Kaskus

Story

dwyzelloAvatar border
TS
dwyzello
Masihkah Kamu Mengingatku Mbak Nawang?
Part 1


Masihkah Kamu Mengingatku Mbak Nawang?
Ilustrasi gambar : google search


*******

"Gile mulus banget anjir!" Teja memandangi handphonenyadengan mata yang membara.


"Eh Bambang! Masih jam kantor berisik amat lu bocah," aku meneriaki teman sekantorku itu.


"Halah, sok loyal kamu Dik. Paling kalau kamu liat ini bakalan kedut - kedut juga tuh benih persemaianmu. Wakakakak"


"Lambemu Ja!"


"Lagian 5 menit lagi juga udah mau jam istirahat bro. Nggak usah tegang - tegang lah nyari duit. Tapi, kalau liat yang ini dijamin pasti tegang bro!" dia tertawa sambil menggerak - gerakkan kedua alisnya keatas kebawah.


Teja masih tetap memandang layar handphonenya dan sesekali menggeser layar dengan jari jempolnya.


Aku dan Teja adalah teman sekantor. Kami berada dalam satu divisi di salah satu perusahaan swasta di Jakarta. Dia adalah teman yang paling akrab denganku. Kebetulan juga, kami sama - sama perantau di Ibukota ini. Dia berasal dari Brebes, sedangkan aku adalah Orang Jawa yang sejak kecil tinggal di Palembang.



"Liat apa sih Ja?" Aku mencoba mengintip layar handphonenya, tapi dengan sigap Teja menyembunyikannya.



"Apaan sih tutup botol kecap! Bikin penasaran aja. Dah ah, kekantin duluan. Makan tuh layar HP!" ujarku lagi kepada Teja.



Segera kutekan tombol ctrl + s di komputerku. Kutulis beberapa list pending job di kertas pos-it, agar tidak lupa kukerjakan setelah jam istirahat selesai nanti.



"Hahahaa, becanda bro! Kamu tau admin baru di divisi sebelah? Yang mukanya mirip Marshanda itu lho. Coba deh liat Facebooknya."



Seminggu yang lalu, kantor kami dihebohkan oleh kedatangan karyawati baru yang kecantikannya bak artis ibu kota. Penampilannya modis dan ditunjang dengan tinggi badan yang menjulang, membuat karyawan - karyawan pria terpesona kepadanya, apalagi para jomblo ngenes seperti aku dan Teja ini.



"Emang apa nama FBnya? Hadeh, FBku aja udah sawangan dari jaman main Ninja Saga."



"Pantes aja jones! Install ulang lah, terus coba cari aja nama Ardhita Angelina bro! Kaget - kaget dah liat postingannya."



"dah ah, mau ke WC. Ada panggilan alam!" Teja segera berlari terbirit - birit keluar ruangan menuju toilet.



Penasaran dengan wanita merupakan naluri ilmiah seorang lelaki normal. Gara - gara perkataan Teja tadi, aku akhirnya menginstall ulang aplikasi Facebookku kembali.


Berhubung aku tipe orang yang hanya menggunakan satu e-mail dan password sama di aplikasi manapun, hal itu membuatku mudah saja untuk membuka kembali akunku yang sudah lama tak kugunakan.


Segera kucari nama admin cantik itu. Dan benar saja, semua foto - foto seksinya terpampang nyata di laman FBnya.


"Gila, pantas saja Teja sampai kesengsem!" pikirku.


Kusentuh navigation bar kembali pada HPku. Aku berniat melanjutkan aksi kepoku jika sudah pulang kerja nanti. Maklum lah, melihat visual indah kan perlu penghayatan dan ketenangan. Hehe


Belum sempat menutup aplikasi facebook, seketika mataku langsung terbelalak melihat sebuah postingan foto wanita berjilbab biru yang muncul paling atas di beranda facebookku.


Caption fotonya bertuliskan 'First time in Jogjakarta' dengan emoticon love diujung kalimatnya. Dia berfoto didepan Tugu Jogja sembari tersenyum menampakkan gigi gingsulnya.


Seketika aku teringat kembali moment tujuh tahun lalu ketika aku masih menggunakan seragam putih abu - abu.


Memang dia bukanlah wanita tercantik di sekolahku. Tapi senyum dan suara nyanyiannya terutama saat meneleponku, kini diingatkan kembali oleh memori otakku.


Spoiler for ☎️:



"Mbak Nawang, masihkah kamu mengingatku?"


Aku Radhika Purnomo adik kelasmu ...


*******

Bersambung..


