Kaskus

Story

agusmulyantiAvatar border
TS
agusmulyanti
PANGGILAN TENGAH MALAM
Spoiler for prolog:

***********

RULES :

- Ikuti perarturan SFTH

- Agan2 dan Sista bebas berkomentar, memberikan kritik dan saran yang membangun.

- Selama Kisah ini Ditulis, mohon untuk berkomentar seputar cerita.

- Dilarang meng-copas atau meng copy segala bentuk di dalam cerita ini tanpa seizin penulis


Index


















Diubah oleh agusmulyanti 08-02-2020 17:25
nona212Avatar border
theoscusAvatar border
bonita71Avatar border
bonita71 dan 15 lainnya memberi reputasi
16
12.7K
247
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.2KAnggota
Tampilkan semua post
agusmulyantiAvatar border
TS
agusmulyanti
#38
Part - 17
Hari menjelang dini hari, ketika terdengar teriakan dari kamar Linggar.

Aarkghhh

Bi Narti berlari dengan tergopoh gopoh menghampiri Kyai Amin yang sedang berdzikir.

"Kyai....!!!"
"Ada apa bi?"
"Tolong mas Linggar Kyai !!".
"Ada apa dengan Linggar bi?"

Kyai Amin bergegas menuju kamar Linggar, bi Narti berjalan membuntutinya.  Mendengar keributan itu, mas Tono dan bi Inah pun berlari menghampiri.

Linggar terlihat berdiri di sudut kamar, tatapan matanya merah menyala.  Mulutnya mengerang...arrrgg.....arrrggg . Sebuah pisau terlihat berlumuran darah, tergeletak di bawah kakinya. Melihat ada yang datang, Linggar menjadi marah, dilemparnya semua yang ada didekatnya.  Sementara itu di tempat tidur terlihat suster Rina tubuhnya bersimbah darah, dan diam tak bergerak.

"Ya Allah...mbak Rina!!, mbak Rina kenapa Kyai ?," jerit bi Ijah.
"Kalian tetap disana, jangan masuk !!, teriak Kyai Amin.

Bi Narti dan bi Ijah, tak dapat menahan tangisnya, melihat tubuh suster Rina, terbujur diam dan bersimbah darah.

"Ya Allah den Linggar, apa yang aden lakukan den, istighfar den, nyebut den !!..huhuhu...huhuhu." bi Inah terus menangis, ia sama sekali tak bisa berfikir, kenapa majikkannya tega berbuat seperti itu.

------------

Kyai Amin mendekati tubuh suster Rina, dipegangnya tubuh itu, masih terasa denyut nadinya, meski sangat pelan.

"Mas Tono !, cepat bawa gadis ini ke rumah sakit," teriak Kyai Amin.

Mas Tono dan Parjo, dengan ketakutan berjalan mendekati tubuh suster Rina. Saat mereka hendak mengangkat tubuh suster Rina, tiba-tiba tubuh Linggar bergerak hendak menyerang dengan pisau terhunus...aarrhghh....aarrggghh.
Untunglah Kyai Amin, bergerak cepat, ditepisnya pisau itu....tranggg, pisau itu terlempar dan jatuh di dekat kaki Parjo.

"Mati aku," teriak Parjo, yang kaget mendapati dirinya hampir saja terkena pisau.
Linggar terus melasak menyerang, tenaganya sangat kuat. Kyai Amin terlihat hampir kewalahan menghadapinya. Parjo dan mas Tono, akhirnya berhasil membawa tubuh suster Rina ke luar dari kamar, dan langsung melarikannya ke rumah sakit.

-------------

Kyai Amin, berhasil menahan tubuh Linggar dalam satu kuncian.

"Siapa kamu?,  keluar kamu dari tubuh anak muda itu!", Kyai Amin berteriak lantang, mulutnya terus merapalkan doa2.
"Kau tak perlu tau siapa aku....hihihi....hihihihihi....hihihihi."
"Lepaskan anak muda ini, cepatt", hardik Kyai Amin
"Dia calon suamiku, aku akan membawanya pergi....hihi...hihihi...hihihihihi." mahluk gaib, bersuara perempuan itu berteriak marah, sambil tertawa khas kaum kunti.
"Lepaskan!!, atau aku akan membakarmu".
"Aku tidak takut denganmu pak tua errrgghhh...eerrgghhh, aku akan membawa calon suamiku pergi."

