mulai menanyakan keberadaan Tuhan.
****
Keesokan hari diasaat aku sampai di sekolah, ada satu hal yang sangat mengguncangku…
Part selanjutnya akan segera ku tulis ya , jujur menulis ini rasanya seperti membuka luka lama yang melekat di dalam diriku hmmm
Diubah oleh oei657 11-01-2020 14:22
i4munited dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Kutip
Balas