Update :

Part 2

Part 3

Part 4

Part 5

Part 6

Part 7
Diubah oleh dwyzello 08-07-2020 11:19
genji32Avatar border
bukhoriganAvatar border
nunuahmadAvatar border
nunuahmad dan 14 lainnya memberi reputasi
15
4.4K
58
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.7KAnggota
Tampilkan semua post
dwyzelloAvatar border
TS
dwyzello
#9
Part 2 Masihkah Kamu Mengingatku Mbak Nawang?
kaskus-image
Sumber gambar : pinterest



*******

7 Mei 2009


"Dika, habis lulus pengen lanjut di SMA mana?" tanya papaku.


Papaku adalah Kepala SMP tempat aku bersekolah sekarang. Kini aku sudah dinyatakan lulus dan hanya tinggal menunggu ijazah dan transkip nilai keluar.


"Masih cari referensi Pa, tapi udah ada yang sreg sih."


Di sekolah aku termasuk siswa yang lumayan. Lumayan dalam bidang akademik maupun non akademik. Aku suka sekali pelajaran matematika, disisi lain, aku juga penggila musik. Sampai - sampai orang serumah mungkin sudah bosan mendengarkan suara mulut dan gitarku setiap hari.


"Dimana?" Papa bertanya sembari menyeruput kopinya.


"Di SMA N 1 Dharma Wacana Pa, boleh?"


"Kan jauh banget itu Dika. Yaudah, nanti coba papa obrolin sama mama ya!"


"Yess!" jawabku dengan gembira.


SMA incaranku adalah salah satu sekolah terfavorit di Palembang. Meskipun sekolah negeri, disana sudah membuka kelas internasional bagi siswa yang mampu dan pintar pastinya.


Hanya saja, jaraknya lumayan jauh dengan rumahku. Perlu dua jam perjalanan untuk sampai disana. Yang membuatku tertarik adalah karena ekstrakurikuler seni disana terkenal sangar prestasinya. Terutama di bidang musik. Jika aku bersekolah disana, Aku berharap skill dan passionku di musik semakin meningkat.


*******

Akhirnya, aku diterima di SMA incaranku. Orang tuaku menyetujui keputusanku untuk melanjutkan sekolah disini.


Dan sekarang aku resmi menjadi anak kos. Aku menyewa kos persis didepan sekolahku. Cukup beberapa langkah saja, aku sudah sampai gerbang sekolah.


Malam hari ini, aku disibukkan dengan beberapa daftar persyaratan untuk mengikuti Masa Orientasi Siswa (MOS). Aku mengecek satu persatu agar tidak ada satupun yang ketinggalan.


Tali sepatu sudah kuganti dengan tali rafia berwarna merah dan hijau. Topi kerucut dari kertas karton pun sudah siap, aneka snack dan minuman yang wajib dibawa dan persyaratan lain yang cukup njelimet itu, sudah kumasukkan kedalam tas berbahan karung beras.


"Sudah beres, saatnya tidur. Tiga hari besok, sabar dulu jadi orang gila." kataku dalam hati.


*******

Pagi itu, gerbang sekolah dipadati dengan murid baru berseragam putih biru yang semuanya telah memakai astribut MOS.


Aku yang awalnya merasa malu karena astribut ini, akhirnya menjadi lebih percaya diri karena merasa tidak aneh sendirian.


Upacara bendera dan prosesi penyambutan murid baru oleh Kepala Sekolah pun berakhir. Kemudian kami dibagi perkelas masing - masing terdiri dari 30 orang.



Kulirik satu - persatu anak di kelasku. Tak ada satupun yang aku kenal. Aku duduk saja di bangku paling belakang. Dan aku sebangku dengan anak berbadan gempal, berkulit hitam dan berkacamata tebal.


"Hei, dari SMP mana?" tanya anak itu kepadaku.


"SMP N 3 Gading Rejo. Panggil aja aku Dika."


"Walah jauhnya, aku Aldo."


Tiba - tiba obrolan kami harus terhenti ketika ada dua kakak kelas yang masuk kedalam kelas kami. Satu laki - laki dan satu perempuan.


"Adek - adek?" Suara kakak kelas lelaki itu menggema.


"Buah Jambu Buah Salak, Ada yang bisa dibantu kak!" suara kami bersahutan hampir bersamaan.


Yap, pantun itu adalah pantun wajib ketika kami mendapat panggilan dari kakak kelas selama MOS berlangsung.


"Masih pada semangat nggak?" Kakak kelas perempuan itu mulai menyerukan suaranya yang nyaring.


"Adek - adek, perkenalkan nama saya Rizki dan sebelah saya ini namanya Nawang. Kami akan jadi pembimbing kalian selama seharian ini."