Pisau yang tergeletak di lantai, tiba-tiba sudah berada di tangan Linggar, dan siap di hujamkan ke tubuh Kyai Amin.
Bi Narti dan bi Inah, berteriak histeris.

"Den Linggar !!, jangan den !!."
"Kyai....awasss !!."

Kyai Amin bertindak cepat, menghindar dan menepis serangan tiba-tiba dari Linggar.

"Ternyata kau menantang aku. Baiklah."

Kyai Amin menyemburkan air yang sudah dibacakan doa ke tubuh Linggar, tiba-tiba tubuh Linggar mengejang, disertai sebuah teriakan keras aaarrrkggghh. Tubuh Linggar tersungkur jatuh. Perlahan ia bangkit, sambil menahan rasa sakit, di sekujur tubuhnya.

 "Ada apa ini Kyai? Kenapa kamarku berantakan?."
"Bi Narti, tolong beri minum dia, dengan air putih yang sudah saya doakan."

Bu Narti mengangguk dan membawakan segelas air putih, lalu diberikan pada Linggar.

--------------

Linggar berdiri dibantu bi Narti.

"Loh...koq tempat tidur aku banyak darah bi ?, darah siapa itu ?. Dik Rina dimana bi ?, apa dia sudah pulang ?, koq gak pamit sih," Linggar memberondong bi Narti dengan pertanyaan.

Bi Narti diam, dan mulai bercerita sambil menangis, bi Inah ikut menangis, mendengar cerita bi Narti. Linggar diam, matanya berkaca-kaca.

"Aku menusuk Rina. Aku sudah membunuhnya. Rinaaaa....Rinaaaa...." Linggar terlihat memukul-mukul wajahnya, bi Inah memeluk tubuhnya dan mencoba menenangkannya.

"Nak Rina dibawa ke rumah sakit den, kita doain, semoga nyawanya masih bisa diselamatkan."
"Kalau gitu, aku mau kesana bi," ujar Linggar sambil bangkit hendak pergi.

Kyai Amin menahan tubuh Linggar.

"Nak Linggar, lebih baik nak Linggar disini saja, karena jika saat ini, nak Linggar, ada di dekat nak Rina, justru sangat berbahaya buat nak Rina."
"Kenapa Kyai ?,"
"Ya..karena ada mahluk ghaib yang tak suka dengan kehadiran nak Rina."
"Siapa dia Kyai ?."
"Nanti kita cari tau ya," ujar Kyai, sambil menepuk bahu Linggar.

Linggar diam, di sudut matanya terlihat ada titik air yang menggenang. Hatinya hancur membayangkan bahwa kedua tangananya telah melukai gadis cantik yang sangat di cintainya.

"Ya Allah...apa yang sudah kulakukan, aku melukainya dengan tangan ini. Aku bukan manusia..aku ini bener-bener b*a**b." Teriaknya sambil menangis dan menutup muka dengan ke dua tangannya.

"Banyak-banyak berdzikir nak, jangan biarkan ghaib itu, menguasai fikiran kita. Ayo sekarang sudah jam 3 pagi, basuh tubuhmu dan shalat tahajud."
"Iya Kyai."

Bi Inah menghampiri Linggar.

"Mau bibi buatkan air panas den?."
"Jangan bi, biarkan saja dengan air dingin, bagus itu untuk tubuh Linggar."

Kyai Amin meninggalkan kamar Linggar, untuk meneruskan dzikirnya. Sementara itu Linggar sudah masuk ke kamar mandi dan terdengar suara ciprakkan air yang tercurah dari shower.
Bi Inah dan bi Narti, terlihat merapikan kamar Linggar yang berantakan.
Diubah oleh agusmulyanti 24-12-2019 16:19
mincli69
MontanaRivera
disya1628
disya1628 dan 8 lainnya memberi reputasi
9
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.