Kaskus

Story

kalimoroAvatar border
TS
kalimoro
RUMAH PENAMPUNGAN
RUMAH PENAMPUNGAN



Chapter 1

Mendaftar




“mbak.... Mbak.... Kanan!” tiba-tiba suara yeni membubarkan titik pusatku dalam melajukan kendaraan.

“endi yen?“ jawabku sambil menoleh arah tempat yang ditujunjukan oleh yeni.

“iki loh kanak iki, wes mandeko terus awak dewe belok kanan. “

Kita berdua berhenti pas di bawah pohon beringin yang ada di pinggir jalan raya. Karena pas kanan jalan adalah sebuah tempat yang menjadi tujuan utama kami berdua.

“bener iki tah yen tempate? “ tanya siti pada yeni. Siti seakan meragu dengan tempat yg di tunjukan oleh yeni. Sebuah rumah lumayan besar dengan halaman yg cukup luas dengan warna cat putih berpagar hitam. Yang halamannya di mana ditumbuhi rumput liar yang cukup banyak dan cukup tinggi.

Siti dan yeni adalah 2 orang sahabat dekat dan baik. Mereka berdua di pertemukan di salah satu perusahaan tempat mereka berdua kerja dahulu. Mereka berdua memutuskan untuk berhenti bekerja secara bersama-sama dan mencoba mengaduh nasip si negara orang.
Siti dan yeni melihat sekeliling rumah itu namun tak nampak ada orang disitu, hingga akhirnya Siti mencoba langsung mengucap salam dengan berharap ada orang yang mendengar dan mau membukakan pintu gerbang yang tergembok. Namun tak satupun orang yang keluar mungkin suara siti tidak mampu menembus kedalam rumah tersebut.

Lalu yeni dengan tersenyum melirik siti sambil berkata "iki loh mbak ono bell e." Siti dengan sedikit malu dan agak jengkel kepada yeni llau mengatakan "oalah.... Ngono yo dirimu ra ngomongi. Kene lak bengok sampek kesel. Ywes ndang penceten."

Yeni pun memenekan bell yang terpasang di pagar tersebut sambil menahan tawa.

Lalu setelah yeni menekan bell tak lama kemudian keluarlah seorang wanita separuh baya dan bertanya kepada yeni dan siti yang berada di luar pintu gerbang.

Wanit tersebut pun mengajukan sebuah pertanyaan kepada yeni dan siti dengan tersenyum ramah "ada perlu apa mbak??"

" maaf mbak kami berdua mau ketemu sama mbak hesti, kita sudah ada janji kok." jawab yeni.

Lalu wanita tersebut membukan pintu gerbang untuk yeni dan siti sambil menyilahkan untuk masuk kedalam. Sedikit penasaran siti mengajukan pertanyaan kepada wanita separuh baya tersebut, " maaf mbak boleh saya tanya? "

" iya boleh mbak. Mbak mau tanya apa?" jawabnya dengan tersenyum.

"Mbak disini mau kerja keluar negeri kah atau memang kerja disini?" tanya siti dengan rasa keingin tahuannya.

"Iya mbak, saya mau kerja keluar negeri. Mbaknya mau daftar juga kah?"

"Iya mbak, kami berdua mau mendaftar buat kerja ke luarnegeri." jawab siti dengan sedikit malu. Lalu tiba-tiba yeni mengajukan pertanyaan kepada wanita itu. "Mbak kalau boleh tahu disini ada berapa orang? Maksudnya saat ini yang tinggal di penampungan ini?"

"sendiri mbak." Jawab wanita itu.

Yeni dan Siti cukup kaget mendengar jawaban itu, lalu yeni mengajukan pertanyaan lagi kepada wanita itu "memangnya mbak gak takut tinggal disini sendirian?? Lagian aku dengar disini bisa pulang pergi gitu gak harus menginap?"

Wanita tersebut tersenyum lalu menjawab alasannya "iya itu memang benar mbak, tapi saya gak tega melihat anak saya yang masih kecil itu menangis setia saya tinggal untuk belajar disini. Lagian disini saya juga tidurnyanya ditemani sama laushe (yang artinya guru dalam bahasa mandarin) berdua gitu jadi gak bener-bener sendiri mbak."

Sesampai mereka bertiga di depan pintu masuk ruangan, wanita tersebut mempersilahkan yeni dan siti untuk masuk dan menuju ke ruangan kantor yang tepat sebelah kanan dari pintu masuk. Setelah mengantarkan yeni dan siti masuk kedalam sebuah ruangan yg disebut dengan kantor wanita tersebut pun pergi dan tak lupa memberikan senyuman kepada yeni dan siti. Yeni dan siti pun membalas senyuman. Saat masuk kedalam ruangan tersebut sudah ada dua wanita didalamnya yakni mbak Hesty yang menjabat sebgai direkturnya dan satu lagi karyawannya bernama Nova.