"Salam kenal kakak!" kami berteriak bersamaan.


"Biar lebih semangat, kita main game dulu yuk." ujar Kak Nawang.


Dengan semangat, kami berdiri mengikuti instruksi Kak Nawang.


"Oke, gamenya begini. Kalau kakak bilang Semut, gerakkan tangan kalian seperti ini sambil bilang kecil! Nah sebaliknya, Kalau Kakak bilang Gajah, gerakkan tangan kalian seperti ini lalu bilang besar! Paham?"


Kak Rizki menjelaskan dan memperagakan game yang akan kami mainkan. Kami pun mulai memperagakannya juga.


"Nah ini permainan konsentrasi, nanti Kakak akan memilih kalian secara acak dan cepat. Siapa yang salah gerakannya, bakalan kena hukuman. Mengerti?" Kak Nawang menimpali penjelasan Kak Rizki.


Spontan aku kaget ketika Kak Nawang menunjukku dan menyuruhku memperagakan Semut. Karena kaget itu, konsentrasiku seketika buyar dan naas, gerakanku salah.


"Nah, kamu maju kedepan ayok." perintah Kak Rizki.


Dengan wajah malu, aku maju kedepan. Disana tidak hanya aku yang mendapat hukuman. Ada empat anak yang harus maju kedepan karena tidak konsentrasi selama permainan game.


"Kamu yang berkacamata, nama kamu siapa?"


Ya, anak yang ditunjuk Kak Nawang itu adalah aku. Aku sudah memakai kacamata sejak SMP kelas dua karena mataku minus.


"Dika, Kak!" jawabku.


"Oke, hukuman kamu sekarang adalah tembak cewek yang disebelahmu pakai kata - kata romantis!"


Kulirik perempuan berjilbab disebelahku yang bernama Safiah. Badannya yang pendek dan mungil, serta perawakannya yang lucu membuat seisi kelas tertawa.


Aku turuti saja perintah Kak Nawang daripada nanti malah apes jika mendapat double hukuman.


"Ehm, Safiah ... Aku udah lama sayang sama kamu. Kamu bagaikan bunga mawar yang harum. Sinar rembulan saja tak seindah dirimu. Maukah kamu jadi pacarku?" kataku kepada Safiah yang membuat suasana kelas menjadi riuh.



Kuucapkan saja kata - kata ngawur itu untuk menyudahi hukuman ini.


Kak Nawang tertawa terbahak - bahak sembari bertepuk tangan.


Aku kembali duduk di kursiku. Entah kenapa ada sesuatu yang aneh pada diriku. lama - lama aku menjadi tak bosan memandangi senyum Kak Nawang. Dia manis!


Sekali - kali, aku mencuri pandang kepadanya. Anak perempuan itu berkulit sawo matang, potongan rambutnya pendek, tinggi badannya standar, dan tampak beberapa jerawat di wajahnya. Tapi ada daya tarik tersendiri yang aku perhatikan darinya. Pokoknya dia membuatku penasaran!


*******

Masa orientasi sudah memasuki hari terakhir. Berbagai kegiatan membuat kami lelah. Apalagi kakak kelas yang seenaknya mengerjai kami dan seringkali menyuruh kami mencari tanda tangan kakak kelas yang lain.


Tapi justru aku malah senang, karena tiga hari ini aku selalu melihat Kak Nawang. Rasa lelah seperti tidak terasa karena terbayar dengan melihat senyum gigi gingsul yang amat manis itu.


Tugas terakhir MOS adalah menyiapkan surat cinta dan cokelat yang akan kami berikan kepada kakak kelas yang berkesan bagi kami.


Pasti kalian akan menebak bahwa surat itu akan kuberikan kepada Kak Nawang kan?
Yap, tidak ada orang lain selain dia yang membuatku terkesan.


Selain menulis surat, ada selembar angket berisi voting yang wajib kami isi. Mataku fokus dengan voting kakak termanis, kakak terbaik dan kakak tercantik. Semua aku isi dengan nama Nawang.


Ah, rasanya sungguh deg - degan saat aku akan menyerahkan surat ini kepadanya.


Kami dikumpulkan di Aula Sekolah. Semua kakak kelas pembimbing MOS, sudah siap berdiri di depan aula untuk menerima surat dari adik - adik kelasnya.


Aku mencari - cari keberadaan Kak Nawang. Tapi, sepertinya dia tidak ada.


Gadis manis, kamu dimana?


******

Bersambung..


Page 1

Next Part
Diubah oleh dwyzello 13-01-2020 13:17
andrian0509
nunuahmad
itkgid
itkgid dan 5 lainnya memberi reputasi
6
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.