Maklumlah tempat itu baru saja di buka dan perijinannya pun masih baru. Hanya rumah yang ditempati saja yang lama namun baru ditempati setelah sekian lamanya kosong tak berpenghuni.

Yeni dan Siti menyerahkan dokument persyaratan untuk bekerja keluar negeri namun ternyata masih belum cukup, masih ada beberapa berkas yang harus dilengkapi. Lalu mbak Hesty meminta kepada Yeni dan Siti untuk segera melengkapi berkasnya dahulu sebelum diproses ke tahap selanjutnya.

Sebelum beranjak pulang Yeni dan Siti mengajukan pertanyaan kepada mbak Hesty. "Mbak boleh saya tanya sesuatu?" tanya Yeni.

"Ya boleh, mau tanya apa?" jawab mbak Hesty dengan senyuman yang membuat mbak Hesty terlihat semakin cantik dan manis.

"Saya dengar kalau di sini itu bisa pulang pergi, tanpa harus menginap mbak?"

"Oh iya memang benar tapi itu hanya untuk awal-awal saja. Nanti kalau dokument yang disana sudah di acc maka para calon pekerja wajib tinggal disini sampai nanti penerbangannya." jawab mbak Hesty.

Yeni dan Siti saling bertukar pandang. Namun mbak Hesty menangkap kekhawatiran dari wajah Yeni dan Siti. Saat itu pula mbak Hesty menerangkan lagi.

"Kalian jangan risau... Kalian tidak hanya berdua kok tinggal disini nanti ada satu lagi teman kalian yang bisa dibilang usianya hampir sama dengan kalian yang akan juga tinggal disini bersama kalian. Ditambah lagi gurunya pun kemungkinan akan tinggal juga disini untuk menjaga kalian." terang mbak Hesty

" Gurunya yang itu mbak? Yang sekarang sedang mengajar itu??" tanya Siti

"Oh bukan, itu hanya guru sementara saja. Soalnya dia juga harus segera balik ketempat tugasnya di kota M."

Mendengar keterangan tersebut Yeni dan Siti cukup merasakan lega dan puas. Yeni dan Siti pun pulang dengan menaiki sepeda motor yang ada di teras depan. Dan melajukan sepeda mountuk balik kerumah.


*Yeni dan Siti mendaftarkan diri ke sebuah Penampungan TKI yang baru dibuka di sebuah di desa P daerah S kabupaten B Jawa Timur.

Dalam perjalanan pulang menuju rumah, Yeni dan Siti merencanakan lanhkah selanjutnya yakni menyegerakan resign ke perusahaan yang telah mempertemukan mereka berdua. Status mereka saat ini masih berstatus karyawan di perusahaan tersebut.

"Mbak pie? Kiro-kiro sopo disek sing ate resign? Saranku ojo barengan mbak,,, engkok malah nimbulno curiga karo wong pabrik." ujar Yeni.

"Yo aku disek ae sing resign yen, entuk seminggu baru dirimu metu. Bukanne dirimu yo butuh duet saiki?" jawab Siti dengan tetap menfokuskan pikirannya dalam mengendarai kendaraannya.

"Iyo mbak, aku butuh duet" ujar Yeni dengan tersenyum malu. "Yo kan lumayan mbak gae nambah-nambahi kebutuhan. Heheheheee" lanjutnya.

Mendengar kalimat itu yang keluar dari mulut Yeni, Yeni dan Siti pun tertawa lepas...


..............



Index :
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Diubah oleh kalimoro 09-01-2020 20:38
Gimi96Avatar border
NadarNadzAvatar border
nona212Avatar border
nona212 dan 19 lainnya memberi reputasi
20
5.1K
33
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.5KAnggota
Tampilkan semua post
kalimoroAvatar border
TS
kalimoro
#25
Chapter 7
Pulang

“Memangnya apa yang terjadi Nov?” tanya mbak Nonik penasaran.

“Tidak ada apa-apa kok.” Jawab Nova.

Nova mencoba tidak menceritakan apa yang telah terjadi di kamar mandi, karena dia berpikir mungkin itu hanya mati lampu biasa saja dan hal yang dia rasakan di pundaknya mungkin itu juga itu hanya halusinasinya saja efek dari rasa takut akan keadaan di ruangan tanpa cahaya.

“Kok kamu masih disini Nov? kamu gak kerja?” tanya mbak Nonik

“Enggak,,, eh iya,,,, “ jawab Nova dengan sedikit kikuk sebab pertanyaan yang dilontarkan oleh mbak Nonik membuyarkan sesuatu yang sedang dipikirkannya. “Maksut aku, aku kerja tapi karena di depan gak ada orang sama sekali jadi biarkan aku disini dulu nanti kalau mabk Hesty sudah datang aku balik kesana.” Lanjut Nova.

“Memang mbak Hesty kemana?” tanya mbak Nonik kembali

“Mbak Hesty sedang keluar tapi bentar lagi udah kembali lagi kok.”

Mbak Nonik pun membiarkan Nova untuk tetap disana bergabung di dalam kelas mengikuti aktivitas belajar. Tak lama kemudian terdengar suara klakson dari depan rumah, tampaknya mbak Hesty sudah datang. Nova pun segera berlari ke depan untuk membukakan pintu gerbang.

Seminggu sudah mereka tinggal dirumah itu kini sudah saatnya semua orang pulang kerumah sesuai perjanjian bahwasannya pada hari sabtu sore bisa pulang kerumah masing-masing dan kembali senin pagi. Untuk itu kunci rumah di pegang oleh Ema supaya saat semua sudah datang tidak perlu lagi menunggu mbak Hesty maupun staff lainnya datang. Karena sudah pasti para calon TKW harus datang lebih awal untuk membersihkan seluruh ruangan di rumah itu dan memasak, barulah di lanjutkan dengan proses belajar.

Saat pulang kerumah adalah hal yang paling menyenangkan bagi semua namun hari itu terasa begitu singkat. Hingga tak terasa hari senin sudah ada di depan mata. Kini saatnya semua orang kembali ke rumah penampungan itu dan aktivitas seperti biasanya. Pada pagi itu Yeni datang lebih awal, bisa dibilang orang pertama yang datang itu adalah Yeni. Dikarenakan kunci rumah tersebut yang memegangnya adalah Ema. Saat itu yeni yang diantarkan ayahnya terpaksa menunggu di depan gerbang yang masih di gembok. Tak lama kemudian Emapun datang.

Setelah gembok itu sudah terbuka Yeni dan ayahnya pun masuk kedalam, begitu pula Ema dan suaminya yang dimana Ema saat itu diantarkan suami tercintanya. Saat di depan rumah disaat Ema hendak membuka pintu rumah semua orang terkejut, sebab di dalam rumah terdengar suara telivisi yang sedang menyala. Semua orang saling pandang. Ema pun segera membuka pintu itu yang sudah terkunci di sabtu sore. Dan benar saja, telivisi itu menyala.

“Apakah kalian lupa mematikan tv sebelum kalian pergi?” tanya ayah Yeni.

Yeni dan Ema mencoba mengingat kembali kejadian sebelum mereka meninggalkan rumah itu.

“Sepertinya kemaren tv ini mati, saya yakin kami semua mengecek ulang sebelum pulang.” Jawab Yeni dengan nada yakin.

“Lalu bagaimana bisa TV ini bisa menyala dengan sendirinya?” tanya Ema bingung

Semua orang saling pandang dan mencoba mencari jawaban atasa pertanyaan Ema.

“Ya mungkin itu sudah terprogram.” Jawab ayah Yeni untuk mencoba menghilangkan kebingungan semua orang pada saat itu, meski jawaban dari ayah Yeni itu tidak masuk akal. Dengan cepat ayah Yeni mengambil remot tv yang ada di samping TV tersebut dan mematikannya.

“Ya udah aku balik dulu, aku mau berangkat kerja.” Ucap suami Ema.

“Baiklah.” Jawab Ema dengan mencium tangan suaminya sebelum pergi.

“Yah,,,,,! Ayah jangan balik dulu tunggu kami disini sampai mbak Siti datang.” Pinta Yeni kepada ayahnya.

Ayah Yeni pun menganggukan kepalanya pertanda dia memenuhi permintaan anak tercintanya itu. Yeni dan Ema segera bergegas mengambil alat pembersih untuk memulai aktivitasnya, sementara itu ayah Yeni menunggu di ruang tv yang juga berfungsi sebagai ruang tamu. Sekitar 5 menit kemudian Siti pun datang dengan terburu-buru. Seperti biasa Siti selalu datang belakangan.

“Maaf baru datang, apa saya telat?” tanya Siti sesampai di depan pintu masuk. Saat itu Siti terkejut melihat ayah Yeni sedang duduk di ruang tamu tersebut.

“Eh ada ayah…!” ucap Siti.

Ayah Yeni pun tersenyum melihat Siti. Siti dan ayah Yeni sudah saling kenal sejak Yeni mulai kerja di pabrik. Kebiasaan Siti pun bukan hal yang baru bagi ayah Yeni.

“Yeni…..! ini Siti kan sudah datang jadi aku mau pamit pulang dulu.” Ucap ayah Yeni.

“Iya yah…” jawab Yeni.

“Yeni….. Siti…… ayah hanya ingin berpesan kepada kalian. Kalian harus saling menjaga, baik-baik disini, jangan melakukan hal-hal yang aneh, tetap jaga sholatnya jangan malas-malasan!” ucap ayah Yeni.


..............
kemintil98
kemintil98 memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.